Share

Bab 4

Penulis: Obasan
Begitu masuk ke dalam kamar, Lunaria langsung menerkam ke sisi tempat tidurku. Air matanya sudah mengalir sebelum sempat bicara.

"Kak Shavira, semua rumor di internet itu aku yang sebarkan. Rekaman chat itu juga aku palsukan!"

"Aku cuma takut kena tanggung jawab, makanya menjebakmu. Tolong jangan marah sama Kak Arvino, dia tidak tahu apa-apa!"

"Tolong, tolong telepon ke bosmu, tidak, ke investor misteriusmu. Tolong selamatkan perusahaan."

Arvino menatap Lunaria, matanya penuh rasa iba dan tidak tega.

"Shavira, Lunaria juga cuma sesaat tersesat."

Arvino kemudian menoleh padaku, nada bicaranya membawa keadilan yang membuat geli.

"Kamu lihat, karena sikapnya begitu tulus, bisa tidak kamu memaafkannya?"

Aku menatap sinis drama sedih yang konyol ini. Bibirku menyungging sebuah tawa mengejek.

"Pertunjukannya sudah selesai? Kalau sudah, silakan pergi. Jangan ganggu aku istirahat."

Tangisan Lunaria terhenti seketika. Dia menatapku dengan mata tak percaya.

Arvino mengerutkan dahinya. Nada suaranya jelas menunjukkan ketidakpuasan.

"Shavira! Lunaria sudah sangat pengertian. Kenapa kamu masih harus bersikap menekan? Tidak bisakah kamu sedikit lebih lapang dada?"

"Sekarang perusahaan dalam bahaya besar. Hanya dengan satu telepon darimu, semuanya bisa diselamatkan!"

"Bersikap lapang dada?" Aku memotong ucapannya, "Arvino, kamu minta aku bersikap lapang dada terhadap seseorang yang menyebarkan fitnah tentangku?"

"Atau bersikap lapang dada terhadap seseorang yang jelas-jelas tahu kebenarannya, tapi malah mendorongku menanggung kesalahan, bahkan hampir membahayakan nyawaku?"

Setiap kata yang kuucapkan membuat wajah Arvino makin pucat.

"Sandiwara kalian di mataku tidak ada harganya sama sekali!" Aku pun berkata tegas, "Aku tidak akan menelepon!"

"Kamu!" Arvino terdiam karena aku memojokkannya, marah sampai seluruh tubuhnya gemetar.

"Shavira, kamu benar-benar tega melihat perusahaan hancur?!"

Lunaria menggandeng lengan Arvino dan berkata dingin, "Kak Arvino, sudahlah."

"Kak Shavira sudah bertekad tidak mau membantu kita, kita jalankan Rencana B saja."

Di mata Arvino terlihat sekejap keraguan, tetapi segera digantikan oleh ketegasan yang tajam.

Hatiku langsung berdebar kencang, tanpa sadar aku bangkit dari tempat tidur dan berlari keluar.

Arvino tiba-tiba melangkah cepat ke depanku, lalu mengeluarkan saputangan dan menutup rapat mulut dan hidungku!

"Ugh!"

Aku berusaha menendang dan melawan dengan tangan dan kakiku, tetapi tubuhku yang lemah sama sekali bukan tandingannya.

Belum sampai beberapa detik, pandanganku menjadi gelap, dan aku benar-benar kehilangan kesadaran.

Aku tidak tahu sudah berapa lama, tetapi aku tersadar dari kegelapan yang membingungkan.

Ternyata aku terbaring di tempat tidur hotel, mengenakan gaun tipis hitam yang nyaris tidak menutupi tubuhku!

Aku berusaha bangkit, tetapi seluruh tubuhku terasa lemas dan tak bertenaga.

Tiba-tiba, dari ruang tamu terdengar suara Arvino yang penuh kepura-puraan dan merayu, "Pak Reynard, aku dengar Anda suka gadis yang bersih."

"Gadis ini sudah aku tempatkan di ranjang di dalam kamar, benar-benar sesuai dengan keinginan Anda."

Tiba-tiba terdengar suara Lunaria yang merayu, "Iya, Pak Reynard. Aku bahkan sengaja mengganti pakaiannya, pasti Anda suka .…"

Lalu terdengar suara Arvino yang tergesa-gesa. "Pak Reynard, jadi investasi 400 miliar itu .…"

Hatiku langsung jatuh ke dasar jurang, dingin sampai menusuk tulang!

