Share

76. Lima Belas Tahun

Author: Tinta Terbang
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-23 19:29:08

Xian Ren dan Yuan Rin segera maju menuju kursi saksi yang berada di tengah ruang sidang. Setelah mengikrarkan sumpah di hadapan Majelis Hakim untuk memberikan keterangan yang jujur—keduanya kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.

Hakim Ketua menatap ke arah Yuan Rin. "Saksi Yuan Rin, bisa Anda jelaskan kronologi peristiwa penculikan yang menimpa Anda?"

"Sore itu saat saya baru keluar dari gerbang kampus, ada sebuah mobil van hitam yang tiba-tiba berhenti di samping saya, Yang Mulia," uca
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   79. Di Balik Lamunan

    Pagi itu, Xian Ren sudah tampak rapi mengenakan baju seragam sekolahnya. Ia berdiri sejenak di depan cermin, mengingat kembali item yang ia dapatkan kemarin."Sistem..."Layar biru transparan seketika melayang tepat di hadapannya, disertai bunyi mekanis.[Ding!][Selamat Pagi, Tuan. Ada Yang Bisa Saya Bantu?]"Buka storage level dua sekarang."[Baik, Tuan. Tunggu Sebentar.][Membuka Storage Level Dua.][Item Yang Tersedia Saat Ini: 1 Botol Ramuan Penambah Kekuatan Fisik.][Apa Anda Ingin Menggunakan Item Ini, Tuan?]Xian Ren mengangguk cepat. "Ya. Keluarkan item sekarang."Sebuah botol kaca kecil berisi cairan hijau seketika muncul di genggaman tangannya. Tanpa ragu, ia membuka penutupnya dan meminum habis cairan tersebut.Seketika gelombang hangat menjalar cepat ke seluruh pembuluh darahnya. Otot-otot di balik seragam sekolahnya memadat, postur tubuhnya semakin tegap, bahunya melebar sempurna, dan staminanya melonjak drastis. Tubuh pemuda itu kini terbentuk sangat atletis secara ins

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   78. Kehangatan Tanpa Jarak

    Xian Ren tidak bisa memejamkan matanya malam ini. Ia menatap langit-langit kamarnya sambil terus memikirkan tentang rahasia yang disembunyikan oleh Paman Yuze dan Bibi Xue Fang."Rahasia apa lagi yang masih disembunyikan Paman Yuze dan Bibi Fang dari kami?" bisik Xian Ren seraya menghela napas panjang. "Sabtu nanti aku harus ke rumah Bibi Fang dan memaksanya untuk memberitahuku."Pintu kamarnya tiba-tiba dibuka perlahan dari luar. Pemuda itu langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.Yuan Rin melangkah masuk ke dalam kamar, lalu menutup kembali akses ke luar itu. Senyum tipis terukir di wajahnya saat menatap Xian Ren yang berbaring di atas kasur."Han... Kamu belum tidur kan?" ucapnya seraya berjalan mendekati tempat tidur. "Ada apa, Kak Rin? Kenapa Kakak belum tidur?" tanya Xian Ren, menatap gadis itu.Yuan Rin membaringkan tubuhnya di samping Xian Ren. Ia menggeser posisinya lebih rapat dan menyandarkan kepalanya di dada pemuda itu. "Aku tidak bisa tidur sendirian. Aku ingin

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   77. Rahasia Aset Masa Lalu

    Setelah persidangan, mereka bertiga kembali ke rumah dan berkumpul di ruang keluarga. Han Yu langsung menutupi wajahnya, tangisnya seketika pecah."Ibu masih benar-benar tidak menyangka. Bagaimana bisa Paman Yuze melakukan perbuatan sekejam itu pada keluarga kita. Dia itu adik kandung almarhum ayahmu... Kenapa dia tega melakukan itu."Xian Ren merangkul bahu Han Yu. Ia mengelus pundak wanita itu dengan sangat lembut."Sudahlah, Bu. Tidak perlu menangis lagi," ucap Xian Ren. "Yang terpenting sekarang Paman Yuze sudah mendapat hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya. Ibu dan Kak Rin tidak perlu merasa takut dan cemas lagi mulai hari ini."Han Yu mendongak menatap Xian Ren dengan mata sembap. "Ibu cuma merasa benar-benar gagal menjaga kalian selama ini, Han... Rumah ini rasanya penuh ketakutan sebelum persidangan hari ini.""Ibu tidak gagal sama sekali," potong Xian Ren lembut seraya mengusap jemari Han Yu. "Mulai sekarang, aku yang akan memastikan rumah ini tetap aman untuk Ibu da

