Share

34. SIAPA ITU?

Author: A mum to be
last update publish date: 2026-02-27 11:07:33

            Suara desis dari lubang ventilasi di langit-langit ruang kerja itu mendadak berubah nada. Bukan lagi hembusan udara sejuk yang keluar, melainkan bunyi sedotan mekanis yang berat dan konstan.

            Kael yang baru saja hendak memeriksa ponselnya, tertegun sejenak. Ia adalah pria yang membangun sistem keamanan rumah ini dengan standar militer, dan ia tahu persis

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   279. DIA BEGITU SEMPURNA

    “Ayo katakan!” Itu dikatakan Sabrina sembari memandang Kael dengan tatapan berapi-api penuh emosi yang tertahan. Napasnya memburu, sementara kedua tangannya masih mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memucat. Di dalam kabin mobil yang mendadak sunyi setelah sentakan rem mendadak di bahu jalan itu, Sabrina menuntut jawaban. Kael tidak langsung membalas dengan bentakan. Menghadapi kobaran amarah dan kecemburuan yang meletup-letup dari kekasihnya, sepasang mata elang pria itu justru melunak. Ada gurat kelelahan yang nyata di sana, berbaur dengan rasa takut yang teramat besar akan kehilangan. Secara perlahan, Kael mengulurkan kedua tangannya. Ia meraih jemari Sabrina, melepaskan cengkeraman erat gadis itu dari setir mobil, lalu menggenggamnya dengan lembut namun penuh penekanan."Aku mau kau melihatku saja. Hanya fokus pada kita berdua. Bukan Rosaleen, bukan juga Daniel," ucap Kael, nadanya berangsur rendah dan teramat dalam.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   278. KENAPA HARUS BERBOHONG?

    Sabrina memaku pandangannya pada sosok Rosaleen yang baru saja melangkah masuk tanpa permisi tadi. Wanita itu memiliki garis wajah bule keturunan Irlandia yang sangat kental. Kulitnya seputih porselen, rambut pirang madu yang bergelombang alami, serta sepasang mata hijau jernih yang tampak berkilau percaya diri. Pakaian yang dikenakannya merupakan setelan blazer desainer ternama berwarna krem yang melekat sempurna di tubuh tingginya, memancarkan aura kemewahan yang teramat intimidatif. Sungguh sebuah perpaduan visual yang nyaris sempurna. Kenyataan bahwa Rosaleen adalah sosok wanita asing yang begitu memesona seketika memicu rasa minder yang halus di lubuk hati Sabrina, membuat dinding pertahanan dirinya yang sempat runtuh semalam kini kembali merapat dengan begitu kokoh."Sepertinya kalian punya urusan keluarga yang harus diselesaikan. Aku harus kembali ke laboratorium sekarang," ucap Sabrina memotong dengan nada suara yang teramat tenang dan formal. Ia segera

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   277. BUKAN SIAPA-SIAPA

    Kael mengangguk, lalu menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya. "O'Shea di sini. Siapa ini?""Lama tidak terdengar suaramu, Tuan Muda Kael," sebuah suara perempuan yang terdengar manja namun bernada menuntut menyahut dari seberang sana. "Kael! Aku baru saja mendarat di Jakarta. Grandma bilang kau sedang sibuk berkencan, jadi aku terpaksa meminta nomor barumu pada asistenmu. Jemput aku sekarang, ya?" Rahang Kael mendadak mengeras sempurna. Ekspresi wajahnya yang semula hangat pada Sabrina langsung berubah menjadi sangat dingin dan dipenuhi rasa tidak suka. "Jangan menggangguku. Aku sedang sibuk.""Busy? Dengan kekasih barumu itu?" kekeh suara di seberang sana, terdengar meremehkan. "Kau benar-benar berubah ya sejak dua tahun lalu. Jangan dingin begitu padaku." Tanpa membalas sepatah kata pun, Kael langsung memutus sambungan secara sepihak. Ia meletakkan ponselnya kembali ke atas meja dengan ketukan yang sedikit kasar, mencoba mered

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   276. APA ... KAU SIBUK?

