Share

Bab 3 - Menjalani Kehidupan Baru

Semenjak kejadian kecelakaan di dunia sebelumnya, Han telah pasrah dengan nasibnya di dunia akhirat. Sedikit bimbang tentang utang-utangnya, tetapi di sisi lain ia merasa lega karena telah menyelamatkan nyawa anak kecil. Jika boleh sedikit egois, ia ingin membuat tawaran untuk keringanan siksaannya dengan perbuatan mulia di saat akhir hidupnya.

Namun, sebelum itu terjadi, entah kenapa Han terlahir kembali menjadi bayi yang bukan manusia, melainkan bayi ras Phantom. Sebuah makhluk yang sering disebut hantu di dunia ini. Ia mulai membiasakan diri hidup sebagai ras yang baru ia ketahui dalam hidupnya. Kebanyakan orang-orangnya memiliki ciri fisik yang sama. Berkulit putih pucat dan ada tanduk di dahi setiap orang.

Awalnya Han mengira orang tua dan dirinya adalah orang yang memiliki kelainan fisik, rupanya ia keliru tentang pandangan itu. Ketika ia sering dibawa oleh Mawuli—ibu kandung Han saat ini—pergi berbelanja ke pasar yang tidak jauh dari rumah, alangkah terkejut dirinya bahwa bukan hanya ia dan keluarganya yang memiliki fisik yang unik. Akan tetapi, seluruh penduduk desa memiliki penampilan yang hampir sama.

Tidak perlu memakan waktu yang lama, Han mulai sedikit memahami tentang dunia ini. Karena setiap hari, ia kerap dibawa ibunya melihat dunia luar. Ditambah setiap akan tidur, ayah kandung Han, Kafui, sering membacakan buku-buku yang dimiliki oleh keluarga Kaasiin, nama marga keluarganya, Kafui Kaasiin. Sehingga Han dapat memahami, membaca, dan menulis sedikit bahasa ras Phantom.

“Han ...,” panggil Mawuli masuk ke kamar Han yang tidak ada seorang pun.

Mata merah indah nan jelita milik perempuan tersebut menyusuri seisi ruangan. Mencari keberadaan anak laki-laki yang sudah mulai tumbuh besar. Akan tetapi, penglihatannya tak menemukan tanda-tanda aktivitas di dalam sana.

Mawuli memutuskan memeriksa ruangan buku yang berada di ujung rumah. Dan benar saja, ia menemukan sosok makhluk kecil berkulit putih pucat. Rambut perak menghiasi kepala anak laki-laki itu. Ia adalah Han Kaasiin, orang dewasa yang telah terlahir kembali menjadi seorang anak.

Tampak jelas Han tenggelam dalam dunianya sendiri, tak menyadari kedatangan sang ibu yang masuk ruangan. Bahkan, tidak menyahut panggilan dari ibunya dan masih menatap isi buku yang dibaca.

“Han ... bukankah kita telah sepakat untuk tidak membaca di dalam ruangan yang redup cahayanya?” Mawuli melangkah ke samping Han.

“Maaf, Ibu.” Han merapatkan kedua telapak tangannya. “Setelah selesai membaca buku ini, saya akan segera kembali ke kamar dan tidur.”

“Baiklah, biar kubacakan agar lebih seru ya,” tawar Mawuli yang duduk di lantai bersandar dinding kayu.

“He’em.”

Mawuli mulai membaca isi buku yang bersampul kulit dengan warna biru gelap. Membuka lembar kertas satu persatu. Ia sangat senang karena anaknya sangat antusias mendengarkan cerita darinya. Sampai selesai di bab ‘Berbagai Macam Ras di Dunia’, Han memotong cerita.

“Ibu ....”

“Iya, Han?” Mawuli menatap mata anaknya.

“Apa benar di dunia ini ada ras selain kita?”

“Tentu ada.”

“Lalu kenapa aku hanya melihat orang-orang seperti kita di desa ini, Bu?”

Mendengar pertanyaan dari Han, Mawuli tidak langsung menjawab, tetapi melempar senyum yang hangat.

“Itu karena kita berada di dalam kubah yang transparan.”

“Kenapa kita berada kubah? Siapa yang membuat itu? Apa kita dapat keluar dari sini?” Han memberondong pertanyaan kepada sang Ibu.

Mawuli tidak menjawab semua pertanyaan tersebut, melainkan tertawa kecil dan berkata, “Ingat kesepakatan kita? Aku sudah membacakan buku ini. Sekarang waktunya untuk kamu tidur.”

“Baiklah, Selamat tidur, Ibu.” Walaupun perasaan Han masih belum puas, ia beranjak dari lantai dan menuju kamarnya.

“Tunggu,” Mawuli menghentikan langkah kaki anaknya, “selamat tidur, Han. Ibu menyayangimu,” ucap Mawuli sembari memberi kecupan di dahi anak laki-lakinya.

Berada di dalam kamar, Han tidak langsung tidur. Ia termenung menatap atap rumahnya. Di pikirannya terbesit suatu pertanyaan-pertanyaannya kepada ibunya yang belum terjawab.

Dengan mata yang yakin, ia berkata lirih, ”Aku akan membuka kubah ini, lalu keluar dan melihat dunia luar. Apapun resikonya!”

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status