Home / Romansa / SKANDAL DUA MENANTU / Obat Kontrasepsi

Share

Obat Kontrasepsi

Author: Anna Sahara
last update Last Updated: 2025-11-19 14:22:40

Bathtub telah diisi dengan sabun aromatherapy. Di dalamnya, Erlang dan Zoya berpelukan sembari berciuman. Alih-alih membersihkan diri, keduanya justru sibuk mengulangi percintaan tadi malam.

Saking bersemangatnya memadu kasih, busa sabun sampai melimpah ruah, berceceran ke lantai.

Erlang mempraktekkan gaya doggy style. Dia masih saja mahir dan berhasil memuaskan Zoya dengan gaya tersebut.

"Lang, apa Syila gak akan mencarimu?" Zoya yang sudah kelelahan berbalik menatap wajah merah Erlang. "Aku takut dia mencarimu di seluruh tempat."

Bukannya menjawab, Erlang malah menyatukan bibir mereka. Lidahnya mulai bermain di dalam mulut Zoya.

"Satu kali lagi, Sayang, aku akan selesai," pinta Erlang dengan napas yang memburu.

Pukul 6 pagi, Zoya baru kembali ke dalam kamarnya. Wajahnya kambali resah tatkala berhadapan dengan Arsya.

Saat itu, Arsya telah berpakaian rapi dan sedang mematut dirinya di hadapan cermin. Dari pantulan kaca, dia melihat istrinya memasuki kamar.

"Kamu mandi atau sedang ri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SKANDAL DUA MENANTU   89

    89Tak berselang lama, Erlang muncul dan menghampiri meja utama di ruangan itu. Dia membawa piring berisi makanan sehat dan bergabung dengan istri, juga mertuanya. "Kamu dari mana saja, Honey?" Arsyila berpura-pura mesra meski hubungan mereka yang sebenarnya masih memanas. "Aku pikir kamu tidak akan kembali, jadi aku bilang pada mommy bahwa kamu sudah meninggalkan acara ini." "Dia juga manusia, Syila, tentu saja butuh nutrisi untuk bertahan hidup," tiba-tiba Suzy berkata sinis membuat Erlang keheranan. 'Apa maksudnya bicara seperti itu? Apa dia juga marah aku mendapat posisi ini?' Erlang berpikir tentang perubahan ibu mertuanya. "Jangan diambil hati, Honey!" Arsyila segera meredakan ketegangan itu. "Mommy hanya becanda. Dia sedikit sensitif karena kecewa pada teman-teman sosialitanya yang dari luar negeri tak bisa hadir dalam acara ini." Jenuh, Suzy membuang muka dengan pongahnya, tidak terima denga

  • SKANDAL DUA MENANTU   88

    Alih-alih setuju, Zoya justru merasa jijik. Terlebih saat Arsya menyebutkan kata anak. 'Siapa yang masih ingin punya anak denganmu?' pikirnya. Sebelum bertemu dengan Erlang, Zoya masih memiliki niat tersebut untuk menyenangkan ibu mertuanya, tapi sekarang dia tidak pernah berharap lagi, bahkan akan menghindar dari permintaan Arsya. Tanpa diduga, Arsya mendekatkan wajahnya pada Zoya, lalu berbisik, "Kamu harus segera hamil," setelah itu dia tiba-tiba mengecup pipi Zoya tanpa permisi. Hal itu membuat Zoya merasa muak dan hampir tidak percaya dengan perubahan pria itu. "Apa yang kamu lakukan?" Zoya tidak terima karena berpikir Arsya telah melewati batas. Dia merasa seperti tersentuh oleh sesuatu yang menjijikkan. "Apa yang salah?" Arsya selalu merasa benar. "Aku suamimu, kamu istriku, terserah aku dong mau mencium kamu di mana pun tempatnya." Zoya memandang Arsya dengan mata yang penuh kebencian, merasa bahwa Arsya telah melakukan sesuatu yang tidak pantas. Sebelum bertemu deng

