Partager

Bab 143

Auteur: qia
last update Date de publication: 2026-02-24 16:59:35

Hujan turun tanpa suara keras, hanya gerimis yang merata, seperti kota sedang menahan napas. Dari balik jendela kantor, Seeyana memperhatikan titik-titik air yang mengalir pelan di kaca, saling bertemu, lalu jatuh. Ia berdiri terlalu lama di sana, sampai pantulan wajahnya sendiri terlihat samar bukan karena gelap, melainkan karena pikirannya sedang tidak sepenuhnya hadir.

Rapat terakhir hari itu sudah selesai. Tidak ada konflik terbuka. Tidak ada suara meninggi. Tapi justru itu yang
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   203 : Identitas Ganda

    “Jangan login.”Suara Raka cepat, tajam. Tangannya sudah bergerak di keyboard, membuka beberapa jendela sekaligus. Kursor berkedip di banyak tempat, seperti mencoba mengejar sesuatu yang terlalu cepat untuk ditangkap.Nama itu masih ada di layar.ARKAN_02Tidak berkedip. Tidak berubah. Seolah menunggu.Clarisa menatapnya tanpa napas yang utuh. “Itu bukan bug, kan?”Raka tidak langsung menjawab. Matanya bergerak cepat, membaca log yang muncul satu per satu. “Kalau ini bug… ini bug paling presisi yang pernah aku lihat.”Arkan berdiri diam di depan monitor. Tatapannya tidak lagi setegang tadi justru lebih tenang.Terlalu tenang.“Dia masuk sebagai user baru,” gumamnya pelan. “Bukan override. Bukan infiltrasi.”Raka mengangguk cepat. “Ya. Sistem tidak mendeteksi dia sebagai ancaman.”Clarisa menoleh ke Arkan. “

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   202 : Tanpa Bentuk

    Langkah itu berhenti tepat di balik pintu.Tidak ada bayangan yang jatuh ke lantai. Tidak ada siluet di celah cahaya. Hanya ruang gelap yang terbuka sedikit, seolah menahan sesuatu agar tidak sepenuhnya masuk.Tidak ada yang bicara.Arkan berdiri paling depan, bahunya kaku, tapi tidak mundur. Clarisa di sisi kirinya, satu langkah lebih belakang. Raka di kanan, jari-jarinya kembali menyentuh meja, mencari sesuatu untuk digenggam, meski tidak ada.Klik kecil terdengar.Pintu itu terbuka sedikit lagi. Engselnya berderit pelan, terlalu pelan untuk terasa alami dan di saat itulah udara di dalam ruangan berubah.Bukan dingin. Bukan panas.Lebih seperti padat seolah ada sesuatu yang menekan dari segala arah, membuat napas terasa lebih berat tanpa alasan yang jelas.Clarisa menarik napas pendek. “Arkan…”Arkan mengangkat tangannya sedikit tanpa menoleh. Diam.Langkah berikutnya terdengar.Dekat.

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   201 : Bayangan Masuk

    “Jangan bergerak.”Suara Arkan nyaris tak terdengar, tapi cukup untuk membuat Raka yang sudah setengah berdiri membeku di tempatnya. Clarisa bahkan belum sempat menarik napas penuh sejak bayangan itu muncul di layar.Monitor kedua masih menyala. Feed kamera tetap stabil. Terlalu stabil dan bayangan itu masih ada. Tidak jelas bentuknya. Tidak sepenuhnya gela lebih seperti celah dalam cahaya. Sesuatu yang tidak seharusnya ada, tapi tetap tertangkap.Raka menelan ludah. “Kalau itu… kamera real-time, berarti—”“Jangan selesaikan kalimatmu,” potong Clarisa cepat.Ia tidak menoleh. Tatapannya terkunci pada layar, tapi bahunya menegang. Jari-jarinya menggenggam ujung meja terlalu erat sampai buku-buku jarinya memutih.Arkan perlahan berdiri. Kursinya bergeser sedikit. Suaranya kecil, tapi cukup membuat suasana terasa lebih padat. Ia tidak langsung melihat ke belakang. Matanya masih di layar.M

