LOGINTerpaksa menikah karena kesalahan satu malam sang adik. Mereka menikah tanpa cinta. Keadaan memaksa Kenan menikahi Jifanya . Pernikahan itu hanyalah jalan keluar dari sebuah masalah besar yang melibatkan keluarganya. Bayulah yang merusak masa depan Jifanya tapi dirinya yang harus bertanggung jawab. Di matanya, Jifanya hanyalah beban—wanita yang hadir di waktu yang salah.Namun, di balik senyum lembutnya, Jifanya menyimpan luka yang bahkan Kenan tak sanggup tebak. Ia mencoba bertahan dalam rumah tangga yang dingin, sementara perlahan hatinya terkikis oleh sikap suami yang tak pernah memandangnya. Ketika rahasia masa lalu mulai terkuak, keduanya terjebak dalam pusaran kebohongan, pengkhianatan, dan perasaan yang tak terduga. Di antara rasa sakit dan amarah, Kenan mulai mempertanyakan: apakah ia siap kehilangan Jifanya… atau justru siap berjuang untuknya? Satu hal yang pasti—cinta mereka tidak pernah sederhana
View MorePagi di Jakarta datang dengan cahaya lembut yang menembus jendela-jendela besar rumah Kenan. Udara terasa sejuk, burung-burung berkicau di taman belakang, dan aroma teh hangat menyebar dari dapur. Rumah besar itu kini tak lagi sunyi. Ia hidup, berdenyut, penuh tawa dan langkah kecil yang berlarian.Jifanya duduk di sofa ruang keluarga dengan bantal kecil menyangga punggungnya. Perutnya yang mulai membesar membuat semua orang memperlakukannya bak ratu. Setiap geraknya diawasi dengan penuh cinta.“Ji, jangan bangun sendiri,” tegur Kenan yang baru saja keluar dari kamar mandi, masih mengenakan kaus rumah. “Panggil aku kalau mau apa-apa.”Jifanya tersenyum kecil. “Mas, aku cuma mau ambil air putih.”“Air putih juga tugas suami,” jawab Kenan sambil mengambil gelas dan menyerahkannya. Nada suaranya lembut, matanya penuh perhatian.Dari dapur, Neha memperhatikan mereka. Wanita itu kini berbeda. Tak ada lagi sorot mata tajam atau nada suara dingin. Sejak t
Langit senja Jakarta sore itu tampak seperti kanvas raksasa yang dilukis Tuhan dengan warna jingga dan keemasan. Awan-awan tipis bergerak perlahan, seolah ikut menjadi saksi bahwa sebuah keputusan besar baru saja diambil. Angin sore berembus lembut, namun di hati Mustofa, ayah Kenan, hembusannya terasa dingin dan berat.Pria paruh baya itu berdiri di teras rumah sederhana miliknya, memandangi jalanan yang mulai lengang. Lampu-lampu rumah warga satu per satu menyala, menandai peralihan hari. Namun pikiran Mustofa masih tertahan pada percakapan siang tadi. Keputusan Kenan untuk berdamai dengan ibunya terasa seperti batu besar yang menekan dadanya.Mustofa menghela napas panjang. Ia mengenal betul watak mantan istrinya, Neha. Wanita itu keras kepala, mudah terhasut, dan sulit mengakui kesalahan. Luka yang ia goreskan di hati Kenan dan Jifanya bukan luka kecil yang bisa sembuh hanya dengan waktu singkat.Namun sore itu, Kenan pulang dengan wajah yang b
Kabar kehamilam Jifanya sampai juga ke teliga ayah. Mustofa sangat bahagia dan menagis terharu, akhirnya putranya memiliki anak kandung juga dari istrinya. Setelah menunggu lima tahun perjuangan menahlukkan hati Jifanya, akhirnya pemilik semesta mem beri hadiah terindah untuk kesabaran untuk Kenan.“Aku sangat bahagia, selamat untukmu, Nak,” ucap Mustofa di ujung telepon.“Aku sangat bahagia Ayah, Qila akan punya adik,” ujar Kenan dengan suara bergetar.“Kalian masih di rumah sakit?”“Iya Ayah, kami akan pulang, Qila pasti sudah khawatir sama Mamanya.”“Bailklah pelan-pelan bawa mobilnya, jangan sampai Jifanya, capek. Ayah akan ke rumahhmu. Dila juga sudaha ada di rumah.”Di rumah, Dila dan suaminya dan putra mereka Izam datang ke rumah Kenan, setelah Qila menelpon menangis, dia mengadu kalau mamanya sakit dan di bawa ke rumah sakit.“Tenanglah
Matahari sore itu menyinari halaman rumah Kenan dengan lembut. Suara tawa Aqila terdengar dari teras, bercampur dengan suara ceria Jifanya yang sedang bermain bersamanya. Rumah yang dulu sempat diselimuti kegelisahan kini mulai kembali berdenyut dengan keceriaan. Namun, di balik senyum hangat yang menghiasi wajah Kenan, ada satu hal yang tak bisa ia sembunyikan, beban di hatinya masih berat.Meski telah memaafkan ibunya, luka itu belum sembuh. Luka yang tak terlihat, tapi terus mengganggu setiap detak jantungnya.Sore itu, Kenan duduk sendirian di bangku kayu di taman depan rumah. Angin sore berhembus pelan, membawa aroma bunga kenanga yang mekar di sudut halaman. Tiba-tiba, langkah ringan terdengar mendekat dari belakang. Kenan tak perlu menoleh, ia tahu itu adalah Jifanya.“Ada apa, Sayang?” suara Jifanya terdengar lembut, seperti biasa. Ia duduk di sebelah Kenan, menatapnya dengan mata yang penuh rasa ingin tahu.Kenan menghela napas, panda
Pagi itu, halaman gedung megah tempat pelantikan pejabat tinggi kepolisian dipenuhi cahaya matahari yang hangat. Udara beraroma wangi bunga segar yang dipasang di sepanjang panggung. Deretan kursi diatur rapi, para istri perwira duduk dengan gaun terbaik mereka, penuh kilau perhiasa
Setelah Jifanya resmi kembali ke pelukan Kenan, hidup mereka berubah drastis. Seolah tak ingin kehilangan waktu, Kenan bertindak cepat. Ia menyulap rumah megah mereka di kawasan elit Jakarta menjadi istana kecil yang hangat dan nyaman. Kantor pribadi untuk Jifanya dibangun tak jauh
Pagi di villa pinggiran kota Roma itu disambut hangat mentari yang menyelinap di sela tirai jendela. Hembusan angin musim semi membawa aroma segar dari taman bunga yang mengelilingi bangunan klasik itu. Hari itu bukan hari biasa bagi Jifanya maupun Kenan. Hari itu adalah awal baru. Hari saat luka
Pagi yang hangat menyelinap ke dalam rumah kecil bergaya klasik di pinggiran Roma. Cahaya mentari menari-nari di sela dedaunan yang bergerak pelan diterpa angin. Aroma kopi yang menguar dari dapur menyatu dengan semerbak harum bunga lavender dari taman kecil di depan rumah. Namun, yang lebih meny












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.