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   76. Lima Belas Tahun

    Xian Ren dan Yuan Rin segera maju menuju kursi saksi yang berada di tengah ruang sidang. Setelah mengikrarkan sumpah di hadapan Majelis Hakim untuk memberikan keterangan yang jujur—keduanya kemudian duduk di kursi yang telah disediakan.Hakim Ketua menatap ke arah Yuan Rin. "Saksi Yuan Rin, bisa Anda jelaskan kronologi peristiwa penculikan yang menimpa Anda?""Sore itu saat saya baru keluar dari gerbang kampus, ada sebuah mobil van hitam yang tiba-tiba berhenti di samping saya, Yang Mulia," ucap Yuan Rin dengan suara yang terdengar jelas. "Kemudian dua orang pria menarik dan memaksa saya masuk ke dalam mobil. Lalu membawa dan menyekap saya ke sebuah gudang kosong. Mereka juga mengancam akan melukai saya jika keluarga saya tidak menyerahkan uang tebusan sebesar lima ratus juta Won.""Apakah para pelaku pernah menyebut nama orang yang menyuruh mereka saat Anda disekap di gudang tersebut?" tanya Jaksa Penuntut Umum."Tidak pernah, Yang Mulia," sahut Yuan Rin. "Mereka baru menyebutnya set

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   75. Sidang Pertama

    Pagi itu, Xian Ren, Han Yu, dan Yuan Rin sudah duduk di meja makan untuk sarapan bersama.Yuan Rin duduk di kursi tepat di samping Xian Ren. Sikapnya pagi ini berubah drastis dibanding hari-hari sebelumnya. Gadis itu begitu perhatian dan manja pada pemuda itu."Han, kamu mau makan paha ayam ini? Biar aku ambilkan," ucap Yuan Rin seraya mengambil sepotong paha ayam goreng, lalu meletakkannya ke atas piring Xian Ren.Xian Ren tersenyum tipis. "Terima kasih, Kak Rin.""Makanlah yang banyak," ujar Yuan Rin lagi.Han Yu duduk di seberang meja, menatap kedua anaknya itu dengan perasaan yang bercampur aduk. Ia meraih teko yang berisi teh hangat, berniat menuangkannya ke dalam gelas milik Xian Ren."Han, Ibu tuangkan tehnya..." ucap Han Yu pelan.Yuan Rin langsung menarik teko itu dari tangan ibunya. Ia menatap Han Yu dengan tatapan tajam dan raut wajah yang dingin."Tidak usah, Bu. Biar aku saja yang menuangkannya," ucap Yuan Rin ketus. "Ibu tidak usah mencari perhatian di depanku."Han Yu t

  • SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN   74. Jatuh Ke Dalam Pelukan

    Yuan Rin menarik napas saat Xian Ren melepaskan tautan bibir mereka. Dadanya naik turun tidak beraturan, matanya kini tampak sayu dan basah oleh emosi yang berkecamuk."Kenapa kamu tega melakukan ini padaku, Han?" bisik Yuan Rin dengan suara bergetar. Tangannya masih berada dalam genggaman pemuda itu.Xian Ren menatap gadis di hadapannya. Ia meletakkan satu tangan Yuan Rin ke pipinya. "Karena aku tidak bisa melihat Kakak terus-menerus menatapku dengan rasa benci seperti ini.""Aku memang benci padamu, Han!" gumam Yuan Rin pelan. "Aku benci melihatmu dengan Ibu. Aku benci melihatmu menyentuhnya, memeluknya...""Aku tahu," sela Xian Ren. Ia memajukan wajahnya lagi, menempelkan keningnya pada kening Yuan Rin. "Kak Rin bukan benci padaku. Kakak hanya cemburu. Kak Rin ingin berada di posisi seperti Ibu, kan?"Perkataan itu menghantam pertahanan terakhir Yuan Rin. Bibirnya gemetar, air mata mulai menetes membasahi pipinya. "Kamu jahat, Han... Kamu benar-benar jahat.""Maafkan aku, Kak," uca

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status