  • SKANDAL DUA MENANTU   87

    Arsya yang merasa kesal dan kecewa karena dikalahkan oleh Erlang dalam persaingan menjadi CEO, mencari pelampiasan emosinya. Dia tahu bahwa Zoya adalah orang yang paling lemah dan mudah untuk ditindas.Karena Arsya tidak bisa melawan Erlang, dan dia tidak ingin dibanding-bandingkan oleh para petinggi perusahaan, jadi dia hanya memilih untuk mendekati Zoya saja.Dengan gayanya yang selalu merasa paling berkuasa, Arsya menghampiri Zoya yang sendirian, lalu berkata, "Wah, Zoya, aku lihat kamu sudah menjadi teman dekat Erlang sekarang, dia bahkan membantumu hingga kamu banyak berubah sekarang. Kamu memang pandai mencari partner, ya, aku harap kamu tidak lupa dengan status kalian berdua."Zoya yang tidak menyangka akan diserang oleh Arsya, merasa sedikit terkejut dan tersinggung. "Apa maksudmu, Arsya?" Zoya berpura-pura tenang karena mereka sedang berada di depan umum.Arsya tersenyum sinis. "Aku tahu kamu hanya ingin mendapatkan keuntungan dari hubunganmu dengan Erlang. Kamu memang pintar

  • SKANDAL DUA MENANTU   86

    Satu minggu kemudian, Rasputin memanggil semua petinggi dan juga karyawan penting di RB Corporation ke ruang pertemuan untuk mengumumkan pengangkatan CEO yang baru. Semua orang menunggu dengan penasaran siapa yang akan terpilih sebagai CEO baru. Rasputin masuk ke ruang pertemuan dengan wajah yang serius, diikuti oleh Vano sang asisten, juga keluarga Bagaskara yang terdiri dari Suzy, Zoya, Arsya, Arsyila, dan Erlang. Semua orang menunggu dengan penasaran siapa yang akan terpilih sebagai CEO baru. Hari itu, Arsyila, dan Suzy berdiri di sisi Erlang. Sedangkan Zoya bersebelahan dengan Arsya yang tidak begitu jauh dengan Erlang. Rasputin masuk ke ruang pertemuan dengan wajah yang serius. Tanpa berbasa-basi, dia langsung pada inti pembicaraan. "Baiklah, saya akan mengumumkan CEO baru RB Corporation. Dan orang yang terpilih benar-benar memiliki dedikasi yang tinggi dan kontribusi yang signifikan terhadap perusahaan. Kami melihat potensi dan kemampuannya dalam memimpin perusahaan k

  • SKANDAL DUA MENANTU   85

    Sembari mengeluarkan dokumen dari dalam tas yang dibawanya, Zoya tersenyum dengan percaya diri. "Sebenarnya, aku memiliki dua toko roti sendiri dan sama-sama baru dibuka. Dan ini adalah bukti kepemilikannya," kata Zoya dengan bangga. "Satu toko mengalami kebangkrutan total karena ada seseorang yang dengan sengaja menjebakku, tapi untungnya toko yang mengalami kebangkrutan itu hanya cadangan saja, toko yang sesungguhnya mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa bulan ini dan cukup memberikan keuntungan yang banyak."Arsya tercengang kaget, matanya melebar karena tidak menyangka Zoya masih memiliki toko roti yang lain. "Apa ... ini tidak mungkin," gumamnya seperti orang linglung. Dia tidak sabar untuk melihat usaha baru istrinya itu.Untuk membuktikan dirinya mampu, Zoya lebih dulu menyerahkan dokumen tersebut kepada Arsya. "Ini adalah sertifikat kepemilikan toko roti yang sah. Rencananya, aku juga akan mengembangkan beberapa cabang di beberapa tempat lain."Ketika memeriksa k

  • SKANDAL DUA MENANTU   84

    Erlang membelai rambut Zoya dengan lembut, sedangkan Zoya membenamkan kepalanya di dada telanjang Erlang. Sepasang kekasih itu saling menikmati sentuhan dengan penuh kasih. "Kamu tahu, aku sempat mengalami kesulitan tidur saat berpisah denganmu, Zoya," ucap Erlang dengan suara yang lembut. Merasa bersalah, Zoya segera mendongakkan kepala dan menatap Erlang dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku minta maaf, Lang. Aku sudah membuatmu menderita saat itu." "Aku tidak pernah menyalahkanmu." Erlang tersenyum sembari menikmati keindahan di wajah kekasihnya. "Itu hanya masa lalu, dan sekarang aku tidak ingin kamu meninggalkan aku lagi, jangan coba-coba untuk berpisah dariku!" Bibir Zoya mengerucut manja. "Aku senang dicintai oleh pria sepertimu, Lang, tapi kata-katamu tadi membuatku sedikit takut. Aku seperti mendapat ancaman cinta dari kekasihku sendiri.""Memang benar ini sebuah ancaman." Tanpa ragu, Erlang mempertegas. "Cukup sekali saja kamu boleh menyakitiku, aku tidak akan tinggal diam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status