Share

Teriakan Di Tengah Malam

Selamat Membaca

HAVE A NICE DAY

"Dia sama sekali tidak menyerangku Laksmi," sangkal Rasi.

"Tapi, semua orang saat itu mengatakannya seperti itu." Laksmi meminum air yang masih tersisa saat Dia makan tadi.

"Begitukah?" tanya Rasi.

"Iya," jawab Laksmi.

"Aku tidak percaya ini, apa yang sebenarnya terjadi? Laksmi Aku sudah putuskan akan mencari tahu tentang hal ini," ucap Rasi.

"Aku dan Agra akan menolongmu," ucap Laksmi.

Pintu kamar Rasi diketuk oleh pelayan, Dia membawakan minuman. Susu untuk Rasi dan Laksmi, tengah malam seperti itu membawakan Mereka minuman?

"Tuan Putri ini susu untukmu, Ratu meminta supaya Kau benar-benar meminumnya." Pelayan itu hendak pergi.

"Iya, Aku akan meminumnya." Rasi menutup pintu.

"Rasi, apa Kau sungguh minum susu?" tanya Laksmi.

"Tentu saja, setiap malam Ibu akan membuatkan susu untukku." Rasi mengambil susu itu untuk diminum.

"Tunggu dulu, apa Kau merasa seperti anak kecil?" tanya Laksmi, Dia bermaksud mencegah Rasi untuk meminum susu.

"Anak kecil?" tanya Rasi.

"Iya, hanya anak kecil yang minum susu." Laksmi membuangnya ke tanaman mawar yang sudah kering itu.

"Laksmi, kenapa Kau membuangnya?" tanya Rasi terkejut.

"Aku tidak suka minum susu, Aku bukan bayi. Teman-temanku akan mengejekku nanti," ucap Laksmi mencari alasan.

"Benar juga, harusnya Aku tidak minum susu seperti yang Agra katakan," batin Rasi. Dia juga membuang susu tersebut.

Mereka sepakat akan merahasiakan hal itu dari semua orang setidaknya, malam itu Laksmi berhasil mencegah Rasi untuk minum susu. 

Mereka akhirnya memutuskan untuk tidur karena, hari sudah semakin larut. Rasi tidur begitu nyenyak, tapi Laksmi tidak bisa tidur. Dia merubah posisinya beberapa kali, tetap saja Dia belum bisa tidur. 

Sampai menjelang pagi Laksmi belum juga bisa tidur padahal, sudah mengantuk. Namun, matanya belum bisa dipejamkan. 

"Aaaa! huu...lepaskan!" teriakan Seseorang membuat bulu kuduk Laksmi berdiri.

"Apa Aku tidak salah dengar?" tanya Laksmi dalam hatinya.

"Rasi," bisik Laksmi.

Tidur Rasi begitu nyenyak sehingga, tidak bisa dibangunkan. Tubuh Laksmi bergetar hebat, karena tangisan itu begitu menyedihkan. Laksmi merasa takut, sekaligus penasaran.

Glek... Laksmi menelan salivanya, dengan hati-hati Laksmi turun dari ranjang. Rasa penasaran membuat kakinya melangkah ke arah sumber suara, para Prajurit telah tertidur. 

"Kenapa sumber suaranya dari singgasana Raja Rana?" tanda tanya memenuhi pikiran Laksmi.

Laksmi menutup mulutnya lalu, bersembunyi di balik pot besar yang ada di samping singgasana. Seseorang datang ke sana, Laksmi melihat pelayan Ratu Kosala yang bernama Grita. 

"Diam!" bentaknya. Dia memukul lantai di samping singgasana Raja dengan besi.

"Apa yang sebenarnya ada di sana?" tanya Laksmi dalam hatinya.

"Grita... lepaskan Aku! Ijinkan Aku bertemu Putriku!" teriakan dari bawah yang Laksmi dengar sangat jelas.

Tubuh Laksmi berkeringat dingin, apa yang baru saja Dia lihat dan dengar bukan sebuah mimpi. Kerongkongan Laksmi tercekat, rahasia besar itu bisa saja menjadi bumerang jika Grita mengetahui keberadaannya.

"Jangan berisik! Kalau Kau terus berteriak semua orang akan mengetahui keberadaanmu. Kalau itu sampai terjadi, nyawa Putrimu dalam bahaya. Kau mau itu terjadi?!" geram Grita.

Laksmi hampir pingsan di tempat itu, Dia sangat ketakutan apalagi melihat Grita yang begitu marah. Grita yang Dia temui sebelumnya adalah seseorang yang sangat baik, Dia melayani Ratu Kosala dan sangat menyayangi Rasi. Grita selalu melindungi Rasi jika, Rasi membuat kesalahan.

