MasukAdikku hamil di luar nikah. Dia melahirkan seorang bayi laki-laki di sebuah klinik kecil, lalu menghilang tanpa jejak. Berbekal alamat yang ditinggalkannya, dokter datang ke rumahku dan menyerahkan bayi itu kepadaku. Orang tuaku berlutut di hadapanku, memohon agar aku mengasuh bayi itu. Sejak saat itu, seorang gadis lajang sepertiku terpaksa membesarkan bayi, menjalani hidup dengan susah payah. Bertahun-tahun kemudian, ketika anak itu telah tumbuh besar … adikku kembali. Di sisinya berdiri seorang pria kaya berkalung emas, tampak seperti “bos besar”. Dia menangis histeris memeluk anak itu sambil menudingku. Katanya aku iri padanya, jadi mencuri anaknya, memisahkan dia dari darah dagingnya sendiri. Anak yang kubesarkan dengan susah payah, tanpa ragu memutuskan hubungan denganku dan berlari ke pelukannya. Orang tuaku pun mengusirku dari rumah. Tetangga-tetangga mencaci, menghujat. Dalam keputusasaaan, aku memilih mengakhiri hidupku dengan melompat dari gedung. Namun saat membuka mata kembali … aku justru kembali ke hari di mana adikku melahirkan anak tersebut.
Lihat lebih banyakDi kehidupan sebelumnya, aku mati terperangkap dalam jebakan dan rencana mereka.Di kehidupan ini, aku bersumpah! Aku tak akan pernah jatuh ke lubang yang sama lagi.Setelah kepergianku, ayah dan ibu terus menangis dan meratap.Bi Ijah sesekali mengabariku tentang keadaan rumah.Katanya, Billy keras kepala menolak pergi.Pada akhirnya, ayah dan ibu justru berubah menjadi pengasuh pribadinya.Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki.Sejak saat itu, mereka semakin tak mungkin lepas darinya.Billy tak jarang meminta uang.Jika tak diberi, dia memukul.Selly pun dipaksa keluar rumah, berjualan di pinggir jalan.Singkatnya, seluruh keluarga itu bekerja mati-matian hanya untuk membiayai satu orang.Keluarga ini hancur bersama-sama.Dan entah kenapa … rasanya puas.Setengah tahun kemudian, aku dan Galih pulang ke kampung halaman untuk mengurus masalah properti.Kami berniat menjual rumah, lalu pindah ke Karuak, menetap bersama putra dan putri kami.Di sana, aku bertemu Selly.Baru ena
Wajah Billy memucat, dipenuhi rasa tak percaya saat menatap mereka.“Nggak mungkin!”“Kalau nggak percaya, coba saja tes DNA. Kamu lihat baju yang dipakai ayah dan ibumu itu? Jelas kelihatan orang berada!” ucapku santai.Mata Billy langsung berbinar. Dia buru-buru menarik perempuan di sampingnya mendekat.“Lihat, mereka orang tua kandungku. Anak di perutmu nanti pasti hidup enak.”“Maaf, maaf … barusan aku nggak mengenali kalian. Aku benar-benar minta maaf,” imbuhnya.Selly justru jijik menatap mereka.“Nggak mungkin. Mana mungkin kamu anakku!”Aku ikut menimpali tanpa ragu, “Jangan begitu, Sel. Belasan tahun kamu nggak pernah pulang. Bukannya sekarang kamu pulang buat cari anak kandungmu? Anakmu jelas-jelas ada di depan mata, tapi kamu malah nggak mau mengakuinya.”Galih ikut menambahkan dengan nada khawatir palsu, “Kamu selalu bilang anakmu itu yang terbaik. Sekarang anakmu sudah berdiri di depanmu. Jangan sampai kata-katamu melukai perasaannya.”Selly dibuat emosi oleh ulah kami ber
Ibuku langsung panik.“Kenapa kamu hitung-hitungan seperti ini? Kita ini satu keluarga! Kondisimu begitu baik, apa salahnya menanggung satu orang lagi?”Ternyata, aku memang seharusnya tak pernah berharap apa pun dari mereka.Aku pun mengibaskan tangannya dengan dingin.“Maaf, aku nggak bisa bantu. Kalau mau, silakan lapor polisi. Pokoknya, urusan ini aku nggak mau ikut campur.”Setelah mendapatkan hasil tes DNA, aku langsung mendatangi polisi.“Hari ini, aku menuntut dia untuk meminta maaf secara terbuka dan memberikan ganti rugi atas kerugian mental.”Pesta kelulusan anakku telah dirusaknya.Aku tak akan membiarkan hal itu berlalu begitu saja.Tak lama kemudian, Galih memanggil pengacara untuk menangani semuanya. Kami pun segera kembali ke acara pesta kelulusan anakku.Dosen dari Universitas Gadjah Madya akhirnya bisa bernapas lega begitu melihat hasil tes DNA.Syukurlah.Setidaknya, masa depan anakku tak hancur.Setelah pesta selesai, kami sekeluarga kembali ke hotel. Galih bahkan s
Aku mengangkat kedua tangan. “Mungkin … di panti asuhan!”Aku sengaja berpura-pura baru tersadar.“Oh iya. Delapan belas tahun lalu, saat aku masih bekerja, memang pernah ada satu hari satpam bilang ada seseorang yang mengaku sebagai ibuku. Katanya ingin menitipkan seorang bayi dan memintaku membawanya pulang.”“Begitu turun, aku langsung cek CCTV. Aku sama sekali nggak kenal orang itu. Jadi aku langsung melapor ke polisi. Bayinya dibawa pihak kepolisian. Besar kemungkinan dibawa ke panti asuhan.”“Rekan kerjaku waktu itu bisa jadi saksi. Kalau masih nggak percaya, silakan cek catatan laporan polisi.”Begitu mendengarnya, Selly menjerit histeris. Dia menerjang ke arahku, hendak memukulku.Namun aku lebih cepat.Plak!Satu tamparan keras mendarat telak di wajahnya.“Kamu berani memukulku?! Maya … kembalikan anakku!”Aku mendengus dingin.“Dasar jalang! Dulu kamu yang melahirkan anak haram, lalu kabur. Membuangnya padaku, berharap aku yang membesarkannya. Sementara kamu bersenang-senang
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.