LOGINDrake and Lilly are the perfect couple, they are loyal, fierce but most of all they are addicted to each other and the amazing life they have created together. Unfortunately that only makes the threats that loom over there heads even more intimidating but it also forces them to fight harder than they have ever fought before. Follow them as they face obstacles so huge that finding the light at the end of the tunnel is harder than ever before. Follow them as there worlds expand and there hearts grow bigger than they ever thought possible, follow them as there love blossoms and there lives fall firmly into place. Please be aware that my characters live in a kill or be kill world, this book just like all my others includes a lot of Sexually explicit content as well as triggering material such as death, gore, abuse, war, child abuse, sexual assault and infant death. I will try to upload everyday once my story is signed, please don’t forget to leave a comment and a rating. You can also follow me on Facebook at J.D_Novel’s for future update information
View More“Kamu yakin janin itu milikku?” tanya Khaysan Hutomo dengan sebelah alis terangkat.
Senyum lebar yang semula menghiasi wajah Melody perlahan meredup hingga akhirnya lenyap tak bersisa. Wanita itu mengerjapkan matanya berulang kali, seakan tak percaya pada pertanyaan yang baru saja terlontar dari mulut suaminya sendiri.Melody masih bergeming, menunggu sang suami meralat pertanyaan sadis itu. Tetapi, Khaysan hanya diam dengan tatapan yang menyorot sinis ke arahnya. Menatapnya bagaikan seorang tersangka yang baru saja melakukan perbuatan tercela.Melody semakin mencelos ketika Khaysan melempar alat tes kehamilan yang baru saja dirinya berikan di atas meja tepat di sampingnya. Seakan-akan benda itu hanyalah seonggok sampah yang tidak berguna. Ketika lelaki itu hendak beranjak pergi, buru-buru Melody mengejar.“Khaysan, Tunggu dulu! Kenapa kamu tega menanyakan hal seperti itu? Kamu meragukan aku? Apa aku sehina itu di matamu?!” sembur Melody yang tanpa sadar meninggikan suaranya.Melody berusaha keras menahan air matanya yang terus mendesak keluar, menyisakan manik matanya yang berkaca-kaca. Ia tidak akan membiarkan air matanya keluar di depan lelaki yang tega mempertanyakan janin dalam perutnya.Melody menatap lelaki yang berdiri menjulang di hadapannya dengan tatapan berkobar menahan amarah. Meskipun pernikahan mereka memang berawal dari perjodohan bisnis belaka, tetapi ia tak pernah mempermainkan pernikahan ini.Walaupun selama ini Khaysan selalu mengacuhkannya, Melody tetap berusaha menjadi istri yang baik. Ia berharap lelaki itu bisa berubah setelah mengetahui kehamilannya. Namun, ternyata harapannya terlalu tinggi.“Aku tidak meragukan, tapi aku memang tahu apa yang kamu lakukan di belakangku selama ini,” jawab Khaysan sinis. Lelaki itu mengeluarkan beberapa lembar foto dari saku celana piyama tidurnya dan memberikan foto-foto tersebut pada sang istri.“Apa kamu masih bisa mengelak setelah melihat bukti yang aku miliki?” imbuh lelaki itu dengan nada mencemooh.Melody terbelalak melihat foto-fotonya bersama seorang lelaki yang sangat ia kenal. Wanita itu menatap satu per satu foto di tangannya. Entah ada berapa banyak foto di tangannya. Semuanya menunjukkan kebersamaannya dengan orang yang sama di berbagai tempat.Melody tak menyangka jika selama ini dirinya selalu diikuti di setiap tempat yang dikunjunginya. Yang paling mencuri perhatian wanita itu adalah sebuah foto ketika dirinya dan lelaki itu sedang berada di sebuah hotel.“Khaysan, kamu salah paham! Kamu tahu sendiri bagaimana hubunganku dengannya. Kami hanya berteman, tidak lebih dari itu. Dan dari mana kamu mendapat semua foto ini? Apa kamu sengaja menyuruh orang untuk mengikutiku?” balas Melody menyelidik.Khaysan berdecih pelan. Lelaki itu merangsek maju, memangkas jarak di antara dirinya dan sang istri. “Tidak penting dari mana aku mendapatkan foto-foto itu. Yang jelas, semuanya membuktikan bagaimana sikap aslimu sebenarnya di belakangku!”“Kamu pikir aku sebodoh itu, hah? Mana ada teman lawan jenis yang mengunjungi hotel bersama-sama? Dan kamu sengaja melakukannya saat aku berada di luar kota! Hebat sekali!” sindir lelaki itu tajam.