Share

Bab 67

Penulis: Kopi Senja
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-13 20:55:47

Patriark Nan Shen maupun Tetua Nan Shu terkejut melihat kekuatan yang di miliki oleh Qing Long Chen. Karena dapat membunuh Tetua Nan Kui tanpa menggunakan jurus ataupun teknik. Mereka menganggap kalau sosok putra bungsu Patriark Qing Feng itu sangat berbahaya kalau sampai dijadikan musuh. Di usianya yang masih muda kekuatannya sudah melampaui murid klan dan sekte. Namun di balik itu semua, mereka merasa takjub serta lebih menghormati sosok Long Chen.

"Jadi selama ini dia menyembunyikan kekuatannya," gumam Patriark Nan Shu lirih nyaris tidak terdengar. "Kau sudah melampaui harapanku, putraku. Ayah benar-benar bangga padamu." Matanya berkaca-kaca saat memandang Long Chen. ia sudah menganggap pemuda itu seperti putranya sendiri. Klan Nan dan Klan Qing memiliki hubungan baik sejak lama, apa lagi Patriark Nan Shen serta Patriark Qing Feng bersahabat sejak kecil.

Keheningan menyelimuti paviliun.

Tubuh Tetua Nan Kui tergeletak tak bergerak di lantai. Tekanan aura yang sebelumnya mene
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 67

    Patriark Nan Shen maupun Tetua Nan Shu terkejut melihat kekuatan yang di miliki oleh Qing Long Chen. Karena dapat membunuh Tetua Nan Kui tanpa menggunakan jurus ataupun teknik. Mereka menganggap kalau sosok putra bungsu Patriark Qing Feng itu sangat berbahaya kalau sampai dijadikan musuh. Di usianya yang masih muda kekuatannya sudah melampaui murid klan dan sekte. Namun di balik itu semua, mereka merasa takjub serta lebih menghormati sosok Long Chen. "Jadi selama ini dia menyembunyikan kekuatannya," gumam Patriark Nan Shu lirih nyaris tidak terdengar. "Kau sudah melampaui harapanku, putraku. Ayah benar-benar bangga padamu." Matanya berkaca-kaca saat memandang Long Chen. ia sudah menganggap pemuda itu seperti putranya sendiri. Klan Nan dan Klan Qing memiliki hubungan baik sejak lama, apa lagi Patriark Nan Shen serta Patriark Qing Feng bersahabat sejak kecil. Keheningan menyelimuti paviliun. Tubuh Tetua Nan Kui tergeletak tak bergerak di lantai. Tekanan aura yang sebelumnya mene

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 66

    Di tengah malam yang sunyi, Tetua Nan Kui berhasil menyelinap ke dalam paviliun setelah melumpuhkan dua murid penjaga di depan pintu. Langkahnya nyaris tanpa suara saat ia mendekati ranjang, tempat Patriark Nan Shen terbaring lemah. Nan Kui mengeluarkan sebilah belati dingin dari lengan jubahnya. Cahaya redup dari kristal bercahaya putih memantul di mata pisaunya. Tanpa membuang waktu, ia menghunuskan pisau belati itu ke jantung Patriark Nan Shen. Namun sebelum pisau itu mengenai dada, sebuah tangan mengcengkram pergelangannya dengan kuat. Patriark Nan Shen membuka mata perlahan sambil tersenyum tipis. "Apa kau sudah tidak sabar untuk menghabisiku, Nan Kui?" ucapnya datar. "Hanya demi merebut posisiku sebagai Patriark kau melakukan segala cara untuk menyingkirkanku." Patriark Nan Shen bangkit perlahan dari ranjang, cengkeramannya tak mengendur sedikit pun. Tekanan kuat merambat dari telapak tangannya, membuat lengan Nan Kui bergetar. "Kau terlalu tergesa-gesa," katanya tenan

