Share

Video Conference

Author: Shira Aldila
last update publish date: 2026-10-24 21:06:52

POV RENO

"Bagaimana Indonesia? Kerasan?" tanya Papa. Wajah papa muncul di layar monitor TV selebar 40 inchi. Aku sedang melakukan video conference dengan Papa di ruangan kerjaku ini.

"Lumayan," jawabku santai. Aku berdua saja dengan Pak Marko di ruangan ini. Beliau membantuku untuk memberikan informasi dan laporan pada Papa jika ada hal yang terlewat olehku.

"Bagaimana dengan kemitraan terbaru kita? Apa kamu sudah memutuskan untuk memilih perusahaan yang mana?" tanya papa lagi.

"Masih da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Runtuh

    "Kita pulang, yah," ajak Reno dengan suaranya yang lembut. Aku lansung mengangguk. Tidak seperti kebiasaanku yang selalu mendebat setiap ajakan Reno. Kali ini, Aku seperti kehilangan kendali atas diriku sendiri. Seolah ada kekuatan tak kasat mata yang membungkam mulutku ketika Reno menggenggam tanganku dan mengajakku pergi. Aku menurut tanpa sepatah kata, melangkah bersamanya menuju mobil. "Biarkan aku yang menyetir," kata Reno tenang, setelah memberi isyarat pada sopir limosinnya untuk pergi. Aku hanya mengangguk pelan dan duduk di kursi penumpang, menyerahkan kendali sepenuhnya pada Reno. Sepanjang perjalanan, Reno beberapa kali mencoba mengorek informasi tentang kebakaran di pabrik. Pertanyaannya mengambang di udara, tak selalu kujawab dengan lengkap. Bukan karena tak ingin bercerita, tapi tubuhku terasa terlalu letih untuk membahas bencana pahit yang melanda pabrikku itu. Rasanya sangat lelah. Tubuhku seakan baru saja terbebas dari himpitan batu besar. Selain letih, aku jug

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Api Cemburu

    POV SALMA Aku mengeluarkan gaun dari dalam kotak. Sementara Kotak itu tak kupindahkan, tetap kutata rapi di meja tamu. Jam sudah menunjukkan pukul enam. Waktuku tinggal sedikit untuk bersiap. Memakai gaun, memulas make up dan menata rambutku dengan mode sanggul pesta. Butuh satu jam lebih bagiku untuk bersiap diri. Kini, mataku menatap takjub pada pantulan bayanganku di cermin. Gaun mahal ini begitu pas membalut tubuhku. “Apa yang sedang aku lakukan sekarang?” Aku tertawa getir. Bisa-bisanya aku menyiapkan diri se-effort ini untuk menemani Reno ke sebuah pesta. Biasanya, aku tidak pernah terlalu pusing dengan penampilan. Tapi sekarang, Aku berulang kali mematut diri, hanya untuk memastikan apakah penampilanku sudah sempurna. Reno, wajahnya kembali membayang. Berikut dengan hal-hal yang telah kulalui dengannya. Dulu, Aku merasa sangat percaya diri dan merasa lepas saat melalui hari bersama Reno. Namun setelah tahu identitasnya, aku kerap dirundung rasa insecure. Aku bahkan

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Ingkar Janji

    POV SALMA "Aksa, kok tiba-tiba banget ngomong kayak gitu?" Ucapan Aksa membuatku tidak nyaman. Apalagi kalau sudah menyinggung soal perasaan. Aksa di mataku sekarang adalah semata-mata rekan bisnis. Tidak mau terlibat dalam hubungan asmara dengannya. Apalagi statusku masih menjadi istri Reno. "Aku cuma mau jujur saja sama kamu, Sal. Di umur-umur segini, bukan waktunya main kucing-kucingan dengan perasaan. Lagi pula, apa kamu tahan dengan mertua seperti Soraya? Membaca berita gossip tentang dia yang menolakmu sebagai menantu itu membuat dadaku menggelegak.” “Kamu ngikutin berita gossip itu juga?” tanyaku kecewa. “Yaiyalah, aku peduli sama kamu, Sal. Wajar aku mengikuti semua berita tentangmu.” Aku menghela napas dan memejamkan mata. Menghembusnya dengan rasa frustasi. "Aksa, please!" Aku begitu memohon kepada Aksa agar berhenti membahas soal perasaannya padaku. Situasi ini membuatku de javu. Dulu, semasa kuliah, aku juga pernah terjebak obrolan yang tidak nyaman seperti ini

