Share

Bab 9. Pelan-pelan Saja

Penulis: DNOV
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-25 13:32:13

“Are you OK?” Tanya Kenshi cemas ketika memapah gadis disisinya ke salah satu kursi kosong di luar wahana gondola.

Wajah Mayang masih pias setelah tubuhnya hampir terjungkal. Beruntung tadi Kenshi sigap menangkap tubuhnya. 

Kenshi menduga, gadis itu ada phobia dengan ketinggian atau permainan pemicu Adrenalin. Dia tak menyangka jika Mayang memberanikan diri menaiki bianglala raksasa itu. 

“Tunggu di sini!” Kenshi menuju salah satu kedai yang letaknya tak jauh.

“Kamu tidak apa-apa, kan?” Kenshi menepuk bahu Mayang sembari menyodorkan botol minuman. Namun gadis itu masih diam tak berkutik.

“Nona Mayang!” Serunya lagi sambil mengibaskan tangan di muka Mayang. Mayang terkesiap dan hanya tertegun menatap wajah Kenshi yang tengah berjongkok di hadapannya.

“Oh, I'm OK!” Mayang gelagapan lalu segera meraih botol minuman yang disodorkan Kenshi dan  menyeruput isinya.

Mayang mencoba menata hatinya. Rasa kagetnya kini berganti dengan desiran aneh di dadanya tiap kali ia bersitatap dengan Kenshi.

Baiklah, tunggu!” Kenshi terlihat bangkit dari posisinya membuat Mayang heran.

“Apa katamu? Hei, kita mau kemana?” Ia bangkit mengejar Kenshi yang berjalan meninggalkannya.

“Hotel!” Sahut Kenshi datar.

“Eh, tapi…” Mayang urung bertanya. Tiba-tiba ia merasa bersalah usai kecerobohannya tadi.

Mayang masih mengekor di belakang Kenshi dengan wajah memberengut. Ia belum berani menegur laki-laki di sebelahnya yang mungkin kesal.

Namun kejadian di luar gondola tadi juga masih begitu jelas di kepalanya. Kalau saja lelaki itu tidak menangkap tubuhnya, dia pasti sudah terjatuh dan luka-luka. 

Sebenarnya...tiket ini sayang sekali!" Kenshi memperlambat langkahnya sambil mengeluarkan dua lembar kertas dari saku jasnya lalu menyodorkannya ke muka Mayang.

Gadis itu mengambil  tiket sembari melongo heran.  Ia kembali menyusul langkah Kenshi sambil mencermati tulisan di lembaran tiket yang ia pegang.

“Tunggu...tunggu...Kenshi...berapa harga tiket ini?” Mayang berusaha menjajari langkah lebar Kenshi meski itu percuma.

“3900 Yen!” Jawab Kenshi.

“Berapa kira-kira jika dirupiahkan?” Tanya Mayang sambil menghitung dengan jarinya dan memperlambat langkahnya.

“500” Kenshi mendadak menghentikan langkahnya membuat Mayang menubruk punggung pria itu. Mayang jadi gelagapan sedangkan Kenshi hanya tersenyum geli sambil memperlihatkan layar ponselnya.

“500 ribu” Pekik Mayang sambil membelalakkan matanya. Bagaimana mungkin dengan tiket semahal itu hanya dipergunakan untuk 1 wahana saja? Otak Mayang berputar.

 “Apa? Apa kita harus segera kembali ke hotel? Apa kamu ada pekerjaan?” Buru Mayang penasaran begitu mereka hampir sampai di dekat pintu keluar.

“Tidak. Apa Nona mau kembali ke hotel?” Kenshi menoleh lalu menarik nafasnya. Bagaimanapun, ia menikmati kebersamaannya bersama gadis Indonesia itu dan berharap bisa berlama-lama dengannya.

Mayang menggigit salah satu sisi bibirnya.

'Tidak ada salahnya kan kalau mencoba wahana lain, toh ada Kenshi yang menemaninya.' Pikirnya. 

Ragu-ragu ia menarik lengan baju Kenshi.

“Apa kita masih bisa kembali?” Mayang menunjuk ke arah wahana lain,”maksudku, mungkin tak ada salahnya melihat atraksi lainnya, yang tidak terlalu ekstrim.” Lanjutnya setengah merajuk sambil nyengir memperlihatkan giginya yang rapi.

