Share

Suara Desahan

Author: Atieckha
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-28 17:47:17

Ting.

Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk.

“Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!”

Hati Salsa terasa semakin sakit. Skandal terlarang ini memang tidak boleh sampai bocor ke telinga siapa pun, terutama Alea, sahabatnya sendiri sekaligus anak kesayangan Nathan. Dengan tangan yang masih gemetar di depan ruang ICU, Salsa mengetik balasan untuk pria yang sudah menyelamatkan nyawa sang Ayah.

“Baik, Om. Salsa paham.”

Setelah itu, layar ponselnya menggelap. Tak ada lagi pesan balasan dari Nathan.

Salsa memasukkan kembali ponselnya ke kantong baju dengan perasaan tak menentu. Di satu sisi, ada rasa lega yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena operasi sang Ayah berjalan lancar. Setidaknya, untuk saat ini nyawa ayahnya sudah terselamatkan dari maut dan seluruh biaya pengobatan sampai sembuh sudah dijamin oleh Nathan. Namun di sisi lain, dia tidak tahu sampai kapan harus menyerahkan tubuh dan harga dirinya sampai bisa melunasi utang satu miliar itu pada Nathan.

Salsa menyandarkan kepalanya ke dinding rumah sakit. Tiba-tiba ia kembali teringat pada sikap sang Ayah yang bagaikan malaikat di mata keluarga ibu tiri Salsa.

“Lihatlah, Yah. Tak satupun ada orang yang datang menunggu kesembuhan ayah di sini. Ayah bekerja siang malam demi menghidupi mereka, tapi saat Ayah butuh biaya pengobatan Salsa harus mengikhlaskan tubuh Salsa menjadi jaminan utang pada Om Nathan. Rumah peninggalan Ibu bahkan tega Ayah jual untuk biaya resepsi pernikahan kedua Ayah. Kupikir hanya ibu yang Ayah cintai di dunia ini,” gumamnya pilu akibat rasa kecewa yang berat pada Ayahnya.

Salsa mengusap air mata yang menganak sungai membasahi wajahnya. Kehidupannya kian hancur setelah sang ayah memutuskan untuk menikah lagi. Bahkan di kontrakan yang mereka tempati, Salsa hanya diperlakukan seperti babu.

Tapi mulai malam ini, ia bersumpah akan melawan semua ketidakadilan itu. Tak ada seorangpun yang boleh memperlakukannya dengan buruk. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Salsa sangat berharap saat ayahnya siuman nanti, sang Ayah akan menyadari kalau sudah menikahi wanita yang salah.

Matanya sudah sangat mengantuk, rasa lelah begitu terasa setelah melewati hari yang menakutkan sampai membuatnya berulang kali menguap. Namun, tepat saat dia mencoba memejamkan mata, bayangan Aditya dan Zara mendadak melintas di benaknya.

Seketika itu juga, rasa kantuknya hilang, berganti dengan rasa sakit yang luar biasa hebat. Hati Salsa seketika sakit seperti ditusuk oleh ribuan jarum tajam dan beracun atas pengkhianatan yang dilakukan oleh dua orang yang Salsa percayai.

Air matanya kembali menetes, mengalir membasahi pipinya yang sudah pucat pasi. Mengingat bagaimana Aditya, pria yang selama lima tahun belakangan ini dia temani berjuang dari bawah, dari zaman tidak punya apa-apa hingga sesukses sekarang tega mencampakkannya di saat sang ayah sedang sekarat, membuat seluruh tubuh Salsa bergetar hebat. Yang lebih menyakitkan lagi, Aditya membuangnya demi Zara, kakak tirinya yang selama ini selalu merebut kebahagiaannya.

Salsa meremas ulu hatinya sendiri yang terasa ngilu dan perih, menahan isak tangis agar tidak didengar oleh siapapun. Hubungan lima tahun mereka dihancurkan dalam hitungan detik.

“Tega sekali kamu, Mas... tega kamu menyakiti aku sampai seperti ini,” bisiknya lirih menahan tangis.

Salsa mengusap air mata di pipinya yang kian basah. Di balik rasa sedih dan hancur itu, muncul amarah yang membakar jiwanya. Dia menatap lurus ke depan dengan pandangan penuh luka.

“Aku bersumpah, Mas... aku bersumpah akan bikin kamu dan Zara menyesal seumur hidup karena sudah menginjak-injak tulusnya perasaanku terhadap kalian berdua.”

Salsa memutuskan untuk tidak lagi memikirkan dua orang yang tak punya hati nurani itu. Tiba-tiba Salsa teringat kalau dia sedang membantu Aditya mengerjakan tesisnya. Pria itu sedang menempuh S2 di Universitas yang sama dengan tempat Salsa dan Alea kuliah.

Salsa mengeluarkan ponselnya, menghapus semua file yang belum sempat diminta oleh Aditya. Selain file tesis, Salsa juga menghapus proposal dan file penting untuk showroom mobilnya termasuk perjanjian kerjasama dengan kliennya yang baru. Semua Salsa yang kerjakan. Sudut bibirnya membentuk lengkungan senyum samar karena file itu sudah dihapus secara permanen. Tinggal di laptopnya saja. Beruntung Laptopnya tertinggal di mobil Alea, jadi saat Adit menyadarinya, pria itu benar-benar tidak akan menemukan file pentingnya lagi.

“Ternyata kau hanya mau memanfaatkan aku saja, Mas. Awas saja aku akan balas,” desisnya penuh dendam.

*

Esok harinya, Salsa memutuskan untuk pulang dulu ke rumahnya. Dia ingat pesan Nathan kalau dirinya harus datang dengan penampilan menarik dan wangi. Salsa juga sudah menitipkan sang Ayah pada suster dan meninggalkan nomor ponselnya di sana agar bisa dihubungi jika situasi darurat.

Saat sampai di rumah kontrakannya Salsa mematung di depan kamar sang kakak tiri yang pintu kamarnya sedikit terbuka. Terdengar suara desahan yang menjijikkan dari dalam kamar itu dan rancauan suara berat Aditya. Rumah ini memang kosong karena ibunya Zara memilih tinggal di rumah orang tuanya sampai kondisinya pulih pasca kecelakaan yang dialami bersama sang suami, Ayah kandung Salsa.

Perut Salsa mendadak mual mendengar kalimat menjijikkan penuh pujian dari mulut Adit untuk Zara.

“Tubuhmu sangat nikmat, Zara, ini yang yang membuatku tergila-gila padamu,” pujinya dengan suara parau disusul suara desahan dari bibir Zara. Hati Salsa mencelos mengingat pengkhianatan yang mereka lakukan di belakangnya. Sejak kapan mereka berhubungan?

Namun tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselnya dari Nathan Abimanyu. “Dua puluh menit lagi sopirku akan menjemputmu di depan gang kontrakanmu. Jangan sampai membuatnya menunggu.” matanya terbelalak, padahal Nathan sudah mengirim lokasi vila itu, tapi kenapa dirinya dijemput? Dan darimana Nathan tahu kontrakan Salsa?

Seketika Salsa panik dan saat ia akan menuju ke kamarnya, tubuhnya malah menabrak meja di depan kamar Zara hingga membuat vas bunga di atasnya jatuh.

Prang

“Siapa itu?” teriak suara dari dalam kamar Zara.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Herlina Sinaga
bolak balik nanya sih?
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 205

    “Aaaaah,” Salsa langsung mendesah saat dadanya dihisap penuh nafsu oleh Nathan. Tangannya meremas rambut Nathan. Nathan terlihat sangat tergesa-gesa melakukannya. Selain takut anak-anaknya masuk ke dalam rumah, dia juga harus segera pergi ke kantor. Tapi nafsunya pada wanita ini tak pernah bisa dia tahan. Ciumannya naik langsung ke leher Salsa. Membuat wanita itu terus mengeluarkan desahan yang semakin membuat Nathan berhasrat untuk segera melakukan penyatuan. Nathan berdiri di sisi ranjang, pria itu pun berkata, “sayang, hisap bentar punyaku,” ujarnya. Salsa menegakkan tubuhnya lalu duduk di sisi ranjang. Dia membungkuk untuk memanjakan pria itu dengan mulutnya. Rasa nikmat langsung Nathan rasakan saat miliknya tertanam penuh di bibir sang wanita. Pendingin ruangan sudah bekerja dengan maksimal tapi perlu mereka di pagi ini masih bercucuran. Salsa terus melahap benda keramat itu dengan penuh nafsu. Lidahnya bermain-main di ujungnya membuat desahan panjang kembali keluar dari mul

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 204

    Kecanduan Tubuh Salsa Salsa menuruni anak tangga hendak menyapa kedua orang tua Nathan. Salsa menghentikan langkahnya Setelah suara Nathan terdengar menyentil telinganya.“Itu mereka sampai ketakutan, sayang. Please jangan dimarahi bikin lagi belum tentu dapat yang begitu,” ujarnya. Suaranya sangat pelan agar tidak sampai membuat urat leher Salsa keluar lagi menanggapi ucapannya. Di kantor dirinya boleh jadi yang berkuasa, tapi jika berhadap-hadapan dengan Salsa tentu saja dia harus sabar dan selalu mengalah. Salsa kalau sudah berubah menjadi harimau betina seisi rumah bisa terdiam. “Aku memangnya ngapain?” ulang Salsa.“Tadi kamu berdehem,” jawab Nathan. “Adik-adik aja yang lebay, Mamanya cuma berdehem kok malah kabur,” Alea membantu Nathan. “Sayang,” tegur sang papa. Alea hanya nyengir mendengarnya.“Coba nanti kamu tanyain mereka kenapa aku bisa marah. Ngelesnya kamu banget itu!” seru Salsa lantas melenggang pergi menghampiri Mommynya Nathan di dapur. Nathan yang hendak membu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 203

    “Maksud Mommy apa?” tanya Nathan bingung Sang mommy tersenyum penuh arti, “kita boyong Salsa dan baby Twins ke luar negeri lalu kalian menikah di sana. Tapi nanti setelah urusan dengan Darmawan beres baru umumkan pernikahan itu,” usul sang Mommy seakan usulnya itu adalah sesuatu yang sangat berharga yang pastinya membuat Nathan senang. Ternyata pria itu malah menghela nafas berat lalu bersandar pada sandaran sofa sebelum akhirnya menjawab, “Salsa gak mau kayak gitu, Mom. Nathan memang boleh mengakui anak-anak sebagai anak-anak Nathan dan dia, tapi untuk urusan menikah dia tetap mau agak selesai dulu urusan kita sama keluarga Darmawan,” sahut Nathan. Seketika wajah Nyonya Abimanyu menjadi sendu. Dia pikir ini adalah ide paling cemerlang, ternyata sang anak sudah sempat membahas ini dengan Salsa. Suara Nathan kembali mengalihkan fokusnya. “Tapi siapa tahu jika sekarang sudah dapat restu dari Mommy dan Daddy, Salsa berubah pikiran. Besok kita coba dah bicara baik-baik dengannya

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 202

    "Heran deh sama anak itu! Bisa-bisanya tergila-gila sama Nathan!" Mamanya Clara berkali-kali membuang napas kasar, meluapkan kejengkelannya yang sudah tak bisa disembunyikan lagi terhadap Nathan. "Aku udah malas banget mau bicarain Nathan lagi. Ada aja alasannya setiap kali diundang makan malam. Dia bener-bener gak menghargai kita sebagai orang tua Clara, beberapa kerabat sampai meminta Clara untuk berhenti mencintai Nathan saking tidak sebanding cinta yang Clara punya untuk si brengsek itu dengan apa yang Clara dapatkan!" cecarnya penuh amarah pada sang suami.Berbeda dengan istrinya yang emosinya berantakan, Pak Darmawan justru tampak lebih santai memikirkan soal Nathan. Pria paruh baya itu menyenderkan punggungnya ke sandaran kursi, sama sekali tidak terpancing dan ikut ngamuk seperti istrinya."Kamu tenang aja," sahut Pak Darmawan datar. "Dia gak akan bisa berkutik begitu aku mulai bergerak. Aku gak akan biarkan siapa pun menyakiti putriku. Apa pun yang Clara mau bakal aku turuti,

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 201

    Nathan akhirnya melangkah naik ke lantai dua saat melihat dua pengasuh si kembar sedang ketakutan mengintip dari balik tirai balkon. Wajar saja mereka panik, di depan rumah berjejer delapan mobil Jeep hitam dengan belasan pria berbadan tegap. Setelah menenangkan mereka dan menjelaskan kalau itu orang-orang suruhannya, Nathan berbalik menuju tangga lalu turun lagi ke lantai satu untuk menghampiri Raka."Mereka sudah di depan. Cepat beresin," ujar Nathan."Baik, Pak," jawab Raka. Pria itu paham betul tugasnya dan langsung bergegas keluar rumah untuk menemui para pengawal tersebut.Setelah urusan pengamanan di luar tuntas, Raka langsung mengantar Tuan dan Nyonya Abimanyu serta Alea pulang ke rumah utama. Suasana di lantai satu yang tadinya penuh isak tangis kini menjadi lengang.Hari ini benar-benar menguras emosi. Dari perbincangan panjang tadi, Nathan makin sadar kalau cintanya ke Salsa sama sekali tidak salah. Salsa punya hati yang sangat lapang. Kalau mau, bisa saja Salsa membalas de

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 200

    Salsa nyaris tak bisa bernafas melihat pemandangan di depan matanya. Dia tidak pernah menyangka bisa bertemu kembali dengan orang tua Nathan dalam keadaan seperti ini. Ini benar-benar kejutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hatinya mendadak perih seperti ada tangan tak kasat mata yang sedang meremasnya dengan sangat kencang.Sementara itu, tubuh Nyonya Abimanyu bergetar hebat saat melihat kedua cucu kembarnya masuk ke dalam rumah membuat kedua orang tua Nathan terkejut bukan main seperti sedang melihat Nathan di waktu kecil. “Ya Tuhan. Ampuni aku,” tangisnya tak bisa ditahan lagi. Salsa matanya sudah berkaca-kaca. Di dekat kolam ikan berdiri Nathan dengan kedua orang tuanya serta Alea. Kenapa dia berani sekali menceritakan semua ini pada orang tuanya yang dulu mengusir Salsa? pikirnya. Si kembar yang awalnya mau masuk ke dalam rumah terpaksa mundur lagi dan berdiri persis di sisi kanan dan kiri sang mama. Mereka memeluk kaki Salsa seolah sedang memberi perlindungan terhada

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhmu Milikku

    “Tapi, Om…” “Kalau kamu punya barang berharga sebagai jaminan, boleh pakai itu. Asal nilai jualnya lebih besar dari uang satu miliar yang kamu butuhkan sekarang,” ucap Nathan cepat, memotong kalimat Salsa sebelum gadis itu sempat menyelesaikannya. Salsa tampak semakin frustasi. Detik jam dinding

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Tubuhku jadi Jaminan Utang

    Di dalam taksi online, air matanya menetes membasahi layar ponselnya yang menunjukkan jam digital. Sepuluh menit perjalanan rasanya seperti berabad-abad. Begitu mobil berhenti di depan sebuah gerbang rumah mewah di pusat kota, Salsa langsung turun.Rumah mewah itu berdiri megah, seolah tak tersentu

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status