Beranda / Fantasi / Reinkarnasi Sang Kaisar Langit / Bab 06 Menolong Jiang Ruyue

Share

Bab 06 Menolong Jiang Ruyue

Penulis: Kopi Senja
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-24 14:46:24

"Tolong… tolong…!!!"

Dari kejauhan terdengar suara seorang wanita berteriak meminta tolong menggema di antara pepohonan. Qing Long Chen baru saja selesai mengambil kristal inti dari dalam kepala serigala berbulu perak. Ia langsung menoleh. Karena penasaran, dia lalu melesat secepat kilat ke sumber suara untuk mengetahui apa yang terjadi.

Sesampainya di sana, ia melihat seorang gadis berusia sekitar tiga belas tahun dengan wajah cantik, tampak berlari ketakutan dikejar seekor ular bersisik hitam.

Ular bersisik hitam itu meluncur menerobos pepohonan, tubuhnya sebesar batang pohon, panjangnya belasan meter. Setiap gesekan sisiknya di tanah menghasilkan gemuruh halus, dan racun ungu menetes dari taringnya, membuat rerumputan di bawahnya langsung menghitam.

Gadis itu tersandung batu dan hampir terjatuh ketika ular raksasa itu membuka mulut lebar-lebar.

Sebuah bayangan gelap muncul seraya mengayunkan pedangnya ke tubuh ular hitam.

Slash! Slash! Slash!

Tubuh ular bersisik hi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 62

    Keesokannya, penduduk, para pedagang, dan para pengembara yang singgah di kota Tianjing dibuat gempar oleh kabar kematian enam murid sekte Haiying. Mereka ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi tidak utuh, kepala terpisah dari tubuhnya. Kabar itu menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota, menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Bisik-bisik segera merebak di kedai teh, pasar, restoran penginapan, hingga gerbang kota. "Enam murid sekte Haiying mati dalam satu malam?" "Siapa yang berani melakukan itu di kota Tianjing?" Sebagian wajah tampak pucat, sebagian lain justru menyimpan rasa puas yang tak berani diucapkan. Nama sekte Haiying selama ini di kenal sering melakukan penindasan terhadap kultivator aliran putih, merampok, menculik para gadis, dan tidak segan-segan membunuh pada setiap klan, sekte, keluarga besar ataupun kota yang tidak mau tunduk di bawah perintah sekte itu. Kematian itu seperti batu besar yang dijatuhkan ke permukaan danau—riak ketakutan dan dugaan m

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 61

    Tak berselang lama, Long Chen dan Jiang Ruyue sampai di depan penginapan. Pelayan yang berjaga menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Keduanya hanya mengangguk singkat, mereka terus melangkah menuju lantai empat. Beberapa saat kemudian, mereka masuk kedalam kamar. Begitu pintu kamar tertutup, keheningan turun. Jiang Ruyue melepaskan napas pelan. "Mereka tidak akan berhenti setelah ini." "Memang," jawab Long Chen datar. Ia berjalan ke meja dan duduk. "Itulah sebabnya aku memberi peringatan pada mereka. Jika Tetua kedua klan itu dapat memahami peringatanku itu, mereka tidak akan bertindak bodoh." Jiang Ruyue menoleh. "Klan Nan dan Zhou hanyalah pion." Long Chen mengangguk tipis. "Di balik mereka, pasti ada dorongan dari sekte Haiying atau Wuyin. Mereka tidak berani bergerak sendiri." Ia menutup mata sejenak, seolah menata pikirannya. "Besok," lanjutnya pelan, "kita tidak perlu mencari masalah." Jiang Ruyue tersenyum samar. "Masalah yang akan datang sendiri?" Long

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 60 Memberi Peringatan pada Murid klan Nan dan klan Zhuo

