Share

Bab 6

Penulis: Kaleng
Saat Shira terbangun, bangsal itu sudah kosong dan tinggal dia sendirian.

Langit tampak cerah di luar dan sinar matahari masuk ke dalam ruangan, tetapi dia merasakan hawa dingin yang menusuk tulang.

Kata-kata yang dia dengar di meja operasi tadi malam bagaikan kutukan yang menusuk hatinya.

"Nyonya Shira, kamu sudah sadar? Dokter Charles minta aku jaga kamu dengan baik."

Shira menepis tangan perawat. Dia mengabaikan perawat yang menghentikannya dan terhuyung-huyung keluar dari gerbang rumah sakit milik Grup Liandra.

Sembari berjalan, dia juga terbatuk-batuk. Bibirnya pecah-pecah dan berdarah karena terkena angin dingin.

Entah berapa lama dia berjalan, akhirnya dia kembali ke vila Keluarga Liandra.

Dia sama sekali tidak menyadari bahwa salah satu sepatunya terlepas. Dia bergegas masuk ke dalam.

Pemandangan di depan matanya begitu menyakitkan.

Di ruangan paling hangat dan disinari matahari itu, Cindy bersandar di dada Charles, dan meneguk obat sesendok demi sesendok.

Dia menjulurkan lidahnya, lalu berkata dengan suara lembut dan genit, "Charles, pahit sekali."

Charles menggelengkan kepala sambil tersenyum. Pria itu meletakkan mangkuk obat, lalu mengambil manisan buah dan menaruhnya di tangan Cindy.

"Minum dikit lagi, oke?"

Cindy cemberut dan tidak mau menurut. Pria itu merendahkan suaranya dan berkata, "Bukannya kamu bilang masukkan plasenta ke dalam obat adalah cara tercepat untuk menyembuhkan efek samping operasi? Cepat habiskan ya."

Dia tersenyum dan berkata, "Charles, apa kamu bakal setuju dengan apa pun yang aku katakan?"

Shira tidak bisa mendengar jawaban pria itu lagi.

Seolah-olah kehilangan jiwanya, lalu diikuti suara 'pfft', dia memuntahkan seteguk darah segar ke hamparan bunga!

Plasenta yang melindungi bayi dalam kandungannya digunakan oleh Cindy sebagai obat.

Pikiran ini seakan membuatnya kehilangan akal sehat.

Plasentanya diangkat oleh Charles sendiri.

Sama halnya dengan ginjal kirinya, juga sama seperti ginjal Tiara.

'Charles, ternyata semua kebaikan yang kamu tunjukkan padaku hanya demi Cindy.'

Sambil menyeret tubuhnya yang terluka, Shira menggendong Lumi dan memaksa dirinya meninggalkan vila Keluarga Liandra. Dia berniat pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kejahatan tersebut.

Sayangnya setelah keguguran, tubuh Shira terlalu lemah. Karena mengalami pukulan hebat, tubuh bagian bawahnya mulai mengalami pendarahan.

Noda darah itu tampak mengerikan. Mulai dari pintu masuk vila dan berkelok-kelok di sepanjang jalan.

Dia masih mengenakan baju rumah sakit berwarna putih. Wajahnya begitu pucat, seakan-akan seluruh tenaganya telah dikuras habis oleh rumah besar di belakangnya.

Mawar merah yang dulunya begitu segar kini telah menjadi batang layu yang membusuk.

Deru helikopter terdengar dari atas. Shira mendongak. Yang dia lihat adalah wajah yang dikenalnya.

Tuan muda dari lingkaran elite Kota Gatham ternyata dia?

Dengan sisa tenaganya yang tersisa, dia mengulurkan tangannya dan digenggam erat oleh pria itu.

"Bantu aku balaskan dendam untuk anakku... dan juga Tiara." Kilatan mengejutkan melintas di mata Shira saat dia mengucapkan kata-kata itu. "Aku mau dia bayar utang ini dengan darah!"

"Oke, aku janji padamu."

...

Charles keluar membawa semangkuk obat dan segera menelepon rumah sakit. "Apa Shira sudah bangun? Apa dia nggak enak badan?"

"Dokter Charles, istrimu sudah keluar sendiri!"

"Apa?!" Charles merendahkan suaranya. Detik berikutnya, dia menatap kaget jejak darah yang besar dan berkelok-kelok di sepanjang rumah.

