Mag-log inIrene Filonwy Ester, satu-satunya ratu yang mengalami kematian paling tidak terhormat sepanjang sejarah Kerajaan Eldoria. Tuduhan yang telah direncanakan oleh sang suami membuat pengabdian panjangnya selama sepuluh tahun berakhir dengan penuh kepahitan. Terkuaknya kebenaran di balik kehancuran keluarga Ester, yang ternyata telah direncanakan oleh keluarga kerajaan. Membuat Irene terkurung dalam amarah serta dendam yang membara, tepat sehari sebelum pedang menyentuh lehernya. Alih-alih mati, Irene justru terbangun di masa lalu, saat usianya delapan belas tahun, tepat sehari sebelum upacara pendewasaannya digelar. Tekad Irene untuk membalaskan dendam sangat kuat. Kali ini ia tidak akan menjadi pion, melainkan pemain utama dalam permainan yang telah menghancurkan hidupnya.
view moreMereka berdua terus berjalan dengan santai. Namun tiba tiba Irene merasakan sesuatu yang aneh saat melewati sebuah pintu. Ada sebuah aura aneh yang membuatnya seketika menghentikan langkah.“Ada apa Nona Ester?”Mata Irene menyisir pintu tersebut dengan teliti. Dari tampilan sebenarnya tidak ada yang aneh. Namun, tempat tersebut seolah menariknya untuk mendekat.“Ruangan apa itu?”Zoey menggaruk pelipisnya sebelum menjawab, “Itu adalah ruangan pribadi Tuan Duke Nona. Selama ini hanya beberapa orang saja yang diizinkan masuk ke dalam sana, saya juga tidak tahu pasti tentang isi ruangan tersebut.”Irene tampak terdiam sebentar, kemudian kembali berjalan menuju taman.Jarak antara taman dan ruangan tadi tidaklah jauh, hanya menghabiskan waktu tak sampai satu menit, kini keduanya telah sampai.Begitu masuk, mereka langsung disambut dengan ratusan, atau bahkan mungkin ribuan tangkai mawar berwarna merah. Tanpa adanya satupun tumbuhan atau bunga lain.Dapat Irene rasakan, aroma manis sepert
Irene memandangi sekeliling kamar tempatnya terbangun. Sebuah ruangan asing yang tak pernah ia lihat sebelumnya.Interiornya tampak mewah, dipenuhi sentuhan hitam elegan yang menciptakan kesan dingin namun anggun. Tak ada satupun sudut ruangan ini yang terasa familiar, seolah ia dilemparkan ke dalam dunia baru.Ia masih mengingat dengan jelas kejadian semalam, saat penyerangan itu terjadi dan dirinya pingsan di pinggiran hutan.Mungkinkah ada seseorang yang menolongnya, atau ia telah tertangkap oleh pasukan hitam semalam. Namun sepertinya mustahil jika seorang bangsawan secara kebetulan menemukannya di jalur hutan, karena tempat itu tak pernah dilewati oleh kereta maupun patroli keamanan.Irene menurunkan kakinya dari ranjang mewah, ia baru menyadari jika gaun yang dikenakannya semalam sudah berganti dengan gaun sederhana berwarna putih.Tidak ada prasangka apapun mengenai gaun tersebut, karena dia yakin jika pelayan di sinilah yang menggantikannya.Langkah Irene pelan, namun pasti, m
Suara siulan pendek terdengar seolah menjadi sinyal, dan seketika hujan panah melesat dari berbagai arah.Dentingan pedang beradu memenuhi udara. Dion dengan sigap melompat turun dari kudanya dan berlari ke arah kereta, tubuhnya menghalangi Irene yang hendak keluar.“Anda harus segera pergi dari sini Nona. Kita telah kalah jumlah.”Wajah Dion telah dipenuhi keringat dan debu, namun sorot matanya tak goyah. “Setidaknya tiga kali lipat dari jumlah pasukan kita!”Kereta Irene dikepung dari semua arah. Jalan depan diblokir, jalan belakang dipasangi paku paku besi yang membuat roda kereta sulit bergerak. Di sisi-sisi hutan, puluhan pemanah bayangan muncul satu per satu.Sebuah panah melesat ke arah Dion.Braak!ditangkis oleh pengawal di belakangnya, namun lelaki itu tetap terguncang mundur.“Jangan turun!” serunya ke arah Irene yang hendak membuka pintu. “Terlalu berbahaya!”Irene menahan diri. Ia meraih busur kecil dari peti senjata di bawah tempat duduknya, membuka jendela hanya sedikit
Kendrick mengangkat sebelah alis, wajahnya dipenuhi ekspresi heran sekaligus geli. Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi reot dengan gerakan malas, kedua kakinya disilangkan santai di atas meja, tepat di hadapan Irene.“Begitu cepat? Biasanya wanita minta makan malam dulu sebelum mengajukan permintaan semacam itu.”Irene mengerutkan dahi, namun tetap tenang. “Aku sedang tidak dalam suasana bercanda.”Kendrick menyeringai, memperlihatkan lesung pipi samar yang tak sesuai dengan reputasinya sebagai pembunuh bayaran.“Justru itu masalahnya. Kau terlalu serius. Dunia ini sudah cukup suram, Lady Irene. Sedikit humor tak akan membunuhmu.”“Aku bisa membunuhmu, kalau kau terlalu banyak bicara.” Balas Irene dingin.Ia tertawa kecil, geleng-geleng kepala. “Kau menarik juga, ya. Biasanya para bangsawan yang datang padaku menggigil ketakutan. Tapi kau? Kau mengancamku seperti sedang memarahi pelayan.”“Aku bukan bangsawan biasa.”“Ya, ya. Sudah kudengar.” Kendrick menurunkan kakinya dari meja, akhir
“Bagaimana?”“Cukup mengejutkan Tuan. Tanah yang ditemukan Lady Irene ternyata memiliki emas yang sangat berlimpah. Keluarga Ester sekarang sedang mengusahakan agar tambang itu tidak di ambil alih kerajaan.”Luke menghentikan tulisannya sejenak, “Yah, sudah kuduga. Irene memang bukan gadis biasa. D
Arthur menatap Irene sebentar, lalu tersenyum tipis. “Aku masih tak menyangka kau ternyata sudah sebesar ini.”“Kita hanya berbeda beberapa tahun kak.”Netra hazel sulung Ester itu kembali menatap sang adik.“Tapi di mataku, kau tetap masih kecil.”Irene membalas tatapan kakaknya, “Apa ada anak kec
Lima hari telah berlalu, penambang yang dikirimkan Duke William ke tanah hasil lelang Irene telah kembali dengan kabar mengejutkan.Tanah yang dulunya hanyalah hamparan tandus berbatu, tak lebih dari sekadar ladang liar yang bahkan tak dilirik oleh para pedagang kayu ataupun pemburu liar. Ternyata
Pagi menjelang siang yang berbeda di kediaman Ester. Biasanya di waktu seperti ini Sion sedang heboh merecoki dapur dan arena berlatih, atau bahkan mengganggu pekerjaan ayah dan kakaknya. Namun kini keadaan terasa sepi.Apalagi sejak pagi buta Duke William pergi untuk urusan pekerjaan di kota sebel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.