Compartilhar

Ternyata Besar

Autor: Atieckha
last update Data de publicação: 2026-06-02 16:04:51

“Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.

Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan  raut wajah kesal. “Aku tidak butuh persetujuanmu.”

Kalimat itu ternyata berhasil membungkam mulut Salsa dan membuatnya seketika terdiam. Kepalanya langsung tertunduk menatap lantai, tak berani menatap sepasang netra abu yang terasa sangat mengintimidasinya.

Namun, Nathan belum selesai bicara. Pria itu berdiri dan berjalan mendekati Salsa yang masih mematung di dekat ranjang. Demi apapun Salsa rasanya ingin kabur dari tempat ini.

“Kamu sendiri yang datang dan menyetujui untuk menjadikan tubuhmu sebagai jaminan utang. Jadi, lakukan saja apa yang kusuruh, atau kamu akan menyesal pernah menginjakkan kaki di tempat ini.” Suaranya sangat ketus dan dingin sarat akan ancaman yang tak main-main.

Salsa bergidik ngeri mendengarnya, demi apapun ia sangat takut mendengar ancaman Ayah sahabatnya ini. Sambil menghela napas berat untuk meredam debaran jantungnya yang kian menggila, dia mulai melangkah pasrah menuju kamar mandi. Tapi Lagi dan lagi langkahnya terhenti oleh kalimat yang keluar dari mulut Nathan.

“Taruh tasmu di sini. Aku tidak akan mencuri barangmu,” sergah Nathan lagi, menghentikan langkah kaki Salsa di dekat sofa. “Dan satu lagi, jangan pakai pakaian dalam setelah kau memakai gaun tidur itu.”

 Kedua matanya terpejam menahan rasa perih di hati akibat permintaan Nathan yang membuat dia tak punya harga diri lagi di hadapan Ayah sahabatnya ini. Seumur hidup, jangankan pada laki-laki lain, dia bahkan tidak pernah memamerkan lekuk tubuhnya di depan mendiang sang ibu. Tapi sekarang? Dia dipaksa menelanjangi kehormatannya di depan ayah sahabatnya sendiri.

Salsa menggigit bibir bawahnya menahan air mata yang hampir keluar membasahi wajahnya. Tanpa sepatah kata pun, dia meletakkan tasnya di sofa dekat tempat duduk Nathan, lalu bergegas mengunci diri di dalam kamar mandi.

Hampir dua puluh menit berlalu, dan Salsa belum juga menampakkan batang hidungnya. Sementara di luar, kesabaran Nathan mulai menipis. Pria itu beranjak dari posisinya, berniat menggedor pintu kamar mandi karena merasa kesal pada sahabat anaknya yang dianggapnya terlalu lelet. Namun, tepat saat tangannya hampir menyentuh gagang pintu, pintu itu pun terbuka.

Klik.

Nathan terpaku di tempatnya. Tatapannya langsung tertuju pada sosok yang berdiri di ambang pintu. Di balik balutan gaun tidur berbahan brokat tipis itu, siluet tubuh Salsa terlihat sangat jelas dan menggoda. Warna gaun tidur itu sangat kontras dengan warna kulit Salsa. Dan yang paling tak pernah ia bayangkan, ternyata dada wanita ini sangat besar sampai membuat Nathan menelan ludah berulang kali. Dia tak pernah menyangka di balik baju oversize yang sering Salsa kenakan, ada lekuk tubuh yang begitu menggoda.

Jelas ukuran dada Salsa jauh dari kata normal, karena besar banget sampai Nathan enggan memindahkan pandangannya dari sana.

Sementara itu, Salsa hanya bisa bisa mematung di ambang pintu. Wajahnya memerah, terbakar oleh rasa malu dan hina secara bersamaan saat menyadari mata Nathan sedang menjelajahi setiap jengkal tubuhnya tanpa berkedip. Untuk menghilangkan rasa gugupnya, Salsa menutup pintu kamar mandi membuat Nathan berpikir kalau Salsa juga sudah tidak sabaran untuk melanjutkan kegiatan mereka. 

“Ternyata kamu ingin buru-buru kusentuh?”

Nathan menyeringai licik saat melihat pipi Salsa seperti buah tomat merah. Detak jantungnya benar-benar gak beraturan di dalam sana. Tapi Salsa tahu cepat atau lambat tubuhnya tetap akan dinikmati oleh Nathan. 

Pria itu berjalan mendekati Salsa, seketika Salsa berjalan mundur namun sayangnya tubuhnya sudah terhimpit dengan pintu kamar mandi. Dia sudah tidak bisa bergerak ke mana-mana lagi terlebih setelah Nathan mengukungnya. 

Tangan Nathan menyentuh bagian menyembul itu membuat Salsa reflek menghentikan niat Nathan, “jangan, Om,” ucapnya menahan tangan Nathan yang nyaris menyentuh dadanya. 

“Apa kau punya jaminan berharga yang lain?” Tanya Nathan.

