Share

Bab 71

Author: Jiriana
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-24 22:28:56

Pukul 5 sore, Kiran turun ke bawah untuk menunggu Raka pulang bekerja. Biasanya, pukul segitu pria itu akan tiba di rumah.

  Ketika menuruni tangga, dia melihat ada Stevi dan Vania sedang duduk di sofa ruangan keluarga sambil menatap majalah fashion keluaran terbaru. Dari obrolan mereka, Kiran bisa mendengar kalau keduanya sedang memilih barang branded yang baru saja diluncurkan.

  Karena tidak ingin mencari masalah dengan keduanya, Kiran memilih mengabaikan dan berjalan terus menuju ruangan te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 71

    Pukul 5 sore, Kiran turun ke bawah untuk menunggu Raka pulang bekerja. Biasanya, pukul segitu pria itu akan tiba di rumah.  Ketika menuruni tangga, dia melihat ada Stevi dan Vania sedang duduk di sofa ruangan keluarga sambil menatap majalah fashion keluaran terbaru. Dari obrolan mereka, Kiran bisa mendengar kalau keduanya sedang memilih barang branded yang baru saja diluncurkan.  Karena tidak ingin mencari masalah dengan keduanya, Kiran memilih mengabaikan dan berjalan terus menuju ruangan tengah setelah turun dari tangga. Namun, tiba-tiba saja dia dipanggil oleh Stevi.  "Kiran, buatkan aku teh. Jangan terlalu banyak gula, aku sedang diet."  Kiran menoleh pada Stevi. "Minta Bi Rum yang buatkan, aku bukan pembantumu." Kemudian dia melangkah dari sana dengan wajah acuh tak acuh.  "Kak Kiran, kamu jangan tidak tahu diri, kamu itu dibawa kakakku ke sini untuk menjadi pembantu, bukan menjadi Nyonya di rumah ini."  Kiran yang baru saja berjalan 4 langkah, kembali berhenti. "Apa kamu t

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 70

    "Aku permisi. Sampai bertemu lagi lain kali."  Kiran hanya mengangguk sopan sebagai jawaban. Saat menyadari kalau dia melupakan sesuatu, buru-buru dia melangkah dengan kaki pincang menuju pintu keluar.  Saat melihat Raka akan memasuki mobil, Kiran buru-buru berseru, "Raka, tunggu!"  Gerakan tangan Raka yang akan membuka pintu seketika terhenti. Dia memutar tubuhnya ke kiri dan menunggu Kiran menghampirinya.  Sebelum berbicara, Kiran mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat berjalan cepat tadi. "Mana ponselku? Kamu bilang akan mengembalikannya?"  Raka meraih sesuatu di saku celana kanannya, lalu menyodorkan benda pipih berwarna putih pada Kiran dan langsung disambut gembira oleh wanita itu. "Aku sudah menghapus nomor ponsel dokter itu. Jangan berhubungan lagi dengannya."  Karena tidak mau mencari masalah dengan Raka, dengan patuh Kiran mengangguk. Setelah mobil pria itu meninggalkan rumah, Kiran masuk ke dalam. Di ruangan keluarga, dia bertemu dengan Stevi dan Vania yang se

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 69

    "Dari mana saja?" Gery langsung melontarkan pertanyaan ketika melihat Raka dan Kiran memasuki ruangan makan bersama. "Aku sudah menunggu sejak tadi, kamu tidur lagi?" Pertanyaan itu, dia tujukan pada Raka yang baru saja duduk di sebrangnya bersama Kiran. "Mandi," jawab Raka seadanya, dengan raut wajah datar. Gery mengunyah makanan dalam mulutnya dengan santai. Namun, dia tiba-tiba mengeryit ketika melihat sesuatu yang janggal. "Kenapa rambut kalian basah? Kalian habis mandi bersama?" Kiran yang baru saja meminum air putih, seketika terbatuk ketika mendengar itu. Raka langsung melesatkan tatapan tajam ke arah Gery setelah Kiran berhenti terbatuk. Namun, sahabatnya itu justu mengulum senyumnya dengan wajah santai. Sementara Stevi dan Vania yang sejak tadi hanya diam, langsung melirik ke arah Raka dan Kiran secara bergantian. Tampak sepercik api kemarahan dalam sorot mata Stevi ketika menyadari kalau Kiran sudah berganti pakaian. Dalam benaknya, dia secara tidak sadar menyimpulka

