LOGIN“A–Alea. Ke–kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu sedang liburan?” tanya Salsa terbata. Lidahnya mendadak kelu melihat sosok sahabatnya berdiri tak jauh dari tangga lobi. Ketakutan seketika merayap cepat, membuat seluruh persendian Salsa terasa lemas.
“Gak penting! Sekarang jawab, kenapa kamu bisa keluar dari mobil Papaku?” tanya Alea balik, menuntut penjelasan. Rahang gadis itu mengencang. Salsa panik, bingung harus mengarang kebohongan apa agar hubungan terlarang di antara dirinya dan pria matang itu tidak tercium. Namun, sebelum Salsa sempat bersuara, pintu mobil mewah di belakangnya terbuka. Nathan melangkah turun dengan tenang dan berwibawa. Tak ada sedikit pun raut panik di wajah tampannya. “Sayang, kamu kenapa ada di sini?” tanya Nathan lembut pada sang anak. Alea membalikkan badan, menatap sang papa dengan bibir mengerucut kesal. “Kenapa Salsa bisa turun dari mobil Papa?” tanyanya menuntut. Selama ini papanya sangat menjaga privasi dan paling anti membawa wanita lain di mobilnya. Apalagi sejak sejam lalu, panggilan teleponnya ke Salsa tak kunjung diangkat. Tanpa kehilangan kendali, pengusaha sukses itu hanya membutuhkan beberapa detik untuk merangkai alasan yang logis. “Salsa mau berterima kasih karena ayahnya sudah berhasil melewati masa kritis, Sayang. Tadi malam Salsa juga datang ke rumah, meminta bantuan Papa untuk biaya operasi ayahnya. Karena dia sahabat baikmu, tentu Papa memilih untuk membantunya,” ujar Nathan dengan suara bariton yang dalam dan menenangkan. Mata Alea langsung berbinar. Kecurigaan yang sempat muncul perlahan menguap. “Jadi Papa yang bantuin ayahnya Salsa?” Nathan tersenyum tipis. Tangannya terulur merengkuh bahu putrinya dengan penuh kasih sayang. “Iya, Sayang. Dan kebetulan Papa akan ada acara di dekat sini, jadi sekalian Papa antar Salsa ke rumah sakit.” Mendengar kebohongan yang meluncur begitu tenang dan meyakinkan dari bibir pria itu, Salsa akhirnya bisa mengembuskan napas lega. Jantungnya yang sempat berdegup kencang perlahan mulai berangsur normal. Alea langsung memeluk tubuh papanya dengan erat. “Makasih ya, Pa, udah bantuin Salsa,” ucap Alea manja. Nathan mengusap punggung anaknya, tetapi sorot mata abu-abunya sempat beralih menatap Salsa yang berdiri mematung. “Tapi bantuan Papa tetap harus diperhitungkan, Sayang. Sampai ayahnya sembuh, kemungkinan biayanya bisa mencapai dua miliar,” ujar Nathan, sengaja menyebutkan nominal itu sebagai pengingat kesepakatan antara dirinya dan Salsa. Salsa seketika menundukkan wajah. Dia tahu betul maksud di balik kalimat pria itu. “Tapi Salsa belum kerja, Pa,” sela Alea membela. “Nanti kalau dia sudah bekerja, dia bisa mulai mencicilnya,” jawab Nathan santai. Alea tak ingin ambil pusing soal utang-piutang itu. Dia mengaku sengaja membatalkan liburannya karena merasa tak tenang memikirkan Salsa sendirian di rumah sakit. Mendengar hal itu, rasa bersalah seketika menghujam hati Salsa. Betapa tulusnya Alea, sementara dirinya baru saja menyerahkan kehormatan pada papa dari sahabatnya sendiri. Dengan mata berkaca-kaca, Salsa memeluk Alea erat. “Makasih ya, Al... Kamu udah datang buat aku. Aku nggak tahu cara membalas kebaikanmu padaku.” Mendengar itu Alea membalas pelukan sahabatnya dan berkata, “Kamu cukup jadi sahabat yang baik aja buat aku. Dah, yuk ke atas. Banyak hal yang harus kamu ceritakan, termasuk soal kamu diputusin sama Adit kemarin,” ujar Alea seraya menggandeng tangan Salsa menuju lift menuntut penjelasan atas pesan singkat yang sempat dikirim Salsa padanya. Di belakang mereka, dahi Nathan seketika mengernyit. Sorot matanya menatap punggung Salsa dengan pandangan yang sulit diartikan. Pria matang itu baru tahu, di tengah penderitaan menanggung biaya sang ayah, Salsa ternyata juga baru dicampakkan oleh kekasihnya. Saat hendak melangkah, kedua gadis