Share

49. KAU MENCARINYA?

Penulis: A mum to be
last update Tanggal publikasi: 2026-03-05 15:14:12

            Kael meletakkan pena mahalnya ke atas meja dengan bunyi ketukan yang tajam. Ia menyandarkan punggung ke kursi kebesarannya, menatap langit-langit ruang kerja yang terasa asing entah karena apa.

            Tidak ada yang salah. Selama dua hari ini, kantornya bersih secara ajaib. Dokumen tersusun rapi, jadwal rapat tertata presisi, dan aroma citrus itu selal

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   205. MENAHAN DIRI

    Pintu apartemen terbuka lebar. Rama melangkah masuk dengan penampilan yang sangat rapi. Ia memakai kemeja biru muda yang disetrika licin dan jam tangan mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Langkahnya langsung terhenti saat melihat ke arah meja makan. Di sana berdiri Kael Mahendra O’Shea. Sosok yang biasanya terlihat sangat berkuasa itu kini tampak berantakan. Kaos putihnya basah terkena cipratan air hingga memperlihatkan bentuk perutnya. Wajahnya terkena noda hitam, dan yang paling mencolok adalah celemek merah muda bergambar bunga milik Sabrina yang masih melilit pinggangnya."Maaf, Sab," Rama membuka suara dengan nada sopan namun terdengar mengejek. Ia menatap Kael dari atas ke bawah. "Aku tidak tahu kalau kau mempekerjakan asisten rumah tangga baru. Tapi seleramu soal seragam pelayan agak unik ya?" Suasana di ruangan itu langsung terasa sangat kaku. Sabrina melirik Kael yang rahangnya tampak mengeras. Tangan kanan Kael mengepal kuat sam

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   204. KAEL DIHUKUM

    Sabrina berkacak pinggang di tengah dapur yang kini lebih mirip lokasi syuting film bencana bertema kuliner itu. Ia menoleh ke arah Ganda yang masih tertawa di ambang pintu."Bang Ganda, bawa Aliz mandi sekarang. Lihat, wajah dan bajunya sudah belepotan pasta cokelat begitu," perintah Sabrina tegas. Ganda segera mengangkat Aliz ke dalam gendongannya, masih sambil bersiul menggoda, sementara Aliz tertawa riang sambil melambaikan tangan kecilnya pada Kael. Namun, saat Kael hendak ikut melangkah keluar, Sabrina merentangkan tangannya di depan dada pria itu."Kau mau ke mana? Hukumanmu belum dimulai, Tuan O’Shea."Kael mengerutkan kening, menunjuk dirinya sendiri dengan spatula yang masih ia pegang. "Aku?""Iya, kau. Karena ini medan perangmu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   203. TIDAK AKAN MENGGANGGU

    Sabrina menghela napas panjang, mencoba mengabaikan denyut di pelipisnya yang mulai terasa nyut-nyutan. Ia tidak menyambut uluran tangan Kael yang penuh dengan plastik belanjaan, melainkan menunjuk ke arah laptopnya yang sudah menyala di atas meja kerja kecil di sudut ruangan."Maaf. Tapi jawaban dariku tetap tidak," ujar Sabrina dingin, berusaha mengembalikan benteng pertahanannya yang sempat goyah. "Pagi ini aku harus memeriksa tumpukan file proyek yang tertunda. Aku tidak punya waktu untuk bermain rumah-rumahan atau kursus dadakan. Lebih baik kau pulang sekarang." Kael terpaku. Binar di matanya redup seketika, dan bahunya yang tegap merosot seakan baru saja dijatuhkan oleh vonis pengadilan paling berat. Penolakan itu telak, jujur, dan sangat menyakitkan bagi harga dirinya.&

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   202. KURSUS??

    Sabrina sedang berlutut di atas karpet ruang tengah, sibuk memilah-milah tumpukan pakaian yang akan ia serahkan ke jasa laundry apartemen. Konsentrasinya terpecah antara memisahkan kemeja kerja Ganda dengan baju-baju kecil Aliz, hingga suara pintu depan yang terbuka kasar mengejutkannya. Ganda muncul dengan napas sedikit terengah, sementara Aliz digandengnya dengan wajah penuh binar penasaran."Hei, Sab! Kau harus lihat ke bawah, cepat!" adu Ganda, suaranya mengandung campuran antara heran dan ingin tertawa.Sabrina hanya melirik sekilas tanpa menghentikan jemarinya yang sibuk melipat. "Kenapa? Ada obral besar di minimarket memangnya?" jawabnya acuh tak acuh."Lebih parah dari itu. Ada pria aneh yang dikelilingi oleh kaum ibu di depan gerobak sayur. Dia seperti tontonan sirkus darurat," kata Ganda lagi, mencoba menarik lengan Sabrina agar berdiri."Ayolah, Sab. Lihat ke sana lewat jendela. Dia sepertinya kesurupan atau baru saja jatuh dari planet lain. Dia berd

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   201. CURCOL DUA PRIA

    "Apa katamu??" Suara Kael merendah, namun setiap suku katanya membawa getaran tajam yang sanggup mengiris keheningan ruang kerja itu. Ia meletakkan gelas wiskinya ke meja dengan dentuman pelan yang terasa seperti guntur di telinga Teguh. Atmosfer di kantor yang luas itu seketika mendingin, lebih dingin dari embun di perbukitan Bogor yang baru saja mereka tinggalkan. Teguh langsung tersentak. Bahunya merosot saat ia mundur satu langkah dengan wajah yang tertunduk dalam ke arah lantai."Maaf, Tuan. Maksud saya bukan begitu. Tu-Tuan hanya salah paham.""Salah paham sebelah mana?" Kael berdiri dari kursi kebesarannya, melangkah mendekat dengan aura intimidasi yang membuat udara di sekitar mereka terasa menipis. "Kau harusnya tahu bagaimana dia menerjang k

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   200. MASIH TIDAK TERIMA

    Sabrina melangkah masuk ke dalam apartemen dengan sisa kebingungan yang masih membekas akibat sikap dingin Kael di lobby tadi. Namun, begitu pintu tertutup, indra penciumannya segera menangkap sesuatu yang asing. Ada jejak aroma parfum yang terasa sangat familiar di ingatan Sabrina, seolah ia pernah menciumnya. Matanya kemudian beralih ke meja makan. Di sana, masih tersisa setengah mangkuk sup buntut yang masih mengeluarkan uap tipis, berdampingan dengan sepotong lap kain yang tergeletak begitu saja. Jelas saja dia curiga. Sabrina tidak langsung menodong Ganda dengan pertanyaan. Kakaknya itu terlalu lihai bersilat lidah jika sedang menyembunyikan sesuatu. Ia justru berlutut di hadapan Aliz yang seda

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   45. JADI ANDA SUDAH TAHU?

    Hendra tersentak seolah baru saja tersengat listrik. Kepalanya menoleh cepat ke arah meja. Kael Mahendra O'Shea tidak ada di sana secara fisik, namun suaranya menggema melalui sistem audio ruangan dengan otoritas yang mengerikan.

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   44. LEPASKAN TANGAN KOTORMU!!

    Sinar matahari sore menembus jendela kaca besar di ruangan itu. Di sudut ruangan, Sabrina masih tenggelam dalam tumpukan berkas yang dipercayakan Kael padanya. Matanya yang lelah terus menelusuri barisan angka, sementara jemarinya dengan lincah menekan tombol kalkulator. Seb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   43. KAU TERLIHAT KONYOL

    Keheningan yang dingin menyelimuti ruangan itu selama beberapa detik. Jemari Kael masih melingkar di pergelangan tangan Sabrina. Sebuah cengkeraman yang tidak menyakiti, namun penuh dengan klaim kepemilikan yang tak terucap. Tatap

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   42. KENAPA KAU MENGADU?

    Kael melangkah menyusuri lorong rumah sakit dengan langkah lebar yang memancarkan aura permusuhan. Jas-nya yang mahal tersampir sembarangan di lengannya. Wajahnya kaku, rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal di dalam saku cela

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status