Share

Menyudutkan Pak Roni

Author: BWOLU KWETAN
last update publish date: 2026-09-01 23:57:22
Pagi itu grup penghuni rusun dibuat gempar dengan foto sepasang pakaian dalam wanita yang terkena bercak cairan putih yang sudah mengering. Tidak hanya itu, keterangan di bawah foto itu juga membuat para perempuan penghuni rusun khawatir dan ketakutan.

'Untuk perempuan, hati-hati. Semalam saya menerima kotak teror mengerikan seperti ini. Waspadalah! Jangan sampai kejadian seperti ini menimpa kalian semua! '

Sebelumnya saat matahari terbit, Joana yang belum sempat tidur itu sudah berpikir ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia di Ranjang Tetanggaku   Baskara dan Dodit

    Joana duduk di mobil dengan wajah tertekuk, menahan marah. Sopir dan orang yang menyeretnya masuk mobil bahkan hanya diam dan tidak membuka mulutnya saat Joana bertanya. Namun, saat mereka sampai di dekat gang rusunawa, mobil yang Joana tumpangi berhenti. Joana hendak keluar, tetapi pintu masih terkunci. "Buka pintunya! Katanya mau mengantarku pulang?" desis Joana kesal. Orang berpakaian rapi yang duduk di samping Joana mengeluarkan sebuah ponsel mewah dari sakunya. "Pakai ini untuk melaporkan seluruh kegiatan Tu-Baskara!" katanya hampir salah berbicara. Joana mendengus. Ia meraih ponsel itu dan memasukannya ke tas. Seketika pintu di bukakan oleh orang yang duduk di samping Joana. Tanpa menoleh, gadis itu melangkah menyusuri gang belakang rusunawa. Suasana hatinya sedang buruk, jadi ia tampak cemberut dan terlihat tidak ramah jika di sapa. Perjalanan pulang dari kediaman mewah itu terasa seperti mimpi buruk yang kabur. Dua pria berjas hitam membiarkan Joana turun di

  • Rahasia di Ranjang Tetanggaku   Pria Paruh Baya

    Joana perlahan membuka mata. Bukannya langit-langit kamar yang kusam, ia justru terbangun di atas ranjang king size berseprai sutra yang luar biasa lembut. Ruangan itu luas, mewah, dan sangat elegan dengan interior bernuansa klasik modern.Hal pertama yang ia sadari adalah aroma harum kayu cendana yang menenangkan, sangat berbeda dari bau lembap rusunawanya. Ia berkedip beberapa kali, menyesuaikan penglihatannya yang masih sedikit kabur akibat kepalanya yang masih pening. "Aku di mana?" gumam Joana dengan suara lirih sembari memegangi kepalanya yang berat.Ingatannya berputar saat dirinya berada di gang sepi, sapu tangan berbau obat, dan bisikan dingin seseorang. Seketika kepanikan melingkupi dada Joana. Ia buru-buru turun dari kasur dan dengan langkah berjingkat dan napas tertahan, ia mendekati pintu kayu jati berukir di ujung kamar. Tangannya yang gemetar meraih gagang pintu dan memutarnya secara perlahan. Suara engsel pintu terbuka terdengar."Pintunya sama sekali nggak di kunci?

  • Rahasia di Ranjang Tetanggaku   Di Culik?

    Mengabaikan tingkah aneh Baskara yang mendadak menghindar dari kamera, Joana melanjutkan niatnya. Ia pergi ke warung makan di dekat rusunawa. Sebelum mulai merekam, ia menata piring nasi uduknya kemudian merekam video singkat bertema "Sarapan Hemat Ala Anak Perantauan". Dengan lihai ia berbicara di depan layar ponsel, menyalurkan hobinya sebagai pembuat konten yang cukup aktif di media sosial. Setelah selesai mengambil video dan menghabiskan makanannya, Joana merapikan barang-barangnya. Namun, baru saja ia berdiri hendak membayar, sekumpulan remaja putra berseru heboh dari ambang pintu warung. Mereka mengenakan dobok—pakaian putih khas taekwondo—dengan sabuk bervariasi yang melilit di pinggang. "Eh, beneran Kak Joajoak, kan?!" seru salah satu anak laki-laki bersabuk biru dengan mata berbinar. Joana tersentak kaget ada yang mengenalinya, lalu mengulas senyum ramah. "Iya, benar. Halo!" "Wah, astaga! Kita baru mau latihan di GOR sebelah, Kak! Nggak nyangka banget ketemu di sini