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 68

    "Raka, kenapa kamu terus membawa Alfan dalam pembicaraan kita? Dia tidak ada hubugannya sama sekali denganku." Seolah sedang mendengar lelucon, Raka seketika tersenyum sinis. "Tidak ada hubungan, tapi kamu selalu tersenyum manis padanya. Bahkan, tidak sabar untuk segera bertemu dengannya sampai pergi ke rumah sakit pagi-pagi sekali." 'Kapan dirinya tersenyum manis pada Alfan?" "Raka, aku berangkat pagi-pagi ke rumah sakit waktu itu bukan karena ingin bertemu dengannya, tapi karena ...." Karena dia tidak tahu harus bersikap seperti apa pada Raka setelah insiden ciuman malem itu. "Karena apa?" tanya Raka akhirnya saat melihat Kiran hanya diam dan tidak melanjutkan ucapannya lagi. "Karena jadwal dokter dimajukan." Hanya itu satu-satunya alasan yang dia berikan pada Raka agar tidak ditanya lagi. "Lalu, kenapa kamu tidak mengatakan padanya kalau kamu sudah menikah

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 67

    "Tidak mau," tolak Stevi. "Izinkan aku tinggal selama beberapa hari lagi di sini, baru aku lepaskan." Karena Stevi tidak mau melepaskan, Raka memegang kedua lengan Stevi, kemudian mendorongnya dengan kuat hingga dia nyaris terjatuh di dekat pintu. Beruntung wanita itu langsung berpegangan pada tembok. "Ini peringatan terakhirku. Jangan pernah memelukku lagi seperti tadi." Usai mengatakan itu, Raka keluar dari kamar, berjalan dengan langkah cepat—menyusul Kiran yang sedang berjalan dengan langkah pincang. "Mau ke mana?" Kiran yang tiba-tiba ditarik dari belakang tampak membelalak dengan mulut sedikit terbuka. Tubuhnya sedikit terhuyung saat akan membentur dada bidang Raka. Baju keduanya sampai basah karena terkena siraman air yang berasal dari dalam gelas yang sedang Kiran pegang akibat wanita itu bergerak terlalu cepat. "Raka lepaskan," pinta Kiran dengan wajah panik. "Kenapa langsung pergi?" Bukannya melepaskan Kiran, Raka justru semakin menarik pinggang Kiran ke arahny

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 66

    Setelah memastikan penampilannya sudah rapi dan cantik, Stevi membuka pintu kamar tamu yang ditempati oleh Raka semalam. Begitu melihat pria itu baru saja keluar dari kamar mandi, Stevi segera berjalan ke arahnya sambil tersenyum manis. "Kak, kamu sudah bangun?" Raka yang melihat Stevi berjalan begitu lincah tanpa menggunakan tongkat, mengerutkan kening dengan tatapan memicing. "Kakimu sudah sembuh?" Selama seminggu ini, selain tidak pernah bertemu dengan Kiran, Raka juga tidak pernah bertemu dengan Stevi. Jadi, dia tidak tahu mengenai kondisi terbaru Stevi. "Dokter bilang kaki sudah mau sembuh, Kak. Cukup sering latihan berjalan juga akan pulih seperti dulu," terangnya antusias karena merasa kalau Raka mempedulikannya. "Bagaimana dengan kepala dan cidera yang lain?" Sebelumnya, akibat terjatuh dari lantai 2, Stevi mengalami geger otak ringan dan cidera di beberapa bagian tubuhnya. "Sudah mau sembuh, Kak. Aku baru selesai berkonsultasi dengan dokter kemarin," jawabnya lagi deng

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 29

    "Papa akan memberitahumu nanti. Untuk sekarang, kamu bertahan saja dulu di sana sementara." "Tapi, Pa ..." "Sudah malam. Sebaiknya kamu istirahat. Kita bicara lagi besok." "Baiklah." Setelah panggilan itu berakhir, Kiran meletakkan ponse

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 28

    "Ada apa?" "Aku membawa makan malam untukmu." Raka melirik nampan yang berada di tangan Kiran sekilas, kemudian berkata dengan dingin, "Aku tidak lapar, bawa kembali makanan itu." "Tapi kamu belum—" "Pergi," potong Raka tegas. "Jangan mengangguku." Braaak! Pintu tertutup sebelum Kiran sempat

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 27

    "Pa, cukup!" Terdengar teriakan Hannah menggema dari ruangan kerja sang suami setelah terjadi kegaduhan beberapa detik sebelumnya. "Ini akibatnya kalau Mama selalu membelanya, jadi dia pernah merasa bersalah dan selalu berbuat sesukanya." Mendengar keributan itu, dada Kiran semakin berdebar. Tid

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 25

    "Raka, pernikahan bukan sesuatu yang bisa dipermainkan. Bagaimana jika suatu saat kamu terjebak dalam pernikahan itu dan jatuh cinta pada Kiran di saat dia sangat membencimu?""Itu tidak mungkin.""Di dunia ini tidak ada yang t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status