登入Sejak hari itu Salsa benar-benar kesepian. Hanya sesekali dia datang ke rumah kakak tirinya untuk melihat keadaan sang ayah. Namun, wajah Salsa selalu sendu setiap kali berkunjung ke sana. Jika waktu itu dia tidak pingsan di rumah Zara, kemungkinan besar sang ayah tidak akan pernah tahu kalau putri kandungnya sedang mengandung janin kembar.Sementara itu, ponsel Raka dan Nathan sama-sama centang satu. Alea pun sudah tidak bisa lagi dihubungi. Kini hampir tiga minggu berlalu dan sebentar lagi hari ulang tahun Nathan tiba, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pria itu akan segera menemuinya. Berita mengenai musibah yang menimpa Abimanyu Group pun tiba-tiba sudah tidak pernah muncul lagi di media sosial. Kenyataan pahit itu semakin membuat Salsa hancur. Dia bahkan nekat datang langsung ke kantor, tetapi orang-orang di sana dengan tegas mengatakan bahwa Nathan sudah bukan pemilik Abimanyu Group lagi.Stres berat yang dialami Salsa membuatnya sampai dua kali harus dirawat inap di r
“Ja–jadi kita putus? Aku gak mau putus,” ucap Salsa. Ulu hatinya mendadak perih setelah mendengar ucapan Nathan. Dia mengurai pelukannya agar bisa menatap Nathan. “Aku gak mau putus, aku sedang me–” ucapannya terpotong oleh sikap Nathan yang tiba-tiba berlutut di depannya. Nathan menggeleng, “kita gak akan pernah putus, sayang. Justru karena aku ingin segera menikahimu makanya aku harus buru-buru menyelesaikan masalahku. Aku minta waktu sebentar saja untuk pergi darimu. Aku janji akan kembali dan saat itu tiba aku langsung melamarmu sama Ayah.” Tidak hanya Salsa yang menangis tapi Nathan juga. “Izinkan aku mencoba menyelesaikan semuanya dulu, sayang. Aku butuh konsentrasi,” pinta Nathan. Pria itu mengecup punggung tangan Salsa penuh cinta.Nathan kembali berdiri, menghapus jejak air mata di wajah calon istrinya. Dia melabuhkan ciuman mesra di bibir Salsa. Jujur dia tak tega mengatakan semua ini, tapi pilihannya hanya dua, fokus atau semua perjuangan akan hancur. Demi masa depan mere
“Sayaaaaaang,”Salsa mulai merancau, tangan yang tadinya memeluk leher Nathan mulai mengendur. Tubuhnya melengkung ke belakang seakan dia sedang memberi akses untuk Nathan menikmati bagian favoritnya.Sementara Nathan tak ingin membuang-buang waktu, nafsunya sudah tak bisa dikendalikan lagi. Tangannya memeluk tubuh mungil itu, sementara tubuhnya membungkuk untuk bisa menikmati dada besar yang selalu melambai untuk dihisap olehnya. Suara decapan terdengar kian jelas membuat suasana malam itu menjadi semakin panas. Nathan mendorong tubuh Salsa ke atas ranjang agar dia lebih leluasa menikmati setiap jengkal tubuh kekasihnya itu. Salsa kembali mendesah sementara Nathan sibuk memberi tanda kepemilikan di dada dan leher Salsa. Nikmat sekali malam ini untuk pasangan itu.Tak ingin membuang-buang waktu Nathan langsung melakukan penyatuan. Setiap hentakannya menimbulkan desahan dari mulut Salsa yang berhasil membangkitkan hasratnya. Hari ini akan menjadi hari yang paling spesial dan hadiah y