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Godaan

    POV RENOAku menelan ludah beberapa kali. Tenggorokanku rasanya kering saat melihat Cyntia memulai presentasi rancangan proyek resort di hadapanku.Bagaimana tidak, Cyntia melepas blazernya dan hanya menyisakan tank top berbahan tipis dan ketat. Lekuk tubuhnya tercetak jelas. Bagi laki-laki lain, Cyntia adalah pemandangan yang indah. Tapi bagiku, dia seperti bencana.Suara Cyntia mendayu-dayu. Gerakan tubuhnya lamban dan terkesan erotis. Dia tidak berubah. Masih seperti Cyntia yang dulu.Seksi dan menggoda.Tiba-tiba, ingatan enam tahun lalu kembali menghantui pikiranku. Di Yunani, tempat di mana aku dan Cyntia pertama kali bertemu.Enam tahun lalu.Aku memutuskan untuk pergi berlibur dengan teman-teman satu kuliahku. Kami berempat. Sama-sama orang Asia tenggara dan hanya aku keturunan Indonesia.Salah satu temanku bernama Richard, katanya dia akan bertemu dengan kekasihnya di Yunani. Wanita itu adalah Cyntia.Richard mengenalkan Cyntia padaku. Karena sama-sama keturunan Indonesia, ka

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Musuh Baru

    POV SALMAAku bergegas menuju ruangan studio. Baru saja sampai di depan pintu, aku sudah mendengar suara ribut-ribut dari dalam."Hentikan live promosi itu! Apa kalian sudah gila? Produk yang ngga ada BPOM-nya kalian promosikan?!"Itu suara Maya. Maya sedang memarahi dua orang host live dari tim promosi. Ternyata dia juga datang ke kantor ini bersama ayah.Aku membuka pintu itu studio dengan kasar saking tersulut emosi karena Maya sudah lancang membentak karyawan dari divisi promosi yang bukan dari divisinya sendiri."Mama! Apa-apaan ini?" tanyaku dengan emosi membara."Kamu ceroboh, Salma! Kamu mau kita ditangkap polisi karena mengedarkan produk yang belum disertifikasi," balas Maya menyambutku. Wajahnya angkuh dan bengis seolah paling berkuasa di sini."Belum disertifikasi apanya? Produk ini sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Dan asal Mama tahu, produk ini pernah mendapatkan penghargaan CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik Yang Baik) dari badan POM. Penghargaan itu masih menggan

  • SUAMI BAYARANKU TERNYATA SULTAN   Permintaan Ayah

    POV RENOSalma cemberut. Aku semakin kepayahan menahan tawa melihat tingkahnya. "Masih ada dong. Ngga mungkin aku habisin. Aku masaknya buat kamu, kok," bujukku. Dia masih diam saja di ambang pintu dapur.Aku berdiri, menarik kursi untuknya."Mari makan, ratuku," rayuku lagi. Rayuan yang ternyata gagal total. Salma benar-benar merajuk. Dia balik badan dan lansung pergi meninggalkanku."Hey," panggilku lembut dan mengejarnya. Aku menyambar lengan Salma. Menariknya agar jarak kami menjadi dekat."Aku becanda," bisikku dengan mata yang menatap wajahnya lekat."Becandamu ngga lucu!" ucap Salma ketus. Dia menyentak tangannya sampai terlepas dari genggamanku."Selera humormu benar-benar sudah hilang, yah?" balasku dengan nada serius. "Siapa yang kekanak-kanakan sekarang?" sindirku.Salma membuang muka, tangannya bersedekap ke dada."Apa yang bisa aku lakukan agar kita kembali berbaikan, Sal?" tanyaku lesu. Mungkin terdengar sedikit putus asa.Salma diam saja dan tidak mau menatapku. "Kari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status