Share

Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah
Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah
Auteur: Hedgehog

Bab 1

Auteur: Hedgehog
Langit baru saja mulai terang ketika ketukan keras mengguncang pintu rumahku. Aku tersentak bangun, keringat dingin langsung membasahi sekujur tubuh.

Di kehidupan sebelumnya, kejadian ini juga terjadi pada waktu yang sama.

Dokter dari klinik itu sengaja datang membuat keributan, hingga seluruh tetangga terbangun.

Di depan mereka semua, bayi itu diserahkan padaku, sembari memarahiku habis-habisan. Dia menuduhku melahirkan anak tapi tak mau bertanggung jawab.

Belakangan baru aku tahu … bayi itu ternyata adalah bayi adikku sendiri.

Saat itu, ayah dan ibu memohon agar aku menerimanya.

Yah, karena memang tak berniat menikah, aku pun menyetujuinya.

Dan kini … tak terhitung berapa kali aku membenci diriku sendiri atas pilihan yang kubuat saat itu.

Begitu suara ketukan itu kembali terdengar, tubuhku refleks menegang. Aku bangkit dan membuka pintu. Benar saja. Wajah yang familier kembali muncul di hadapanku.

“Maya Adira! Kamu sudah melahirkan bayi tapi malah membuangnya! Kamu tahu ‘kan kalau membuang bayi itu tindakan kriminal?”

Keributan itu langsung membangunkan para tetangga. Satu per satu dari mereka menjulurkan leher, menonton keributan.

Aku menatapnya tajam. Detik berikutnya, tanpa ragu aku melepas sandal dan menghantamkannya tepat ke wajahnya!

“Dasar tua bangka nggak tahu malu! Berani-beraninya datang ke sini dan menuduhku sembarangan!”

“Pacar saja aku nggak punya, ini malah dibilang habis melahirkan! Kamu pernah lihat perempuan habis melahirkan bisa mukul orang sekuat ini?”

“Coba lihat! Aku kelihatan kayak orang baru melahirkan, nggak?!”

Rangkaian aksiku membuat dokter itu melongo, tak sanggup berkata-kata. Saat itulah Bi Ijah, tetangga seberang rumah, ikut tersadar.

“Eh iya juga. Maya tiap hari kerja, aku nggak pernah lihat perutnya gede!”

“Jangan-jangan ini salah paham?”

“Eh, bukannya dokter itu dari klinik abal-abal itu, ya?”

Aku bertolak pinggang, memaki, “Dasar penipu sialan! Kamu buka klinik ilegal, terus mau nipu aku! Aku lapor polisi baru tahu rasa!”

Begitu mendengar aku hendak lapor polisi, dokter itu langsung panik. “Aku … aku nggak mau memperpanjang masalah ini!” ucap dokter terbata-bata.

Aku menjambak rambutnya. “Kamu boleh nggak mau memperpanjang masalah! Tapi aku nggak akan biarin kamu kabur begitu saja!”

Aku langsung menelepon polisi.

“Halo, Pak Polisi? Di sini ada dugaan sindikat perdagangan bayi!”

“Jangan sembarangan bicara!” teriaknya panik.

“Kalau kamu nggak ngomong jujur di depan polisi nanti, aku hancurin klinikmu!”

Tuhan memberiku kesempatan hidup sekali lagi.

Dan semua ketidakadilan di kehidupan sebelumnya, kini kulampiaskan sepenuhnya.

Saat polisi tiba, yang mereka lihat adalah seorang dokter dengan wajah lebam, menggendong bayi. Sementara aku berdiri dengan piyama, sandal di tangan, amarah belum juga reda.

Para tetangga mengerubungi kami. Setelah mendengar kronologi kejadian, polisi menatap bayi itu. Tampak jelas bayi tersebut baru lahir, tali pusarnya bahkan masih menempel!

“Apa yang sebenarnya terjadi? Bicara jujur!”

“Ini… ini alamat dan nama yang ditinggalkan pasien!” ucapnya sambil mengeluarkan berkas rekam medis dari dalam saku.

Polisi memeriksanya. Alamatnya memang rumahku. Namanya … namaku.

Aku menyilangkan tangan di dada. “Aku nggak tahu apa-apa. Entah siapa yang pakai namaku untuk melahirkan anak, lalu mau menjadikanku kambing hitam!”

Selesai aku bicara, ayah dan ibu yang sedari tadi terdiam akhirnya muncul.

