Share

4

Author: Nurleni
last update Last Updated: 2025-04-26 20:21:17

Sebuah tangan memegang kasar tangan Evalista, bahkan Nayna sudah melindungi wajahnya karena yakin kalau Evalista pasti akan menamparnya, Nayna yang merasakan tangan Evalista tidak mendarat diwajahnya langsung membuka matanya yang tadi sempat terpejam.

Ternyata...

"Siapa kau?" geram Evalista menarik tangannya yang dipegang kasar oleh pria itu.

"Aku Lukas, calon suami Nayna. Kenapa? Anda mau menyakiti calon istri saya?" tanya Lukas menatap tajam pada Evalista.

Nayna yang sejak tadi hanya diam saja langsung terkejut saat mendengar Lukas mengaku kalau dia adalah calon suaminya Nayna. Tapi untuk sekarang Nayna tidak mau mempermalukan Lukas, apa lagi hal ini bisa menyelamatkan Nayna juga dari amarah Evalista karena kejadian tadi pagi.

"Tuan, istri mu memeluk suamiku tadi pagi! Kau marahi istrimu sebelum aku jambak rambut istrimu itu!" Evalista marah bahkan dia juga menunjuk-nunjuk Nayna dengan tatapan amarah.

Lukas menatap Nayna dan langsung memutar bola matanya malas.

"Kenapa aku harus memarahi calon istriku? Walaupun calon istriku salah, aku tidak akan memarahinya karena aku tau dia punya alasan tertentu melakukan hal itu." Lukas memeluk Nayna dengan erat.

Evalista semakin kesal dengan sikap Lukas yang terlihat ingin mempermalukannya, Evalista tidak mengatakan apa pun lagi. Dengan menginjak-injakan kakinya Evalista pergi dari sana meninggalkan Nayna dan Lukas.

Tangan Evalista mengepal kuat karena dia merasa kalah dari Nayna, baru kali ini ada wanita yang mendekati suaminya dan suaminya tidak melakukan apa pun pada wanita itu.

Padahal sebelumnya Dion pernah digoda lebih parah oleh wanita lain, tapi reaksi Dion sangat berbeda. Saat itu Dion marah dan langsung melaporkan wanita murahan itu ke pada polisi walaupun dengan alasan tidak jelas.

"Aku yakin sekarang pasti ada yang aneh, wanita itu bukan hanya masa lalu Dion tapi lebih dari sekedar masa lalu. Awas saja kamu!" Evalista marah sampai mengancam Nayna.

Nayna menatap pada Lukas yang masih berdiri disampingnya.

"Beraninya kau! Aku sudah mengijinkan kamu tinggal dan sekarang kamu malah mengakui kalau kamu calon suami aku, dasar tidak tau malu!" Nayna mendorong dada Lukas hingga membuat Lukas mundur kebelakang.

"Maafkan aku, Nona. Tapi aku tidak suka ada orang yang melakukan hal itu padamu, maafkan aku." Pandangan Lukas langsung menunduk dia merasa kalau hal yang dia lakukan adalah benar-benar salah.

"Tidak apa, tapi jangan lakukan hal itu lagi. Sekarang ayo kita bayar baju kamu ini," sahut Nayna.

Lukas mengikuti Nayna sambil menuntun tangan Saka agar tidak hilang dari pandangannya. Di kasir Nayna membayar semua pakaian yang dia pilih tadi, tidak lupa dia juga membayar pakaian bagus yang Lukas pakai. Nayna tidak habis pikir karena Lukas malah memilih celana bahan dan jas hitam untuk pakaian Lukas sehari-hari.

Nayna mengeluarkan uang sedikit banyak untuk membayar itu semua, tapi Nayna tidak mempermasalahkannya. Sekarang kalau Nayna marah maka dia akan semakin tidak terkendali, hal itu karena akibat Evalista ditambah lagi dengan masalah Lukas.

Nayna memberikan beberapa paper bag yang isinya pakaian itu pada Lukas, untuk pertama kalinya Nayna melihat seorang pria bahagia karena mendapatkan barang dari Nayna, padahal dahulu Dion tidak sebahagia itu saat mendapatkan hadiah dari Nayna.

