Partager

Wawancara part 1

Auteur: Anjaly
last update Date de publication: 2025-04-04 20:35:00

Ketukan di jendela mobil mengganggu ciuman mereka. Malu kepada Yang Mi, Joya dan Irwan berhenti ciuman dan menekan dahinya satu sama lain menenangkan detak jantung mereka.

Memikirkan situasi mereka Joya terkekeh. Dia sangat mencinta Irwan sehingga kadang- kadang dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Mendengar Joya tertawa, Irwan mendongak dan bertanya, “ Kenapa?”

Menggelengkan kepalanya, Joya menjawab, “ Tidak ada. Aku mencintaimu Irwan, aku mencintaimu seumur hidupku, “ menekan bibir Irwan den
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Omong Kosong Besar

    "Diam-diam kau jatuh cinta pada gadis manis itu dan ingin merebutnya dari si 'balok kayu' itu," ujar Jiangchu sambil menunjuk ke arah Mochen."Tapi sayangnya, dia sudah menikah dan kau tahu kau takkan bisa memilikinya. Makanya kau menyembunyikan hal ini dari kami; kau malu harus berhadapan dengan kami.""Sekarang, saat orang tua kita ingin mengangkat gadis itu menjadi bagian dari keluarga, kau setuju karena ingin berada di dekatnya. Kau tak bisa bersamanya sebagai kekasih, jadi kau ingin bersamanya sebagai saudara."Junfeng: "..."Mochen: "....""Apa tebakanku benar?" tanya Jiangchu dengan antusias.Mochen menepuk dahinya sendiri dan menggelengkan kepala setelah mendengar ucapan kakak keduanya. "Omong kosong macam apa itu!" gumamnya pelan, namun Jiangchu tetap mendengarnya."Aku tidak bicara omong kosong. Ini persis seperti kejadian di dramamu yang terakhir. Apa kau lupa, Mochen?" tanya Jiangchu. "Di film itu, kau berperan sebagai gangster lalu jatuh cinta pada seorang gadis, tapi gad

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Siapa Joya?

    "Kau berbohong!" ujar Jiangchu."Apa?""Dasar bodoh, kau membohongi kami." Jiangchu menyeringai."Untuk apa aku membohongimu, Kakak Kedua? Aku tidak berbohong!" bantah Mochen dengan tegas."Tidak, kau berbohong," kata Jiangchu dengan yakin. "Bahkan, kau tidak hanya membohongi kami, tapi kau juga menyembunyikan sesuatu dari kami."Mochen panik."Apa yang kau sembunyikan dari kami, dasar bodoh?" tanya Jiangchu sembari mendesak Mochen hingga terpojok."Aku tidak menyembunyikan apa pun." Mochen membantah dengan tegas dan mulai mendorong Jiangchu menjauh. Dia tidak ingin didesak seperti itu. "Kakak Kedua, aku tidak tahu mengapa kau berpikir aku mungkin membohongimu, tapi kenyataannya aku tidak berbohong," jelasnya."Oh, benarkah?" Jiangchu menyeringai. "Kalau kau tidak berbohong, kenapa kau begitu gugup, dasar bodoh?""A-aku tidak gugup.""Masih saja berbohong," Jiangchu terkekeh."Apa kau ini mesin pendeteksi kebohongan atau semacamnya? Bagaimana bisa kau bilang aku berbohong?" protes M

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kenapa Kamu Begitu Percaya Diri

    "Kakak Kedua, Joya tidak merebut posisi siapa pun," ujar Mochen seraya berusaha menjelaskan kepada kakaknya."Apa yang kau tahu? Bahkan Ibu dan Ayah berencana mengadopsinya ke dalam keluarga kita," gerutu Jiangchu."Apa! Benarkah?" Mochen melompat kegirangan di atas tempat tidur. "Itu hebat!" serunya sambil tertawa.Jiangchu: "..."Jiangchu terkejut. "Tunggu, kau setuju dengan hal itu?" tanyanya."Apa yang perlu dipermasalahkan?" Mochen mengangkat bahu. "Menurutku, Ibu dan Ayah telah mengambil keputusan yang tepat. Aku sangat senang Joya akan menjadi bagian dari keluarga kita," ujarnya sambil tersenyum."Sial! Sial! Sial!" umpat Jiangchu sembari mondar-mandir di depan meja. "Seharusnya aku sudah menduganya. Gadis itu begitu manis hingga adikku yang polos ini pun dibuat terpikat oleh pesonanya," gumamnya panik.Mochen: "....."Jiangchu menghampiri Mochen dan mulai mengguncang tubuh adiknya itu dengan keras sambil memegang bahunya. "Adikku yang polos, sadarlah! Kita tidak boleh membiark

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Begitu Dekat Tapi Terasa Jauh

