Share

Bab 15

Kepulangan ibu mertuanya dan juga Sinta sedikit banyak membuatnya lega. Seolah dada yang sempat terhimpit batu besar, telah hilang tanpa jejak.

Jujur, Maura terganggu jika terus menerus diteror oleh ibu mertuanya. Dia ingin berdamai tanpa saling menyakiti seperti ini, tetapi itu terlalu sulit ia gapai karena sifat ibu mertuanya yang tak kunjung melunak.

Maura duduk termenung di sofa. Memikirkan nasibnya ke depan. Jika terus menerus seperti ini, jalan apakah yang harus dia tempuh untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Yudha tanpa kehilangan pria itu.

Jika di telisik lebih dalam lagi, sesungguhnya tiada kesalahan yang terucap dari bibir mertuanya itu jika di lihat dari sudut pandang ketika menjadi orang tua.

Tapi jika dilihat dari sudut pandangnya, tentu mertuanya juga salah karena menghakiminya seperti itu tanpa mencari tau akar permasalahannya.

Yang hanya Maura inginkan adalah dikuatkan dan disayang oleh mertuanya seperti yang lainnya. Terlebih ad
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status