MasukDi kehidupan sebelumnya, aku mati terperangkap dalam jebakan dan rencana mereka.Di kehidupan ini, aku bersumpah! Aku tak akan pernah jatuh ke lubang yang sama lagi.Setelah kepergianku, ayah dan ibu terus menangis dan meratap.Bi Ijah sesekali mengabariku tentang keadaan rumah.Katanya, Billy keras kepala menolak pergi.Pada akhirnya, ayah dan ibu justru berubah menjadi pengasuh pribadinya.Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki.Sejak saat itu, mereka semakin tak mungkin lepas darinya.Billy tak jarang meminta uang.Jika tak diberi, dia memukul.Selly pun dipaksa keluar rumah, berjualan di pinggir jalan.Singkatnya, seluruh keluarga itu bekerja mati-matian hanya untuk membiayai satu orang.Keluarga ini hancur bersama-sama.Dan entah kenapa … rasanya puas.Setengah tahun kemudian, aku dan Galih pulang ke kampung halaman untuk mengurus masalah properti.Kami berniat menjual rumah, lalu pindah ke Karuak, menetap bersama putra dan putri kami.Di sana, aku bertemu Selly.Baru ena
Wajah Billy memucat, dipenuhi rasa tak percaya saat menatap mereka.“Nggak mungkin!”“Kalau nggak percaya, coba saja tes DNA. Kamu lihat baju yang dipakai ayah dan ibumu itu? Jelas kelihatan orang berada!” ucapku santai.Mata Billy langsung berbinar. Dia buru-buru menarik perempuan di sampingnya mendekat.“Lihat, mereka orang tua kandungku. Anak di perutmu nanti pasti hidup enak.”“Maaf, maaf … barusan aku nggak mengenali kalian. Aku benar-benar minta maaf,” imbuhnya.Selly justru jijik menatap mereka.“Nggak mungkin. Mana mungkin kamu anakku!”Aku ikut menimpali tanpa ragu, “Jangan begitu, Sel. Belasan tahun kamu nggak pernah pulang. Bukannya sekarang kamu pulang buat cari anak kandungmu? Anakmu jelas-jelas ada di depan mata, tapi kamu malah nggak mau mengakuinya.”Galih ikut menambahkan dengan nada khawatir palsu, “Kamu selalu bilang anakmu itu yang terbaik. Sekarang anakmu sudah berdiri di depanmu. Jangan sampai kata-katamu melukai perasaannya.”Selly dibuat emosi oleh ulah kami ber
Ibuku langsung panik.“Kenapa kamu hitung-hitungan seperti ini? Kita ini satu keluarga! Kondisimu begitu baik, apa salahnya menanggung satu orang lagi?”Ternyata, aku memang seharusnya tak pernah berharap apa pun dari mereka.Aku pun mengibaskan tangannya dengan dingin.“Maaf, aku nggak bisa bantu. Kalau mau, silakan lapor polisi. Pokoknya, urusan ini aku nggak mau ikut campur.”Setelah mendapatkan hasil tes DNA, aku langsung mendatangi polisi.“Hari ini, aku menuntut dia untuk meminta maaf secara terbuka dan memberikan ganti rugi atas kerugian mental.”Pesta kelulusan anakku telah dirusaknya.Aku tak akan membiarkan hal itu berlalu begitu saja.Tak lama kemudian, Galih memanggil pengacara untuk menangani semuanya. Kami pun segera kembali ke acara pesta kelulusan anakku.Dosen dari Universitas Gadjah Madya akhirnya bisa bernapas lega begitu melihat hasil tes DNA.Syukurlah.Setidaknya, masa depan anakku tak hancur.Setelah pesta selesai, kami sekeluarga kembali ke hotel. Galih bahkan s
Aku mengangkat kedua tangan. “Mungkin … di panti asuhan!”Aku sengaja berpura-pura baru tersadar.“Oh iya. Delapan belas tahun lalu, saat aku masih bekerja, memang pernah ada satu hari satpam bilang ada seseorang yang mengaku sebagai ibuku. Katanya ingin menitipkan seorang bayi dan memintaku membawanya pulang.”“Begitu turun, aku langsung cek CCTV. Aku sama sekali nggak kenal orang itu. Jadi aku langsung melapor ke polisi. Bayinya dibawa pihak kepolisian. Besar kemungkinan dibawa ke panti asuhan.”“Rekan kerjaku waktu itu bisa jadi saksi. Kalau masih nggak percaya, silakan cek catatan laporan polisi.”Begitu mendengarnya, Selly menjerit histeris. Dia menerjang ke arahku, hendak memukulku.Namun aku lebih cepat.Plak!Satu tamparan keras mendarat telak di wajahnya.“Kamu berani memukulku?! Maya … kembalikan anakku!”Aku mendengus dingin.“Dasar jalang! Dulu kamu yang melahirkan anak haram, lalu kabur. Membuangnya padaku, berharap aku yang membesarkannya. Sementara kamu bersenang-senang
“Dani adalah anak yang dikandung menantuku selama sembilan bulan penuh. Sejak awal kehamilan sampai melahirkan, semuanya tercatat dengan jelas. Saat persalinan, dia mengalami pendarahan hebat dan hampir kehilangan nyawa. Kami sampai harus membawanya ke rumah sakit di ibu kota dan mengerahkan koneksi dari atas sampai bawah.”“Sekarang kamu berani-beraninya datang dan mengaku cucuku itu anak yang kamu lahirkan? Apa kamu nggak tahu malu?”Ayah mertua ikut maju membela.“Kalau kamu masih berani mengarang cerita, aku akan langsung lapor polisi dan menyeretmu ke kantor!”Bibir Selly bergetar hebat. Wajahnya bengkak kemerahan akibat tamparan barusan. Tubuhnya gemetar ketakutan. Namun tiba-tiba, dia menatapku tajam.Aku hanya mengangkat alis.Saat itulah dia seperti tersadar.“Ini ulahmu, Maya! Kamu yang merekayasa semua ini!”Pria di sampingnya mendengus dingin. Suaranya berat dan kasar.“Bisnis kalian sekarang maju pesat. Dengar-dengar … restoran kalian sudah buka cabang di ibu kota provinsi
Dani melambai ke arahku.Aku merapikan ujung gaunku, bersiap naik ke atas panggung, ketika tiba-tiba terdengar suara teriakan keras.“Dia bukan ibumu! Dia nggak pantas berdiri di sana!”Begitu kalimat itu terlontar, semua mata langsung menoleh ke sumber suara.Alih-alih terkejut, aku justru menghela napas lega.Akhirnya datang juga.Aku menoleh.Benar saja. Itu Selly. Di sampingnya, seorang pria dengan kalung emas tergantung di lehernya.Dia benar-benar datang.Akhirnya … dia muncul.Aku tak bisa menahan ketegangan di dadaku.Setelah belasan tahun tak bertemu, sosok itu masih sama seperti dulu… tapi juga berbeda.Sepuluh tahun lebih itu sepertinya telah membuatnya lelah, sangat berbeda denganku.Di balik riasan tebalnya, garis-garis halus di sudut matanya tak bisa disembunyikan.Selly menggandeng lengan pria itu dan melangkah mendekat.Dani tampak mengerutkan keningnya.“Kamu siapa?”“Dia tantemu, Selly,” sahutku lebih dulu, memperkenalkan identitasnya.Selly tampak emosi.“Jangan semb







