Share

39. Paranoia

Penulis: Tinta Terbang
last update Tanggal publikasi: 2026-09-11 08:10:26

Pak Hwang masih berdiri terpaku di aula olahraga. Ia menatap kosong ke arah pintu keluar tempat Xian Ren baru saja menghilang. Kalimat singkat yang diucapkan muridnya itu masih terus berulang-ulang di dalam kepalanya.

Keringat dingin perlahan menetes dari pelipisnya. Dadanya berdebar kencang, dihantam gelombang paranoia yang dahsyat.

'Apa maksud anak itu? Kenapa dia bicara seperti itu padaku?' batinnya dengan napas yang mulai memburu.

Pikirannya seketika terlempar kembali pada memori kelam bebe
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   80. Tatapan Penuh Arti

    Suara bel tanda istirahat bergema nyaring di seluruh penjuru sekolah. Para murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing menuju kantin.Xian Ren melangkah santai di koridor utama bersama Shuling dan Yuan En. Mereka bertiga berjalan berdampingan menuju salah satu meja kantin yang cukup luas di sudut ruangan.Setelah memilih tempat duduk, Shuling langsung meletakkan sebuah kotak bekal berwarna merah muda di hadapan Xian Ren."Lim, kamu makan roti lapis buatan ibuku ini ya. Isian dagingnya banyak sekali hari ini," ucap Shuling lembut seraya menggeser kotak bekalnya lebih dekat ke tangan Xian Ren.Belum sempat Xian Ren menjawab, Yuan En sudah menyodorkan kotak bekal berbahan plastik bening dari sisi sebelahnya."Jangan cuma makan roti, Han. Karbohidratnya kurang untuk tubuhmu yang tegap begitu. Ini, aku bawakan nasi goreng spesial. Aku sengaja masak lebih banyak tadi pagi," timpal Yuan En tidak mau kalah.Shuling melirik Yuan En dengan dahi berkerut. "Yuan En, biarkan Han Lim memilih

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   79. Di Balik Lamunan

    Pagi itu, Xian Ren sudah tampak rapi mengenakan baju seragam sekolahnya. Ia berdiri sejenak di depan cermin, mengingat kembali item yang ia dapatkan kemarin."Sistem..."Layar biru transparan seketika melayang tepat di hadapannya, disertai bunyi mekanis.[Ding!][Selamat Pagi, Tuan. Ada Yang Bisa Saya Bantu?]"Buka storage level dua sekarang."[Baik, Tuan. Tunggu Sebentar.][Membuka Storage Level Dua.][Item Yang Tersedia Saat Ini: 1 Botol Ramuan Penambah Kekuatan Fisik.][Apa Anda Ingin Menggunakan Item Ini, Tuan?]Xian Ren mengangguk cepat. "Ya. Keluarkan item sekarang."Sebuah botol kaca kecil berisi cairan hijau seketika muncul di genggaman tangannya. Tanpa ragu, ia membuka penutupnya dan meminum habis cairan tersebut.Seketika gelombang hangat menjalar cepat ke seluruh pembuluh darahnya. Otot-otot di balik seragam sekolahnya memadat, postur tubuhnya semakin tegap, bahunya melebar sempurna, dan staminanya melonjak drastis. Tubuh pemuda itu kini terbentuk sangat atletis secara ins

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   78. Kehangatan Tanpa Jarak

    Xian Ren tidak bisa memejamkan matanya malam ini. Ia menatap langit-langit kamarnya sambil terus memikirkan tentang rahasia yang disembunyikan oleh Paman Yuze dan Bibi Xue Fang."Rahasia apa lagi yang masih disembunyikan Paman Yuze dan Bibi Fang dari kami?" bisik Xian Ren seraya menghela napas panjang. "Sabtu nanti aku harus ke rumah Bibi Fang dan memaksanya untuk memberitahuku."Pintu kamarnya tiba-tiba dibuka perlahan dari luar. Pemuda itu langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.Yuan Rin melangkah masuk ke dalam kamar, lalu menutup kembali akses ke luar itu. Senyum tipis terukir di wajahnya saat menatap Xian Ren yang berbaring di atas kasur."Han... Kamu belum tidur kan?" ucapnya seraya berjalan mendekati tempat tidur. "Ada apa, Kak Rin? Kenapa Kakak belum tidur?" tanya Xian Ren, menatap gadis itu.Yuan Rin membaringkan tubuhnya di samping Xian Ren. Ia menggeser posisinya lebih rapat dan menyandarkan kepalanya di dada pemuda itu. "Aku tidak bisa tidur sendirian. Aku ingin

