Home / Urban / Rahasia Mantan Suami Miskin / 4. NAMA DARI MASA LALU

Share

4. NAMA DARI MASA LALU

Author: Ahgisa
last update publish date: 2026-04-08 19:10:47

“Tuan, rendahkan badan Anda!” seru Juna sambil menekan pedal gas hingga habis.

Pria tua itu langsung menunduk, melindungi kepalanya. Di depan, cahaya lampu sorot masih menyilaukan, sementara siluet beberapa pria mulai bergerak keluar dari mobil yang menghadang.

Juna menyipitkan mata.

Di kejauhan, ia melihat jembatan membentang—dan tepat sebelum itu, sebuah jalan kecil bercabang di sisi kiri.

Kesempatan.

“Atau hancur sekalian…” gumamnya.

Tanpa ragu, Juna memutar setir ke kiri dengan tajam.

Ban berdecit keras.

Mobil meluncur masuk ke jalur sempit itu, nyaris menyerempet pembatas jalan. Salah satu pria di depan terkejut, mundur terlambat saat taksi Juna melesat tepat di hadapannya.

“Dia belok!” terdengar teriakan samar dari belakang.

Namun jalan itu licin. Terlalu licin.

Mobil-mobil yang mencoba mengejar memaksa membanting setir mengikuti arah Juna.

Satu mobil kehilangan kendali.

Brak!

Mobil itu menghantam pembatas jembatan, bagian depannya ringsek seketika.

Di belakangnya, mobil lain tak sempat mengerem.

Tabrakan beruntun tak terhindarkan.

Suara benturan bertubi-tubi menggema, bercampur dengan jeritan rem dan pecahan kaca.

Juna tidak menoleh.

Ia terus melaju.

Keluar dari jalur sempit itu, ia langsung mengarahkan mobilnya naik ke jembatan. Lampu kota memantul di sungai gelap di bawahnya, sementara hujan masih turun tanpa ampun.

Napasnya memburu.

Tangannya gemetar.

tidak ada lagi mobil di belakangnya.

Mereka berhasil lolos.

“Tuan, kita sudah aman… setidaknya untuk sekarang,” ujar Juna sambil memperlambat laju taksinya. Suaranya masih sedikit bergetar, napasnya belum sepenuhnya stabil.

Pria tua yang sejak tadi hanya bisa berpegangan erat perlahan mengangkat tubuhnya. Ia menatap Juna dengan mata yang dipenuhi rasa syukur.

Setidaknya Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup, karena banyak hal belum bisa ia temukan di usia senjanya.

“Terima kasih, Nak… Aku berutang nyawa padamu. Aku tidak tahu bagaimana harus membalasnya.”

Juna hanya mengangguk pelan. Dadanya masih berdebar keras, seolah jantungnya belum menerima bahwa mereka benar-benar lolos.

“Apa tujuan Anda masih tetap Hotel La Grande?” tanyanya, berusaha menenangkan diri.

“Ya,” jawab pria tua itu singkat, namun tatapannya tak lepas dari wajah Juna.

Setelah mengamati dengan saksama, entah mengapa pria tua itu merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan. Ada kehangatan yang asing, namun juga menenangkan, setiap kali ia menatap Juna.

Perasaan itu membuatnya ragu.

Seolah ada potongan ingatan yang berusaha muncul, tetapi tertahan di ujung kesadarannya.

Ia hendak mengalihkan pandangan, mencoba menepis perasaan aneh itu. Namun, matanya justru tertuju pada sesuatu yang tergantung di spion tengah.

Sebuah liontin kecil.

Setengah terbuka.

Di sampingnya, tergantung sebuah cincin kecil yang tampak usang.

Tatapan pria tua itu membeku.

Cincin itu…

“Silakan, Pak. Kita sudah sampai,” ucap Juna sambil menoleh ke belakang.

Pria tua itu seperti baru tersadar. Sejak tadi, sepanjang perjalanan, ia sibuk meyakinkan dirinya bahwa semua yang dilihatnya hanyalah kebetulan.

Namun perasaan itu tak juga hilang.

Alih-alih turun atau mengambil dompetnya, pria itu justru meraih liontin yang tergantung di spion tengah. Tangannya bergetar saat membukanya lebih lebar.

Matanya langsung tertuju pada ukiran kecil di baliknya.

AW.

Napasnya tercekat.

Perlahan, ia membuka bagian dalam liontin itu. Di sana, terpampang foto seorang gadis kecil.

Wajahnya pucat.

Belum selesai rasa terkejutnya, pandangannya beralih ke cincin kecil yang tergantung di sampingnya.

Ukiran itu, ‘Wiwaha’.

Tangannya gemetar hebat.

“Siapa kamu?” tanya pria itu tiba-tiba, nadanya meninggi, penuh ketegangan.

Juna terkejut, alisnya berkerut. “Maksud Tuan?”

“Bagaimana kamu bisa mendapatkan ini?! Darimana?! Katakan!” sentaknya lagi, kini lebih keras.