    Sabrina : [Kael... besok jam makan siang, apa ...kau sibuk? Aku ingin bertemu.] Kael mematung di tempat duduknya, menatap layar ponsel itu dengan sepasang mata yang membelalak sempurna, sementara jantungnya mendadak berdegup kencang dengan debaran yang teramat liar. Jemarinya yang semula kaku segera bergerak cepat di atas papan ketik, menolak membuang waktu bahkan untuk satu detik pun.Kael: [Aku tidak pernah sibuk jika itu untukmu. Di mana dan jam berapa?] Di ujung sana, Sabrina menghela napas panjang melihat balasan kilat tersebut. Rasa hangat sekaligus gugup merayapi dadanya sebelum ia mengetikkan sebuah nama restoran privat yang tenang di pusat kota. Keesokan harinya, suasana di lantai teratas gedung O'Shea Group mendadak berubah seratus delapan puluh de

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   275. MENJAGA JARAK

    Tiga hari telah berlalu sejak kepulangan Sabrina dari kediaman O'Shea, namun atmosfer di sekelilingnya belum sepenuhnya membaik. Ruangan laboratorium yang biasanya menjadi tempat paling menenangkan kini terasa pengap. Di bawah pendar lampu neon, Sabrina menatap deretan formula kimia dan data riset di layar monitor, tetapi fokusnya terus pecah. Sesuai dengan kalimat terakhirnya, Kael benar-benar tidak mengirim pesan ataupun menelepon sama sekali. Ruang yang sempat diinginkan Sabrina kini justru terasa begitu hampa, dingin, dan perlahan-lahan menyiksanya dengan rasa sepi yang asing."Masih belum mau pulang, Sabi? Ini sudah lewat jam makan malam," sebuah suara familier memecah keheningan laboratorium. Ganda berjalan masuk sembari menggendong Aliz yang sudah setengah m

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   274. BIARKAN DIA

    Setelah mobil sedan hitam itu menghilang sepenuhnya di balik gerbang besi tinggi, Kael kembali melangkah masuk ke dalam rumah. Aura di sekitarnya mendadak berubah dingin dan gusar, membuat para pelayan yang berpapasan dengannya refleks menundukkan kepala. Langkah lebarnya terhenti di ruang tengah saat sebuah suara berwibawa menginterupsi gerakannya yang hendak mengambil kunci mobil di atas meja konsol."Mau ke mana kau, Kael?" tanya Nyonya Maureen sembari menyesap tehnya yang mulai mendingin."Menyusulnya ke apartemen, Grandma. Aku tidak bisa membiarkannya pergi dalam keadaan seperti tadi," jawab Kael tanpa menoleh, suaranya terdengar serak oleh frustrasi yang tertahan.Nyonya Maureen meletakkan cangkir porselennya dengan ketukan pelan namun tegas. "Pria bodoh mengejar wanita yang sedang bersembunyi. Pria bijak memberinya r

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   22. BUKAN DIA ORANGNYA

    Matahari baru saja menyembul di cakrawala ketika Sabrina sudah selesai menyetrika seragam birunya hingga ke tiap sudut lipatan. Tidak ada lagi getaran di jemarinya. Rasa sakit karena dihina oleh Kael semalam tidak lantas menguap, namun ia memilih untuk membekukannya. Jika ia harus pergi bulan depan,

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   21. HANYA SAMPAI BULAN DEPAN

    “Abang tahu enggak. Gara-gara foto kita kemarin bosku malah besar. Dia jadi salah sangka.”“Halah! Cuma foto doang kok.”“Tapi ‘kan, Bang..”“Udah ya, Sab

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   18. DARI MANA DIA TAHU?

    Setelah Gladis diusir dari ruangan, Kael masih terpaku pada meja kerjanya. Punggungnya menyandar pada kursi kulit ergonomis yang dingin, namun matanya tak lepas dari permukaan meja jati yang baru saja dibersihkan.&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   17. BAU APA INI?

    Sabrina menarik napas panjang, menatap botol tanpa label yang kini berada di genggamannya. Di ruang kerja yang sunyi itu, ia perlahan mengenakan sarung tangan karet kuningnya. Bunyi karet yang beradu dengan kulit terdengar nyaring

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status