Share

Bab 19

Author: SILAN
last update Last Updated: 2025-10-17 19:20:11
Troli belanja itu sudah penuh sesak, sebagian besar berisi camilan dan makanan ringan yang Alexa pilih dengan antusias, sementara bahan masakan sungguh hanya secuil di antara tumpukan bungkusan berwarna-warni. Theo melirik troli itu sambil menghela nafas pelan.

“Aku tidak masalah kau mau beli sebanyak ini,” katanya, nada suaranya datar tapi matanya menyimpan kelelahan. “Tapi apa kau yakin bisa menghabiskan semuanya sendirian?”

Alexa menoleh dengan ekspresi tersinggung ringan, bibirnya membentuk lengkungan manja. “Sendirian? Tidak, Paman. Aku berencana memakannya dengan Paman, jadi jangan khawatir. Aku tidak akan egois.”

Theo mendengus kecil. “Bagus. Tapi aku tidak menjamin akan menolongmu kalau perutmu sakit nanti.”

Gadis itu menyengir, lalu mendekat dan berjalan di sisi Theo. “Kenapa Paman tidak ambil camilan juga? Setidaknya satu bungkus biskuit, hm?”

Theo menatap ke depan. “Aku tidak makan makanan instan sesering dirimu.”

Alexa mencondongkan tubuhnya sedikit, nada suaranya ter
SILAN

Bersambung...

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ruang Panas Bersama Guru Privat   Bab 83

    Theo dan Alexa serempak menoleh saat dua sosok familiar melangkah masuk ke butik, Lucy dan Kevin, pasangan yang sebentar lagi akan mengikat janji suci. Aura kebahagiaan tampak jelas dari wajah mereka, meski seperti biasa, Lucy selalu membawa energi yang sulit ditebak.Theo bangkit dari duduknya, menoleh sebentar ke arah belakang sebelum akhirnya fokus pada kakaknya. “Di mana bayi kecilmu?” tanyanya ringan.Lucy mengangkat alis, senyum tipis tersungging di bibirnya. “Tidak ikut. Tapi kalau kau ingin menemuinya, datang saja ke rumah,” jawabnya santai namun mengandung sindiran halus. “Rumahku dan Kevin tidak pernah berpindah tempat. Kami harap kau belum lupa alamatnya.”Theo mendengus pelan, jelas menyadari sindiran itu.Pandangan Lucy kemudian beralih, matanya berhenti pada Alexa yang berdiri tak jauh dari Theo. Senyumnya melebar manis, hangat, namun menyimpan sesuatu yang sulit diartikan. Tanpa ragu, Lucy melangkah mendekat, bahkan mendorong Theo sedikit ke samping.“Oh, jadi ini calo

  • Ruang Panas Bersama Guru Privat   Bab 82

    Waktu berputar cepat. Hitungan bulan yang terasa seperti puluhan tahun akhirnya terlewati, dan kini Alexa kembali menginjakkan kaki di Boston, kota yang dulu penuh keraguan, namun sekarang terasa seperti rumah karena ada seseorang yang menunggunya.Begitu keluar dari pintu kedatangan, matanya langsung menangkap sosok yang paling ia rindukan. Theo berdiri di sana, tegap, hangat, dan dengan senyum yang membuat dada Alexa terasa sesak oleh rasa bahagia. Tanpa pikir panjang, Alexa langsung berlari dan melompat ke pelukan pria itu, seperti anak kecil yang menemukan tempat paling aman di dunia.Theo tertawa kecil sambil menahan tubuh Alexa agar tidak jatuh. “Bagaimana perjalananmu?” tanyanya lembut.Alexa melepaskan pelukan hanya untuk kembali memeluknya lebih erat, kali ini dengan manja. “Semuanya baik-baik saja… tapi rasanya terlalu lama. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu.”Theo membalas tatapannya dengan penuh kasih, jemarinya terulur mencubit ujung hidung Alexa dengan gemas. “

  • Ruang Panas Bersama Guru Privat   Bab 81

    Setelah Alexa mengetahui segalanya, alasan di balik kedekatan ibunya dengan Theo, rahasia yang selama ini disembunyikan darinya, serta kebenaran tentang perjodohan itu, rasanya hidupnya seperti kembali bernapas lega. Beban yang dulu mengikat dadanya kini perlahan menguap. Hari-harinya terasa lebih ringan, pikirannya jauh lebih jernih dari sebelumnya.Kini, Alexa hanya perlu fokus pada pendidikannya sebelum kembali ke Boston dalam waktu dekat. Bukan hanya untuk melanjutkan hidupnya… tapi juga untuk mempersiapkan sesuatu yang selama ini tak berani ia bayangkan, pernikahannya dengan Theo. Setiap kali memikirkannya, ada rasa bahagia yang menyelinap lembut… disertai malu yang sulit ia jelaskan, terutama karena wanita yang dulu ia kira adalah istri Theo ternyata hanyalah kakak kandung pria itu.“Kau tidak bisa tinggal lebih lama di sini?” tanya Alexa pelan saat melihat Theo sudah berkemas.Theo menoleh, lalu berdiri menghampirinya. “Maaf, aku tidak bisa lebih lama,” ucapnya lembut sambil me

  • Ruang Panas Bersama Guru Privat   Bab 80

    Dulu, saat pertama kali Alexa menapakkan kaki di Australia, ia memaksa dirinya belajar hidup tanpa Theo. Ia membangun hari-harinya dari nol, mencoba menerima kenyataan bahwa pria itu bukan lagi bagian dari hidupnya, meyakinkan diri bahwa cinta yang pernah ia miliki harus dikubur dalam-dalam.Yang Alexa tidak pernah tahu adalah… Theo tidak pernah benar-benar pergi.Setiap sebulan sekali, Theo selalu terbang ke Australia. Ia berdiri jauh di keramaian, bersembunyi di balik jarak belasan meter hanya untuk memastikan Alexa baik-baik saja. Ia menatap dari kejauhan, tanpa berani menyapa, tanpa berani memanggil. Baginya, melihat Alexa bernapas dengan tenang saja sudah cukup meski jauh di lubuk hatinya ada bagian yang memaksanya untuk mendekat.Dan ketika pekerjaan mengekangnya, Theo tetap tidak tinggal diam. Ia mengutus orang-orang kepercayaannya untuk memastikan Alexa aman. Ia tidak pernah melepaskan gadis itu sepenuhnya… hanya memilih mundur karena Alexa sendiri yang memintanya untuk tidak

  • Ruang Panas Bersama Guru Privat   Bab 79

    Setelah mendengar kata-kata Theo barusan, dunia Alexa seakan berhenti berputar. Ia benar-benar terpaku, otaknya menolak menerima kenyataan yang baru saja disampaikan. Rasanya seperti salah dengar… atau mungkin ia hanya berhalusinasi. Tapi kalimat itu terlalu jelas untuk dianggap mimpi, Theo mengatakan bahwa ia adalah calon istri pria ini.Bagaimana mungkin?Bagaimana bisa?Alexa mundur satu langkah tanpa sadar, membuat sentuhan tangan Theo yang sempat membingkai wajahnya terlepas.“Kau pasti bercanda… atau aku yang salah dengar,” ucap Alexa dengan suara bergetar.Theo menggeleng pelan. Tatapannya serius, tidak ada sedikitpun tanda gurauan di sana. “Tidak, Alexa. Itu kebenaran yang seharusnya kau ketahui sejak awal.”Dunia Alexa runtuh. Bibirnya menutup rapat, matanya membesar, napasnya memburu. Ia tidak sanggup memproses semuanya. Tanpa sempat berpikir, tubuhnya bergerak lebih cepat dari logikanya. Ia mundur… kemudian berbalik, dan berlari.Ia tidak tahu kenapa ia berlari. Yang ia tah

  • Ruang Panas Bersama Guru Privat   Bab 78

    Seolah menekan tombol reset pada hidupnya, Alexa merasa harus kembali ke titik nol, tempat di mana semua perasaannya dipaksa tenang, bahkan jika itu berarti memulai dari kehampaan. Sama seperti lima belas bulan lalu, saat pertama kali ia menginjakkan kaki di Australia untuk menghindari luka yang tak sanggup ia hadapi, kini ia melakukan hal yang sama. Melarikan diri. Bukan dari kota, bukan dari orang-orang… tapi dari hatinya sendiri.Dari ingatan tentang Theo.Dari bayangan pria itu yang kini tampak begitu bahagia dengan “keluarga kecilnya”.Dari cemburu yang menyakitkan setiap kali nafasnya teringat nama itu.Begitu tubuhnya akhirnya jatuh ke sofa, rasa lelah perjalanan baru saja ingin ia lepaskan, ponselnya langsung berdering. Alexa menghela nafas. Sedetik ia berharap itu ibunya, tapi nama yang tertera di layar justru Felix.Alexa menempelkan ponsel ke telinga dengan nada suara yang nyaris tanpa energi.“Halo?”“Jangan bilang… kau di Australia sekarang,” suara Felix terdengar setengah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status