Ternyata Arvino membuatku pingsan, lalu memperlakukanku seperti barang, dikirim untuk ditukar dengan investasi!

"Investasi?" Pak Reynard memotong dengan suara kasar, "Lihat barangnya dulu baru bicara."

Suara langkah kaki terdengar menuju arah kamar tidur.

Arvino segera menyusul, dengan nada yang makin merendah. "Pak Reynard, tenang saja. Dia benar-benar wanita yang luar biasa!"

Pintu kamar tidur terdorong terbuka.

Pak Reynard pun melangkah masuk, matanya yang keruh seperti lidah ular yang lengket menjilat-jilat tubuhku.

Arvino mengikuti di belakangnya. Wajahnya dipenuhi senyum.

"Sejujurnya, aku sebagai tunangannya, bahkan belum pernah menyentuh jarinya. Tepatnya menunggu .…"

Namun, ketika Pak Reynard melihat wajahku dengan jelas, senyum mesumnya langsung mengeras dan tergantikan oleh ketakutan yang luar biasa.

"No ... Nona Shavira?!"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Rahasia di Balik Cincin Besar Itu   Bab 10

    Darian menceritakan seluruh kisah kekacauan di ruang perawatan itu kepadaku, sementara aku sedang menyesap teh almond hangat sedikit demi sedikit.Saat aku mendengar Lunaria mengambil kursi dan memberikan siksaan tambahan kepada Arvino, aku tak bisa menahan tawa kecil."Aduh. Mereka berdua benar-benar pasangan yang serasi .…" Aku mengusap air mata yang keluar karena tertawa."Satu bodoh, satu jahat, lebih baik penjarakan saja mereka. Jangan sampai keluar lagi dan menyakiti orang lain."Darian melihatku tersenyum lebar, dan di matanya pun tersirat senyum lembut.Dia diam-diam menunggu aku selesai tertawa, tiba-tiba berlutut satu lutut di depanku.Dia lalu mengeluarkan kotak cincin dan membukanya, di dalamnya ada sebuah cincin berlian dengan desain yang sangat indah."Shavira." Dia menatapku sambil mengangkat kepala, matanya penuh keseriusan dan kasih sayang yang belum pernah kulihat sebelumnya. "Menikahlah denganku."Aku sama sekali tidak menduga hal ini, pipiku langsung memerah, dan ja

  • Rahasia di Balik Cincin Besar Itu   Bab 9

    "Pada akhirnya, ini semua hanyalah karena sifat buruk dan rasa rendah dirimu yang tertanam di dalam dirimu. Kamu serakah akan sumber daya dan kehormatan yang kubawa, tapi di sisi lain ingin mendapatkan kembali apa yang kamu sebut kehormatan pria di hadapan Lunaria.""Arvino, kamu benar-benar menyedihkan sekaligus konyol!""Tidak! Shavira, yang selalu kucintai di hatiku hanyalah kamu ...." Arvino masih berusaha membantah."Tampaknya Pak Arvino sangat senggang, sampai-sampai punya waktu untuk mengganggu tunanganku." Suara Darian terdengar dari belakang.Arvino yang melihat Darian, menjadi seperti kembang api yang tersulut.Dia menunjukku dan mengumpat tanpa pikir panjang, "Shavira! Pada akhirnya, kamu hanyalah seorang wanita yang mudah tergoda! Kita bahkan belum resmi membatalkan pertunangan, tapi kamu sudah begitu tak sabar menjalin hubungan dengan pria lain! Kamu ...."Kata-katanya yang kotor tiba-tiba terhenti.Darian mengangkat tangannya menutupi telingaku, memisahkan diriku dari sua

  • Rahasia di Balik Cincin Besar Itu   Bab 8

    Sinar matahari di luar menembus kaca, hangat menyinari tubuhku.Darian menatapku, pandangannya dalam dan lembut."Biarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Masa depanmu baru saja dimulai."Aku menatap matanya, lalu mengangguk pelan.Ya, memang, masa depanku seharusnya memang baru dimulai.Sementara mimpi buruk bagi orang-orang tertentu, barangkali baru saja dimulai.Adegan Arvino dan Lunaria saling menyerang hanyalah sebuah sandiwara yang mempercepat kehancuran mereka saja.Pembalasan yang sesungguhnya masih menunggu di depan.Ketenangan itu terganggu oleh tamu yang tak diundang.Arvino justru memanfaatkan pergantian penjaga untuk melompat keluar, dan langsung berlutut di hadapanku.Pakaian yang compang-camping, mata yang cekung, dia sama sekali kehilangan semangat gagah perkasa yang dulu, tersisa hanya penampilan sengsara seorang yang terpojok di jalan buntu."Shavira, aku salah! Tolong minta kakakmu dan Keluarga Prakoso memaafkanku!"Dia menangis tersedu-sedu, memegang ujung rokku.

  • Rahasia di Balik Cincin Besar Itu   Bab 7

    Terkadang dia membawa setangkai bunga iris putih yang masih basah oleh embun pagi, terkadang itu kue hangat dari toko tua di bagian barat kota.Lebih sering, dia duduk di sofa di dekat jendela kamarku. Sambil mengurus urusan pekerjaan, dia menceritakan kabar terbaru tentang Arvino dan Lunaria."Opini publik di internet, hari ini akan berbalik."Sore itu, dia mendorong secangkir susu hangat ke depanku.Aku menunduk dan membuka ponsel, dan memang benar trending pertama sekarang sudah berubah.#Lunaria memalsukan chat untuk menjebak Shavira#Sebelumnya, catatan palsu yang digunakan untuk menjebakku dianalisis frame per frame oleh ahli teknologi, dan ditemukan banyak jejak manipulasi.Selain itu, banyak catatan Lunaria yang menghubungi perusahaan buzzer dan melakukan transaksi transfer juga langsung dibongkar.Buktinya sangat jelas, tak terbantahkan lagi.Netizen yang sebelumnya memakiku sebagai berhati ular dan beracun pun berbalik arah. Antre di kolom komentar untuk meminta maaf padaku.

  • Rahasia di Balik Cincin Besar Itu   Bab 6

    "Siapa kamu? Shavira adalah tunanganku!" Arvino menegur dengan suara tegas.Lunaria menatap Darian dengan rasa iri, terpaku pada pesona dan ketampanannya.Darian mendesah sinis, lalu langsung melangkah melewati Arvino menuju ke arahku.Dia pun mengangkat tangan, dengan lembut merapikan rambutku yang berantakan. Suaranya begitu lembut hingga terasa tak nyata."Maaf, aku datang terlambat, membuatmu menanggung kesedihan."Ketegaran yang kupertahankan selama ini akhirnya runtuh, dan mataku tak bisa menahan diri langsung memerah.Darian menghela napas kecil dengan tak berdaya, lalu duduk di tepi ranjang dan memelukku, lengkap dengan selimut."Kalau mau menangis, menangislah. Tidak apa-apa. Sekarang aku ada di sini."Arvino melihat pemandangan itu, matanya merah padam karena marah, dan dia langsung berlari ingin menarik Darian menjauh."Lepaskan dia!"Namun, sebelum dia bisa mendekat, dua pengawal sudah menahannya, seketika dia tak bisa bergerak.Darian bahkan tidak menoleh, hanya mengangkat

  • Rahasia di Balik Cincin Besar Itu   Bab 5

    Aku membungkus tubuhku rapat-rapat dengan selimut, menatap dingin Reynard Mahardhika yang gemetaran."Reynard, aku sungguh tidak menyangka, kamu sudah begitu tak terkendali di belakang layar.""Nona! Aku salah! Aku benar-benar tidak tahu itu Anda!" Reynard terjatuh terduduk dan bersujud di lantai. Kepalanya bersujud terus-menerus."Mulai sekarang aku tidak berani lagi. Tolong ampunilah aku kali ini!"Arvino dan Lunaria terkejut oleh perubahan situasi yang begitu tiba-tiba. Mereka saling memandang dengan bingung."Pak … Pak Reynard." Arvino mengumpulkan keberaniannya dan melangkah maju satu langkah, bertanya dengan hati-hati, "Apakah … apakah Anda salah orang? Ini Shavira .…"Reynard tiba-tiba melompat dari lantai, mengerahkan seluruh tenaganya untuk menampar Arvino. "Arvino! Sialan kamu! Kamu hampir membunuhku!!"Dengan panik, dia buru-buru menekan tombol telepon dan berteriak memberi perintah, "Segera belikan Nona Shavira satu set pakaian yang dijahit khusus dan kirimkan ke hotel! Lal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status