Salsa masih berdiri mematung sambil menatap haru ke arah gaun yang baru saja dilepasnya. Gaun indah ala princess itu diletakkan dengan dengan semangat hati-hati di atas sandaran sofa, seolah barang adalah barang yang paling berharga di dunia dan tidak boleh lecet sedikitpun. Kedua tangannya perlahan turun, namun pandangannya tetap fokus pada kain yang berkilau tersebut. Dia benar-benar tak menyangka kalau gaun impian masa kecil menuju remajanya akhirnya bisa terwujud sekarang, justru di saat usianya sudah dewasa. Ternyata sosok ayah kandungnya itu tak seburuk yang Salsa pikirkan selama ini. Ternyata tidak semua detail kecil tentang keinginan masa lalunya dilupakan oleh sang ayah. Mungkin pria tua itu dulu hanya terjebak oleh keadaan hidup yang sangat rumit hingga membuatnya tampak sedikit mengabaikan keberadaan Salsa sebagai putri kandungnya sendiri.Salsa mengingat betul bagaimana pahitnya kenangan masa lalu yang membekas di hidupnya. Dulu, setiap kali dia datang menangis menahan p
Salsa benar-benar sangat yakin isi kotak itu bukan hadiah mewah. Nathan yang sekarang tingkahnya sudah kebaca duluan oleh Salsa. Namun, mereka tetap kembali duduk bersama di tempat yang sama. Salsa mulai melepaskan ikat pitanya. Kotak itu memang kotak perhiasan berukuran besar dari butik mahal, tapi mengingat Nathan sedang kena musibah, rasanya mustahil jika pria itu memberi Salsa hadiah berlian seharga miliaran. Terlebih lagi, Nathan malah cekikikan saat melihat Salsa mulai melepaskan pita tersebut. Fix, ini pasti barang receh, pikir Salsa. Dia yakin jika dibuka hanya akan bikin kesal, tapi jika tidak dibuka malah membuat penasaran. Akhirnya, daripada didera rasa penasaran, Salsa pun melanjutkan untuk membukanya.Dan setelah tahu apa isinya, Salsa langsung berdiri dari duduknya dan memukul Nathan bertubi-tubi sampai pria itu kewalahan menghindari pukulan sang kekasih.Gimana Salsa gak kesal, isinya ternyata cuma satu utas tali bra. Hanya satu, bukan sepasang. Wajah Nathan sampai me
Napasnya memburu seakan suara di belakangnya hanya halusinasi saja. Salsa pun memutar badannya untuk meyakinkan hatinya kalau pendengarannya tidak salah. “A–Ayah,” sapa Salsa. Tidak hanya Salsa yang menangis tapi Ayahnya juga. Untuk pertama kali setelah pria itu menikah lagi datang dan beri ucapan selamat ulang tahun untuk putri kandungnya. Pria itu terus berjalan menghampiri sang anak dan berhenti di depan Salsa sambil menyerahkan buket mawar merah kesukaan Salsa dan kado yang dulu pernah diminta Salsa tapi belum pernah ia berikan. Tangis keduanya pecah.“Selamat ulang tahun putriku. Ayah bahagia banget masih punya kesempatan untuk ngerayain ulang tahunmu, nak. Ayah janji ke depan kita akan terus seperti ini,” ucap sang Ayah dengan bibir bergetar. Salsa langsung berhamburan memeluk Ayahnya dengan erat. Ia pikirin sudah benar-benar kehilangan sosok Ayah untuk selamanya, tapi ternyata tepat di hari lahirnya sesuatu yang ia anggap mustahil itu beneran terjadi. Pelukan keduanya semaki
Begitu pintu ruangannya tertutup dan Salsa keluar, Nathan langsung melonggarkan dasinya yang terasa mencekik leher. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi. Dia tidak membuang waktu untuk memikirkan hal lain dan langsung meraih ponsel pribadinya di atas meja kerja. Targetnya sudah jelas, yaitu menghanc
Di sisi lain, layar ponsel di genggaman Zara mendadak terasa panas saat sebuah unggahan video di media sosial menampilkan sosok Aditya. Di dalam rekaman video itu, Aditya berjalan menunduk dengan tangan terborgol, dikelilingi beberapa petugas kepolisian yang menggiringnya masuk ke mobil tahanan. T
Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu
Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya







