共有

Chapter 244

作者: Atieckha
last update 公開日: 2026-09-24 22:15:07

“Mana ada mall buka jam segini, sayang? Nanti aja ya, Papa masih mau kerja dulu nih. Kalau Papa nggak kerja nanti ke mallnya cari uang di mana dong?” tanya Nathan, dia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan kedua anak kembarnya.

Si kembar kompak mengerucutkan bibirnya dan melipat tangan di depan dada, mereka berlagak sedang marah pada sang papa.

Nathan kembali berkata, “mau es krim gak?” tanya Nathan.

Seketika itu juga mata si kembar berbinar, “mau, Papa,” jawabnya penuh semangat.

“Ayo
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (8)
goodnovel comment avatar
Darwati Joko
ayo thor kpn lanjut.....
goodnovel comment avatar
Cilla MP
Ayo dong kak lanjut, bikin degdegan n penasaran deh
goodnovel comment avatar
Margaretha Maghu
Terlalu lama menunggu kelanjutannya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 246

    “Angkat saja teleponnya, Pak,” usul Raka pada atasannya sekaligus calon mertuanya sambil melirik layar gawai di atas meja yang terus bergetar tanpa henti.Nathan mengangguk menyetujui ucapan Raka. Tangannya lantas menggeser ikon hijau lalu menempelkan ponsel itu ke telinga. “Halo?” sapa Nathan.Suara tawa berat yang samar dan penuh racun langsung menyambutnya dari seberang sana. Tanpa ada basa-basi atau sapaan ramah, pria itu bersuara dengan intonasi dingin yang penuh ancaman. “Jangan merasa kamu sudah menang, Nathan... Sebentar lagi kamu juga akan hancur sehancur-hancurnya seperti Darmawan!”TuuuuutSambungan telepon langsung diputus secara sepihak, menyisakan suara sengau yang berdengung di telinga. Nathan menyipitkan mata, menatap layar ponselnya yang kembali gelap dengan dahi berkerut heran.“Siapa, Pak?” tanya Raka yang ikut tegang melihat perubahan raut wajah atasannya.Nathan menggeleng karena dirinya memang tidak mengenali suara orang tersebut. “Entahlah. Aku tidak bisa mengen

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 245

    Jika Aditya dan anak buah Nathan sedang bertaruh nyawa di tempat tersembunyi, kondisi di kediaman mewah Pak Darmawan justru berbanding terbalik. Suasana di rumah itu sangat kacau balau dan diselimuti rasa frustrasi dan keputusasaan yang sangat menyakitkan dari Clara dan Mamanya. Mereka tidak pernah menyangka akan ada di titik ini. Mereka pikir mereka akan selamanya menjadi orang kaya dan tak tersentuh oleh apapun. Tapi kali ini dunia seperti berbalik.Aaaarrrrrrrrgh!Praaaaaaang!Suara pecahan kaca terdengar begitu nyaring membuat semua pelayan yang ada di sana ketakutan. Clara melempar apa saja yang bisa terjangkau oleh tangannya—vas bunga, pajangan kristal, hingga bingkai foto semua disapu dan jatuh berserakan di lantai. Napasnya memburu dan mulai sesak, matanya merah padam digenangi air mata yang tak berhenti membasahi wajah cantiknya. Hatinya hancur berkeping-keping. Dunia yang selama ini selalu berpihak padanya tapi kali ini hancur dalam hitungan detik. Papanya diringkus polisi t

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 244

    “Mana ada mall buka jam segini, sayang? Nanti aja ya, Papa masih mau kerja dulu nih. Kalau Papa nggak kerja nanti ke mallnya cari uang di mana dong?” tanya Nathan, dia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan kedua anak kembarnya.Si kembar kompak mengerucutkan bibirnya dan melipat tangan di depan dada, mereka berlagak sedang marah pada sang papa. Nathan kembali berkata, “mau es krim gak?” tanya Nathan. Seketika itu juga mata si kembar berbinar, “mau, Papa,” jawabnya penuh semangat.“Ayo turun, kita ambil es krim yang banyak,” ajak Nathan. Si kembar akhirnya menggandeng tangan kanan dan kiri sang papa. Mereka menuruni anak tangga. Mereka sudah heboh banget akhirnya bisa makan es krim lagi. Namun setelah freezer dibuka ternyata kosong. “Yach habis,” ucap Nathan. Wajahnya dibuat pura-pura sendu seolah dia sedih karena es krim itu habis. CkSi kembar berdecak. Lalu Kenzo menoleh ke arah sang kakak, “pasti Kak Al ngabisin,” tuduh Kenzo. “Iya. Mau apa kalian?” tantang Alea.Kenzo

