LOGINSetelah kematian adiknya. Elara kembali ke tanah kelahirannya— London. Untuk membalaskan dendamnya pada orang-orang yang terlibat dalam kematian adiknya. Dan kehadiran Felix, sahabat yang ia anggap orang biasa ternyata menyembunyikan sesuatu yang akan membuat hubungan mereka berubah kedepannya.
View MorePlak!!"Anak sialan, bisakah kau tidak membuat masalah, hah?" bentak Alaric. "Kau baru masuk sekolah dan kau sudah mematahkan tangan anak orang? Kau mau mempermalukan keluarga Hawthorne hah?"Elara yang sedang berlutut di hadapan Alaric memutar matanya malas, "Sialan itu pantas menerimanya.""Kau masih berani menjawab, hah? Akan ku bunuh kau sialan." Alaric mengambil sebatang kayu dan bersiap untuk menerjang Elara yang masih santai berlutut."Ayah, hentikan!!" teriakan halus menghentikan pergerakan Alaric.Liora berlari mendekati Elara dan membantu Elara untuk berdiri, "Kakak, apa ada yang sakit?"Elara menggeleng sebagai jawabannya, Liora menatap marah ke arah Alaric dan Isolde. "Sampai kapan kalian akan menyiksa kakakku? Dari awal kalian bertemu kakak tidak sekalipun kalian menunjukkan kasih sayang kepadanya, emangnya apa salah kakakku?" tangis Liora pecah.Alaric mendengus kesal, "Untuk apa aku menyayangi anak yang tidak tahu tata krama seperti dia? Yang dia tahu hanya membuat kel
"Tante jahat, jangan menghina ibu Serena."Elara menatap anak lelaki gempal yang tengah merentangkan tangannya di depan Serena. Hal itu sontak membuat Elara tertawa lebih besar."Hahahaha, waaahhh ini kejutan yang sangat manis. Kau memanggilnya apa tadi bocah kecil?" tanya Elara."Apa Tante tuli? Aku memanggilnya Ibu. Dia Ibuku dan aku tidak terima kau menghinanya." teriak anak itu dengan lantang."Kalau jalang ini ibumu, lalu siapa yang barusan di kubur itu hm?""Yang di kubur itu bukan ibuku, dialah jalang yang sebenarnya. Dia hanya orang gila penyakitan yang selalu menyusahkan ayahku. Tidak seperti ibu Serena yang selalu menyayangi kami," jelasnya.Mendengar perkataan anak itu membuat kemarahan Elara semakin bergejolak, Elara menatap ke arah Alaric dan Isolde berharap mereka bereaksi mendengar ucapan Jeffrey mengenai Liora orang yang melahirkan bocah kurang ajar itu.Tapi alih-alih mereka memarahi Jeffrey mengenai ucapannya itu, mereka hanya diam dan mengalihkan pandangan mereka se
Suara musik klasik mengalun indah di sebuah ballroom yang kini dijadikan tempat pesta kaum atas. Pesta topeng yang digelar tiap bulan untuk menambah relasi untuk para pengusaha di seluruh dunia."Sam sialan, seharusnya sekarang aku sedang menghajar para sampah itu. Bukan di sini melihat wajah palsu orang-orang ini." gumam Elara.Saat ia masih berada di makam adiknya, Sam menelepon untuk memberi tahu bahwa pesta kali ini akan diselenggarakan di London. Kebetulan yang sangat memuakkan menurut Elara.Jujur saja, dia tidak suka berada di tempat seperti ini. Hanya saja, ayah angkatnya Damian Cavendish memaksanya untuk hadir. Damian beralasan dia tidak bisa hadir karena ada urusan mendadak."Aku yakin tua bangka itu ingin menjualku pada pewaris Blacwood itu, kalau iya akan ku robek jantungnya. Sialan," Elara kembali bergumam kesal menggenggam erat gelas winenya."Selamat malam, Nona Cavendish." Sapa seseorang."Selamat malam, ah anda tuan Robert bukan?" balas Elara dengan senyuman meremehka
"Kau baru saja datang, Elara. Mengapa kau membuat keributan?" Suara berat itu menggema di ruang duka itu.Elara menoleh ke arah suara itu. Di sana sudah berdiri orang tuanya, tunangannya, adik iparnya, dan satu wanita yang memakai baju yang cukup nyentrik untuk sebuah suasana duka. Elara terkekeh pelan."Felix, lihatlah keluarga harmonis itu. Bukankah mereka terlihat sangat manis?" Elara menatap Felix yang masih berlutut.Felix menatap Elara. Tatapan hancur itu— sama seperti saat mereka pertama kali bertemu dulu. Felix berdiri, menatap Elara dan sedikit menggeleng seolah ia mengatakan untuk tidak mengeluarkannya sekarang.Tapi, sebuah perkataan tajam keluar dari seseorang yang membuat emosi Elara terpancing. "Kakak, saat ini adikmu akan dikebumikan. Aku mohon kamu jangan menggila di sini." ucap wanita yang memakai dress merah di samping adik iparnya.Elara menatap tajam wanita itu, "Siapa yang kau panggil kakak, Jalang?"Elara mendekat ke arah wanita itu, dan tatapannya langsung menga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.