Share

Bagian 18

Tepat dua minggu sejak pertemuan Embun dengan Elio. Sebuah pesan masuk berkedip di layar ponsel. Embun mengambil benda tipis yang tergeletak di atas meja ruang tengah. Menggeser layar lalu membaca pesan masuk dari Elio.

Bun, semua persiapan sudah selesai. Kamu bisa mulai kerja lusa, tidak keberatan, kan? —terbaca.

Senyuman lebar menghias wajah wanita berusia dua puluh satu tahun itu. Akhirnya setelah lama menanti, kabar baik dari Elio dia terima. Segera ibu jari mengetik pesan balasan.

Tidak mungkin aku keberatan. Harusnya aku berterima kasih padamu atas kesempatan yang Kak Elio berikan! —terkirim.

Sore ini menjadi menyenangkan usai mendapat kabar dari Elio. Wanita muda itu bahkan sudah menari-nari kecil, hatinya riang penuh semangat. Ini akan jadi kali pertama ia bekerja, mencari pengalaman setelah lulus kuliah. Tidak ingin menyia-nyiakan kegembiraan hanya dengan bergerak tak tentu. Embun segera masuk ke dalam kamar, berganti baju dan mengambil dompetnya. Ia akan pergi belanja, mem
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status