“Aku tidak menyangka ternyata di balik wajah polosmu, ternyata kamu sama saja dengan wanita-wanita di luar sana.” Khaysan kembali menambahkan sembari menatap istrinya dengan sorot menilai.Kata-kata menyakitkan yang Khaysan lontarkan bagai menabur garam di atas luka Melody yang masih basah. Dadanya semakin sesak, kejutan kecil yang ia siapkan untuk suaminya malah berubah menjadi petaka baginya.“Aku sudah meminta izin padamu waktu itu. Aku sudah menelepon dan mengirim pesan. Saat itu aku hanya menemaninya menghadiri acara ulang tahun adiknya. Kami tidak pernah melakukan apa pun yang melanggar batas,” sahut Melody yang masih berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya.“Jangan berbohong! Aku tidak akan tertipu dengan akal bulusmu. Lagipula kita hanya melakukannya satu kali. Kamu lebih banyak menghabiskan waktumu dengan lelaki itu selama ini,” desis Khaysan dengan rahang mengeras.Khaysan menunjuk alat tes kehamilan yang tergeletak di atas meja makan seraya berkata, “Seharusnya kamu memberikan benda itu pada selingkuhanmu, bukan padaku.”Kali ini Melody tidak lagi mengejar Khaysan sudah beranjak pergi dari ruang makan. Namun, sorot matanya masih tak bisa lepas dari punggung Khaysan yang semakin menjauh dan akhirnya menghilang di puncak anak tangga lantai dua.Air mata yang sedari tadi Melody tahan akhirnya tak terbendung lagi. Bersamaan dengan air matanya yang meluruh, isakan pelan lolos dari bibirnya. Wanita itu membekap mulutnya, berharap tak ada orang lain yang mendengar tangisnya.Melody pikir Khaysan akan menyambut kabar kehamilannya dengan suka cita, sama seperti yang dirinya rasakan. Sayangnya, hal itu hanya ada dalam khayalannya saja. Jangankan ikut bahagia, Khaysan malah menuduhnya melakukan perbuatan keji yang tak pernah ia lakukan.“Sebenarnya siapa yang memberikan foto-foto itu pada Khaysan?” gumam Melody setelah isak tangisnya reda.Melody mengenal lelaki yang berstatus sebagai suaminya cukup baik. Ia tahu Khaysan tidak mungkin repot-repot menguntit kehidupannya di luar sana. Pasti ada orang lain yang sengaja memberikan foto-foto tersebut sampai membuat lelaki itu salah paham.Tak sengaja Melody menatap berbagai menu masakannya yang masih belum tersentuh sama sekali. Ia juga tidak berminat mengisi perutnya yang sebenarnya sudah keroncongan sekarang. Rencananya hancur berantakan dan hanya menyisakan luka menganga di dadanya.“Khaysan, kamu mau pergi ke mana?” tanya Melody sembari menghapus lelehan air mata yang memenuhi wajahnya.Melody spontan bergerak menyusul suaminya yang sudah berganti pakaian dan memakai jaket. Meskipun lelaki itu baru saja menorehkan luka sangat dalam di hatinya, kepedulian tak bisa menghilang begitu saja."Setidaknya makan malam dulu sebelum kamu pergi. Sekarang sudah malam dan tolong hargai aku sedikit saja. Aku sudah memasak banyak makanan untukmu,” ucap Melody yang kini sengaja berdiri di depan Khaysan.“Untuk apa kamu masih memedulikan aku? Berharap aku akan luluh? Ck, jangan menghalangi jalanku! Apa pun yang ingin aku lakukan bukan urusanmu!” sentak Khaysan yang langsung melanjutkan langkah melewati Melody.“Aku peduli padamu karena kamu suamiku!” balas Melody yang masih berusaha mengejar langkah Khaysan.Senyum sinis yang tersungging di wajah Khaysan semakin ketara. Bukannya berhenti, lelaki itu malah sengaja mempercepat langkah. Tanpa menghiraukan Melody yang terus memanggilnya.Tak menyerah, Melody kembali memacu tungkai jenjangnya dan menyeimbangkan langkah dengan Khaysan yang tampak tak mau mengalah. Wanita itu menarik lengan suaminya, berharap sang suami akan menghentikan langkah. Namun, lelaki itu malah menyentak keras tangannya hingga dirinya jatuh terjerembab di lantai.Ringisan pelan lolos dari bibir Melody yang sedang memegang perutnya. Akibat ulah suaminya sendiri, bagian bawah perutnya terasa nyeri. Bahkan, untuk kembali bangkit saja ia sangat kesulitan.“Jangan ganggu aku dan tidak perlu bersikap manis lagi di depan mataku!” bentak Khaysan dengan suara menggelegar.“Aku akan mengurus perceraian kita secepatnya!”He tells himself, I giggle as he throws them over his shoulder, he grabs my panties next, yanking them down my legs“Definitely don't need these”“Is that so?”I ask cocking my head to the side “and what the hell am i going to wear”Fluttering my eyelashes at him“Well you can wear me of course, i fit better anyway”He winks then he dives in between my legs like a child would a ball pit “But not until i have a taste first”He tells me before he buries his head in my pussy and licks a line from my core to my clit, the moment his tongue touches my cunt my back arches of the bed and my head hits the pillow, thats the moment the world around me disappears and in its turn is drake and i and the sexual tension between usMy body vibrates as his slick tongue slurps up my juices, his hands slowly run up my thigh pushing my legs apart as he explores my insides with his tongue, his hands leave a memor
