Share

Episode 05

"Membawamu untuk mengambil beberapa makanan lezat." Kata Mike sambil menatap ke arah ayahnya dan gadis muda yang tengah bersiap untuk menjadi istri baru ayahnya itu.

Ayah Mike mulai merasakan sesuatu yang tidak beres, ia lalu berdiri menghampiri putranya itu.

"Semuanya, permisi sebentar." Kata tuan Alexander pada semua tamu-tamunya.

Segera tuan Alexander menghampiri anaknya Mike dengan marah.

"Bukankah kau tidak mau datang?" Katanya.

"Apakah yang kau lakukan itu adil untuk ibuku?" Ucap Mike.

"Ini tidak berarti aku tidak mencintainya." Kata tuan Alexander.

"Cintamu benar-benar sangat murah!" Kata Mike.

"Mike kau datang? Bukankah kau bilang kau ada pertunjukan siaran langsung jadi kau tidak bisa datang?" Sapa calon istri tuan Alexander yang tiba-tiba datang menghampiri ayah dan anak itu.

"Ini adalah hari perayaan ayahku, tidak peduli betapa sibuknya aku, aku harus datang, belum lagi aku juga punya hadiah besar untukmu." Ucap Mike dengan tatapan mata tajam pada ayahnya.

"Oh, apa itu?" Tanya calon istri tuan Alexander penuh rasa penasaran.

"Aku peringatkan kau! Jangan coba-coba melakukan hal-hal bodoh!" Kata tuan Alexander.

"Jangan khawatir, aku hanya ingin mengucapkan selamat pada kalian berdua." Kata Mike.

Tiba-tiba lampu di padamkan...

"Halo semuanya, tuan dan nyonya pernikahan tuan Alexander dan nyonya Melly akan segera di mulai. Mari kita lihat apa yang akan di katakan oleh orang terkemuka kita hari ini pada semua orang, mari kita sambut pengantin pria kita." Kata MC.

Sementara MC terus berbicara, ayah dan anak itu tak henti-hentinya saling menatap satu sama lain, sedangkan Gebbie memanfaatkan momen itu dengan makan sepuasnya.

Sementara Gebbie sibuk dengan makanannya, Mike segera menghampirinya dan menarik tangannya menuju panggung di saksikan semua orang.

"Hey Mike!" Panggil ayahnya.

Mike segera mengambil alih panggung.

"Apa yang kau lakukan?" Bisik Gebbie kebingungan.

"Halo semuanya, aku Mike ingin menyambut kalian semua dalam acara pertunanganku." Kata Mike.

Seketika semua orang terdiam dan ayah Mike langsung bereaksi dan terlihat sangat jelas ia begitu marah.

"Perayaan pertunangan?"

"Situasi apa ini?"

"Bukankah hari ini pernikahan tuan Alexander?"

Semua orang mulai berbisik-bisik satu dengan lainnya.

"Pertunangan?" Gebbie terkejut.

"Siapa?" Tanya orang-orang.

Mike spontan mengangkat tangan Gebbie di hadapan semua orang.

"Gebbie, dia tunanganku." Kata Mike.

"Hey Mike, apakah kau sedang sakit?" Kata Gebbie tidak percaya.

Spontan saja Mike menarik Gebbie ke pelukannya dan menciumnya di hadapan semua orang.

Melisa calon tunangan Mike yang sesungguhnya pun jatuh pingsan melihat hal itu.

Kejadian itu tak lupa di abadikan semua orang dengan ponsel mereka dan dalam sekejap mata, video mereka menjadi viral.

"Apakah itu salah satu penggemar yang menyelinap?"

"Tapi tuan Mike bilang, itu adalah tunangannya."

"Situasi macam apa ini?"

Semua orang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

Sedangkan Gebbie sedang berusaha untuk melepaskan diri Mike yang masih terus menciumnya.

"Mike! Ala yang salah dengan kepalamu? Siapa tunanganmu?" Teriak Gebbie.

Segera Mike memasukan sebuah kartu di saku Gebbie dan membisikkan sesuatu di telinga Gebbie.

"Ada banyak uang di kartu ini, nomor pin adalah 333333." Kata Mike.

"Siapa? Lalu siapa?"

"Siapa tunangannya?"

Orang-orang terus bertanya.

Gebbie menarik nafas panjang sebelum akhirnya ia berbicara.