    Qing Long Chen dan Jiang Ruyue melangkah keluar dari ruang khusus setelah aula lelang benar-benar. Mereka berjalan menuju tempat pengambilan barang. Setelah berjalan cukup lama melewati lorong yang cukup panjang. Keduanya ahirnya tiba di ruangan itu dan melangkah masuk dengan santai. Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Min Lan serta manajer Min Gui. "Tuan Muda Long Chen, Nona Jiang Ruyue, silahkan duduk," ucap manajer Min Gui mempersilahkan Long Chen serta Jiang Ruyue duduk di kursi yang tersedia di ruangan tersebut. "Sungguh luar biasa.... baru kali ini lelang yang di adakan paviliun Bulan Perak semeriah ini, bahkan melebihi lelang sebelumnya. Anda telah membawa keberuntungan pada paviliun kami, Tuan Muda Long, Chen," ujar Manajer Min Gui yang kini lebih menghormati sosok Long Chen. Long Chen hanya tersenyum tipis melihat reaksi Min Gui

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 59 Acara Lelang Kedua

    Min Lan memandang pedang itu sejenak, lalu suaranya kembali terdengar, tenang namun jelas. "Pedang Angin Senyap," ucapnya. "Senjata spiritual kualitas tinggi. Mengandalkan kecepatan dan ketajaman qi. Cocok untuk kultivator yang menempuh jalur cepat." Aula tetap hening. Keheningan yang berat. Pedang berelemen angin jarang terlihat, apalagi elemen angin murni tanpa campuran apa pun. Banyak kultivator tidak berbicara, namun sorot mata mereka berubah. "Harga awal," lanjut Min Lan, "sepuluh juta kristal spiritual tingkat menengah." Beberapa napas berlalu. "Sebelas juta." "Dua belas juta." "Empat belas juta." Tawaran terdengar lebih jarang, namun setiap angka melonjak mantap. Tidak ada teriakan, tidak ada emosi berlebihan. Mereka yang menawar tahu betul nilai pedang ini. "Enam belas juta," suara dingin terdengar dari ruang khusus nomor satu. Aula kembali sunyi. “Delapan belas juta,” datang dari ruangan khusus nomor sembilan. Di ruang khusus nomor tiga, Jiang R

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 58 Di Mulainya Acara Lelang

    Saat matahari condong ke barat, para pengunjung mulai memasuki ruangan yang akan mengikuti acara lelang setelah mendapat pemeriksaan ketat dari penjaga. Sementara Ye Tian bersama Jiang Ruyue duduk di ruang yang tersedia di ruang khusus nomer tiga. Manajer berjubah biru bersulam emas naik ke atas panggung. "Tuan-tuan, selamat datang di acara lelang paviliun Bulan Perak. Lelang pada hari ini kami buka dengan tiga sesi. Sesi pertama adalah pelelangan sumber daya kualitas menengah, sesi kedua adalah pelelangan senjata kualitas tinggi, sesi ketiga nanti kalian akan mengetahuinya," ucapnya lalu memanggil seorang gadis untuk memandu acara tersebut. Suara riuh para pengunjung begitu antusias saat mereka mendengar jika ada senjata kualitas tinggi yang akan di lelang. Suasana riuh kembali tenang, saat beberapa gadis memasuki panggung lelang sambil membawa sumber daya berbagai jenis yang akan di lelang dalam sesi tersebut. "Saudara sekalian, Aku Min Lan, akan memandu sesi pertama ini," u

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 57 Mendatangi Peviliun Bulan Perak

    "Aku tidak jadi menjual sumberdaya langka milikku, Manajer," ucap Long Chen datar sambil menatap sang manajer. "Anda hanya menilai seseorang hanya dari penampilan luar. Dan Anda sejak awal tidak menghargai kedatangan kami." Sejak awal Long Chen masih menahan diri dengan sikap yang di tunjukan oleh manajer yang terkesan meremehkannya. Meski ia mengetahui ada prajurit yang berjaga di tiap sudut ruangan itu, dia tidak takut jika harus membuat kekacuan di paviliun Bulan Perak. Manajer itu terdiam. Wajahnya yang semula tenang kini menegang. Tatapannya menajam, bukan karena marah, melainkan karena baru menyadari satu hal—pemuda di depannya tidak sedang menggertak. Ruangan kembali sunyi. Para penjaga di balik dinding tak bergerak, namun aura kewaspadaan mereka perlahan naik. Manajer menarik napas dalam-dalam, lalu menangku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status