Kenshi menyunggingkan senyumnya.“Kamu yakin akan baik-baik saja?” Tanyanya.

Meski masih terlihat bias ketakutan di wajah Mayang, dilihatnya gadis itu mengangguk mantap.

“Haik…chotto...” Tanpa pikir panjang ia menarik tangan Mayang, takut gadis itu berubah pikiran.

Sempat kaget dengan reaksi spontan Kenshi itu namun Mayang hanya mengikutinya. Dan tak lama ia bisa menikmati wahana-wahana lain yang tanpa rasa takut dan mengabadikan moment itu dalam jepretan ponselnya.

Mereka mengitari wahana di zona lain yang belum sempat mereka kunjungi. Arena Water Slide dan Water Symphony yang merupakan pertunjukkan air menari, tentu saja membuat Mayang terkagum-kagum. Selama ini ia hanya melihatnya di televisi.

Menjelang siang, untuk melepas lelah, Kenshi mengajak Mayang ke salah satu resto cepat saji yang ramai pengunjung karena masuk jam makan siang. Beruntung saat mereka datang ada meja kosong yang baru saja ditinggalkan.

Sambil menunggu, Mayang tampak asyik melihat-lihat hasil jepretannya. Kenshi yang datang dengan nampan pesanan  ikut duduk di kursi sebelah Mayang. Tanpa cangung Mayang menunjukkan hasil jepretannya pada Kenshi. Kenshi menanggapinya senatural mungkin sambil sesekali memberinya komentar. Dilihatnya gadis itu sudah terlihat nyaman bersamanya.  

Sudah lama Mayang tidak pernah merasa sebebas itu menikmati harinya. Apalagi ditemani seseorang yang baru ia kenal di negeri yang saja ia datangi. Sungguh akan menjadi pengalaman tak terlupakan.

“Terima kasih. Sudah mengajakku keluar!” Ungkap Mayang setelah menyelesaikan makan siangnya. Kenshi menyunggingkan senyum tipis. Senyuman itu tampak penuh arti di mata Mayang. Meski terlihat jengah, namun ia mulai terbiasa berhadapan dengan pria itu.

“Sebenarnya, jika bukan karena nona, saya tidak bisa menikmati semua ini!” Ungkap Kenshi jujur sambil menyeruput minumannya. Baginya waktu adalah kerja dan kerja. Menikmati liburan seperti hari ini ditemani seseorang yang mulai mengisi relung hatinya, tentu saja adalah sebuah kenikmatan yang tak bisa dinilai.

“Maksudmu? Kamu kan bisa datang kemari jika kamu mau! Lokasinya sepertinya tidak terlalu jauh dari hotel.”

“Meski begitu, jujur saja, ini pertama kalinya saya menikmati tempat seperti ini.” Jelas Kenshi lagi sambil menyapu pandangan ke sekelilingnya. Mayang mengerjapkan matanya tak percaya.

“Benarkah? Apakah kamu serius?” Kenshi hanya mengangguk. Mayang hanya memperhatikan sambil menerka-nerka sesuatu.

“Sepertinya, ayahku tidak cukup bijaksana, membiarkan pegawainya bekerja tanpa liburan”. Ungkap Mayang datar.

Kenshi mengeryitkan kening lalu membetulkan letak duduknya. Sesuatu dari kata-kata Mayang tampak mulai menggelitik pikirannya.

“Nanti aku bicara pada ayahku, supaya kamu bisa mendapat liburan yang layak.” Tukas Mayang sungguh-sungguh sambil tersenyum.

Kenshi masih tak memberi tanggapan apa pun dan hanya membalas senyum gadis itu, meski pikirannya berusaha mencerna maksud ucapannya.

“Apa setelah ini kita langsung kembali ke hotel?” Tanya Mayang saat mereka berjalan menuju ke tempat parkir.

“Kamu lelah?” Kenshi balik tanya. Dilihatnya Mayang menyunggingkan senyumnya lebar sambil menggelengkan kepalanya

“Aku sebenarnya bosan jadi penunggu kamar. Apa kita bisa pergi ke tempat lain? Asal tidak mengganggu waktumu.” Sahut Mayang setengah merajuk.