Juna menatapnya bingung, namun tetap menjawab. “Itu pemberian ibu saya, Tuan.”

Ia terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan suara lebih pelan, namun tegas.

“Di situ juga ada inisial nama saya… Arjuna Wiwaha.”

Hening.

Untuk sesaat, dunia seperti berhenti.

“Yang Anda lihat itu foto masa kecil ibu saya. Dan itu juga cincinnya,” ucap Juna dengan nada sedikit sinis.

Ada kekhawatiran yang tak bisa ia sembunyikan. Takut jika benda yang telah ia simpan puluhan tahun justru dituduh sebagai sesuatu yang bukan miliknya.

Luka dari ucapan Aleya beberapa hari lalu masih terasa. Ia tak ingin kehilangan satu-satunya peninggalan yang berarti dalam hidupnya.

Pria tua itu menatapnya lekat, napasnya tertahan.

“Nama ibumu… Karina Wiwaha?”

Deg.

Juna terdiam.

Matanya membelalak, tubuhnya menegang seketika. Nama itu, nama yang sudah lama tak pernah ia dengar dari siapa pun.

Tiba-tiba disebut oleh orang asing di hadapannya.

“Siapa Anda?!” seru Juna.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   112. LAST EXTRA PART

    Semenjak malam gala perayaan di hotel itu, kehidupan emosional Shayra Wiwaha berubah total. Di dalam kamarnya yang mewah, setiap kali ia memejamkan mata, memori di sudut tangga mezanin itu selalu berputar tanpa izin. Sentuhan tegas telapak tangan Finn di dadanya, pagutan bibir pria itu yang awalnya dingin namun kemudian membakar, hingga sensasi ketika sesuatu yang keras di balik celana Finn menggeliat menegang di pangkal pahanya—semuanya telah menjadi candu yang aneh bagi Shayra.Ia menginginkan sentuhan itu lagi. Rasa penasaran seorang gadis muda yang baru pertama kali merasakan letupan gairah terus bergejolak di dadanya. Namun, setiap kali fantasi liar itu menguasai pikirannya, sebuah nama yang diucapkan mamanya malam itu mendadak bergema di kepalanya bak alarm bahaya: Raga.Keesokan paginya, suasana ruang makan kediaman Wiwaha terasa sejuk. Juna sedang menyesap kopi hitamnya sembari membaca laporan bisnis di tablet, sementara Salva duduk di sebelahnya, mengoleskan selai pada sepoto

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   111. EXTRA PART 9

    Pagutan hangat itu mendadak terputus. Kesadaran Finn seolah ditarik paksa kembali ke realitas bumi oleh sisa akal sehatnya yang tersisa. Dengan napas yang memburu dan jantung yang berdegup liar, Finn memalingkan wajahnya ke samping, menolak ciuman Shayra secara halus namun tegas.Kedua telapak tangannya yang semula mencengkeram bahu Shayra perlahan turun, mendorong tubuh gadis itu dengan sangat hati-hati agar memberi jarak di antara mereka."Kita tidak boleh begini, Shayra," bisik Finn, suaranya terdengar serak, berat, dan sarat akan penyesalan. Ia menatap karpet di bawah mereka, tak berani menatap langsung sepasang mata murni milik gadis di bawahnya. "Jangan lakukan ini. Aku... aku tidak sebaik yang kamu bayangkan. Terima kasih karena kamu sudah menolongku dari Tante Riana tadi, tapi... kamu terlalu berharga, dan aku terlalu hina untuk melakukan ini denganmu."Kalimat dingin namun jujur itu seketika menghantam kesadaran Shayra bak siraman air es. Pikiran liar yang sempat menguasai ke

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   110. EXTRA PART 8 ++

    Derap langkah kaki beberapa pengawal berbadan tegap terdengar semakin dekat di ujung koridor. Menyadari Riana sudah menghilang di balik pintu darurat, Shayra segera menoleh ke arah belokan. Ia mengangkat satu tangannya, memberi isyarat mutlak agar para pengawal itu menghentikan langkah mereka."Pak Dimas, berhenti di sana," panggil Shayra dengan suara setengah berbisik namun tegas.Kepala pengawal itu menghentikan anak buahnya, menatap Shayra dengan patuh. "Ada apa, Non Shayra? Di mana orang yang membuat keributan tadi?""Dia sudah pergi lewat pintu keluar darurat. Tidak perlu dikejar, situasi sudah aman. Kalian kembali saja berjaga di depan aula utama, dan tolong jangan katakan apa pun pada Papa," dusta Shayra demi melindungi privasi Finn."Baik, Nona. Kami mengerti," Pak Dimas membungkuk hormat, lalu memimpin anak buahnya mundur dengan senyap.Setelah para pengawal pergi, koridor itu kembali diliputi keheningan yang pekat. Shayra memutar tubuhnya, melangkah cepat mendekati Finn. Tan

