Share

Ke Rumah Rani

Author: Rcancer
last update publish date: 2026-04-22 06:13:39

Oji melempar tatapan penasaran pada tamunya yang masih ada hubungannya dengan keluarga Arinda.

Sedangkan sosok yang ditatap Oji, malah menyeringai, menumbuhkan rasa kesal pada benak anak muda itu.

"Kalau udah nggak ada urusan, aku akan masuk," karena malas berbasa-basi, Oji memilih bangkit dari duduknya, hendak masuk ke dalam rumah.

"Apa yang telah kamu lakukan pada Nadia?"

Seketika gerakan tubuh Oji berhenti dan matanya kembali menatap sang tamu dengan raut wajah terkejut.

"Nadia?" Ucap Oji
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Tugas Baru

    "Aaa....." Oji berteriak sangat kencang dan dia kehilangan keseimbangan. Motor melaju ke arah kiri hingga terperosok ke area sawah. Oji langsung menoleh tajam ke arah mobil dan dia matanya menyaksikan sosok yang dia kenal justru malah tersenyum manis."Nikmatin tuh, lumpur sawah, hahaha..." sosok itu melempar ejekan dan dengan santainya dia melajukan mobil tanpa rasa bersalah."Sialan," umpat Oji penuh amarah. Dia lantas terdiam beberapa saat sambil memperhatikan motornya. "Bisa-bisanya dia sengaja mau bikin aku celaka."Tubuh Oji pun bergerak untuk menyelamatkan motornya yang sudah kotor penuh lumpur. Kebetulan jalan dalam keadaan sepi, jadi terpaksa Oji mengamankan motor tersebut sendirian.Meski agak susah, akhirnya Oji berhasil menyelamatkan motornya. Oji pun segera mengecek keadaan motor barunya, takut ada kerusakan yang parah."Syukurlah," ujar Oji beberapa saat kemudian setelah memastikan semuanya baik-baik saja. Anak itu lantas menaiki motor dan kembali melajukannya.#####"

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Mantan Suami Rani

    "Rani! Ran!" Suara lantang seorang pria terdengar menggema, mengusik beberapa telinga manusia.Suara tersebut berasal dari sesosok pria yang saat ini baru saja memasuki halaman rumah seorang wanita.Wajahnya sama sekali tidak mencerminkan keramahan. Pria itu datang dengan menunjukan amarah yang mungkin sudah berkobar sebelum dia sampai di rumah itu."Rani, keluar kamu!" Pria itu kembali mengeluarkan suara lantang dan kali ini, tangannya juga turut bergerak, mengetuk pintu dengan sekuat tenaga."Rani!""Iya!" Sahutan yang sama lantangnya, terdengar dari dalam rumah dan suara itu sukses membungkam suara si pria."Ada apa?" Dengan ketus si pemilik rumah langsung melempar pertanyaan setelah membuka pintu."Seperti ini cara kamu menyambut kedatanganku?" Tanya sosok pria dengan suara lebih rendah, tapi masih terpancar kemarahan di wajahnya.Rani pun agak terperangah mendengarnya. "Emang aku harus gimana? Menyambutmu dengan senyuman manis?" cibir Rani."Ran...""Sudahlah," dengan tegas Rani

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Menikmati Suasana

    "Tio? Ngapain dia ke sini?" Oji nampak terkejut kala matanya menangkap sosok yang dia kenal, memasuki pintu gerbang rumah Rani, sambil menempelkan ponsel di telinganya, melangkah, menuju pintu utama rumah tersebut.Beruntung, kaca jendela rumah tersebut berwarna hitam, jadi dari arah luar tidak akan kelihatan keadaan di dalam rumah berlantai dua tersebut."Apa Mbak Rani beli melinjo pada Tio juga?" Seketika beragam pertanyaan muncul dalam pikiran Oji. "Apa mereka saling kenal sebelumnya?" Beberapa detik kemudian, Rani muncul dengan langkah agak terburu-buru. "Tunggu bentar ya, Ji, ada tamu," ucap wanita itu.Oji hanya mengangguk dan matanya terus mengawasi keadaan di luar rumah. Anak itu pun jadi merasa cemas, takut pemilik rumah memberitahukan keberadaan dirinya di rumah itu."Ternyata benar," gumam Oji. "Tio juga nganterin barang," ucapnya begitu melihat anak muda yang dia kenal, mengangkat karung dari depan pintu gerbang.Entah apa yang sedang diperbincangan antara Rani dan Tio,