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   77. Rahasia Aset Masa Lalu

    Setelah persidangan, mereka bertiga kembali ke rumah dan berkumpul di ruang keluarga. Han Yu langsung menutupi wajahnya, tangisnya seketika pecah."Ibu masih benar-benar tidak menyangka. Bagaimana bisa Paman Yuze melakukan perbuatan sekejam itu pada keluarga kita. Dia itu adik kandung almarhum ayahmu... Kenapa dia tega melakukan itu."Xian Ren merangkul bahu Han Yu. Ia mengelus pundak wanita itu dengan sangat lembut."Sudahlah, Bu. Tidak perlu menangis lagi," ucap Xian Ren. "Yang terpenting sekarang Paman Yuze sudah mendapat hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya. Ibu dan Kak Rin tidak perlu merasa takut dan cemas lagi mulai hari ini."Han Yu mendongak menatap Xian Ren dengan mata sembap. "Ibu cuma merasa benar-benar gagal menjaga kalian selama ini, Han... Rumah ini rasanya penuh ketakutan sebelum persidangan hari ini.""Ibu tidak gagal sama sekali," potong Xian Ren lembut seraya mengusap jemari Han Yu. "Mulai sekarang, aku yang akan memastikan rumah ini tetap aman untuk Ibu da

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   76. Lima Belas Tahun

    Xian Ren dan Yuan Rin segera maju menuju kursi saksi yang berada di tengah ruang sidang. Setelah mengikrarkan sumpah di hadapan Majelis Hakim untuk memberikan keterangan yang jujur—keduanya kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.Hakim Ketua menatap ke arah Yuan Rin. "Saksi Yuan Rin, bisa Anda jelaskan kronologi peristiwa penculikan yang menimpa Anda?""Sore itu saat saya baru keluar dari gerbang kampus, ada sebuah mobil van hitam yang tiba-tiba berhenti di samping saya, Yang Mulia," ucap Yuan Rin dengan suara yang terdengar jelas. "Kemudian dua orang pria menarik dan memaksa saya masuk ke dalam mobil. Lalu membawa dan menyekap saya ke sebuah gudang kosong. Mereka juga mengancam akan melukai saya jika keluarga saya tidak menyerahkan uang tebusan sebesar lima ratus juta Won.""Apakah para pelaku pernah menyebut nama orang yang menyuruh mereka saat Anda disekap di gudang tersebut?" tanya Jaksa Penuntut Umum."Tidak pernah, Yang Mulia," sahut Yuan Rin. "Mereka baru menyebutnya set

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   75. Sidang Pertama

    Pagi itu, Xian Ren, Han Yu, dan Yuan Rin sudah duduk di meja makan untuk sarapan bersama.Yuan Rin duduk di kursi tepat di samping Xian Ren. Sikapnya pagi ini berubah drastis dibanding hari-hari sebelumnya. Gadis itu begitu perhatian dan manja pada pemuda itu."Han, kamu mau makan paha ayam ini? Biar aku ambilkan," ucap Yuan Rin seraya mengambil sepotong paha ayam goreng, lalu meletakkannya ke atas piring Xian Ren.Xian Ren tersenyum tipis. "Terima kasih, Kak Rin.""Makanlah yang banyak," ujar Yuan Rin lagi.Han Yu duduk di seberang meja, menatap kedua anaknya itu dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia meraih teko yang berisi teh hangat, berniat menuangkannya ke dalam gelas milik Xian Ren."Han, Ibu tuangkan tehnya..." ucap Han Yu pelan.Yuan Rin langsung menarik teko itu dari tangan ibunya. Ia menatap Han Yu dengan tatapan tajam dan raut wajah yang dingin."Tidak usah, Bu. Biar aku saja yang menuangkannya," ucap Yuan Rin ketus. "Ibu tidak usah mencari perhatian di depanku."Han Yu t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status