Darah siapa ini?

Wajahnya berubah pucat. Ada perasaan gelisah yang kuat membuncah dalam dirinya.

Tepat di saat itu, Revan bergegas masuk. Wajahnya menunjukkan kepanikan yang belum pernah dilihat Charles sebelumnya.

"Ada apa?" Charles mendengar suaranya sendiri yang serak dan kering.

Revan hampir kehabisan napas karena berlari. Sebelum sempat berbicara, lututnya sudah lemas dan dia pun jatuh berlutut.

"Tiara! Tiara!"

"Apa yang terjadi pada Tiara?" Charles meraih bahunya dan berteriak, "Katakan padaku!"

Revan menggertakkan giginya dan berteriak, "Tiara sudah lama mati!"

"Ini tanda terima surat perceraianmu dengan Nyonya Shira yang barusan dikirimkan firma hukum ke kantor."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Rahasia di Balik Pernikahan Dokter   Bab 14

    Setelah dikurung lama, akhirnya Charles dibebaskan.Dia mengerutkan kening saat menatap pria jangkung dan gagah di depannya.Ternyata dialah yang membawa Shira pergi.Dia berkata kepada Sean dengan suara serak, "Kenapa kamu lepaskan aku? Apa kamu nggak takut Shira tahu kamu itu orang yang begitu kejam dan keji?"Sean tertawa terbahak-bahak, seolah mendengar lelucon paling konyol. Dia menatap Charles. Tatapan matanya sedingin es."Kamu kira aku sembunyikan semua ini dari Shira? Bagaimana kalau Shira tahu semua yang kulakukan ini?"Wajah Charles memucat. Pria itu langsung menyangkal. "Nggak mungkin, mana mungkin Shira membiarkanmu memperlakukanku seperti ini?"Wajah Sean langsung muram. Dia mendengus dingin. "Nggak mungkin? Kenapa nggak mungkin? Apa kamu lupa bagaimana kamu memperlakukannya dulu? Fakta kalau dia nggak memintaku untuk mengakhiri nyawamu saja sudah termasuk sangat baik!"Sean tidak berniat mengatakan apa pun lagi dan berbalik untuk pergi.Charles berteriak, "Berhenti! Berh

  • Rahasia di Balik Pernikahan Dokter   Bab 13

    Kota Gatham.Setelah melihat pesan dari informan di ponselnya, bibir Sean melengkung membentuk senyum dingin.Dia berkata dengan lembut, "Dia telah masuk perangkap."Shira tengah bermain-main dengan Lumi. Saat mendengar perkataan itu, dia pun berdiri dan berjalan ke arah Sean."Dia mau datang?"Orang yang dimaksudnya jelas adalah Charles.Sean mengangguk. "Benar. Kita sudah memasang jebakan di Gatham. Kita akan menangkap Charles begitu dia masuk ke Gatham."Dia memegang tangan Shira yang dingin dan gemetar, lalu menghiburnya."Shira, jangan khawatir. Aku akan balas seribu kali lipat rasa sakit yang dia berikan padamu."Shira menggigit bibirnya erat-erat. Suaranya sangat lembut. "Aku hanya ingin cari keadilan untuk Tiara dan anak dalam kandunganku. Mereka nggak bersalah."Sembari berbicara, air matanya mengalir di wajahnya seperti manik-manik yang pecah.Ternyata, Shira masih belum bisa melepaskan masalah Tiara dan ketiga anaknya.Jika kematian orang tuanya adalah duka seumur hidup, mak

  • Rahasia di Balik Pernikahan Dokter   Bab 12

    Di sisi lain, Cindy berpesta sepanjang malam dengan sekelompok sosialita di sebuah kelab malam.Ada beberapa pria penghibur yang berdiri di hadapan mereka. Semuanya berpakaian minim dan hampir menempelkan tubuh mereka ke tubuh Cindy.Sebaliknya, Cindy, yang dikenal sebagai wanita polos dan berbudi luhur di komunitas Howini, tidak menunjukkan rasa terkejut dan sepertinya sudah terbiasa dengan pemandangan ini.Jari-jarinya dengan lembut menelusuri perut seorang pria penghibur, sambil mengeluarkan suara tawa kecil.Melihat hal itu, seorang wanita menggodanya. "Cindy, kamu nggak takut adik iparmu datang menangkapmu karena bermain seperti ini?"Cindy melengkungkan bibirnya membentuk senyum sinis. "Mana mungkin si bego itu bisa berpikir begitu banyak? Waktu dia nggak sengaja mendengar pembicaraan kita sebelumnya itu, aku juga bisa dengan mudah menyakinkannya."Saat Charles mendengarkan percakapan mereka dari luar pintu, wajahnya makin muram, seolah-olah ditampar oleh realita.Detik berikutny