Climbing on the plane i was impressed with drakes choice, it was a huge private plane made and designed just for us, at the front sat 30 private comfortable chairs, each one could recline and become a bed of its own, behind them was a sitting area with a large tv and a small kitchen, further down had 2 bathrooms and behind that was a room full of baby cots that could be converted into small beds, right at the back of the plane there was 3 bedrooms, each room had a double bed and a tv, and right outside was a bathroom.The side of the plane held the name moon air, it was so impressive, it would mean we could all travel together and be comfortable and relaxed while we did, we immediately tied the babies into their seats as the kids choose their own spot, fiona and ben arrive first with ryan and their boys, they get comfortable as we wait for everyone else.“I wonder will she come”I ask fiona, she sighs shrugging her shoulders “Either way it's goin
Craig says piling food onto his plate, Matt puts his hand out“Hand it over, I didn’t say that was ok”He snaps. I could see the hurt in Cara’s eyes“If anyone deserves a card it’s Cara, you have just got here, you need to earn that responsibility”He takes the card from Craig and he hands it to Cara and he winks“Go wild”She grins taking it from him and she grins at Colten“Well thank you daddeo”“Your welcome daughter, see you on the plane”She nods as he walks out, Craig screws up his nose at her“So unfair”She snorts “No what’s unfair is the fact you get more attention than a baby and you only just got here”“That’s not my fault”He snaps back, Cara takes a steadying breath and she nods her head “Your right, I’m sorry. She just gets to me is all”“Don’t let her disturb your relationship with each other, your all ranked members of thi
He frowns looking at us both and then to drakes hand and he slowly reaches out with his own, drake slits the palm making Robby jump“Do you swear to be loyal to this pack, put our people first, follow our laws and traditions and kneel to your alpha and Luna”He gasps looking between us“Your making me pack? After everything iv done?”I smile at him“Go on, agree so we can show you your new home”He starts to cry, surprising us all, he wipes his eyes with his other hand and he places his palm against drakes “I do”“I welcome you to your new pack and home”Drake says shaking his hand, as he does Robby gasps, his scent slowly filters out changing and mingling with his new scent, soon the smell of rogue disappears and in its place is a fresh refreshing cinnamon scent. As drake drops his hand Robby drops to his knees and he bares his neck, his aura changes slightly and a link between us opens up,
“Let’s deal with that at home, come before he returns with his family”He snaps, ushering me off towards the house, I don’t complain, my toes were starting to lose all feeling with the cold, the snow had melted and sunk into my slippers. Right now I needed a large cup of REAL coffee, some chocolat
I warn as I hit him repeatedly, he pauses slightly looking to my belly then back at me. He zeros his eyes in at me. “Fine, but I call it quits? Let’s make snow angels like we had planned and get inside infront of the fire. My arse is getting cold”He snaps, I drop the last of the snow and smile“F
I chew my lip nervously, looking to drake who’s eyes are trained on her face. Nerves bubbling up inside him as he gauges her reaction. “Your my real mummy and daddy now? Like for forever?”She asks looking between us, I smile nodding my head“Yeah, what do you think about that”Her chin starts to
“I have called and he will come. I am the Banshee and he my one. he will come to save me from the evil ones, I have called and he will come.” “the hound of hell is the only way. He will come, burn, destroy and defeat, I’m his Banshee who he will soon meet. When he comes they better run,
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore