LOGINKetika Rahul memasuki ruangan tempat Agus dan istrinya di tahan, dia melihat mereka tidak berdaya dan tertekan. Istri Agus menangis diam- diam di satu sisi sementara Agus melihat ke dinding seberang dengan bingung.“ Apa kabar, Tuan Izaac? Apakah kamu menikmati semua ini?” Rahul bertanya. Bersandar di pintu dengan tangan di silangkan, dia dalam suasana hati yang sangat baik. Dia bernyanyi lagu favoritnya saat dia masuk ke ruangan.Agus dan Lina terkejut melihat Rahul, Lina sangat takut dengan auranya. Dia mencoba untuk bergerak lebih dekat dengan suaminya meskipun dia tahu kalau dia tidak bisa banyak bergerak. Agus melirik Rahul dengan acuh tak acuh. Dia tidak takut dengan kehadiran Rahul atau auranya, dia tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan Rahul padanya. Dia hanya mengkhawatirkan putrinya, dia hanya ingin istri dan putrinya aman.“ Ah!!”Tiba- tiba terdengar jeritan keras, itu adalah suara Windy dan terdengar seolah- olah dia sangat kesakitan. Mendengar teriakan itu, Rahul
“ Aku ingin kamu berteriak keras setiap tiga puluh detik. Berteriak seolah- olah aku menusukkan belati ini ke tubuhmu, berteriak, berteriak, berteriak, menangis... lakukan apa pun yang anda inginkan tetapi suara- suara kesakitan anda harus menggema di ruangan ini. Keluarkan bakat akting bodoh anda dan mulailah berteriak, apakah kamu mengerti?” Rahul bertanya.“ Dan jika tidak, pria di sini akan melayani kalian berdua,” tambahnya.Windy menggigil dan dengan cepat menganggukkan kepalanya. “ Aku, aku, aku akan berteriak... aku akan berteriak...” dia tergagap ketakutan.Puas dengan reaksinya, Rahul berbalik dan menatap suaminya. “ Pastikan dia berteriak setiap 30 detik. Dan jika dia tidak berteriak, maka kamu bisa menikmati suaminya,” perintahnya.Windy : “....”Leonard : “.....”Menikmati suaminya?Apa .. apa artinya itu?Mereka berdua saling memandang dengan terkejut, lalu menatap pria yang sedang menatap Leonard dengan mesum. Kemudian mereka menyadari kalau pria ini tidak dipanggil unt
“ Tuan, tolong lepaskan dia.. Saya mohon kasihanilah kami...” Leonard memohon.“ Oh! Apakah kalian menunjukkan belas kasihan kepada ratuku ketika kalian berdua memperlakukannya seperti itu?” tanya Rahul.“ Jika kau tak sanggup melihat kekasihmu terluka, bayangkan apa yang kurasakan saat mengetahui bagaimana Joa di aniaya keluarga Izaac?” tanya Rahul. Hanya memikirkan semua penderitaan yang dialami ratunya di keluarga itu saja sudah membuat darahnya mendidih. Ia berusaha keras mengendalikan amarahnya, ia tidak ingin menumpahkan darah mereka hari ini.“ Maaf, maaf, maaf...’ Windy menangis. Suaranya sudah serak karena terus menangis dan berteriak, tetapi dia masih meminta maaf kepada Rahul. Leonard melihat keadaan Windy dan dia tidak tahan melihatnya.“ Tuan, bunuh saja saya jika anda mau. Tapi lepaskan dia...” dia memohon.“” Apakah kamu ingat kejadian itu ketika Joya-ku baru saja berusia 18 tahun dan kamu ingin merusak kepolosan dengan orang- orang mesum itu. Untung Jacky dengan cepat
Windy melirik Leonard dengan air mata berlinang. Bahkan setelah dia mengkhianatinya, dia tidak bisa menahan dirinya untuk mencintainya. Dia patah hati dengan apa yang dia lakukan padanya, tidak membencinya. Dia sedih tetapi tidak bisa jauh darinya..“ Apa tindakanmu membenarkan kata- katamu?” Windy bertanya.“ Tidak...” Leonard menghela nafas. Maafkan aku!”Windy tertawa, dia menertawakan keadaannya. Dia menertawakan tidak berdayaannya saat ini, dia menertawakan kelemahannya, dia tertawa dan menangis pada waktu yang sama.” Leonard, tahukah kamu apa hal yang paling menyakitkan dari semua ini?” tanyanya.“ Bahkan setelah semua yang terjadi, aku masih mencintaimu.” Windy tertawa pahit.“ Windy...”“ Aduh... Betapa manisnya!”Tiba- tiba sebuah suara menyela mereka. Windy dan Leonard terkejut dan keduanya menoleh ke arah pintu. Mata mereka membelalak ketakutan ketika melihat Rahul berdiri di ambang pintu dengan senyum jahat di wajahnya.“ Apakah kalian berdua saling menyatakan cinta terkh
Saat Joya bertanya- tanya tentang Irwan dan apa yang mungkin dia lakukan untuk menemukannya, dia melihat sesuatu. matanya tertuju pada gelang yang dia kenakan di tangannya. melihat itu matanya berbinar ketika dia mengingat penggunaan gelang itu.Dia menampar kepalanya karena tidak mengingat gelang itu sejak awal. ini adalah gelangnya yang dimodifikasi oleh Irwan setelah dia diculik oleh preman itu. dia memodifikasi gelang itu sedemikian rupa sehingga dia bisa mengiriminya pesan di saat sulit.Ada perangkat pelacak yang tersembunyi di dalam gelangnya. dia hanya perlu menekannya dan Irwan akan tahu lokasinya. dengan cepat menekan manik- manik di gelangnya, Joya berharap Irwan akan mendapatkan lokasinya dan dia akan segera datang untuk menemukannya.Sementara itu, setelah menunjukkan kamar kepada Jacky, suasana hati Rahul sedang dalam suasana hati yang baik. Ratunya bersamanya dan dia bisa menghabiskan waktu bersamanya. Hanya memikirkannya saja membuatnya bahagia. Mengetahui kalau Joya l
Setelah Rahul meninggalkan ruangan, Joya berjalan menuju lemari. Melihat semua gaun dan semacamnya, dia menghela nafas. Semua yang dia butuhkan ada di dalam seluruh ruangan ini.Mengapa ini terjadi? Dia bertanya- tanya. Sebelum ini, dia hanya melihat pengagum seperti ini film. Tidak pernah dia berpikir kalau suatu hari dia akan menghadapi masalah seperti ini. Dia tidak pernah berpikir kalau suatu hari dia akan diculik oleh pelamar psikonya yang ternyata adalah temannya.Dia benar- benar menganggap Rahul sebagai temannya karena dia mendapat orangnya yang sangat baik. Dia tidak berpikir kalau dia akan berbahaya baginya dan karenanya dia menjadikannya temannya. Meskipun setelah menculik dan menyatakan cintanya padanya, Rahul tidak melakukan apa- apa padanya. Tapi dia masih sangat khawatir dengan situasinya sendiri. Sampai kapan dia akan tinggal di sini?Merenungkan kata- katanya, Joya termenung dalam- dalam. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Apa Irwan benar- benar mengkh
Flasback onDia masih ingat malam itu, malam yang sangat terukir dalam jiwanya sehingga dia tidak bisa melupakannya. Malam itu...Adalah salah satu momen terbaik dalam hidupnya, itu adalah malam ketika dia di serang olehnya. Dia ingat hari itu adalah sebuah kompetisi bernyanyi diadakan oleh perusah
Ming Yu sangat terkejut. Menunjuk ke arah Irwan dia menutup mulutnya, “ Dia... dia... apakah dia suamimu?”Joya mengangguk dengan senyuman kecil.Ming Yu terengah- engah, dia dengan hati- hati menatap wajah pria di depannya ini dan segera mengangguk sebagai tanda mengerti dan kagum. Pria ini sangat
“ Apakah itu karena apa yang saya katakan? Jika Anda tidak ingin membantu saya untuk membalas dendam, maka tidak apa- apa. Saya sangat suka suara Anda dan saya sangat senang jika Anda menyanyikan lagu saya.” Joya berkata dengan sungguh- sungguh.Ming Yu merasa bahwa dia berada di posisi yang berat.
“ Sebagai istri saya yang cantik, bukankah kamu seharusnya cemburu karena saya tersentuh oleh seorang wanita kotor dan harusnya kamu membawa saya pulang dan menggosok setiap bagian tubuh saya?” Irwan bertanya dengan raut kekecewaan di seluruh wajahnya. Jika ada cara lain di sekitarnya, dia pasti ak