itu tersadar telah meninggalkan Nathan. Alea berbalik lalu menarik tangan papanya setengah memaksa. “Pa, ayo ikut naik sebentar.” Nathan akhirnya mengalah demi menyenangkan putrinya. Pria itu berjalan menuju ke ruang ICU menemani sang anak untuk memberi support pada Salsa. Sekitar tiga puluh menit berada di sana, Alea pamit sebentar ke kamar mandi. Begitu sosok Alea menghilang di balik lorong, ketenangan di antara mereka seketika menguap. Aura dominan dari Nathan kembali terasa. Pria matang itu mengikis jarak hingga aroma maskulinnya yang khas langsung menyapa indra penciuman Salsa. Tatapan abu-abunya yang tenang dan intens membuat napas Salsa langsung tercekat. “Malam ini kamu sebaiknya menginap di rumah bersama Alea,” bisik Nathan yang terdengar konyol di telinga Salsa, “aku masih ingin kita melakukannya lagi,” sambung pria itu. Salsa langsung menggeleng menolak permintaan Nathan. “Jangan, Om... Nanti bahaya kalau Alea sampai tahu.” “Makanya jangan sampai dia tahu,” potong Nathan cepat. Pria itu semakin mendekat hingga hembusan napas hangatnya menyapu lembut area sensitif di sekitar telinga Salsa. Jemari kekarnya yang hangat sempat menyentuh pinggang Salsa, mengirimkan desiran panas seperti sengatan listrik yang membuat tubuh Salsa meremang hebat—mengkhianati batinnya yang sedang panik. “Aku mau kamu melayaniku sekali lagi nanti malam... di ranjangku,” bisik Nathan parau, meninggalkan sensasi hangat yang membakar seluruh kesadaran Salsa.“Sayang, sebentar lagi kita akan menikah. Tanpa kamu mau bulan madu kita akan jadi sangat berkualitas, meskipun kita tidak bisa pergi ke luar negeri? Kamu udah janji kan mau mengajak aku liburan ke Bali?” tanya Salsa. Wajahnya dibuat memelas saat Nathan sudah memarkirkan mobilnya di basement hotel yang dulu sering mereka kunjungi. “Tapi aku gak tahan, sayang. Sejak kamu ngambek aku gak pernah nyentuh kamu,” Nathan mulai merajuk. Matanya tertuju pada belahan dada Salsa yang mulai besar. Demi apapun Nathan sudah tak tahan dan ingin langsung menghisap dada itu memberi banyak kepemilikan di sana. “Kenapa kamu gak bisa menahan padahal nggak sampai 3 kali 24 jam lagi kita akan sah sebagai suami istri? Kenapa kamu nggak berusaha menahan diri dulu, kalau sekarang kamu mulai menyentuh tubuhku dan saat kita berlibur setelah menikah maka rasanya tidak akan sama lagi. Kita 5 tahun pernah berpisah, masa nungguin sebentar aja kamu tidak mau?” Mulutnya mulai maju tanda kalau Salsa lagi ngambek. Na
“Ini gak mungkin terjadi. Aku yakin banget Kak Nathan bukanlah penyuka sesama jenis. Siapa saja yang melihat cara dia menatap wanita itu terlihat jelas kalau dia sangat mencintainya. Kamu ini ngawur kalau kasih pemberitaan,” ucap salah satu netizen yang membalas postingan milik keponakan HRD di kantor Nathan.“Kalau bukan penyuka sesama jenis, apa dong namanya? Masa nyari sekretaris saja harus berjenis kelamin laki-laki?” balas wanita yang ditolak mentah-mentah oleh Nathan sebelum melakukan tes.Netizen lain membalas, bukan bermaksud membela Nathan, “Bukan berarti sekretaris laki-laki itu sudah pasti karena bosnya penyuka sesama jenis. Terkadang ada perusahaan besar yang lebih gampang berkomunikasi dengan sekretaris laki-laki. Kamu terlalu berburuk sangka, jangan-jangan kamu menyukai Pak Nathan, ya?” balas akun lainnya.Obrolan di sana sudah menyebar, namun tak ada satu orang pun yang percaya kalau Nathan penyuka sesama jenis sesuai dengan postingan itu.Di sisi lain, setelah menyeles
