LOGINSuatu kecelakaan membuat hidup Letta berakhir di tempat yang tidak pernah dia bayangkan. Saat membuka mata, mendapati dirinya berada dalam tubuh Sydney, tokoh antagonis dari novel yang belum sempat dia selesaikan. Wajah, kehidupan, bahkan identitasnya bukan lagi miliknya. Letta harus menjalani kehidupan sebagai Sydney juga mencari cara mengubah jalan cerita tanpa membuat dunia itu menyadari perubahannya. Jika takdir telah menulis akhir kematian Sydney, apakah Letta masih bisa mengubahnya sebelum alur menemukan cara untuk membunuhnya?
View More“Kalau Gea benar-benar hamil anak Zayn, terus aku harus gimana?” Sydney bergumam pelan sambil memeluk lututnya. Dia duduk sendiri di pool area, pandangannya terpaku pada permukaan air yang tenang. Hari ini terlalu banyak hal terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan. Kepalanya terasa penuh karena setiap jawaban justru membawa pertanyaan baru. “Aku bahkan nggak tahu harus pergi ke mana kalau semua orang di cerita ini mulai berubah.” Dia mengangkat wajah ketika angin malam menyentuh rambutnya. “Aku nggak bisa terus menghindari mereka.” Dia mengusap wajahnya dengan kedua tangan, lalu menatap pantulan dirinya di permukaan kolam. “Tapi kalau aku mendekat, semuanya malah semakin rumit. Siapa yang bisa membantu aku tetap aman.” Dia terdiam cukup lama lalu dia mengacak rambutnya karena frustasi. “Ini makin nggak ada solusi yang ada aku malah pusing … paling bener aku pulang ke asal kalo Gea hamil anak Zayn seenggaknya aku masih hidup.” “Mbak Sydney tadi ada yang datang cuma nitip
Sejak kejadian di danau, Sydney merasa ada sesuatu yang berubah dalam sikap Nara. Tatapannya terasa lebih sering mengikuti setiap gerak-geriknya. Bahkan setelah dokter mengizinkannya pulang, Nara masih beberapa kali menanyakan kondisinya. “Kamu kenapa liatin aku terus kayak gitu?” Sydney merapikan tali tas di bahunya sambil menatap Nara tidak jauh. Nara memasukkan kedua tangannya ke saku celana. “Aku cuma memastikan kamu benar-benar udah pulih,” jawab Nara datar. Tatapannya turun sebentar ke wajah Sydney sebelum kembali menatap lurus ke depan. “Setelah apa yang terjadi di danau, menurutku wajar kalau aku memperhatikan kondisimu.” Nara menekan tombol lift. Sydney mengernyit mendengar jawaban itu. Perkataan Nara mengingatkannya pada kejadian di tepi danau, terutama kesadaran asli Sydney mengambil alih tubuh kembali. “Aku udah bilang waktu itu, kalau aku bicara aneh anggap aja aku sedang nggak sadar.” Sydney mengangkat telunjuk seolah sedang memberikan peringatan. Nara hanya me
“Nara!” Teriak Sydney tidak sempat meraih apapun. Nara melihat Sydney tenggelam semakin dalam melangkah cepat kearah bibir danau. “Pegang tangan aku,” teriak Nara berusaha meraih tangan Sydney sesekali bisa muncul ke permukaan. Tangannya bergerak mencari permukaan, tetapi tubuhnya terasa berat dan nafasnya mulai tersendat. Dari atas, suara Nara terdengar samar memanggil namanya tidak lama bayangan tubuhnya ikut menyusul ke dalam air. Satu tangan meraih pinggang Sydney dan menarik tubuhnya ke atas dengan kuat menuju tepian. “Sydney,” panggil Nara masih dengan nafas terengah-engah. “Sydney, kamu dengar aku, kan.” Nara menepuk pipinya beberapa kali untuk memastikan kesadarannya masih ada. Kelopak mata Sydney bergerak sedikit. Nara menatap wajahnya menunggu kesadaran benar-benar pulih, kemudian memeriksa napasnya yang nyaris tidak terdengar. Untuk pertama kalinya, keraguan terlihat jelas di wajah dinginnya ketika dia menyadari Sydney tidak kunjung bernapas dengan normal. “Sial.
“Kamu benar-benar nggak ingat aku?” Kalimat Elvan masih terngiang di kepala Sydney bahkan setelah malam berganti. "Sebenarnya kamu tuh siapa?" Sydney menghembuskan napas panjang. Dia sudah mencoba mengingat semua bagian cerita yang pernah dibacanya. Nama-nama karakter utama, karakter pendukung, bahkan tokoh yang hanya muncul sebentar. Tidak ada Elvan. Semakin dia mencoba mengingat, semakin kepalanya terasa penuh. Langkahnya terhenti menuju pintu masuk ketika sebuah mobil berhenti tidak jauh darinya. "Nara sama Kei berangkat bareng. Seharusnya aku yang ada di posisi Kei," gumam Sydney, memperhatikan Nara turun dari kursi pengemudi disusul Kei keluar dari samping. Keduanya berjalan berdampingan menuju gedung. Tidak ada percakapan yang bisa didengarnya. Kei hanya sesekali menoleh kepada Nara. "Kalau Elvan memang bukan bagian dari cerita. Kemungkinan ada bagian yang diubah.” Sydney mengerutkan kening. “Barusan yang aku lihat juga bagian dari alur yang diubah?" Sydney menatap Nar












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.