Grita rela dihukum bila Rasi yang salah, Dia berkorban di depan Rasi. Grita yang merupakan seseorang yang sangat Rasi percaya setelah kedua orang tuanya, Laksmi dan Agra. Bagaimana jika Rasi yang melihat Grita saat ini? Masihkah Rasi akan mempercayainya?

Ruangan itu kini hening karena, suara tangis dan teriakan itu sudah tidak terdengar lagi. Grita pergi dari sana tapi, sebelum Laksmi keluar Grita kembali dengan membawa makanan, buah-buahan dan pakaian Wanita. Beberapa Pelayan juga menolongnya.

Laksmi masih terjebak di sana, sementara hari sebentar lagi pagi. Laksmi sudah pasrah dengan keadaan tapi, yang Laksmi lihat hari ini adalah sesuatu yang tidak akan bisa Dia lihat kembali. Singgasana Raja bisa diputar, dari yang Laksmi lihat. Ada sebuah tempat rahasia karena, Raja tidak pernah mengatakan tentang hal itu. Apa Raja dan Ratu tahu?

"Cepat, Kau harus makan!" perintah Grita yang terdengar, meski samar-samar.

Laksmi secara diam-diam melangkah tanpa sengaja, Laksmi menjatuhkan sesuatu yang ada di samping pintu. Salah satu Pelayan memeriksa ke luar tapi, tidak menemukan apapun. Laksmi sudah sampai di kamar Rasi dengan bercucuran keringat.

Tangan dan kakinya bergetar, terlebih jantungnya yang naik turun tidak menentu. Bahkan, untuk membangunkan Rasi saja Dia tidak mampu. Laksmi menangis tapi, tidak keluar suara sedikitpun. 

Rasi yang masih tidur mendengar sesuatu yang ribut di luar kemudian, Rasi bangun dan menemukan Laksmi tersengal-sengal. Rasi panik dan membawa air untuk Laksmi minum.

"Laksmi apa yang terjadi?" tanya Rasi, Dia memijat tangan Laksmi yang sedingin es.

"Ra..Rasi hik...hik." Laksmi hanya menangis, Dia tidak sanggup untuk bicara.

Sementara, ada seorang Pelayan yang mengetuk pintu. Saat Rasi berdiri, Laksmi menahannya dan menggeleng. Laksmi terlihat ketakutan, dari sanalah Rasi merasa kalau ada yang tau beres telah terjadi.

"Kau tenang saja, Kau hadap ke sana." Rasi menyelimuti Laksmi yang posisinya membelakangi pintu kamar. Lalu, Rasi membuka pintu dan mendapati seorang Pelayan.

"Tuan Putri, ini kue untukmu." Pelayan membawakan kue untuk Rasi.

"Apa ini?" tanya Rasi.

"Ini kue Tuan Putri," jawabnya.

"Aku tahu ini kue, tapi kenapa Kau membawa kue menjelang pagi seperti ini? Kau sangat tidak sopan, sejak kapan Kau seperti ini?!" tanya Rasi yang kelihatannya sangat marah.

"Maaf Tuan Putri," ucapnya ketakutan.

"Dengar, Kau katakan pada seluruh Pelayan. Tidak perlu membawa makanan menjelang pagi seperti ini dan membawa susu saat malam hari, Aku tidak suka. Kalau ini perintah Ibu, Kau saja yang makan kuenya dan minum susunya! Sudah pergi saja." Rasi menutup pintu dengan keras, apalagi Dia sangat cemas terhadap keadaan Laksmi.

Dari kejauhan Grita melihat Rasi memarahi Pelayan tadi karena, Grita curiga kalau Laksmi yang tadi dilihatnya. Tapi, nyatanya Dia melihat Laksmi sedang tidur. Jika itu Rasi mungkin, Dia pasti akan menghampirinya secara langsung. Grita sangat mengenal sifat Rasi.

"Siapa yang diam-diam sudah melihat ke singgasana Raja? Apa Dia adalah salah satu Pelayan lain?" tanyanya dalam hatinya.

Grita segera pergi dari tempat itu, Dia bergegas mengumpulkan seluruh Pelayan istana. Sedangkan, Rasi berusaha menyadarkan Laksmi yang hampir saja pingsan.Rasi menggosok tangan beserta kaki Laksmi, Dia sangat panik.

"Laksmi, tolong sadar! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Rasi. Dia menepuk wajah Laksmi yang sudah pucat pasi.

To be continue

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status