Share

Bab 16.

Mata Monika mendelik melihat Maura yang memasuki ruangan Yudha tanpa permisi dengan menenteng rantang di tangannya.

Melihat itu, mulut Monika hampir saja terbuka untuk mengeluarkan makiannya pada menantunya itu jika saja Yudha tidak memberikan ancaman melalui tatapan matanya yang mematikan pada Monika.

Wanita itu mendengus kesal karena sang anak lebih memilih istrinya ketimbang dirinya, yang berperan melahirkannya ke dunia.

Yudha bangkit dari duduknya dan memasang sebuah senyuman manis untuk menyambut tamu spesialnya tersebut.

"Sayang," kata Yudha yang bersiap memeluk Maura.

Membuat Monika memutar matanya ingin muntah melihat perlakuan manis yang dilakukan Yudha pada Maura.

Yudha berjalan mendekati Maura dengan tangan terbuka untuk menyambut Maura dengan sebuah pelukan hangat.

Mengabaikan ibunya maupun Sinta yang sedang menatapnya dengan tajam. Baginya, mereka hanya patung hidup yang tak di anggapnya dan tak berguna sama sekali. Yang hanya bisa m
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status