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 65

    Saat Patriark Nan Shen dan Tetua Nan Shu larut dalam pemikiran masing-masing, udara di dalam kamar tiba-tiba bergetar. Wush... Sesosok Qing Long Chen muncul begitu saja di hadapan mereka. Tetua Nan Shu tersentak dan langsung berdiri. Patriark Nan Shen membuka mata lebar, napasnya tercekat sesaat. Pemuda itu berdiri tenang di tengah kamar. Jubahnya berkibar pelan meski tidak ada angin. Tetua Nan Shu menatapnya tajam, lalu menarik napas dalam-dalam. "Seperti dugaan… kau memang bukan pemuda biasa." Qing Long Chen menoleh ke arah ranjang. Tatapannya jatuh pada Patriark Nan Shen—wajah pucat, tangan membiru, napas berat. "Racun itu," ucapnya datar, "sudah menggerogoti jiwa, Patriark. Patriark Nan Shen tersenyum pahit. "Jadi… bahkan kau pun bisa melihatnya." "Aku datang bukan untuk basa-basi," lanjut Qing Long Chen. "Malam ini, klan Nan akan berdarah. Namun aku akan membantu menyembuhkan Patriark, Bagaimanapun keberadaan Anda masih di butuhkan." Qing Long Chen melan

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 64

    Nan Rui memasuki paviliun dengan tergesa gesa. Ia ingin menyampaikan informasi itu secepatnya pada sang Ayah. "Apakah Tuan Muda Long Chen bersedia menolong kita, Rui'er?" tanya Nan Shu sambil menatap sang putra. "Tuan Muda Long Chen bersedia membantu kita, Ayah. Kita di perintahkan untuk tidak ikut campur dalam pertarungan yang akan terjadi bersama murid-murid yang masih setia pada Patriark," jawab Nan Rui. "Karena Nanti malam dia bersama rombongannya ingin menghancurkan klan ini." Tetua Nan Shu bernapas lega mendengar informasi itu. "Syukurlah. Kamu segera sampaikan hal ini pada murid-murid lain. Tapi ingat, jangan sampai hal ini di ketahui oleh murid-murid maupun Tiga Tetua yang berpihak pada Tetua Nan Kui. Bagaimanapun pergerakan kita selalu di awasi oleh mereka, jadi lakukan secara sumbunyi-sembunyi." Nan Rui mengangguk patuh, "Baik, Ayah," ucapnya sambil melangkah keluar dari paviliun. Selepas kepergian Nan Rui, Nan Yan menghampiri sang Ayah yang sedang duduk di ruang u

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 63

    Tanpa di duga, beberapa murid klan Nan mengikat Long Chen bersama rombongannya dengan rantai hitam penyegel energi qi ketika berada didepan penginapan. Membuat kultivator yang sedang berjalan kaki, pedagang yang di sekitar penginapan itu bertanya-tanya. Dahi Tang Mingyu mengerut, "Apa maksudnya ini? Bukankah kalian hanya ingin melakukan pemeriksaan terhadap kami. Kenapa malah mengikat kami dengan rantai penyegel qi seperti seorang tawanan?" tanyanya sambil menuntut kejelasan dari murid-murid klan Nan. Nan Bao menatap tajam Tang Mingyu sambil tersenyum sinis, "Kalian semua adalah pelaku yang membunuh murid-murid sekte Haiying semalam. Kami melihat sendiri bahwa kalian membunuh murid-murid sekte itu tanpa ampun, padahal mereka tidak melakukan kesalahan apapun pada kalian. Lebih baik kalian bertanggung jawab atas tindakan kalian. Di kota ini, tidak di perbolehkan adanya pembunuhan, dan kalian telah melanggar peraturan yang telah di tetapkan," jawabnya, ia telah di perintahkan oleh Te

  • Reinkarnasi Sang Kaisar Langit   Bab 62

    Keesokannya, penduduk, para pedagang, dan para pengembara yang singgah di kota Tianjing dibuat gempar oleh kabar kematian enam murid sekte Haiying. Mereka ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi tidak utuh, kepala terpisah dari tubuhnya. Kabar itu menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kota, menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Bisik-bisik segera merebak di kedai teh, pasar, restoran penginapan, hingga gerbang kota. "Enam murid sekte Haiying mati dalam satu malam?" "Siapa yang berani melakukan itu di kota Tianjing?" Sebagian wajah tampak pucat, sebagian lain justru menyimpan rasa puas yang tak berani diucapkan. Nama sekte Haiying selama ini di kenal sering melakukan penindasan terhadap kultivator aliran putih, merampok, menculik para gadis, dan tidak segan-segan membunuh pada setiap klan, sekte, keluarga besar ataupun kota yang tidak mau tunduk di bawah perintah sekte itu. Kematian itu seperti batu besar yang dijatuhkan ke permukaan danau—riak ketakutan dan dugaan me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status