Share

3

Penulis: Nurleni
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-26 20:15:39

Brak!

Nayna membuka pintu rumahnya dengan sangat kasar, Saka dan Lukas yang sejak tadi berada di ruang tamu terkejut melihat sikap Nayna yang pulang bekerja langsung marah-marah.

Lukas paham kalau sepertinya ada sedikit masalah pada Nayna, maka dari itu Lukas meminta Saka untuk tetap bersama dengannya karena takutnya Nayna sedang tidak mau di ganggu.

"Om Lukas, punya pacar?" Saka bertanya karena penasaran, anak sekecil itu sudah tau pacaran pasti Saka mendengar dari berita atau dari orang dewasa.

Lukas menggelengkan kepalanya, pertanyaan Saka sangat tidak penting bagi Lukas, karena Lukas tidak pernah pacaran. Alasannya karena memang tak ada wanita yang mau pada Lukas. Terkadang Lukas juga menutup diri untuk tidak terjebak dalam kondisi pacaran.

"Om tidak pacaran, kenapa kamu bertanya begitu?" tanya Lukas.

"Kenapa tidak pacaran sama Mamah saja?" tanya Saka yang semakin membuat Lukas terdiam karena semakin diladeni anak kecil ini akan semakin banyak pertanyaan.

"Saka, aku akan antarkan makanan ke kamar mamah kamu." Lukas langsung pergi dari sana mengambil beberapa cemilan dan minuman untuk Nayna.

"Ya om." Saka menganggukan kepalanya.

Lukas mendekat ke arah pintu kamar Nayna, mungkin sekarang dia akan dianggap sebagai orang yang tidak tau tentang privasi tapi Lukas juga manusia dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Nayna.

Tok

Tok

Lukas langsung membuka pintu karena tidak mendapatkan jawaban dari Nayna, ternyata Nayna sedang menangis di atas ranjang. Lukas mendekat sambil memberikan minuman dan makanan itu pada Nayna.

"Nona, makanlah ini." Lukas menyimpan minuman dan makanan itu di atas nakas dekat dengan ranjang Nayna.

"Mau apa kau datang? Hah?" Nayna berucap dengan tangisan yang makin menjadi-jadi, air matanya tidak bisa dia bendung lagi. Rasanya Nayna sudah tidak malu menangis di hadapan Lukas yang terasa asing baginya.

Nayna merasa sangat kesal pada Dion karena bisa-bisanya pria itu malah tidak mengenalnya setelah semua yang Dion lakukan pada Nayna.

"Nona, anda pasti sedang sedih tapi jangan lupa kalau anda punya Saka." Lukas berucap sambil pergi dari sana, Lukas menutup pintu karena dia tidak mau menganggu Nayna yang tengah berlarut-larut dalam kesedihannya itu.

Nayna berpikir kalau selama lima tahun ini, Dion tidak hilang tapi memang sengaja pergi dari Nayna. Dahulu Nayna tak terlalu percaya pada orang-orang yang mengatakan kalau Dion sengaja meninggalkannya, Nayna memang sangat bodoh jika masalah percintaan hingga jelas-jelas Dion pergi saja. Nayna masih percaya kalau Dion akan kembali padanya.

"Apa aku yang bodoh? Aku ingin tau alasan kamu melakukan ini padaku, Dion! Dan untuk sekarang aku tidak akan lemah, aku akan cari tau alasan kamu melakukan ini padaku! Setelah ini aku akan balas dendam padamu. Dion, lihat saja wanita manja ini akan menjadi wanita paling menakutkan bagimu!" Nayna mengancam sambil berusaha menguatkan hatinya untuk menerima semua kenyataan itu.

Tapi benar apa kata Lukas, Nayna harus tetap kuat karena wanita itu punya seorang anak yang memang sangat butuh kasih sayang darinya. Nayna membuang pemikiran itu jauh-jauh dia langsung keluar dari kamar untuk menemui Saka yang sekarang tengah merangkai pazel.

"Saka, kamu mau makan?" tanya Nayna.

Saka menggelengkan kepalanya. "Mamah aku sudah makan sama Om Lukas, dia masak cemilan enak sekali, Mah." ujar Saka.

Nayna tersenyum mengusap lembut kepala putranya itu. "Sayang, maafkan mamah karena ternyata Ayah kamu tidak mengenali kita. Mungkin sekarang sudah waktunya Mamah melupakan Ayah kamu itu, maafkan Mamah ya, Saka. Karena tidak bisa membawa Ayah kamu kembali." Nayna membatin.

Nayna menghela nafasnya kasar, "Bagaimana kalau kita main ke Mall?" tanya Nayna yang langsung di balas anggukan oleh Saka.