    Joya tidak bisa menggambarkan emosi yang ia rasakan saat itu. Ia diliputi berbagai perasaan secara bersamaan. Hatinya dipenuhi kebahagiaan dan sukacita, namun di saat yang sama ia merasa sedih karena keluarganya begitu dekat, tetapi ia tidak bisa mengungkapkan bahwa dirinya adalah Joya Lin.Ia segera menyeka air matanya saat Mochen tidak sedang melihat ke arahnya. Ia kembali mengamati sekeliling ruangan dengan saksama. Ia tidak ingin melewatkan satu detail pun di ruangan itu. Ia ingin segala sesuatu di dalam ruangan itu terpatri kuat dalam ingatannya."Ruangan ini sangat indah," puji Joya dengan tulus setelah berhasil menguasai emosinya."Kau menyukainya?""Hmm..." Joya mengangguk sambil tersenyum."Baguslah," Mochen tersenyum. Ia pun merasakan hal yang sama. Begitu dekat namun terasa begitu jauh... itulah yang ia rasakan.Saat kedua saudara kembar itu sedang larut dalam perasaan mereka masing-masing, Junfeng memasuki ruangan. Ia terhenti sejenak saat melihat Joya berada di dalam sana

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Ruang Khusus

    "Bagaimana jika Junfeng dan Jiangchu benar?" tanya Joke. Dia tidak ingin hal itu terjadi. Dia menyayangi Joya dan sangat ingin gadis itu menjadi bagian dari keluarganya.Sambil merangkul istrinya, John terkekeh, "Apa menurutmu hal itu benar-benar akan terjadi? Mereka hanya bicara omong kosong, Joke.""Menurutku, keputusan kita untuk membawa Joya ke dalam keluarga kita adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah kita ambil," ujarnya seraya berusaha meyakinkan sang istri."Tapi bagaimana jika...""Joke, katakan padaku. Apakah kita sedang memberikan posisi putri kita kepada Joya?" tanya John dengan tenang."Tidak!" jawab Joke."Lalu, apakah kita melakukan kesalahan dengan memberikan tempat tinggal bagi Joya?" tanyanya."Tidak," Joke menggelengkan kepalanya."Jika kita tidak melakukan kesalahan apa pun dan tidak sedang menggantikan posisi putri kita, lalu mengapa putri kita harus membenci kita?" tanyanya.Joke berpikir sejenak. Dia sempat ragu sebelum berkata, "Seharusnya tidak...""D

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kami Tidak Akan Menerima Orang Lain

    "Junfeng, bukankah hari ini kau ada rapat penting?" tanya John sambil menatap putra sulungnya.Junfeng mengangguk, "Ya, tapi rapatnya dibatalkan.""Rapatnya dibatalkan?" John mengernyitkan dahi. Ia melirik kedua putranya dan menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Bukan suatu kebetulan jika kedua pria itu datang ke sini dan meninggalkan pekerjaan mereka begitu saja. Ia tahu mereka datang karena suatu alasan. Mereka pasti merencanakan sesuatu, tapi apa?"Jadi, apa yang sedang terjadi di sini?" tanya Junfeng sambil melirik Joya."Ya, Mochen, apa yang kalian tertawakan tadi?" tanya Jiangchu, namun matanya tertuju pada Joya.Entah mengapa, saat merasakan tatapan kedua pria itu, Joya merasa gugup. Ia merasa sedikit tidak nyaman dan khawatir. Rasanya seolah-olah Junfeng dan Jiangchu tidak terlalu menyukainya. Ia bisa merasakan aura permusuhan yang terpancar dari mereka terhadap dirinya.Bukan hanya dia, bahkan Mochen, Joke, dan John pun merasakannya. Suasana menjadi canggung dibandingkan

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Ini adalah Kebenarannya

    Joya tidak marah sambil terus tersenyum, "Aku tidak berbohong padamu. Pemeran utama wanita 'Enchanted' adalah aku. Windy adalah adik perempuanku dan aku berperan sebagai penggantinya di film itu..." Mata Yang Mi membelalak tak percaya. Apa? Apa yang wanita ini bicarakan? Kakak perempuan Windy? Jo

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Bertemu Yang Mi

    Di kantor Leonard... Leonard linglung sambil memegang teleponnya. "Kakak Leo dia menyangkal, kan?" Windy bertanya "Hah ..." Leonard memandangnya, "Windy, apakah menurutmu dia mencurigai kita?" Windy mencibir, "Dia tidak secerdas itu. Dia memercayai kami seperti orang bodoh. Kenapa kamu bertany

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Kalian akan membayar semuanya

    Joya mengedipkan matanya ketika dia menyadari bahwa dia berada di apartemennya sendiri. Melempar selimut dia bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju cermin. Dengan teliti memeriksa seluruh tubuhnya, dia mencari bekas luka atau luka bakar. Melihat cermin, dia bingung. Tidak ada bekas luka ba

  • Reinkarnasi untuk balas dendam   Saya Mohon Padamu

    Ketakutan melonjak di seluruh tubuhnya tetapi dia tidak menyerah. Tiba-tiba dia memikirkan sesuatu dan dia mendongak, "Ray ... Ray membutuhkanku. Aku bisa membantunya dalam bisnis. Roulan tolong biarkan aku hidup. Saya berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun apa pun. Saya ingin hidup Windy ... "

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status