공유

189. AVOIDANT..

작가: A mum to be
last update 게시일: 2026-04-24 11:11:23

"Pak Kael, area ini adalah ruang kerja profesional, bukan meja interogasi pribadi. Jika koordinasi proyek adalah alasan Anda di sini, silakan tunggu di ruang rapat. Stella, tolong siapkan berkasnya sekarang."

            Kael terdiam, matanya menyipit melihat pertahanan Sabrina yang mendadak mengeras. Ia baru saja hendak membalas ketika suara langkah kaki yang berat dan cepat terdengar dari arah lift.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   373. BERITA DUKA

    “A.. ayah.” Bibir ganda bergetar hebat. Suaranya berganti menjadi isakan yang begitu dalam."Bang, kenapa?" desak Sabrina lagi. Suaranya merendah, namun getaran hebat di dalamnya tidak bisa disembunyikan. "Ayah... Ayah kenapa? Jangan membuatku gila ya." Ganda mematung di sisi ranjang. Kedua tangannya yang gemetar perlahan terangkat. Pertahanannya runtuh berantakan saat sepasang mata sembab sang adik menuntut kejujuran yang paling menyakitkan dalam hidup mereka. Dia tidak bisa lagi bersandiwara di hadapan darah dagingnya sendiri."Sabi..." Ganda tercekat, tenggorokannya bagai tersumbat kerikil tajam. Air matanya kembali merebak dan meluncur jatuh tanpa bisa ditahan. "Ayah... Ayah sudah tidak ada."“Ayah sudah meninggalkan kita.”

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   372. AKU BUKAN ANAK KECIL LAGI

    "Bukankah itu tanda gejala preeklampsia?" Tanpa menunggu persetujuan atau banyak kata lagi, Ganda langsung bangkit dari posisinya. Langkah kakinya bergerak lebar dan tergesa-gesa menghampiri sang adik, lalu dengan sigap memapah tubuh Sabrina yang tampak lemas menuju ke arah pintu keluar. Kepanikan yang sejak tadi dia tahan akibat berita kematian Adrian kini seolah menemukan pelampiasan dalam bentuk kekhawatiran yang meledak-ledak atas kondisi fisik Sabrina."Bang, jangan berlebihan!" ujar Sabrina seraya memegangi kepalanya yang terasa semakin berdenyut nyeri akibat pergerakan Ganda yang terlalu mendadak. "Aku hanya pusing biasa karena kurang tidur semenjak Kael pergi."Gladis yang berjalan cepat di sisi kiri Sabrina ikut menyela, mencoba menenangkan atmosfer yang mendadak tegang.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   371. KALIAN KENAPA?

    "Oh, ya Tuhanku!" Nyonya Maureen yang baru saja keluar dari kamarnya pagi itu langsung terisak, menangkup wajahnya yang mendadak pucat pasi. Tubuh sepuhnya tampak bergetar begitu hebat menahan syok, hingga Gladis dengan sigap langsung merangkul pundak wanita tua itu dan menuntunnya secara perlahan menuju sofa beludru di ruang tengah. Sementara itu, Ganda masih berdiri mematung dan diam seribu bahasa di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke sudut kota. Kedua tangannya mengepal begitu erat di dalam saku celana, sementara matanya masih berkaca-kaca menatap kosong ke luar gedung. Kabar buruk yang disampaikan oleh Victor melalui panggilan telepon darurat setengah jam yang lalu benar-benar meruntuhkan seluruh pertahana

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   370. DIA BISA HIDUP TANPAKU

    Adrian menyentak tangan Kael dengan kasar hingga terlepas. Pria paruh baya itu berjalan lebar dengan langkah kokoh menuju mobil taktis yang mesinnya sudah menderu keras di depan pintu hanggar. Kael mengepalkan tangan kuat-kuat. Menyadari keras kepala mertuanya tidak akan bisa dipatahkan, dia tidak punya pilihan lain."Sialan!" umpat Kael, lalu berlari menyusul dan melompat masuk ke dalam mobil yang sama. Malam itu, serangan membabi buta tidak lagi bisa dihindari di sektor utara Berlin. Suasana gudang yang menjadi markas sayap burung perak langsung pecah oleh rentetan tembakan. Kael akhirnya mendampingi Adrian di garis paling depan. Keduanya be

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   369. TERLALU BERISIKO

    Udara dingin Berlin yang menusuk tulang langsung menyambut kedatangan Kael begitu dia menapakkan kakinya turun dari tangga jet pribadi. Di dalam sebuah hanggar tua yang terisolasi jauh di pinggiran kota, atmosfer terasa begitu mencekam. Cahaya lampu yang temaram berkedip sesekali, hanya mampu menerangi beberapa sudut ruangan yang luas, memantulkan bayangan hitam dari deretan mobil taktis antipeluru yang sudah bersiaga sejak beberapa jam lalu. Di sudut hanggar yang paling gelap, sesosok pria paruh baya dengan setelan mantel wol tebal berwarna gelap berdiri tegak. Adrian sudah menunggunya di sana dengan ekspresi wajah yang luar biasa dingin. Gurat kelelahan yang sempat terlihat saat mereka melakukan panggilan video di Singapura kini telah menguap sepen

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   368. AKAN JADI YANG TERAKHIR

    Suasana di dalam ruang tengah penthouse mendadak berubah hening. Gelak tawa yang beberapa menit lalu meramaikan ruangan kini hilang total. Semua orang terdiam di posisinya masing-masing, tidak ada yang berani bergerak atau bersuara. Hanya suara berat Kael yang terdengar menyahuti orang di seberang telepon dengan nada yang sangat dingin dan tegas. Setiap kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar begitu serius. Di seberang sana, Adrian sudah menunggunya di Berlin untuk menghadapi masalah besar yang kembali melanda klan mereka. Setelah memutus panggilan telepon, Kael terdiam sejenak di dekat pintu balkon dengan rahang mengeras. Tak lama kemudian, dia melangkah menghampiri sang nenek yang duduk di sofa."Grandma..." panggil Kael lirih. Nyonya Maureen mendongak, menatap cucunya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Wanita tua itu tersenyum getir seolah sudah memahami situasi tanpa perlu penjelasan."Aku tidak tahu, Sayang. Kalau takdir bisa

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   301. SAMA-SAMA CEMBURU

    Sepanjang perjalanan pulang, keheningan yang mencekam membungkus kabin mobil Adrian. Sabrina hanya diam menatap lampu-lampu jalanan Jakarta yang temaram, mengabaikan getaran konstan dari ponsel di pangkuannya yang berulang kali me

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   300. KALIAN INI LUCU

    Ternyata itu bukan gosip dan pemandangan di depan matanya jauh lebih menguji kewarasan. Niat awal Kael yang hendak menghampiri dan menegur Sabrina dengan lembut seketika menguap, digantikan oleh darah yang mendidih hingga ke ubun-

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   298. AKU PIKIR APA

    "Mana? Aku mau lihat!" Sabrina menatap Kael dengan sepasang mata yang menyipit penuh curiga. Telapak tangannya terjulur di atas meja pantry, menu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   296. KALAU SAJA..

    "Aliz lapar ya? Ikut Opa sebentar yuk, kita lihat burung di sebelah sana sambil cari susu hangat. Mama Sabi sedang lelah." Suara barusan menjadi penanda bahwa Adrian langsung bergerak cepat. Pria paruh

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status