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   200 : Akun Tanpa Wajah

    “Kau yakin mau buka itu sekarang?”Suara Clarisa tipis, nyaris tenggelam oleh dengung perangkat di ruangan. Tidak ada yang menjawab langsung. Hanya suara kipas CPU yang berputar stabil, dan kedipan kecil di sudut layar yang terasa seperti detak jantung kedua.Arkan tidak mengalihkan pandangan. “Kalau bukan sekarang, kapan?”Jarinya berhenti di atas touchpad. Tidak menekan. Tidak mundur. Seolah ada garis tak terlihat yang sedang ia timbang. Raka bersandar sedikit ke belakang, tapi matanya tetap menempel pada monitor. “Kalau itu jebakan, kita tidak akan punya kesempatan kedua.”“Kalau itu kebenaran?” Arkan membalas tanpa menoleh.Tidak ada yang langsung menyahut.Klik!File itu terbuka. Layar berubah perlahan, bukan dengan animasi biasa. Ada jeda. Sepersekian detik yang terasa terlalu lama untuk ukuran sistem secepat Horizon.Kemudian, muncul satu folder utama.PERSONAL_OVERRIDEDi bawahnya

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   199 : Kunci Terbuka

    Dering ponsel membelah sunyi malam. Arkan menatap layar dengan ekspresi tak terdefinisi. Nama pengirim? Sistem internal Horizon. Tidak ada suara, hanya getar yang terasa menekan. Ia menekan tombol angkat tanpa sepatah kata.“Arkan, kau… kau menerima akses itu?” tanya Clarisa di sebelahnya, suaranya bergetar tipis, seperti menahan sesuatu yang lebih besar daripada takut.Raka hanya menatap layar, wajahnya pucat, jari-jari mengetuk meja tanpa pola. “Ini bukan sekadar hak istimewa. Ini… itu seperti menerima kunci ke sesuatu yang bisa mengubah semua yang kalian tahu tentang perusahaan.”Arkan menelan ludah. Dadanya berdebar, bukan karena panik, tapi karena perasaan aneh: campuran antara kewenangan dan tanggung jawab yang tiba-tiba menekan. Ia tahu, kunci itu bukan untuk membuka pintu biasa.“Kalau aku sudah pegang akses ini… berarti semua yang tersembunyi bisa terbuka,” gumamnya pelan, hampir untuk diri

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   198 : Administrasi Nol

    Hujan turun lagi malam itu. Bukan deras, tapi cukup untuk membuat kaca jendela dipenuhi garis-garis air yang bergerak lambat.Di ruang kerja utama, hanya layar monitor yang menyala. Raka duduk di depan sistem server internal, menelusuri jejak digital yang ditinggalkan oleh akun misterius itu. “Administrator-0 bukan akun biasa,” katanya tanpa menoleh. “Dia tidak muncul di daftar utama. Seperti tertanam di dalam struktur paling awal.”Arkan berdiri di belakangnya.“Backdoor?”“Lebih tua dari itu,” jawab Raka pelan. “Ini seperti fondasi sistem. Dibuat sebelum protokol keamanan generasi sekarang.”Clarisa bersandar di meja, memeluk dirinya sendiri.“Berarti ini dibuat saat ayah-ayah kita masih aktif.”Pak Surya tidak menyangkal.Ia hanya menatap layar dengan tatapan berat.“Aku tidak pernah menyetujui akun semacam itu.”Arkan menjawab tenang, “Mungkin bukan Ayah yang membuatnya.”Raka memperbesar satu log lama. Tanggalnya dua puluh lima tahun lalu.Nama pengunggah awal HZN-Core“Horizon C

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 38 : Di Ruang Terang

    Ruang dewan berada di lantai atas, dengan dinding kaca yang menghadap kota. Pagi itu, cahaya jatuh rata ke meja panjang, membuat segala sesuatu terlihat jelas termasuk ketegangan yang biasanya tersembunyi. Seeyana tiba lebih awal. Ia menata laptop, menguji proyektor, dan duduk dengan punggung teg

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 33 : Menjelang

    Kota terasa berbeda ketika seseorang tahu ia akan meninggalkannya. Bukan karena bangunan berubah, melainkan karena cara mata memandang lebih pelan, lebih menyimpan.Seeyana menjalani hari-hari terakhirnya dengan ritme yang sengaja diperlambat. Ia menyelesaikan pekerjaan tanpa menambah ap

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 31 : Beriringan

    Hidup setelah keputusan tidak berubah menjadi lebih mudah. Ia hanya menjadi lebih jujur.Seeyana menyadari itu pada minggu pertama setelah pilihan diucapkan. Tidak ada ledakan bahagia, tidak juga duka yang dramatis. Yang ada adalah hari-hari biasa yang menuntut konsistensi dan di sanalah

  • Rahasia Istri Yang Disakiti   Bab 29 : Penentuan

    Minggu terakhir dari uji jalan tiba dengan tekanan yang tak terlihat tapi terasa. Klien besar menuntut laporan cepat, jadwal rapat padat, dan revisi mendadak. Seeyana menatap layar komputer, menata ulang prioritas dengan kepala dingin.Ia tahu ini ujian terakhir: bukan sekadar proyek, bu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status