Beranda / Romansa / SENTUHAN YANG SALAH / BAB X : UJIAN NAFSU

Share

BAB X : UJIAN NAFSU

Penulis: Rara
last update Tanggal publikasi: 2026-08-29 21:45:14

Matahari pagi menembus celah gorden kamar Anya, membawa realitas yang enggan ia hadapi setelah malam yang panjang. Di atas tempat tidur, tubuhnya terasa jauh lebih lelah daripada hari-hari sebelumnya. Efek dari ritual rahasia semalam masih menyisakan debaran halus di dadanya, sekaligus rasa bersalah yang teramat sangat. Ketika ia melihat kotak beludru hitam di atas meja rias, Anya cepat-cepat memalingkan wajah. Ia benci fakta bahwa ia mulai menikmati apa yang seharusnya ia anggap sebagai kehina
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SENTUHAN YANG SALAH   BAB XI : PASRAH I

    Pertahanan Anya akhirnya runtuh berkeping-keping. Di bawah siksaan, tubuhnya tidak lagi mampu mematuhi perintah otaknya untuk bertahan. Dengan satu hentakan kaku yang membuat seluruh tubuhnya melengkung menempel pada dinginnya dinding kaca, Anya mencapai puncak pelepasan yang teramat hebat. Air mata kepasrahan mengalir deras, membasahi kaca di depannya saat desahan panjang yang tersengal-sengal akhirnya lolos dari bibirnya yang terluka. Ia telah gagal dalam ujian yang diberikan Tama.Napas Anya memburu pendek-pendek, tubuhnya melosot lemas dan hampir jatuh ke lantai jika tangan kekar Tama tidak segera menahan pinggangnya dari belakang. Tama mematikan alat di tangannya, lalu membalikkan tubuh lemas Anya agar menghadap ke arahnya. Tatapan mata pria itu tidak lagi sekadar dingin ada kilat gairah dan kepuasan yang pekat terpancar dari manik matanya melihat sekretarisnya tak berdaya."Kamu gagal dalam ujian pertamamu, Anya," bisik Tama dengan nada rendah yang berbahaya. "Dan kegagalan di h

  • SENTUHAN YANG SALAH   BAB X : UJIAN NAFSU

    Matahari pagi menembus celah gorden kamar Anya, membawa realitas yang enggan ia hadapi setelah malam yang panjang. Di atas tempat tidur, tubuhnya terasa jauh lebih lelah daripada hari-hari sebelumnya. Efek dari ritual rahasia semalam masih menyisakan debaran halus di dadanya, sekaligus rasa bersalah yang teramat sangat. Ketika ia melihat kotak beludru hitam di atas meja rias, Anya cepat-cepat memalingkan wajah. Ia benci fakta bahwa ia mulai menikmati apa yang seharusnya ia anggap sebagai kehinaan. Namun, tidak ada waktu untuk menyesali diri karena kehidupan nyata segera memanggil dengan keras.Setelah memastikan Arka sarapan dan berangkat sekolah dengan bekal yang cukup, Anya kembali mengenakan seragam mini yang kini terasa semakin mengikat kulitnya. Setiap kali kain tipis itu bergesekan dengan dadanya yang masih sensitif akibat sisa gairah semalam, Anya harus menahan napas. Ia merasa seolah-olah sidik jari Pak Tama telah tercetak permanen di atas kulitnya, mengklaim kepemilikannya ba

  • SENTUHAN YANG SALAH   BAB IX : CANDU

    Dengung halus dari benda silinder di genggaman Anya terasa seirama dengan detak jantungnya yang kian berpacu cepat. Di dalam kesunyian kamarnya, di hadapan cermin besar yang memantulkan setiap jengkal tubuh polosnya, Anya merasa seolah sedang melihat sosok asing. Gadis di dalam cermin itu tampak begitu rapuh, hancur, namun sepasang matanya yang sayu menyiratkan dahaga yang amat dalam akan sensasi yang baru saja dikenalkan padanya siang tadi. Logikanya berteriak bahwa ini adalah kesalahan besar, bahwa benda di tangannya adalah simbol kehinaan dan kendali mutlak Pak Tama atas dirinya. Namun, dirinya menolak untuk patuh pada moralitas yang selama ini ia agungkan.Anya menarik napas dalam-dalam, membiarkan udara malam yang dingin menembus pori-pori kulitnya, memenuhi dadanya yang naik-turun tak beraturan. Perlahan, dengan jemari yang masih sedikit gemetar akibat sisa ketakutan, ia menaikkan intensitas getaran pada alat tersebut melalui tombol di pangkalnya. Dengung rendah yang tadinya sam