  • Rahasia di Balik Pernikahan Dokter   Bab 11

    Kota Howini.Begitu melihat tulisan 'Gatham' di helikopter, Charles mengabaikan nasihat semua orang dan bersikeras menuju ke utara.Bahkan Kakek Adi yang usianya hampir 80 tahun pun terkejut. Pria tua berjanggut putih itu bersandar pada tongkatnya dan tampak sangat geram."Charles! Coba saja kalau kamu berani pergi ke Gatham.""Kakek, aku harus menemukan Shira. Dia istriku. Mana mungkin aku menelantarkannya begitu saja?"Kakek Adi membanting tongkatnya ke tanah. "Tahukah kamu seperti apa Gatham itu? Begitu kamu meninggalkan Howini, meski aku punya kemampuan luar biasa, aku juga nggak bisa melindungimu!""Aku nggak butuh dilindungi lagi. Aku harus pergi cari Shira. Aku nggak peduli Kakek setuju atau nggak."Kakek Adi menarik napas berat beberapa kali, lalu melambaikan tangannya, dan memberi isyarat kepada kepala pelayan untuk membawakan beberapa dokumen."Charles, sebaiknya kamu lihat semua ini dulu. Siapa tahu barang ini bisa membantumu."Charles mengambil dokumen itu. Saat melihat tul

  • Rahasia di Balik Pernikahan Dokter   Bab 10

    Kota Gatham.Sean Fanjaya sedang mengoleskan obat ke luka di tangan Shira.Kesepuluh jari Shira yang putih dan ramping telah lecet karena kerikil kasar. Hasil dari ukiran batu di dinding setelah menyaksikan pemandangan di dalam vila.Bahkan, rasa sakit di jari-jari yang lecet tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit yang menyayat hati Shira.Dia masih pingsan. Alisnya berkerut, seolah-olah sedang bermimpi buruk.Tiba-tiba dia terbangun kaget, sambil menggenggam tangan Sean erat-erat. "Jangan!"Sean mengerutkan kening dengan kasihan. Dia segera berkata, "Jangan takut, jangan takut. Shira, sudah nggak apa-apa lagi."Shira baru tersadar kembali. Dia mendongak dan mendapati lingkungan yang agak asing baginya. "Di mana... ini?""Kota Gatham, rumahku. Tempat yang benar-benar aman."Sean menutupi tubuhnya dengan selimut sambil berkata, "Aku jamin nggak ada seorang pun yang bisa menyakitimu di sini, Shira."Mendengar kata-kata itu, wajah Shira akhirnya kembali tenang. Dia mengerutkan bibirnya

  • Rahasia di Balik Pernikahan Dokter   Bab 9

    Charles menyeret Cindy kembali ke vila Keluarga Liandra. Dia sama sekali mengabaikan tangisan dan permohonan wanita itu."Charles, lepaskan aku. Kamu sudah bikin aku kesakitan!"Riasan di wajah Cindy agak luntur. Charles juga meninggalkan bekas merah besar di lengannya.Melihat itu, Charles menarik napas dalam-dalam beberapa kali, lalu menenangkan emosinya."Kakak Ipar, apa maksud perkataanmu itu?"Menghadapi pertanyaan dingin dari pria itu, mata Cindy langsung memerah. Dia kembali memasang tampang yang rapuh dan rentan."Maksud apa lagi? Aku cuma nggak mau kehilangan harga diri di depan teman-temanku!"Ekspresi wajah Charles masih tidak senang. "Meski begitu, kamu juga nggak boleh bilang Shira seperti itu! Dia itu istriku."Mendengar ini, air mata Cindy mengalir di pipinya seperti manik-manik yang pecah. "Ya, kalian semua berpasangan, tapi aku nggak! Kakakmu ninggal di usia muda. Dia memercayakan diriku kepada kalian sebelum dia meninggal. Seandainya aku tahu kalian semua nggak menyuk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status