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 243

    “Kenapa, Raka?” ulang Nathan lagi. Raut wajahnya langsung tegang, menyiratkan kepanikan yang sulit disembunyikan begitu mendengar suara panik Raka di seberang telepon. “Salah satu anak buah kita ternyata belum kembali, Pak. Entah dia tertangkap sama orang-orang Darmawan sehari sebelum penggerebekan, atau ikut diangkut polisi. Saya cuma khawatir dia nggak punya pilihan lain selain buka suara dan menyebut siapa yang menyuruhnya menyusup ke markas itu,” ujar Raka cemas. Nathan menghela napas berat, Ada aja masalah. “Kenapa dia bisa seceroboh itu?” gumamnya gusar. Melihat raut sang papa yang berubah serius si kembar menatap iba ke arah sang papa, menyadari itu akhirnya Nathan berjalan menjauhi si kembar. Alea yang mengerti situasi langsung sigap naik tangga. Dengan penuh kasih sayang, dia merangkul kedua adik kecilnya itu lalu mengajak mereka turun kembali ke lantai satu agar tidak mengganggu percakapan sang papa. Sementara itu, Nathan melanjutkan bicaranya dengan suara yang kian m

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 242

    “Ya, Tuhan. Markasnya luas dan mewah banget. Padahal dari luar tempat itu kelihatan kayak rumah biasa dan kecil. Gila dia mau bangun rumah bawah tanah,” gumam Nyonya Abimanyu. Meski fokus mereka sudah teralihkan pada deru mobil di depan rumah Salsa, tapi fokus mereka tetap pada layar kaca di depannya.Salsa yang sejak tadi duduk di samping Alea ikut terpaku menatap layar televisi. Dadanya bergemuruh hebat, antara tidak percaya dan lega yang membuncah. Di sebelahnya, Alea bernapas lega sambil memegang dada. Alea sendiri sengaja ditahan di rumah itu—Grandma dan Grandpa-nya sama sekali tidak mengizinkan Alea menginjakkan kaki ke butiknya sebelum ada kabar pasti dari Nathan. Mereka takut kalau gadis ini juga menjadi sasaran empuk orang-orang jahat itu.Sebab di pikiran mereka, Darmawan itu seperti monster yadilumpuhkannyentuh hukum. Menghadapi mafia sekelas dia rasanya mustahil bisa dilumpuhkan. Namun detik ini, di depan mata mereka, kejayaan Darmawan hancur berantakan. Salsa dan Alea tah

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Chapter 241

    “Pantau terus semuanya. Aku hanya ingin mendengar kabar baik darimu,” ucap Nathan pada Raka lewat pesan singkat. “Baik, Pak. Sebentar lagi pemberitaan di layar kaca maupun di media akan menggemparkan dunia. Tunggu saja dalam hitungan menit,” jawab Raka lagi. Nathan hanya menarik sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan Clara. Dan Nathan tahu kabar apa yang sedang diterima oleh Clara sampai membuatnya syok bukan main. Sementara Clara langsung membungkuk dan menyambar ponselnya di lantai. Tanpa memikirkan penampilannya yang acak-acakan atau melirik Nathan, dia bahkan tidak berpamitan pada Nathan dan memilih untuk berbalik lalu setengah berlari menuju pintu keluar dengan napas tersengal-sengal. Kepanikannya tidak lagi bisa ditutupi. Dia bergegas keluar melewati beberapa staf yang menatapnya heran, lalu langsung masuk ke dalam mobil. Tidak butuh waktu lama sampai mesin menyala dan mobil itu melaju kencang meninggalkan halaman restoran. Sedangkan Nathan tetap berd

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Masih Perawan

    Nathan menatap tubuh Salsa dari atas hingga bawah, sementara gadis itu hanya bisa meneteskan air mata sampai akhirnya suara Nathan membuatnya buru-buru mengusap air mata yang membasahi kedua sudut matanya.“Jangan buat nafsuku hilang. Kau disini wajib melayani nafsuku dan membuatku puas,” ujar pria

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Ternyata Besar

    “Ta–tapi saya gak mau pakai baju ini, Om,” cicit Salsa, mencoba mengumpulkan sisa keberaniannya yang sudah hampir habis ditelan ketakutan setiap kali bertemu dengan Nathan.Nathan yang sejak tadi sibuk di depan MacBook seketika berhenti mengetik. Dia menoleh ke sumber suara, menatap Salsa dengan r

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Lingerie

    Braaaaak Pintu kamar Zara dibuka lebar hingga menimbulkan dentuman yang cukup keras membuat Salsa kaget. “Kurang ajar! Kamu ngintip, ya?” tuduh Aditya kesal. Dia keluar untuk mencari tahu apa sebetulnya yang pecah di depan kamar calon istrinya. Dan betapa kesalnya dia mendapati Salsa di sana. Ad

  • Ranjang Panas Ayah Sahabatku   Suara Desahan

    Ting. Satu pesan baru masuk lagi dari Nathan. Pria itu mengirimkan sebuah titik lokasi vila yang menjadi tempat pertemuan mereka besok siang. Belum sempat Salsa mencerna semuanya, satu pesan beruntun kembali masuk. “Jangan bilang apa pun pada Alea tentang perjanjian panas ini. Paham!” Hati Salsa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status