"Terimakasih, Nona." Lukas mengucapkan terimakasih sambil membungkukkan badannya berkali-kali.

"Tidak masalah," ucap Nayna dingin.

**

Nayna keluar dari kamarnya, Nayna sudah berpakaian rapi karena akan berangkat bekerja. Dia melihat Lukas sedang sibuk memasak di dapur, baru kali ini Nayna melihat ada seorang pria yang suka memasak. Jika saja mereka menikah mungkin mereka akan menjadi pasangan yang terbalik karena Istri yang bekerja dan suami yang sibuk di dapur.

"Nona, mau berangkat? Makanlah dahulu." Lukas menyiapkan masakannya di atas meja makan.

"Kau juga makanlah," ketus Nayna.

"Nanti saja, aku akan makan bersama Saka." Lukas kembali menyiapkan makanan lagi di dapur.

Nayna menggukan kepalanya, tanpa bicara lagi Nayna langsung makan dan akan berangkat ke tempat dia bekerja karena sudah hampir terlambat.

"Aku akan berangkat, jangan lupa jaga rumah dan Saka." Nayna berucap sambil memakai tas yang selalu dia bawa ke tempat kerja.

Tak lupa dia juga menitipkan Saka pada Lukas. Nayna akhirnya bisa berangkat dengan tenang untuk bekerja setelah sekian lama Nayna takut terjadi sesuatu pada Saka, apa lagi di panti tempat Saka diasuh banyak sekali anak-anak yang nakal.

Sesampainya di perusahaan, Nayna langsung berkumpul bersama rekan kerjanya karena akan ada meeting untuk menentukan lokasi pembangunan pabrik. Rekannya menatap aneh pada Nayna, hingga seseorang teman Nayna memberanikan diri bertanya pada Nayna.

"Nay, kemarin kamu memeluk tuan Dion?" tanya Indah temannya.

Degh!

Inilah pembahasan yang Nayna hindari, tapi sayang teman-temannya seolah menunggu jawaban dari Nayna, Nayna tersenyum kaku. Tatapannya menatap pada semua rekan kerjanya.

"Ya, aku memeluk tuan Dion kemarin!" Nayna berucap dengan jujur.

Teman-temannya langsung terkejut mendengar kejujuran dari Nayna, bahkan ada temannya yang menyangka kalau Nayna wanita murahan.

"Kenapa bisa?"

"Apa dia tidak marah?"

"Ada istrinya juga kan?" 

"Apa kalian punya hubungan?" 

Pertanyaan itu datang dari teman-teman Nayna, dan Nayna hanya tersenyum saja. Nayna masih tenang walaupun teman-temannya itu mengklaim Nayna dengan pemikiran aneh mereka.

"Aku memang memeluknya, kalian tau? Tuan Dion mirip sekali dengan Papahnya Saka, replek saja aku langsung memeluknya karena aku merindukan Papahnya Saka. Mungkin kalian berpikir kalau aku gatal atau murahan, tapi aku hanya seorang kekasih yang ditinggal pergi kekasihnya." Nayna beralibi agar teman-temannya tidak banyak bertanya tentang hubungan dia dan Dion.

"Kasihan kamu, Nay. Menjadi ibu tunggal, pasti susah ya?" tanya Indah yang dibalas anggukan kepala oleh Nayna.

"Setidaknya aku masih punya Saka," papar Nayna.

"Apa papahnya Saka meninggal? Karena apa?" tanya seorang laki-laki, masih rekan kerja Nayna juga.

"Papah Saka meninggal karena kecelakaan, saat itu Saka masih dalam kandungan aku." Nayna kembali berbohong lagi hanya untuk meyakinkan agar teman-temannya tidak mempertanyakan masalah itu lebih banyak.

"Kasihannya, Saka tidak melihat bagaimana rupa Papanya." sahut yang lain yang dibalas anggukan kepala oleh Nayna.

