Home / Romansa / Rahasia di Ruang CEO / Batas Baru untuk Pak Bos

Share

Batas Baru untuk Pak Bos

Author: moonchiyy
last update publish date: 2026-10-09 12:00:45

Tring!

Bunyi notifikasi transaksi masuk dari aplikasi bank di ponselnya membuat langkah kaki Alya terhenti di trotoar yang basah. Jari-jarinya yang kaku segera menekan layar gawai. Begitu melihat deretan angka nominal transferan dengan jumlah nol yang sangat banyak dari nomor rekening Ratih, Alya langsung menarik napas panjang demi meredakan gemuruh di dadanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Rahasia di Ruang CEO   Batas Baru untuk Pak Bos

    Tring!Bunyi notifikasi transaksi masuk dari aplikasi bank di ponselnya membuat langkah kaki Alya terhenti di trotoar yang basah. Jari-jarinya yang kaku segera menekan layar gawai. Begitu melihat deretan angka nominal transferan dengan jumlah nol yang sangat banyak dari nomor rekening Ratih, Alya langsung menarik napas panjang demi meredakan gemuruh di dadanya.‘Uangnya beneran dikirim, jumlahnya bahkan lebih dari cukup. Baguslah, setidaknya harga menelantarkanku belasan tahun dibayar pagi ini,’ batin Alya seraya tersenyum getir.Alya bergerak cepat menembus genangan banjir setinggi mata kaki, lalu segera memesan taksi daring menuju sebuah hotel terdekat di pusat kota. Dia memilih memesan kamar hotel untuk tempat tinggal sementara sebelum dia bisa membeli tempat tinggal baru yang pas.

  • Rahasia di Ruang CEO   Melarikan Diri

    ‘Gila, ini salah. Semua ini benar-benar salah,’ jerit Alya di dalam batinnya yang seketika lumpuh total akibat kecupan hangat dari Arga.Alya mematung kaku di atas dada bidang Arga dengan napas yang memburu naik-turun hebat. Pipi mulusnya terasa sangat panas seperti terbakar sisa kecupan mendadak tadi. Sisi gila di otaknya yang mengagumi visual tampan pria itu mendadak tidak bisa munafik. Tubuhnya justru berkhianat, menginginkan sentuhan yang lebih jauh dan mendalam di atas kasur seprai hitam ini.‘Apakah ini akan menjadi malam terakhir kalinya aku bisa bersamanya sebelum aku pergi menjauh dari hidupnya?’ pikir Alya dengan batin yang buntu dilanda rasa sedih yang teramat pekat.Arga yang menjadi pelaku utama justru sama sekali tidak memperlihatkan rasa bersalah atau canggung di wajah tegasnya

  • Rahasia di Ruang CEO   Bos yang Nakal

    Arga terdiam sesaat, lalu perlahan memundurkan tubuhnya kembali ke sudut kasur dengan rahang tegas yang memerah tipis akibat canggung. “Maaf, Alya. Aku benar-benar tidak sengaja karena refleks kaget mendengar petir tadi. Aku bersumpah hanya akan tidur di sampingmu malam ini dan tidak akan melakukan tindakan macam-macam yang melanggar kontrak kerja kita. Yang terpenting kamu cukup tidur di dekatku saja, aku sangat ketakutan kalau sendirian di sini.”Alya kembali mendengus kesal, menaruh bantalnya kembali dan guling di sisi tengah ranjang sebagai pembatas yang tidak boleh dilewati. “Bagaimana mungkin seorang pria dewasa yang ditakuti ratusan anak buah di kantor pusat bisa ketakutan setengah mati kepada kilat dan guntur seperti anak TK?”Arga tidak membalas sindiran tajam Alya, dia hanya kembali memasang wajah melas seraya menarik selimut h

  • Rahasia di Ruang CEO   Jebakan Baru

    “Temani aku tidur malam ini di dalam kamar ini, Alya,” ulang Arga dengan wajahnya yang kaku.Alya langsung membelalakkan matanya, menganggap kalimat bos besarnya itu sudah melampaui batas kewarasan. “Ucapan Anda ini benar-benar gila dan tidak masuk akal, Pak Arga! Tidak mau!”Alya bergerak cepat mengayunkan daun pintu jati tebal itu untuk menutupnya rapat-rapat. Namun, sebelum kayu itu mengunci, tangan kiri Arga bergerak lebih gesit mengganjal celah pintu. Pria alfa yang biasanya selalu memasang topeng dingin dan berwibawa di kantor pusat itu kini justru menatap Alya dengan wajah melas yang teramat canggung.“Tolonglah, Alya. Jangan ditutup dulu,” mohon Arga dengan suara baritonnya yang merendah, menyingkirkan semua gengsi jabatannya malam-malam begini. “Sejak

  • Rahasia di Ruang CEO   Tidur Bersama

    “Lalu … apa yang harus saya lakukan sekarang, Pak Arga?” tanya Alya dengan suara yang kian lirih, menatap draf fotokopi usang di atas meja marmer.Arga tidak langsung menjawab. Pria tegap itu melangkah mundur satu langkah, memberikan ruang bagi Alya untuk menarik napasnya yang sejak tadi tertahan. Dia melipat kedua tangannya di depan dada, menatap lurus ke arah jendela kaca apartemen yang mulai dibasahi oleh rintik gerimis malam.“Siapa pun pemilik asli resep itu di masa lalu, dugaanku sekarang adalah seseorang pasti berusaha mencuri ataupun menghancurkannya agar PT Rasa Nusantara Food bangkrut,” kata Arga dengan nada suara yang berat, dalam, dan kembali memancarkan wibawa tenang. “Dan jika resep mi nyemek ini benar-benar muncul ke permukaan pasar, lalu orang-orang itu mengetahui bahwa di balik tim tugas ini ada namamu yang

  • Rahasia di Ruang CEO   Jejak Kelam di Lembaran Lama

    Alya menarik napas dalam-dalam, mencoba mencerna rentetan informasi berat itu sebelum menyuarakan keraguannya yang tersisa. “Tunggu sebentar, Pak Arga. Sejak awal kita membahas masalah ini, kita berdua kan sama sekali tidak pernah berspekulasi kalau Nenek ada hubungannya dengan akal-akalan politik kotor keluarga Anda.”Alya menatap langsung ke dalam manik mata elang Arga demi menyelaraskan ingatan mereka. “Setahu saya, kita berdua hanya menduga kalau resep itu diincar karena punya nilai bisnis miliaran rupiah untuk mendongkrak penjualan produk baru kita di kantor pusat. Nenek saya murni hanya pedagang biasa yang tidak tahu apa-apa soal persaingan kekuasaan. Kenapa sekarang arah pembicaraan Anda malah melompat jauh ke masalah pengkhianatan masa lalu?”Arga mencondongkan tubuh tegapnya ke depan hingga aroma parfum tembakau mahalnya kembali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status