"Setuju!" teriak bahagia Saka.

Mereka memilih sebuah mainan yang berjajar rapih di pusat perbelanjaan itu, Saka mengambil sebuah mainan mobil-mobilan yang terpanjang disana.

"Saka, ayo kita beli baju untuk Om Lukas." Nayna berucap sambil menggenggam erat tangan Saka seolah Nayna sangat takut kehilangan putranya itu.

"Tapi, Mah. Kenapa Om Lukas tidak punya baju? Apa dia miskin?" tanya Saka.

Nayna hanya diam saja, percuma bicara juga karena Saka belum tentu akan paham, Nayna tersenyum tanpa berkata apa pun. Mereka langsung mencari pakaian khusus pria, Nayna mencari beberapa kaos polos dan beberapa celana juga untuk Lukas.

Kenapa Nayna sangat perduli pada Lukas? Alasannya karena Nayna ingin mengasuhkan Saka pada Lukas, jika Lukas berguna di apartemennya. Maka Nayna tak akan keberatan untuk tinggal bersama dengan Lukas yang notabenenya adalah pria asing.

Tangan Nayna memilih kaos yang bahannya bagus, tapi sayang sekali.

Sebuah tangan mulus memegang tangan Nayna, manik hitam Nayna langsung menatap pada pemilik tangan yang mencekal erat tangannya itu.

Ternyata wanita yang memegangi tangannya adalah wanita yang sama yang tadi pagi bergelayut manja pada Dion.

"Mmm, kamu wanita yang tadi memeluk suami aku 'kan? Bisa kebetulan sekali, ya. Bertemu disini!" ucapnya dengan sedikit menekankan setiap perkataannya.

"Maaf Nona, saya sibuk!" Nayna menolak mengobrol dengan wanita itu.

"Evalista Kanaya Widirdja, itu namaku! Kamu pernah mendengarnya 'kan?" tanya Eva dengan angkuh.

Nayna menggelengkan kepalanya. "Saya belum pernah mendengar nama anda, apa anda selebgram? Artis? Atau apa?" tanya Nayna dengan nada mengejek pada Eva.

"Aku Evalista, seorang pengusaha terkenal di Amerika. Masa kamu tidak tau? Wah, kamu kurang informasi ternyata." Evalista meremehkan Nayna, tangannya dia lipat di dada, merasa kalau dia memang paling terkenal.

"Oh maafkan aku, sepertinya hidup aku terlalu sibuk untuk bekerja bukan mencari informasi tentang orang lain!" Nayna berucap dengan senyuman, di sini sikap Nayna masih sangat sopan. Tapi ucapan Nayna itu mampu membuat Evalista kesal.

"Kamu pasti mau suami aku 'kan? Tidak heran, banyak di luaran sana yang menggoda suamiku. Tapi sayangnya mereka berakhir seperti kamu! Dipermalukan." Evalista berucap dengan tersenyum mengejek.

Nayna menatap pada Evalista. "Nona, saya memang sudah keterlaluan memeluk suami anda, tapi saya adalah masa lalunya. Tidak salah 'kan kalau aku merindukan masa laluku, masalahnya kami berpisah tanpa ada pembicaraan sedikit pun. Jadi wajar 'kan kalau aku menganggap Dion masih menjadi milikku?" Nayna berucap sambil membela diri.

"What! Kau masa lalunya? Aku tidak menyangka suamiku mau padamu," sahut Evalista masih menjelekan Nayna.

"Sudahlah, Nona. Aku sangat sibuk sekarang, permisi!" Nayna langsung pergi dari sana mengajak Saka ikut serta bersamanya.

Tapi sayangnya tangan Evalista memegang tangan Nayna dan menghentikan langkah kaki Nayna, dengan kesal dia langsung menetap pada Evalista.

"Ada apa lagi, Nona?" tanya Nayna.

"Kau tidak tau malu, sudah menggoda Suamiku dan kau bilang kalau kau masa lalunya. Dasar jalang! Apa kau tidak tau kalau suami aku sangat sayang padaku, jangan pernah berharap untuk melakukan apa pun pada suamiku atau kau akan tau akibatnya, karyawan kecil sepertimu tidak akan susah untuk aku menyingkirkan mu!" Ancaman Evalista tidak membuat Nayna takut sedikitpun.

Nayna sudah berjanji untuk tidak memperdulikan Dion lagi, tapi dia berjanji untuk membalas dendam pada Dion dan membuat Dion menyesal karena sudah melakukan hal sekejam itu pada Nayna dan Saka.

"Lantas, apa perduliku?" tanya Nayna.

Evalista terlihat sangat kesal, tangannya sudah melayang ke atas udara karena hendak menampar Nayna, tapi....