"Makannya aku sangat mohon pada kalian agar tidak lagi mengungkit-ungkit Papanya Saka karena itu hanya akan membuat luka semakin dalam di hatiku," ujar Nayna.

"Maafkan kami, Nayna. Kami hanya mendengar kabar itu lalu kami asal mengkliam kalau kamu ingin merebut Tuan Dion. Kamu tau, 'kan? Tuan Dion itu sangat terkenal jadi kami mengira kalau kamu mau sama dia." 

"Tidak masalah, saat melihat tuan Dion, aku ingat pada Papanya Saka. Nanti aku akan minta maaf pada Tuan Saka karena sudah berlaku tidak sopan." Nayna melakukan dramanya sedikit.

Brak!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   100

    "Dasar tidak tau malu!""Sudah Nek, lagian aku yang minta Nyonya berada di sini. Sudah jangan dibalas lagi karena aku tidak mau kalian terus menerus bertengkar," sahut Nayna.Nenek berhenti memarahi Lilia, kalau saja Nayna tidak menghentikannya mungkin saat ini Lilia sudah habis dimarahi oleh Nenek. Sekarang tidak ada harapan lagi untuk Lilia akrab dengan Nenek karena terlihat kalau Nenek begitu marah pada Lilia.Nayna merasa kasihan pada Lilia, walaupun Nayna juga pernah sakit hati oleh Lilia. "Kemana Zara?" Nayna bertanya pada Iyas agar suasana tidak canggung lagi."Zara ada di rumah, tadinya dia ingin ikut tapi aku larang karena kita hanya akan menjemput Mama saja," sahut Iyas.Nayna menganggukan kepalanya sepertinya ingin mencari topik obrolan sekarang bukanlah hal yang baik karena mereka semua hanya dipenuhi emosi saja, mungkin semua orang tidak tau harus mengatakan apa. Karena Nenek masih marah dan mereka tidak mau berbasa-basi.Setelah lama akhirnya Nenek dan Iyas memutuskan u

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   99

    Saat ini Iyas merasa sangat tidak enak badan, rasanya badannya begitu gerah dan Iyas juga merasa haus. Semakin Iyas minum maka semakin Iyas haus. Iyas pikir hanya dirinya saja yang merasakan hal itu padahal Zara juga merasakannya. Zara malah lebih parah karena dia sampai mandi beberapa kali untuk menghilangkan rasa gerah di badannya."Kamu merasakan hal yang sama juga?" tanya Zara."Ya, apakah kita salah makan?" tanya Iyas."Aku tidak makan apa-apa." Zara mengatakan itu mengingat-ingat kalau dia benar-benar tidak makan apa pun.Iyas merasa sangat tertarik pada Zara yang hanya memakai kimono saja, Iyas menarik Zara dan langsung menghujaninya ciuman pada Zara, untuk sekejap Iyas sadar kalau dirinya pasti meminum obat perangsang. Iyas heran kapan dia meminum orang perangsang dan siapa yang melakukan itu."Zara, sepertinya kita minum obat perangsang." Iyas mengatakan itu membuat Zara panik karena rasa itu tidak bisa hilang dari tubuhnya."Bagaimana kita sekarang? Bagaimana cara menghilang

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   98

    Mereka sampai di rumah sakit dan dengan cepat mereka ke ruangan Dion karena ingin melepaskan kondisi Dion sekarang, tapi sebelum masuk kedalam Arya sudah mencegat Evalista dan istrinya agar tidak masuk kedalam dan bertemu Dion."Dion sudah sadar?" tanya Lia.Arya seperti kesusahan untuk mengatakannya, tapi Arya juga tidak bisa menyembunyikan penyakit yang Dion derita sekarang."Dion mengalami gangguan kejiwaan," ujar Arya yang langsung membuat Lia terkejut dan hampir saja terjatuh untungnya Arya segera memegangi Lia agar Lia tidak jatuh."Kenapa bisa?" tanya Lia."Ini pasti bohong!" geram Evalista yang mengira Dion berbohong karena sangat jelas kalau Dion ingin bersandiwara."Ini beneran, dokter yang mengatakannya." Arya mengatakan itu dan awalnya Arya juga tidak percaya hanya saja dokter mengatakan itu dan memberitahu Arya kalau di kepala Dion ada masalah.Bahkan baru saja Dion mengamuk dan mencakar-cakar dokter di hadapan Arya, sekarang Dion tenang karena diberikan obat penenang ole