  • SENTUHAN YANG SALAH   BAB VIII : PERASAAN ANEH

    Rasa hangat dan getaran konstan dari benda yang tertanam di dalam dirinya akhirnya mencapai batas yang bisa ditanggung oleh kesadaran Anya. Di atas pangkuan Tama, dengan kedua putingnya yang terus dipelintir dan diremas secara ritmis dari belakang, Anya merasa seluruh tubuhnya seperti dialiri arus listrik yang membakar. Napasnya memburu, putus-putus, dan bibirnya digigit begitu erat hingga memucat demi menahan suara yang terus mendesak ingin keluar. Tama, yang bisa merasakan bagaimana otot-otot tubuh Anya mulai menegang hebat di atas pangkuannya, tahu bahwa sekretaris pribadinya ini sudah berada di tepi jurang pelepasan untuk kedua kalinya hari ini. Dengan seringai tipis yang penuh kepuasan, Tama menekan tombol pada kendali nirkabel di tangannya, menaikkan intensitas getaran ke tingkat maksimal tepat saat jemarinya memberikan remasan kuat yang serempak pada kedua dada Anya. "Ahhh... P-Pak Tama...!" Anya tidak bisa lagi menahannya. Pekikan pasrah itu lolos begitu saja dari tenggorok

  • SENTUHAN YANG SALAH   BAB VII : PELAJARAN PERTAMA

    Sepuluh menit waktu istirahat yang diberikan terasa berjalan begitu cepat. Berkat sisa-sisa fokus yang dipaksakan di tengah debaran jantung yang belum sepenuhnya mereda, Anya berhasil memulihkan folder dokumen yang rusak tepat waktu. Sesi kedua rapat koordinasi berjalan tanpa gangguan teknis berarti. Selama sisa presentasi tersebut, Tama kembali menjadi sosok CEO yang dingin dan berwibawa, sementara Anya hanya menunduk, memfokuskan seluruh perhatiannya pada papan ketik demi menyembunyikan sisa rona merah di wajahnya.Ketika panggilan video akhirnya diputuskan secara permanen oleh operator pusat, keheningan yang mencekam kembali menguasai ruang kerja yang luas itu.Anya perlahan menutup laptopnya. Ia berniat untuk segera berdiri dan kembali ke kubikalnya di luar, namun suara berat Tama memecah kesunyian sebelum ia sempat beranjak dari kursinya."Pekerjaanmu merapikan data di sesi kedua cukup baik," ucap Tama datar seraya menyandarkan punggung ke kursi kebesarannya. "Tapi itu hanya memp

  • SENTUHAN YANG SALAH   BAB VI : KESALAHAN FATAL

    Sebagai seorang yang memiliki latar belakang di dunia desain, tumpukan laporan keuangan, jadwal investasi, dan penyusunan agenda korporat adalah labirin rumit yang kerap membuatnya pusing tujuh keliling. Namun, demi Arka dan pasokan obat-obatannya yang mahal, Anya memaksakan otaknya untuk bekerja dua kali lebih keras.Pagi itu, suasana di lantai tiga puluh terasa jauh lebih tegang dari biasanya. Pak Tama dijadwalkan untuk memimpin rapat koordinasi tahunan bersama para investor asing melalui video conference skala besar. Semua berkas materi presentasi dan data analitik seharusnya sudah selesai diperiksa dan diunggah ke sistem utama oleh Anya sejak tiga puluh menit yang lalu."Kenapa file-nya bisa rusak? Sial, kenapa data yang ini belum masuk?!" gumam Anya dengan suara bergetar. Wajahnya pucat pasi. Ia baru menyadari bahwa ada satu folder berisi grafik audit eksternal yang salah ia format, membuat seluruh sistem presentasi tidak bisa membaca data tersebut.Sebelum Anya sempat memperbaiki

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status