“Ok!” Kenshi memberi tanda dengan merapatkan ibu jari dengan telunjuknya tanda setuju.

“Aku, sebenarnya senang, ada orang lain yang bisa kuajak bicara. Jujur saja, aku sama sekali tidak mengerti bahasa Jepang.“ Ungkap Mayang santai.

“Nona, Anda bisa mengandalkan saya jika butuh sesuatu. Sebagai guide, Anda bisa langsung menghubungi saya. Ok!” Kenshi berusaha meyakinkan. Mayang tertawa geli melihat mimik Kenshi yang

“Tapi, aku tidak tahu cara menghubungimu, Kenshi!”

You can call me with that!” Kenshi menunjuk ponsel pintar yang dipegang Mayang. Gadis itu hanya celingukan. Mayang ragu-ragu saat Kenshi seperti meminta ponselnya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 46. Kencan Tak Terduga

    Rupanya keramaian itu adalah sebuah lokasi plaza terbuka mirip Gangnam Street di Korea. Di kanan-kiri terdapat barisan toko-toko dari merek-merek terkenal. Terdapat kafe dengan meja di sisi jalan dan resto kecil yang penuh. Rasa lelah sekejap hilang dengan pemandangan itu. Berbagai pernak-pernik seolah membius Mayang untuk sekadar menghampiri dan Kenshi hanya mengikutinya.Tiba di sebuah butik, Kenshi menariknya masuk hingga ke dalam. Mereka disambut pelayan toko yang ramah. Mayang termangu dengan maksud Kenshi.“Pilih baju yang kamu suka!” Ujar Kenshi sambil terus memegang tangan gadis itu. Mayang tampak enggan, karena merasa tak memerlukan pakaian baru saat ini.“Pakaianku masih banyak yang belum kupakai di koper, aku…” Kenshi mengambil salah satu gaun kasual di antara deretan pakaian di dekatnya, lalu menempelkannya ke dada Mayang yang kaget.“Aku akan menunggumu di luar sampai kamu mengganti pakaian.” Kenshi mendorong Mayang hingga masuk ke ruang ganti. Lelaki itu menutup pintu da

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 45. Tread Mill

    Mayang PovTingtong.Suara bel pintu seolah menjadi penyelamatku. Saat kubuka mata kulihat Kenshi telah berlalu meninggalkan aku yang masih duduk terpaku. Tanpa berpikir dua kali aku segera melompat turun dari nakas pantri lalu berlalu cepat menuju toilet. Aku terduduk di atas tutup toilet dengan degup jantungku yang masih tak beraturan karena ulah Kenshi barusan. Rasa-rasanya aku belum sanggup keluar untuk berhadapan dengan pria itu.Aku terperanjat ketika tiba-tiba pintu toilet terbuka dengan Kenshi yang sekonyong-konyong muncul lalu menghampiri."Apa yang kau lakukan di sini. Ayo, kita sarapan!" Sahut Kenshi yang langsung menarik tanganku untuk keluar toilet.Aku masih melongo di depan meja makan. Aku masih membayangkan kekonyolan yang mungkin terjadi jika saja aku tadi sedang buang air lalu Kenshi masuk seperti tadi.Ya, Allah. Aku masih tak bisa habis pikir dengan kelakuan pria di depanku yang matanya tak pernah lepas menatapku seolah aku adalah buruan yang siap ia santap. "K

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 44. Morning Kiss

    MAYANG POVDegdeg. Degdeg. Dadaku masih terasa berdegup kencang sejak semalam. Aku sulit memejamkan mata sejak Kenshi berada di satu kamar denganku. Bagaimana tidak, sepertinya ia selalu mencari celah untuk mendekatiku. Bahkan ia sudah berani memelukku dari belakang saat di balkon. Aku masih merasa canggung jika bersitatap dengannya, hingga semalam aku sengaja pura-pura tidur.Hampir terperanjat kaget ketika kudapati Kenshi tengah terlelap di sofa pagi ini. Sepertinya ia kelelahan dan tidur di ruang tamu semalam. Aku yakin dia juga kelelahan. Setelah resepsi, kemarin dia masih sibuk rapat dengan koleganya. Padahal seharusnya, seperti yang dia katakan, hari-hari ini hari bulan madu kami.Tanpa sadar aku memperhatikan wajah pria di hadapanku ini. Wajah tampan yang selalu tampak cool itu begitu terlelap dengan dengkuran yang halus. Tiba-tiba ia bergerak. Aku pun mundur tanpa bermaksud membangunkannya atau malah takut ia menyadari kehadiranku. Aku pun segera menuju kamar mandi.Kenshi se