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   109. EXTRA PART 7

    Grand Ballroom hotel bintang lima malam itu bertransformasi menjadi lautan kemewahan yang memesona. Kilau lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit berpadu sempurna dengan alunan musik klasika, menyambut ratusan tamu elite yang menghadiri gala perayaan ulang tahun La Grande Holdings yang ke-45.Di tengah hiruk-pikuk kaum borjuis itu, Shayra Wiwaha menjadi pusat semesta. Gaun satin marun model off-shoulder yang melekat sempurna di tubuh tinggi semampainya membuat gadis itu terlihat seperti dewi malam yang turun dari langit. Rambut hitam panjangnya ditata sanggul modern yang rapi, mengekspos leher jenjang dan tulang selangkanya yang indah.Tak pelak, hampir setiap pria muda dari kalangan pengusaha dan anak kolega bisnis yang berpapasan dengannya selalu melirik dengan tatapan memuja. Namun, tidak ada satu pun yang berani melangkah maju untuk menggoda, sebab tepat di sebelah Shayra, berdiri Juna Wiwaha, sang penguasa korporasi yang memancarkan aura dominasi yang teramat kuat

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   108. EXTRA PART 6

    Sesuai prediksi semua orang, presentasi proyek analisis ekonomi makro Kelompok 7 berjalan dengan sangat sempurna. Penjelasan yang terstruktur rapi, ditambah dengan draf salindia buatan Finn yang begitu profesional, membuat dosen pengampu tak ragu untuk langsung memberikan nilai A+ di papan penilaian."Kerja bagus, Kelompok Tujuh. Ini adalah analisis terbaik yang pernah saya lihat semester ini," puji sang dosen sebelum membubarkan kelas."Gila! Kita beneran dapat A+!" seru Freya heboh begitu mereka keluar dari ruang kelas. "Finn, kamu bener-bener penyelamat hidup kami!""Iya, bro. Thanks banget, ya. Nanti malam kalau kamu senggang, biar aku yang traktir makan sebagai gantinya," timpal Jason antusias sembari menepuk bahu Finn.Finn hanya mengangguk datar, dengan cekatan memasukkan laptopnya ke dalam tas tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikit pun. "Tidak usah. Tugasnya sudah selesai. Aku duluan."Pria itu langsung membalik tubuhnya dan berjalan pergi. Hubungan profesional mereka selesa

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   107. EXTRA PART 5

    Satu minggu berlalu dengan cepat. Ruang diskusi di lantai dua perpustakaan pusat Universitas siang itu tampak tenang, hanya diisi oleh ketukan jemari di atas papan tik dan bisikan-bisikan mahasiswa yang sedang belajar.Shayra duduk tegak di salah satu meja bundar. Di hadapannya, Freya dan Jason sudah bersiap dengan buku catatan mereka. Tak lama kemudian, sosok yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul. Finn melangkah masuk dengan ransel kanvas usangnya, mengenakan kaus hitam polos yang dilapisi kemeja denim pudar. Ia menarik kursi di hadapan Shayra tanpa mengeluarkan sepatah kata pun."Oke, karena minggu depan kita sudah harus maju presentasi, hari ini kita bagi tugas untuk pembagian materinya, ya," buka Shayra langsung pada inti masalah, menatap Finn dengan pandangan yang masih menyiratkan sisa kekesalan dari insiden minggu lalu.Tanpa repot-repot menjelaskan atau berbasa-basi, Finn membuka laptopnya. Jarinya bergerak lincah di atas trackpad selama beberapa detik.Tring!Ponsel Shayra, Fr

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   70. DUNIA JUNA

    Pertanyaan Satya itu terus bergema di kepala Juna, bahkan setelah sambungan telepon berakhir lama. "Apa kau masih yakin itu anakmu?" Awalnya, ego Juna ingin langsung membantah. Namun, semakin lama ia memikirkannya, riak-riak keraguan justru bermunculan ke permukaan. Jika anak

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   69. MASIH YAKIN?

    Di belahan dunia lain, jauh dari bayang-bayang nama La Grande, ancaman Raga yang tak pernah berakhir, dan permainan kekuasaan yang melelahkan, Juna menjalani hari-harinya dengan cara yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Semuanya terasa tenang, lambat, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, ia

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   65. MEMBERIKAN DIRI (21+)

    Suasana kamar itu terasa semakin hangat, kontras dengan udara dingin yang menyelinap dari balik jendela kastil. Juna bersandar pada bantal tinggi yang diatur sedemikian rupa, matanya terus mengikuti pergerakan Salva. Istrinya itu mondar-mandir merapikan gaun pernikahan yang baru saja mereka lepas

  • Rahasia Mantan Suami Miskin   7. JEJAK YANG DIHAPUS

    Di sebuah ruang kantor di Hotel La Grande, Satya berdiri di depan jendela tinggi, menatap lalu lalang mobil yang terasa lebih padat dari biasanya. Pantulan sosoknya terlihat samar di kaca.Di belakangnya, seorang pria berjas lengkap berdiri tegak, lalu menunduk hormat. Namun Satya bahkan tidak meno

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status