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Ke Rumah Rani

    Oji melempar tatapan penasaran pada tamunya yang masih ada hubungannya dengan keluarga Arinda. Sedangkan sosok yang ditatap Oji, malah menyeringai, menumbuhkan rasa kesal pada benak anak muda itu."Kalau udah nggak ada urusan, aku akan masuk," karena malas berbasa-basi, Oji memilih bangkit dari duduknya, hendak masuk ke dalam rumah."Apa yang telah kamu lakukan pada Nadia?" Seketika gerakan tubuh Oji berhenti dan matanya kembali menatap sang tamu dengan raut wajah terkejut. "Nadia?" Ucap Oji agak lirih dan saat itu juga pikiran anak itu langsung berkelana kemana-mana.Sang tamu kembali tersenyum. "Kaget ya?" Ucap sang tamu. "Sama, aku juga kaget."Oji pun menjadi gusar dan kesal. Bukan jawaban seperti itu yang dia butuhkan. Oji memutar otak, agar dia bisa mendapatkan informasi yang tepat."Nadia siapa?" Daripada meluapkan kekesalannya, Oji memilih bersikap biasa saja dan berpura-pura. Anak itu sebenarnya tahu, Nadia yang mana, yang dimaksud oleh tamunya."Emang dikampung sini, yan

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Gangguan Lagi

    "Duh, ada apa lagi ini?" Gumam Oji nampak kesal dan lelah sambil bangkit dari duduknya "Siapa yang datang, Ji?" Tanya Kakek menatap cucunya yang melangkah menuju pintu."Anaknya Gunawan, Kek," jawab Oji sambil melangkah menuju pintu utama rumahnya."Anaknya Gunawan?" Karena penasaran, Kakek pun ikut bangkit untuk mengawasi keadaan, sedangkan Oji sudah sampai di pintu rumah dan langsung membukanya."Eh, berani keluar juga kamu," ejek anaknya Gunawan yang biasa dipanggil Erik. "Kirain, cuma jadi pengecut seperti biasanya."Oji nampak tak peduli mendengar ejekan yang biasa dia dapatkan dari Erik dan teman-temannya."Ada apa?" Tanya Oji dengan wajah dingin dan datar. "Mau ngomong soal Arinda lagi?"Untuk beberapa saat Erik dan satu temannya nampak terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Oji. Tapi, tak lama setelahnya, anak itu malah menyeringai."Tahu diri juga kamu," ucap anak muda yang masih berada di atas motornya. "Apa yang sudah kamu lakukan sama dia? Berani-beraninya k

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Ketika Pulang

    "Ikut aku sekarang!""Kemana?" "Pokoknya ikut!""Maaf, aku nggak bisa."Wanita yang bertamu ke rumah Oji sontak menatap anak muda itu dengan tatapan tajam. Oji sendiri, berusaha menanggapi wanita itu dengan santai. Bahkan anak muda yang saat tengah bertelanjang dada, memilih duduk pada kursi kayu, yang ada di depan teras rumahnya."Kita nggak sedekat itu, Mbak. Jadi kalau mau ada yang dibicarakan, bicara di sini saja," ucap Oji tegas."Kamu berani melawan?" Wanita yang biasa dipanggil Karin terlihat geram."Loh, siapa yang melawan?" Oji lantas menaruh kedua telapak tangannya di belakang kepala.Apa yang dilakukan Oji sontak mengalihkan pandangan serta fokus tamunya. Mata Karin terpaku pada area ketiak anak muda itu untuk kedua kalinya."Kalau ada masalah, ngomong aja langsung, apa masalahnya?" Ucap Oji lagi. Anak muda itu belum menyadari kalau ketiak yang dia pamerkan tanpa sengaja, telah membuat resah wanita yang menjadi tamunya.Karin tidak langsung menjawab dan dia masih saja te

  • Ramuan Pemikat Hasrat   Di Depan Kios Bakso

    Rasa penasaran Oji semakin besar. Apa lagi setelah dia mendengar ucapan lawan bicaranya tentang keistimewaan isi kotak kayu, membuat anak muda itu, ingin mengetahui informasi lebih banyak lagi."Ji! Oji!" Sang Paman tiba-tiba memanggil dan mau tidak mau obrolan itu harus berakhir. "Iya, Paman!" Se

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Barang Yang Sama

    "Loh, itu kan..." Oji tercenung beberapa saat kala matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang tergeletak di atas meja.Rasa penasaran seketika menyeruak dalam benaknya dan Oji sempat memperhatikan dua pria yang memesan bakso di sana.Ingin rasanya Oji bertanya. Namun, entah kenapa dia merasa berat

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Wah.... Dapat Bonus

    Langkah Oji seketika terhenti kala matanya menangkap sosok yang dia kenal, sedang bercanda bersama teman-teman barunya.Ada rasa iri dan kesal kala Oji melihat kebersamaan mantan sahabatnya yang nampak bahagia, berteman dengan orang-orang yang membenci Oji. Namun, dia segera menyadari kekuranganny

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Ramuan Pemikat Hasrat   Jadi Pendusta

    Oji pulang dengan perasaan bahagia. Sampai detik ini, dia masih takjub dan hampir tak percaya dengan perubahan jalan hidup yang dia alami dua hari terakhir ini.Di dalam kamarnya, Oji kembali mengenang setiap kejadian yang dia lalui. Terutama kebersamaannya dengan tiga wanita yang membuat dirinya m

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status