Salsa menggeleng.

“Maka jangan merusak mood ku. Jangan buat nafsuku hilang, jika itu terjadi aku akan minta uangku dikembalikan dalam waktu dua puluh empat jam,” desisnya penuh ancaman. Tangannya terulur menyentuh wajah Salsa. Ibu jarinya menyentuh bibir wanita itu hingga terbelah dan seketika nafsunya tak bisa lagi untuk ditahan. Sementara Salsa memejamkan mata akibat rasa takut yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Jarak mereka sangat dekat, bahkan Salsa bisa merasakan hembusan nafas pria sejuta pesona di hadapannya ini. 

“Layani aku sampai puas karena tubuhmu milikku,” bisik pria itu, membuat seluruh kulit Salsa seperti tersengat aliran listrik tegangan tinggi. Wanita itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah membiarkan Nathan melakukan apapun yang pria itu inginkan. 

Cup

Sentuhan singkat di bibir Salsa membuat aliran darahnya seketika membeku. Tangan Nathan mulai menyentuh dada Salsa semakin membuat wanita itu ingin berteriak. Salsa nggak bisa mengungkapkan dengan kata-kata rasa yang ia rasakan ketika kedua telapak tangan besar Nathan meremas dadanya secara bersamaan.

Pria yang sudah berkabut hasrat itu lantas melabuhkan ciuman di bibir Salsa. Menghisap bibir ranum itu penuh nafsu. Belum ada balasan dari Salsa sampai membuat Nathan marah.

“Balas ciumanku!” Hardiknya.

Dengan mengabaikan rasa malu sekaligus marahnya, wanita itu mulai membalas ciuman Nathan. Nathan menahan tengkuk Salsa agar ciuman mereka semakin dalam. Nafsu pria itu semakin tak bisa ditahan. Sampai akhirnya…

Sreeeeeeet

Mata Salsa melotot saat Nathan merobek gaun terkutuk itu hingga bagian dada Salsa benar-benar tak tertutup sehelai benangpun. Pria itu menelan ludah sambil berkata, “ternyata besar juga ukurannya.”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Ririn Riyani
qhehdjdjkdo
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 205

    “Aaaaah,” Salsa langsung mendesah saat dadanya dihisap penuh nafsu oleh Nathan. Tangannya meremas rambut Nathan. Nathan terlihat sangat tergesa-gesa melakukannya. Selain takut anak-anaknya masuk ke dalam rumah, dia juga harus segera pergi ke kantor. Tapi nafsunya pada wanita ini tak pernah bisa dia tahan. Ciumannya naik langsung ke leher Salsa. Membuat wanita itu terus mengeluarkan desahan yang semakin membuat Nathan berhasrat untuk segera melakukan penyatuan. Nathan berdiri di sisi ranjang, pria itu pun berkata, “sayang, hisap bentar punyaku,” ujarnya. Salsa menegakkan tubuhnya lalu duduk di sisi ranjang. Dia membungkuk untuk memanjakan pria itu dengan mulutnya. Rasa nikmat langsung Nathan rasakan saat miliknya tertanam penuh di bibir sang wanita. Pendingin ruangan sudah bekerja dengan maksimal tapi perlu mereka di pagi ini masih bercucuran. Salsa terus melahap benda keramat itu dengan penuh nafsu. Lidahnya bermain-main di ujungnya membuat desahan panjang kembali keluar dari mul

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 204

    Kecanduan Tubuh Salsa Salsa menuruni anak tangga hendak menyapa kedua orang tua Nathan. Salsa menghentikan langkahnya Setelah suara Nathan terdengar menyentil telinganya.“Itu mereka sampai ketakutan, sayang. Please jangan dimarahi bikin lagi belum tentu dapat yang begitu,” ujarnya. Suaranya sangat pelan agar tidak sampai membuat urat leher Salsa keluar lagi menanggapi ucapannya. Di kantor dirinya boleh jadi yang berkuasa, tapi jika berhadap-hadapan dengan Salsa tentu saja dia harus sabar dan selalu mengalah. Salsa kalau sudah berubah menjadi harimau betina seisi rumah bisa terdiam. “Aku memangnya ngapain?” ulang Salsa.“Tadi kamu berdehem,” jawab Nathan. “Adik-adik aja yang lebay, Mamanya cuma berdehem kok malah kabur,” Alea membantu Nathan. “Sayang,” tegur sang papa. Alea hanya nyengir mendengarnya.“Coba nanti kamu tanyain mereka kenapa aku bisa marah. Ngelesnya kamu banget itu!” seru Salsa lantas melenggang pergi menghampiri Mommynya Nathan di dapur. Nathan yang hendak membu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 203