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 43. Jaket Alami

    KENSHI POVSiang keesokan harinya, aku baru saja menemui kolegaku dari Amerika yang akan segera check out dari hotel. Rasanya aku ingin segera kembali ke kamar. Bagaimana pun aku tak akan melepaskan kesempatan untuk bersama gadis bernama Mayang yang kemarin telah menjadi istriku.Aku mendapati Mayang tengah tidur di sofa, tak jauh berbeda saat dia tertidur di atas sajadahnya malam tadi. Rasa lelah setelah rentetan acara pernikahan dan resepsi kemarin tak dapat dipungkiri lagi membuat Mayang kelelahan. Tak berniat mengganggu tidur manisnya, kuselimuti tubuh semampainya dengan jas yang kukenakan.Tak berapa lama aku keluar dari kamar mandi, namun gadis itu sudah menghilang dari sofa. Penasaran kucari ia di ruangan lain di kamar luas itu namun tak ada tanda-tanda keberadaannya. Aku mencoba menghubungi ponselnya dan suara ponsel malah terdengar dari arah sofa. Pikiranku mulai menduga macam-macam. Apa mungkin gadis itu melarikan diri lagi setelah pernikahan?Aku memicingkan mata saat des

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 42. Malam Yang Ambigu

    MAYANG POVRasa lelah yang begitu mendera tak dapat kupungkiri lagi. Aku masih dalam balutan gaun pengantin di kamar hotel mewah yang sore tadi aku masuki. Sesekali aku ke toilet, mengerjakan shalat, dan akhirnya berjalan ke sana kemari tak jelas. Meski pun aku sudah menemukan pakaian dari dalam koper, namun aku belum bisa mengganti pakaian karena aku belum berhasil membuka resleting gaun pengantin yang dikombinasikan dengan puluhan kancing di bagian punggung yang sulit kulepas sendiri."Duuh, gimana ini? Mana sudah mau malam, aku belum mandi. Sebentar lagi pasti Kenshi datang," keluhku lalu terduduk di sofa dan meraih ponselku, memerika beberapa notifikasi di chat dan medsos.Beberapa kawan tampak memberi ucapan dan mengetahui kabar pernikahanku, padahal aku merasa belum membagikan berita apa pun. Aku khawatir jika Kenshi keberatan dengan hal itu. Apalagi kondisi perusahaan papa juga sedang goyah.“Makasih say, ucapan selamatnya. Doakan aku aja ya!” Isi salah satu voice note-ku memba

  • SUAMI JEPANGKU TERNYATA PENGAGUM RAHASIAKU   Bab 41. Kamar Bulan Madu

    Saat Mayang masih dengan wajah penuh keterkejutannya, seorang lelaki berwajah khas jepang datang menghampiri Kenshi."Kenshi-san, selamat atas pernikahannya. Semoga anda berdua bahagia dan harmonis!" ucap lelaki itu dalam bahasa Jepang yang kental sambil menundukkan badan lalu menyalami Kenshi.Mayang yang melihat itu hanya ikut menundukkan badannya saat lelaki itu juga menunduk ke arahnya. "Terima kasih, Haruki! Maaf, istriku belum mengerti bahasa Jepang," terang Kenshi sambil menoleh ke arah Mayang yang celingukan meski dengan senyum yang tersungging manis dari wajah lugunya. “Oh, I see. Miss, congratulation for your marriage! Hope you can enjoy your honeymoon!” ucap Haruki di depan Mayang."Thank you!" balas Mayang masih dengan senyumnya. Setelahnya, Kenshi mengobrol sebentar dengan pria bernama Haruki itu lalu dengan Mayang masih celingukan. Tanpa sengaja ia mengeratkan tangannya di lengan Kenshi, membuat pria itu menoleh."Haruki, kami akan ke kamar, istriku sepertinya lelah,"

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status