เข้าสู่ระบบKetika Pangeran Damien memasuki ruang belajar istana, Raja Heddar sudah duduk dan menunggunya sambil membaca laporan dari parlemen. Pangeran Damien menunduk kecil untuk memberi hormat, lalu mengambil tempat di seberang Raja Heddar yang akhirnya menutup gulungan di tangan.“Aku dengar dari Asisten Henry kau ingin berdiskusi denganku tentang aliansi pernikahan?”“Benar, Ayah,” Jawab Damien, lalu meletakkan beberapa gulungan profil gadis bangsawan, “Aku sudah menyeleksi kandidat yang cocok. Aku ingin Ayah memutuskannya untukku.”Raja Heddar melirik putranya sekilas dan mengangguk-anggukan kepala. Ia membuka gulungan per gulungan dan tidak bisa tidak mengajukan pertanyaan.“Pilihanmu adalah Tatum Falcon putri Perdana Menteri dan Yasmin Eklar putri Menteri Kehakiman?”“Benar, aku merasa mereka candidat paling cocok untukku,” Jawab Damien.“Menikah tidak hanya tentang bisnis, kau harus pastikan kau menyukai mereka dengan tulus dan bertanggung jawab seumur hidup,” Raja Heddar memberikan nasi
Kereta kuda berlambangkan kepala serigala milik Pangeran Bupati membelah jalan utama Ibukota. Ketika Reveriela mengirim surat dan mencoba peruntungan untuk meminta Arcane Wilder menemaninya pergi ke toko pakaian bersama, gadis itu tidak menyangka Pangeran Bupati akan setuju dengan mudah dan menjemputnya hanya dalam beberapa jam kemudian.Melirik pria yang sibuk dengan surat kabar di seberangnya, membuat Reveriela yang bosan akhirnya berdehem pelan. Seakan mengerti kode gadis itu, Arcane segera menutup surat kabar di tangannya dan mengalihkan perhatian pada gadis di depannya.“Apa aku benar-benar tidak mengganggu pekerjaan Pangeran Bupati?” Tanya Reveriela.“Jangan khawatir,” Jawab Arcane singkat.Reveriela mengangguk-angguk mengerti tapi merasa sedikit gelisah.“Aku sedikit khawatir Pangeran Bupati akan merasa tidak nyaman di toko pakaian dengan banyak pelanggan.”Arcane mengangkat sebelah alisnya dan memberitahu, “Gale telah membuat reservasi. Hanya kita yang akan mereka layani.”Rev
Kereta berlambang keluarga kerajaan bergulir memasuki pelataran Istana Hitam. Ketika Putri Phoebe turun, Kepala Pelayan sudah menyambut dengan hangat dan memimpin menuju ruang santai terdalam. Selama perjalanan, Phoebe masih bertanya-tanya mengapa Arcane memintanya untuk datang ke Istana Hitam secara mendadak. Pikiran gadis itu segera teralihkan saat mendengar langkah kaki yang mendekat. Phoebe mendongak dan melihat empat pemuda masuk dari ruang samping.Tidak ada protokol atau salam yang sopan. Karena mereka ada di Istana Hitam, semua kesopanan bisa diabaikan. Hanya satu pemuda asing, pada usia tiga puluhan, satu-satunya yang mengangguk pada Putri Phoebe yang kebingungan. “Tidak perlu terlalu gugup. Ini hanya pemeriksaan singkat,” Arcane mencoba membuat Phoebe sedikit rileks.“Saudaraku, aku benar-benar sehat. Aku tidak memiliki keluhan apapun,” Phoebe masih sangat bingung ketika tiga pria duduk untuk mengelilinginya dengan berbagai macam ekspresi.Kael Grey mengangguk dan turun tan
Di salah satu ruangan VIP Paviliun Ailon yang terkenal, pertemuan buku para gadis bangsawan di Ibukota Kekaisaran diadakan. Pertemuan buku merupakan acara yang diadakan rutin setiap bulan sebagai ajang sosialisasi gadis bangsawan. Tidak hanya membicarakan buku dan trend yang sedang berlangsung, para gadis bangsawan juga akan memanfaatkan acara tersebut untuk menjalin relasi dekat yang menguntungkan keluarga mereka.Satu persatu gadis bangsawan yang datang duduk di kursi melingkar berbentuk persegi panjang. Sesuai agenda biasanya, akan ada seorang gadis pendongeng yang akan membacakan novel pilihan yang sedang trending. Tapi sebelum sesi pembacaan dan diskusi itu dilakukan, sudah menjadi hal umum para gadis untuk berbincang dan menikmati snack ringan.Sebagai royal princess, Putri Phoebe akan selalu duduk di posisi tengah, diikuti oleh Reveriela di sampingnya, dan posisi Tatum Falcon akan selalu berada di seberangnya dan tetap di tengah, kemudian diikuti gadis-gadis lain sesuai peringk
Reveriela membuka kelambu tipis di sisi ranjang dan melihat beberapa pelayan tampak bergerak hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Melihat Reveriela akhirnya bangun dari tidur siang cantiknya, Yesia tersenyum dengan lembut dan membantu Nonanya untuk bersiap.“Nona, Pangeran Bupati ada di ruang kerja Tuan Besar.”Reveriela sangat terkejut, lalu bertanya, “Kapan Pangeran Bupati datang?”“Sepertinya satu jam yang lalu,” Jawab Yesia mengingat-ingat.Reveriela mempercepat gerakan bersiapnya dan segera membawa Yesia untuk turun ke bawah. Di saat yang sama, Arcane Wilder keluar dari ruang kerja diikuti Tuan Drunke di belakang. Menyaksikan putrinya melihat mereka dengan sedikit linglung, Tuan Drunke segera berdehem dan membuat pikiran kosong gadis itu segera buyar.“Pangeran Bupati, Ayah,” Reveriela segera menyapa dengan sopan.Tuan Drunke melirik Pangeran Bupati yang menatap putrinya lekat-lekat dan tidak bisa tidak merasa kesal di dalam hati. Bagaimana bisa putrinya yang cantik dan berpik
Selir Carmila kembali ke istananya dengan perasaan dongkol. Wanita itu tidak menyangka putri Bangsawan Drunke ternyata cukup licik dan berani menjadikan putranya sebagai lelucon. Melihat ibunya masuk dengan wajah tertekuk dan mood buruk, Pangeran Damien mengernyitkan alis dan bertanya.“Ibu, apa yang terjadi di Istana Peony. Kenapa Ibu terlihat sangat kesal?”Melihat putranya menunggu dengan penuh perhatian membuat perasaan jengkel Carmila berkurang banyak. Wanita itu duduk, lalu mengambil gulungan berisi profil Reveriela Drunke, dan melemparkannya pada salah satu pelayan.“Bakar gulungan itu.” Damien sangat terkejut dengan reaksi ibunya dan segera bertanya, “Ibu, ada apa?”“Itu bukan masalah besar,” Selir Carmila menenangkan emosinya, dan mengadu pada putranya dengan wajah sedih, “Hanya saja Ibu bertemu dengan Reveriela Drunke di Istana Peony. Gadis licik itu berani sekali mengatakan bahwa dia menjadikanmu sebagai alat untuk menarik Pangeran Bupati. Betapa sombong dan sangat berani!