    “Maksud Mommy apa?” tanya Nathan bingung Sang mommy tersenyum penuh arti, “kita boyong Salsa dan baby Twins ke luar negeri lalu kalian menikah di sana. Tapi nanti setelah urusan dengan Darmawan beres baru umumkan pernikahan itu,” usul sang Mommy seakan usulnya itu adalah sesuatu yang sangat berharga yang pastinya membuat Nathan senang. Ternyata pria itu malah menghela nafas berat lalu bersandar pada sandaran sofa sebelum akhirnya menjawab, “Salsa gak mau kayak gitu, Mom. Nathan memang boleh mengakui anak-anak sebagai anak-anak Nathan dan dia, tapi untuk urusan menikah dia tetap mau agak selesai dulu urusan kita sama keluarga Darmawan,” sahut Nathan. Seketika wajah Nyonya Abimanyu menjadi sendu. Dia pikir ini adalah ide paling cemerlang, ternyata sang anak sudah sempat membahas ini dengan Salsa. Suara Nathan kembali mengalihkan fokusnya. “Tapi siapa tahu jika sekarang sudah dapat restu dari Mommy dan Daddy, Salsa berubah pikiran. Besok kita coba dah bicara baik-baik dengannya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 202

    "Heran deh sama anak itu! Bisa-bisanya tergila-gila sama Nathan!" Mamanya Clara berkali-kali membuang napas kasar, meluapkan kejengkelannya yang sudah tak bisa disembunyikan lagi terhadap Nathan. "Aku udah malas banget mau bicarain Nathan lagi. Ada aja alasannya setiap kali diundang makan malam. Dia bener-bener gak menghargai kita sebagai orang tua Clara, beberapa kerabat sampai meminta Clara untuk berhenti mencintai Nathan saking tidak sebanding cinta yang Clara punya untuk si brengsek itu dengan apa yang Clara dapatkan!" cecarnya penuh amarah pada sang suami.Berbeda dengan istrinya yang emosinya berantakan, Pak Darmawan justru tampak lebih santai memikirkan soal Nathan. Pria paruh baya itu menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi, sama sekali tidak terpancing dan ikut ngamuk seperti istrinya."Kamu tenang aja," sahut Pak Darmawan datar. "Dia gak akan bisa berkutik begitu aku mulai bergerak. Aku gak akan biarkan siapa pun menyakiti putriku. Apa pun yang Clara mau bakal aku turuti,

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 201

    Nathan akhirnya melangkah naik ke lantai dua saat melihat dua pengasuh si kembar sedang ketakutan mengintip dari balik tirai balkon. Wajar saja mereka panik, di depan rumah berjejer delapan mobil Jeep hitam dengan belasan pria berbadan tegap. Setelah menenangkan mereka dan menjelaskan kalau itu orang-orang suruhannya, Nathan berbalik menuju tangga lalu turun lagi ke lantai satu untuk menghampiri Raka."Mereka sudah di depan. Cepat beresin," ujar Nathan."Baik, Pak," jawab Raka. Pria itu paham betul tugasnya dan langsung bergegas keluar rumah untuk menemui para pengawal tersebut.Setelah urusan pengamanan di luar tuntas, Raka langsung mengantar Tuan dan Nyonya Abimanyu serta Alea pulang ke rumah utama. Suasana di lantai satu yang tadinya penuh isak tangis kini menjadi lengang.Hari ini benar-benar menguras emosi. Dari perbincangan panjang tadi, Nathan makin sadar kalau cintanya ke Salsa sama sekali tidak salah. Salsa punya hati yang sangat lapang. Kalau mau, bisa saja Salsa membalas de

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 200

    Salsa nyaris tak bisa bernafas melihat pemandangan di depan matanya. Dia tidak pernah menyangka bisa bertemu kembali dengan orang tua Nathan dalam keadaan seperti ini. Ini benar-benar kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hatinya mendadak perih seperti ada tangan tak kasat mata yang sedang meremasnya dengan sangat kencang.Sementara itu, tubuh Nyonya Abimanyu bergetar hebat saat melihat kedua cucu kembarnya masuk ke dalam rumah membuat kedua orang tua Nathan terkejut bukan main seperti sedang melihat Nathan di waktu kecil. “Ya Tuhan. Ampuni aku,” tangisnya tak bisa ditahan lagi. Salsa matanya sudah berkaca-kaca. Di dekat kolam ikan berdiri Nathan dengan kedua orang tuanya serta Alea. Kenapa dia berani sekali menceritakan semua ini pada orang tuanya yang dulu mengusir Salsa? pikirnya. Si kembar yang awalnya mau masuk ke dalam rumah terpaksa mundur lagi dan berdiri persis di sisi kanan dan kiri sang mama. Mereka memeluk kaki Salsa seolah sedang memberi perlindungan terhada

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Suara Desahan

    Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhmu Milikku

    “Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Satu Miliar

    Salsa berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU, lalu bersandar lemas ke dinding ruang tunggu. Tatapan matanya terus-terusan tertuju pada pintu kaca buram di depannya. Pikiran Salsa sudah kacau sejak mendapat kabar kalau ayahnya kritis dan mengalami pendarahan hebat di otak akibat kecelakaan maut ya

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status