  • Rahasia di Ranjang Tetanggaku   Baskara Aneh

    Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang mencekam sebelum Baskara akhirnya melepaskan jari Joana dari mulutnya. Pria itu meludah dan menyapu sisa darah di bibirnya dengan punggung tangan. Lalu ia berjalan santai ke arah rak piring untuk mengambil tisu. Sementara itu, Joana masih berdiri membeku. Pipinya memanas hebat, menjalar hingga ke ujung telinga. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai-sampai ia takut suara detaknya bisa terdengar oleh Baskara. Ia menarik tangannya yang gemetaran dan menyembunyikannya di balik punggung."Pria itu berbahaya untuk jantungmu, Joana," gumam gadis itu dengan suara lirih. Baskara kembali mendekat. Wajahnya terlihat santai tanpa rasa canggung sedikit pun, seolah aksi impulsifnya tadi adalah hal paling lumrah di dunia. Pria itu berdeham pelan untuk memecah keheningan."Ehem. Sini tangannya," panggil Baskara tenang. pria itu menarik lembut tangan Joana untuk membungkus jarinya dengan plester."L-lain kali pakai air mengalir saja, tidak usah... be

  • Rahasia di Ranjang Tetanggaku   Mendadak Baik

    Senyum terkembang lebar di wajah Joana saat melangkah keluar dari pintu kaca gedung perkantoran tersebut. Langkah kakinya terasa jauh lebih ringan dibanding pagi tadi. Kali ini, ia benar-benar merasa puas; jawaban-jawaban yang ia berikan saat wawancara terasa berbobot, lugas, dan tidak asal bunyi seperti kesempatan-kesempatan sebelumnya. Harapan untuk segera melepas status pengangguran rasanya makin dekat di depan mata.Sebelum pulang ke rusunawa, Joana menyempatkan diri mampir ke minimarket dekat area tempat tinggalnya. Berhubung ia berniat merayakan keberhasilannya hari ini, ia membeli beberapa bahan pangan—sedikit sayuran segar, telur, dan bumbu dapur untuk memasak makan siang yang enak.Namun, ketenangannya tak bertahan lama. Tepat saat ia keluar dari minimarket sembari menenteng kantong belanjaan, sosok pria bersuara familiar itu sudah berdiri di samping tiang kanopi, menyender santai sembari memegang segelas kopi dingin."Aduh, yang habis wawancara mukanya cerah banget. Gimana,

  • Rahasia di Ranjang Tetanggaku   Tawaran Dodit

    Joana seketika memperlambat langkahnya. Di belakangnya, Baskara juga melakukan hal serupa. Joana berbalik, menatap tajam Baskara. "Maksud kamu apa?" Baskara memasukan tangannya di saku celana. "Aku punya rekaman CCTV yang ku sembunyikan di pintu unitku." "Hah?" Joana kaget. Gadis itu melangkah maju antusias. Ia mengguncang tangan Baskara hingga lupa bahwa beberapa menit yang lalu ia melarikan diri dari pria itu. "Serius? Jangan tiba-tiba bilang prank ya?!" Joana memicingkan matanya curiga. Baskara menoleh. Ia menatap netra Joana, kemudian melepaskan tangan gadis itu dari lengannya. "Kamu percaya?" tanya Baskara dengan kekehan kecil. Senyum di wajah Joana pudar seketika. "Maksudmu apa?" "Prank!" teriak Baskara kemudian kabur sambil tertawa keras. "Baskara!" jerit Joana kesal. Gadis itu mengepalkan tangannya sembari menghentakkan kaki. *** "Ngapain ke sini?!" tanya Joana judes saat melihat sosok pria yang muncul mengetuk pintu balkonnya. "Bukain pintunya, astaga!

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status