“Maya, kamu ‘kan nggak mau nikah. Kenapa nggak adopsi saja bayi itu?”

“Apa-apaan sih, Pa, Ma! Aku nggak mungkin asal adopsi bayi yang asal-usulnya saja nggak jelas!”

“Lagi pula, kita nggak tahu orang tuanya seperti apa. Kalau mereka pecandu narkoba, gimana? Gen buruk bisa diwariskan! Aku nggak mau membesarkan anak tak tahu berterima kasih!”

Kata-kataku membuat Ayah dan Ibu terdiam. Sementara wajah dokter itu makin muram. Dia langsung menyodorkan bayi itu ke arahku.

“Ini bayi dari keluarga kalian! Aku nggak mau ikut campur lagi! Bilang ke Selly, suruh dia urus anaknya sendiri! Kalau dari awal tahu kalian seperti ini, aku nggak akan datang ke sini!”

Dalam sekejap, suasana menjadi gempar. Semua orang akhirnya tahu … bayi itu adalah anak adikku, Selly Adira!
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah   Bab 10

    Di kehidupan sebelumnya, aku mati terperangkap dalam jebakan dan rencana mereka.Di kehidupan ini, aku bersumpah! Aku tak akan pernah jatuh ke lubang yang sama lagi.Setelah kepergianku, ayah dan ibu terus menangis dan meratap.Bi Ijah sesekali mengabariku tentang keadaan rumah.Katanya, Billy keras kepala menolak pergi.Pada akhirnya, ayah dan ibu justru berubah menjadi pengasuh pribadinya.Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki.Sejak saat itu, mereka semakin tak mungkin lepas darinya.Billy tak jarang meminta uang.Jika tak diberi, dia memukul.Selly pun dipaksa keluar rumah, berjualan di pinggir jalan.Singkatnya, seluruh keluarga itu bekerja mati-matian hanya untuk membiayai satu orang.Keluarga ini hancur bersama-sama.Dan entah kenapa … rasanya puas.Setengah tahun kemudian, aku dan Galih pulang ke kampung halaman untuk mengurus masalah properti.Kami berniat menjual rumah, lalu pindah ke Karuak, menetap bersama putra dan putri kami.Di sana, aku bertemu Selly.Baru ena

  • Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah   Bab 9

    Wajah Billy memucat, dipenuhi rasa tak percaya saat menatap mereka.“Nggak mungkin!”“Kalau nggak percaya, coba saja tes DNA. Kamu lihat baju yang dipakai ayah dan ibumu itu? Jelas kelihatan orang berada!” ucapku santai.Mata Billy langsung berbinar. Dia buru-buru menarik perempuan di sampingnya mendekat.“Lihat, mereka orang tua kandungku. Anak di perutmu nanti pasti hidup enak.”“Maaf, maaf … barusan aku nggak mengenali kalian. Aku benar-benar minta maaf,” imbuhnya.Selly justru jijik menatap mereka.“Nggak mungkin. Mana mungkin kamu anakku!”Aku ikut menimpali tanpa ragu, “Jangan begitu, Sel. Belasan tahun kamu nggak pernah pulang. Bukannya sekarang kamu pulang buat cari anak kandungmu? Anakmu jelas-jelas ada di depan mata, tapi kamu malah nggak mau mengakuinya.”Galih ikut menambahkan dengan nada khawatir palsu, “Kamu selalu bilang anakmu itu yang terbaik. Sekarang anakmu sudah berdiri di depanmu. Jangan sampai kata-katamu melukai perasaannya.”Selly dibuat emosi oleh ulah kami ber

  • Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah   Bab 8

    Ibuku langsung panik.“Kenapa kamu hitung-hitungan seperti ini? Kita ini satu keluarga! Kondisimu begitu baik, apa salahnya menanggung satu orang lagi?”Ternyata, aku memang seharusnya tak pernah berharap apa pun dari mereka.Aku pun mengibaskan tangannya dengan dingin.“Maaf, aku nggak bisa bantu. Kalau mau, silakan lapor polisi. Pokoknya, urusan ini aku nggak mau ikut campur.”Setelah mendapatkan hasil tes DNA, aku langsung mendatangi polisi.“Hari ini, aku menuntut dia untuk meminta maaf secara terbuka dan memberikan ganti rugi atas kerugian mental.”Pesta kelulusan anakku telah dirusaknya.Aku tak akan membiarkan hal itu berlalu begitu saja.Tak lama kemudian, Galih memanggil pengacara untuk menangani semuanya. Kami pun segera kembali ke acara pesta kelulusan anakku.Dosen dari Universitas Gadjah Madya akhirnya bisa bernapas lega begitu melihat hasil tes DNA.Syukurlah.Setidaknya, masa depan anakku tak hancur.Setelah pesta selesai, kami sekeluarga kembali ke hotel. Galih bahkan s

  • Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah   Bab 7

    Aku mengangkat kedua tangan. “Mungkin … di panti asuhan!”Aku sengaja berpura-pura baru tersadar.“Oh iya. Delapan belas tahun lalu, saat aku masih bekerja, memang pernah ada satu hari satpam bilang ada seseorang yang mengaku sebagai ibuku. Katanya ingin menitipkan seorang bayi dan memintaku membawanya pulang.”“Begitu turun, aku langsung cek CCTV. Aku sama sekali nggak kenal orang itu. Jadi aku langsung melapor ke polisi. Bayinya dibawa pihak kepolisian. Besar kemungkinan dibawa ke panti asuhan.”“Rekan kerjaku waktu itu bisa jadi saksi. Kalau masih nggak percaya, silakan cek catatan laporan polisi.”Begitu mendengarnya, Selly menjerit histeris. Dia menerjang ke arahku, hendak memukulku.Namun aku lebih cepat.Plak!Satu tamparan keras mendarat telak di wajahnya.“Kamu berani memukulku?! Maya … kembalikan anakku!”Aku mendengus dingin.“Dasar jalang! Dulu kamu yang melahirkan anak haram, lalu kabur. Membuangnya padaku, berharap aku yang membesarkannya. Sementara kamu bersenang-senang

  • Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah   Bab 6

    “Dani adalah anak yang dikandung menantuku selama sembilan bulan penuh. Sejak awal kehamilan sampai melahirkan, semuanya tercatat dengan jelas. Saat persalinan, dia mengalami pendarahan hebat dan hampir kehilangan nyawa. Kami sampai harus membawanya ke rumah sakit di ibu kota dan mengerahkan koneksi dari atas sampai bawah.”“Sekarang kamu berani-beraninya datang dan mengaku cucuku itu anak yang kamu lahirkan? Apa kamu nggak tahu malu?”Ayah mertua ikut maju membela.“Kalau kamu masih berani mengarang cerita, aku akan langsung lapor polisi dan menyeretmu ke kantor!”Bibir Selly bergetar hebat. Wajahnya bengkak kemerahan akibat tamparan barusan. Tubuhnya gemetar ketakutan. Namun tiba-tiba, dia menatapku tajam.Aku hanya mengangkat alis.Saat itulah dia seperti tersadar.“Ini ulahmu, Maya! Kamu yang merekayasa semua ini!”Pria di sampingnya mendengus dingin. Suaranya berat dan kasar.“Bisnis kalian sekarang maju pesat. Dengar-dengar … restoran kalian sudah buka cabang di ibu kota provinsi

  • Reinkarnasi: Kali Ini Aku Tak Akan Mengalah   Bab 5

    Dani melambai ke arahku.Aku merapikan ujung gaunku, bersiap naik ke atas panggung, ketika tiba-tiba terdengar suara teriakan keras.“Dia bukan ibumu! Dia nggak pantas berdiri di sana!”Begitu kalimat itu terlontar, semua mata langsung menoleh ke sumber suara.Alih-alih terkejut, aku justru menghela napas lega.Akhirnya datang juga.Aku menoleh.Benar saja. Itu Selly. Di sampingnya, seorang pria dengan kalung emas tergantung di lehernya.Dia benar-benar datang.Akhirnya … dia muncul.Aku tak bisa menahan ketegangan di dadaku.Setelah belasan tahun tak bertemu, sosok itu masih sama seperti dulu… tapi juga berbeda.Sepuluh tahun lebih itu sepertinya telah membuatnya lelah, sangat berbeda denganku.Di balik riasan tebalnya, garis-garis halus di sudut matanya tak bisa disembunyikan.Selly menggandeng lengan pria itu dan melangkah mendekat.Dani tampak mengerutkan keningnya.“Kamu siapa?”“Dia tantemu, Selly,” sahutku lebih dulu, memperkenalkan identitasnya.Selly tampak emosi.“Jangan semb

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status