"Tunangan Mike? Kalian ingin tahu? Kalian tidak lihat baru saja kami berciuman? Tentu saja itu aku." Kata Gebbie.

Semua orang terdiam...

"Halo semuanya, aku GabrieLLa, panggil saja aku Gebbie, aku berharap kalian semua akan menerima aku." Kata Gebbie pada semua orang sambil menundukkan kepalanya.

Segera MC mengambil alih panggung.

"Hari ini keluarga tuan Alexander benar-benar memiliki dua berkat yang luar biasa, tidak hanya tuan Alexander yang mendapatkan istri baru, tetapi tuan muda kami Mike juga menemukan kekasihnya."

Tuan Alexander yang terkejut dan hampir jantungan itu menjadi sangat malu dan marah.

Mike turun dari panggung, dan tuan Alexander juga berjalan perlahan menghampirinya sementara semua orang sedang berdansa di ruangan itu.

"Mike! Berhentilah membuat masalah, kapan aku membiarkanmu bertunangan? Apakah aku menyetujuinya?" Kata ayahnya.

"Kau dan aku tidak memiliki urusan yang sama satu sama lain." Jawab Mike santai.

"Tidak ada urusan katamu? Apakah kau masih menganggap aku ayahmu? " Ayah Mike semakin marah.

"Jika kau bukan ayahku, maka aku tidak perlu repot-repot datang kesini." Teriak Mike.

"Gadis kecil, biarkan aku memberimu beberapa saran, belum terlambat untuk mundur." Kata tuan Alexander pada Gebbie.

"Stop! Tolong kau jangan mengancam tunanganku dan coba menakut-nakuti dia, jika kau punya masalah tunjukkan padaku." Kata Mike pada ayahnya.

"Diam! Kau masih berani membuka mulutmu? Terlalu banyak orang disini, mari kita bicara di sana." Kata ayahnya.

Mike dan ayahnya pergi ketempat yang agak sepi.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya ayahnya.

"Kau tau jelas apa yang aku inginkan." Jawab Mike sambil melototi ayahnya.

"Apakah seperti ini caramu bicara pada ayahmu?" Bentak ayahnya.

"Like father like son!" Kata Mike.

"Kau bajingan kecil!" Teriak ayahnya.

Sementara ayah dan anak itu sedang adu mulut, Gebbie menyibukkan dirinya dengan mengisi perutnya dengan hidangan-hidangan pesta mewah itu, namun tiba-tiba Melisa calon tunangan Mike mendekatinya menyiramkan air di atas kepala Gebbie hingga bajunya menjadi basah.

"Siapa yang berani-berani menyingkirkan air padaku?" Kata Gebbie.

"Astaga, aku sungguh minta maaf padamu, tanganku tadi tergelincir!" Kata Melisa.

Gebbie mengusap air dari wajahnya dengan kesal.

"Itu mungkin karena kau tidak terlalu menarik perhatian." Kata Melisa mengejek Gebbie.

"Itu sangat jelas di sengaja." Ucap Gebbie.

"Aku tidak tau trik apa yang kau gunakan untuk mengancam Mike! Aku sudah bertemu banyak penggemar tidak tahu malu seperti dirimu itu!" Ucap Melisa.

"Oh, jadi masalah ini," Gebbie menghela nafas, "Oke! Baiklah aku akan memberitahumu yang sebenarnya adalah, aku bukan penggemarnya! Siapa aku sebenarnya adalah... Bukan urusanmu!" Teriak Gebbie tepat di wajah Melisa.

"Kau benar-benar sungguh tidak beradab! Gadis tidak tahu mau! Berani sekali kau berteriak di depanku." Melisa marah bukan main.

Melihat beberapa orang mulai melihat kearah mereka, Melisa mencoba bersikap anggun kembali.

"Oh, jadi kau bukan penggemarnya? Maka pasti kau menginginkan uang, aku akan membayar untuk itu!" Kata Melisa sombong.

Ia mengambil selembar cek lalu melemparnya pada Gebbie.

"Apa ini cukup?" Kata Melisa.

Gebbie sangat kesal, ia membungkuk seolah hendak mengambil cek itu, dan hal itu membuat Melisa bangga dan semakin sombong. Namun apa yang Gebbie lakukan, sesudah ia mengambil cek itu ia mengikat gaun Melisa di ujung taplak meja yang penuh dengan makanan dan dekorasi kue pengantin yang begitu mewah.

Bersambung....👉

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status