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   97

    Brugh!Dion pingsan karena terkejut mendengar kebenaran kalau Nayna adalah putra dari Tuan Granida, Evalista langsung meminta Riki untuk membantu Dion agar bisa di bawa ke rumah sakit. Tuan Granida meminta nomor rekening Evalista agar dia bisa mengirimkan sisanya pada Dion.Granida cukup rugi dengan membeli perusahaan yang hampir bangkrut itu, hanya saja demi Nayna apa pun akan Granida lakukan.Granida ingin membuktikan pada semua orang kalau orang yang selama ini mereka rendahkan adalah orang yang paling kaya, Granida ingin memberikan aset pada Nayna agar suatu saat kalau dia meninggal. Kalau Nayna tidak di kasih warisan karena tidak tercatat dalam hak waris pun tidak masalah karena Nayna sudah di berikan langsung oleh Granida."Ayah, ini begitu berlebihan." Nayna mengatakan itu bukan ingin menolak tapi Nayna tidak enak saja."Tidak Nay, ini masih kurang. Aku ingin memberikan kamu lebih dari ini." Granida meyakinkan Nayna agar tidak menolak pemberian Granida."Terima kasih Ayah, tapi

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   96

    Dion menatap pada putranya yang sedang di pangku oleh Ibunya, setelah melahirkan Evalista hanya rebahan saja dan anaknya di urus oleh Lia. Banyak alasan Evalista untuk menolak mengendong atau memberikan asi untuk anaknya.Sampai sekarang anak itu diberikan susu formula karena Evalista tidak mau memberikan ASI nya. Padahal Lia sudah membeli alat pompa tapi Evalista malah marah pada Lia.Lia paham kalau Evalista memang tidak mau memberikan ASI untuk putranya, Dion juga hanya bisa marah-marah saja. Dari anak itu lahir sampai sekarang tempramen Dion seperti tergantung, tubuhnya ada di sana tapi pemikirannya jauh. Lia bertanya pun kadang Dion menjawabnya asal dan tidak nyambung."Susu formulanya habis, aku akan minta pelayan untuk membelikan yang baru," sahut Lia.Lia berharap Evalista akan paham dengan memberikan uangnya untuk membeli susu formula tapi Evalista hanya diam saja sambil mengutak-atik ponselnya. Lia juga yang harus mengeluarkan uang untuk membeli susu, bukannya Lia hitungan d

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   95

    Hari ini adalah acara pernikahan Iyas dan Zara, semua keluarga Asmagara sudah berkumpul di kediaman Tuan Kafian. Acara akan dimulai sebentar lagi, bahkan pengantin juga sudah siap di atas pelaminan.Tamu yang hadir cukup banyak bahkan di antaranya ada pengusaha-pengusaha terkenal dan beberapa rekan Aldrich yang tidak Keluarga Asmagara ketahui.Iyas langsung mengucapkan ijab qobul untuk meminang Zara, acaranya berjalan dengan lancar semuanya berbahagia karena akhirnya Iyas menikah, semua orang menikmatinya makanan yang berjajar di sana.Begitu juga dengan Nayna, Saka, dan Lukas. Mereka memburu makanan karena Nayna sedang hamil maka nafsu makan Nayna juga ikut naik. Lukas senang mengambil banyak makanan untuk Nayna karena Lukas hanya ingin Nayna dan bayinya itu sehat."Mama, apa bayi suka sama kue coklat?" tanya Saka."Suka, kenapa gitu?" tanya Nayna heran."Kalau bayi juga suka nanti kue coklat aku habis sama bayi." Saka mengatakan itu membuat Nayna tertawa melihat kepolosan Saka."Tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status