Saat Raka sedang berada di luar kantor untuk mengurus sendiri pendaftaran pernikahan Nathan dengan Salsa, tiba-tiba saja ponselnya di dalam saku jas kembali bergetar nyaring. Raka merogoh kantongnya, lalu melihat nama Nathan Abimanyu tertera jelas di layar. Tanpa membuang waktu, dia langsung menggeser tombol hijau dan menempelkan benda tipis itu ke telinganya."Halo, Pak," sapa Raka membuka percakapan. Dia tahu kalau bosnya menghubungi berarti ada sesuatu yang penting yang harus segera diselesaikan."Oh ya, Raka, aku lupa bilang," suara Nathan terdengar dari seberang telepon, diiringi helaan napas pendek. "Salsa itu kan visanya terblokir seumur hidup. Katanya dia nggak boleh keluar negeri gara-gara dulu sempat jadi tenaga kerja ilegal waktu di Singapura. Kalau bisa, tolong kamu lakukan sesuatu agar blokirnya itu dibuka. Bayar berapapun yang mereka minta, nggak masalah, yang penting nama Salsa bersih dan dia bisa diajak ke luar negeri. Lagian dia bukan penjahat yang kabur tapi dia terp
“Bikin kaget saja,” ujar Nyonya Abimanyu disetujui oleh lainnya yang berada di ruang perawat inap si kembar. “Maaf, Nyonya, Tuan,” jawabnya. Alea yang sudah merindukan kekasihnya karena beberapa hari tidak bertemu. Sang kekasih diberi tugas penting oleh Papanya sehingga membuat mereka kesulitan membagi waktu untuk berduaan saja. Dia langsung memeluk Raka dengan erat. Bahkan nyaris mencium bibir Raka di depan keluarganya kalau saja suara sang Papa tidak menggelegar menghentikan tindakannya. “Al!” Tegurnya.Alea langsung menjauhi Raka. “Alea bahkan udah tua loh, Pa. Udah mau 31 tahun,” protesnya.“Tapi di mata Papa kamu masih usia 12 tahun, sayang,” jawab Nathan tanpa dosa. Sang anak memutar bola mata malas. “Salsa aja udah mau punya tiga anak dari papa. Masa Alea gini-gini terus,” omelnya lagi. “Nanti kalian boleh nikah setelah pesta pernikahan Papa dan Salsa,” ujar Nyonya Abimanyu pada cucunya yang sudah beranjak dewasa. “Mom,” giliran Nathan yang protes dari ranjang pasien Ken
“Pa, bantuin dong. Kok anaknya diginiin malah diem aja,” omel Alea karena sang papa tak berbuat apa-apa saat dirinya dicubit dan dipukul oleh Salsa, hanya gara-gara ucapannya yang menuduh Salsa ngidam bohongan terkait dengan bau badan sang papa. “Untuk yang satu ini Papa juga takut,” jawab Nathan berhasil membuat sang anak melotot ke arah Nathan. “Berisik jadi gak bisa tidur kan? Keluar sana,” usir Kenzi. Rambutnya kayak singa dan dia duduk di atas ranjang pasien milik kakak kembarnya.“Kamu tuh berisik juga Bobonya. Aku sampai mau jatuh Bobonya,” balas Kenzo karena sang adik kembar tidurnya sedikit gelisah.Para orang dewasa lantas terdiam, Nathan yang berjalan mendekati ranjang pasien lalu merengkuh tubuh gadis kecilnya agar tidak mengganggu tidur anak sulungnya yang memang butuh istirahat. “Ayo, Kenzi bobo sama Papa. Kasihan kakak tuh harus istirahat biar cepat sembuh,” bujuk Nathan. “Biarin aja Kenzi di sini katanya, Pa. Gak akan berisik kok,” dia sendiri yang menjawab seolah-
“Oke, aku mau,” jawabnya. “Langsung transfer sekarang juga,” jawab mantan wartawan itu setelah nominalnya disetujui tanpa ditawar sedikitpun. Ting Satu pesan masuk di ponselnya bahwa ada uang dengan nominal fantastis masuk ke dalam rekeningnya. “Thanks ya,” ucapnya setelah memastikan uang itu sudah masuk di rekeningnya. “Sama-sama.” Wartawan itu menerima foto dan video yang akan segera membuat jagat Maya dihebohkan oleh pemberitaan miring tentang Nathan Abimanyu. Kabar miring mengenai pangeran bisnis dari keluarga Abimanyu seketika viral dan beritanya menjadi pemberitaan yang trending 1 di berbagai portal media hiburan dan akun gosip daring. Sebuah rekaman gambar beresolusi tinggi yang memperlihatkan sosok Nathan sedang merangkul dengan penuh cinta bahu seorang wanita berparas jelita beredar luas tanpa kendali dalam hitungan jam. Bahkan wajah keduanya tidak ditutup stiker. Publik yang selama ini mengenali Nathan sebagai sosok pria mapan yang setia dan tenang dibuat t
Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria
Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad
Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa
Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya







