로그인Aku mengidap glioma otak, hidupku sudah berada di ujung tanduk. Namun untungnya, suamiku, Rey Sagara, adalah seorang dokter spesialis bedah saraf yang jenius. Di seluruh negeri, hanya dia satu-satunya dokter yang berani mengambil tindakan untuk operasi ini. Sialnya, pria itu justru tega menunda operasiku hingga 99 kali. Setiap kali prosesnya akan dimulai, semuanya harus terhenti hanya karena Adira Kamandaka mengeluh sakit kepala. Kecepatan pertumbuhan tumor di kepalaku ini jauh di luar perkiraan. Pada penundaan yang ke-99 kalinya, rasa sakit akibat penyakit ini begitu menusuk hingga ke tulang. Aku sampai berlutut di hadapan pria itu sambil memohon, “Rey, jangan ditunda lagi, aku benar-benar nggak sanggup lagi...” Namun, Rey bahkan tidak melirikku sama sekali. Dia berbalik dan langsung melangkah pergi. “Jaga sikapmu, Lana. Aku ini dokter, aku harus bertanggung jawab pada setiap pasien.” Rasa sakit itu seketika menenggelamkanku. Aku memeluk kepalaku yang rasanya seperti mau pecah sambil menangis histeris. Sementara itu, perawat yang memegang laporan pemeriksaanku hanya bisa menggelengkan kepala sambil menghela napas berat. “Ini nggak bisa ditunda lagi. Kalau minggu ini belum juga dilakukan tindakan operasi, pasien hanya tinggal menunggu ajal.”
더 보기Saat putusan pengadilan dijatuhkan, aku sedang menjalani rehabilitasi di klinik milik Farel.Rey dijatuhi hukuman lima belas tahun penjara.Adira juga dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan. Namun, karena mengalami tekanan yang terlalu berat, kondisi mentalnya benar-benar runtuh hingga akhirnya dipindahkan ke rumah sakit jiwa.Kini, setiap hari dia memeluk bantal sambil memanggil-manggil “anakku” seperti orang gila.Sementara itu, Rey yang mendekam di penjara seolah berpegang pada harapan terakhirnya dan mulai menulis surat kepadaku tanpa henti.Kotak suratku dipenuhi surat-surat tebal.Di setiap baris dan kalimat, hanya ada penyesalan dan permohonan yang memilukan.[Lana… di dalam sini aku menebus dosa-dosaku setiap hari. Aku mengukir namamu di dinding dengan batu. Jika aku mengukirnya sembilan puluh sembilan kali, maukah kau memaafkanku?Apa yang bisa Farel berikan padamu, aku juga bisa memberikannya. Setelah aku keluar nanti, aku akan memberikan segalanya untukmu. Kumohon… li
Hanya dengan sekali melihat, aku langsung mengenali pria itu.Dia adalah Farel Hazki, dokter penanggung jawabku selama menjalani perawatan di luar negeri, sekaligus orang yang telah menarikku kembali dari ambang kematian.Jas dokter putih membalut tubuhnya dengan rapi, sementara kedua alisnya memancarkan ketenangan seperti biasa.“Kondisimu belum benar-benar pulih. Kenapa kamu bisa seceroboh ini?”Dengan hati-hati, Farel menopang lenganku dan melindungiku di belakang tubuhnya. Setelah itu, dia menghadap para wartawan yang berdesakan.“Semuanya… Nona Lana belum lama menjalani operasi pengangkatan tumor otak dan masih membutuhkan istirahat total. Mengenai detail kasus ini, pengacaranya akan memberikan pernyataan secara resmi. Mohon beri jalan.”Suaranya berat dan tegas.Statusnya sangat disegani dalam bidang medis. Meski para wartawan tampak enggan, tak seorang pun berani memaksa. Mereka akhirnya mundur beberapa langkah.Namun pemandangan itu terasa sangat menyakitkan di mata Rey.Meliha
Saat mata pisau itu membelah udara, aku tak menghindar.Sebaliknya, aku justru memiringkan tubuh, mencengkeram pergelangan tangan Adira, lalu menekan lengannya ke bawah kuat-kuat.Jleb!Pisau bedah yang tajam itu tepat menusuk perutnya yang membuncit.Mata Adira membelalak.Kegilaan di wajahnya seketika membeku, berganti dengan rasa sakit yang luar biasa.Dia menunduk, menatap pisau yang tertancap di perutnya.Bibirnya bergetar. Namun, untuk beberapa saat, tak satu kata pun keluar.Darah perlahan merembes keluar di sepanjang gagang pisau, menodai gaunnya menjadi merah pekat.“Aaa… Anakkku!”Beberapa detik kemudian, jeritan pilu terdengar dari tenggorokannya.Dia memegangi perutnya dan tersungkur ke lantai. Tatapannya menancap tajam ke arahku, seolah ingin mencabikku hidup-hidup.“Lana! Bahkan kalau aku jadi hantu, aku nggak akan melepaskanmu!”“Oh? Kalau begitu, kamu harus turun lebih dulu dan bertanya pada anakku… apa dia mau melepaskanmu.”Rey seakan kehilangan seluruh tenaganya.Dia
Rey terhuyung mundur setengah langkah.Kegembiraan yang semula terpancar di wajahnya seketika membeku, tergantikan oleh kepanikan dan ketidakpercayaan.“Lana… apa yang kamu katakan? Kapan aku pernah berbuat salah padamu? Aku jelas-jelas ingin menyelamatkanmu!”“Menyelamatkanku?”Aku mencibir dingin.Tatapanku menyapu ke arah kamera. Setiap kata terasa seperti terpaksa keluar dari sela-sela gigi.“Apa kamu sudah lupa? Demi Adira, kamu sudah sembilan puluh sembilan kali menunda operasiku!”“Apa kamu sudah lupa? Kamu mencuri uang yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan nyawaku demi membiayai bangsal mewah Adira!”“Apa kamu sudah lupa? Kamu memaksa pasien kanker stadium akhir untuk hamil! Kamu berniat menggunakan anakku untuk menyelamatkan anak harammu dengan Adira!”Begitu kata-kata itu terucap, ruang operasi yang semula riuh seketika sunyi.Wajah Rey dan Adira berubah drastis dalam waktu yang bersamaan.Tubuh Rey gemetar hebat. Wajahnya pucat pasi, sementara bibirnya bergetar. Namu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.