Sebuah tangan memegang kasar tangan Evalista, bahkan Nayna sudah melindungi wajahnya karena yakin kalau Evalista pasti akan menamparnya, Nayna yang merasakan tangan Evalista tidak mendarat diwajahnya langsung membuka matanya yang tadi sempat terpejam.

Ternyata...

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   33

    Sore ini Nayna sudah dijemput oleh supir Nenek Mira, Nayna juga sudah bersiap bersama dengan Saka. Padahal acara makan malamnya akan diadakan malam hari tapi Nenek Mira sudah menjemput Nayna di jam empat sore.Nayna tidak mempermasalahkan karena dia juga hanya diam di rumah, mungkin kalau Nayna datang ke sana Nayna bisa membantu di rumah Nenek."Bisa kita jalan sekarang, Nona?" tanya Supir yang dibalas anggukan kepala oleh Nayna.Mobil melaju membelah jalanan yang sepi, Nayna melihat ponselnya yang sejak tadi mendapat panggilan dari Lukas. Kemarin Nayna ijin pada Lukas untuk makan malam di rumah Nenek Mira, tapi Lukas melarangnya bahkan Lukas juga marah kalau Nayna sampai datang ke sana.Nayna membiarkan panggilan telpon dari Lukas, sebenarnya Nayna bukan melanggar ucapan Lukas hanya saja Nayna tidak enak dengan Nenek kalau misalkan dia tidak datang."Nona, apa lebih baik telponnya di angkat saja?" tanya Supir yang sejak tadi mendengar nada dering dari ponsel Nayna.Nayna merasa cangg

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   32

    Nayna penasaran pada Vas bunga itu, tapi penjaga toko langsung mengembalikan Vas itu pada Nayna. "Bagaimana Pak?" tanya Nayna."Ini palsu, Bu. Apa Ibu tertipu?" tanya penjaga toko.Nayna menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya Vas ini dibelikan oleh suami aku, tapi aku merasa aneh pada corak Vas bunga itu. Bentuk dan coraknya sama seperti Vas bunga asli yang harganya jutaan," papar Nayna."Sekarang orang-orang makin kreatif bahkan kita tidak akan bisa membedakan Vas asli dan palsu, bahkan harga Vas murah saja bisa menjadi mahal. Hati-hati saja karena sekarang banyak penipu," sahut penjaga toko."Baiklah, terima kasih Pak." Nayna pergi dari sana sambil membawa kembali Vas bunga itu, awalnya Nayna ingin membawa Vas bunga yang besar itu ke sana untuk di lihat. Tapi ucapan Penjaga toko barusan ada benarnya juga, Nayna hanya terlalu penasaran dengan kebenaran Lukas jadi Nayna mencurigai apa pun yang Lukas belikan.Nayna naik lagi ke dalam taksi, sekarang mereka menuju ke salah satu pusat perb

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   31

    Lukas melihat dari rekaman cctv siapa yang datang ke rumahnya, Lukas mengerutkan keningnya karena ada yang datang ke rumah padahal sudah malam. "Pria ini bukannya pria yang waktu itu memukuli aku di apartemen?" Lukas bertanya-tanya sambil kembali memastikan.Lukas buru-buru mengabari Nayna agar tidak keluar dari rumah karena sepertinya orang itu tidak baik, Nayna hanya patuh saja walaupun sebenarnya dia sangat ketakutan. Sedangkan Lukas tidak tau mau apa orang-orang itu terus menerus datang ke kehidupan Lukas."Apa yang menguntungkan bagi mereka dengan melakukan semua ini?" gumam Lukas."Sekarang kita harus mengantarkan Tuan Karna ke bandara," sahut Marvis.Lukas menatap pada Marvis, "Apa besok aku bisa pulang?" tanya Lukas."Kenapa?" tanya Marvis heran karena sejak kemarin Lukas terus menerus meminta pulang."Ada orang jahat yang datang ke rumah," jawab Lukas."Astaga, kenapa hidup kamu ini selalu di penuhi oleh orang-orang jahat sih." Marvis mengeluhkan tentang kehidupan Lukas, tap

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   30

    "Apa yang kamu lakukan?" tanya Dion yang baru saja mengetahui kalau diam-diam istrinya itu mengajukan kerja sama dengan perusahaan cabang milik Asmagara, sebenarnya bukan marah tapi Dion merasa kalau perusahaannya belum siap untuk bekerja sama dengan perusahaan Asmagara."Kenapa? Bukannya itu menguntungkan bagi kita?" tanya Evalista."Ya menguntungkan, tapi perusahaan itu sangat besar dan bagaimana kalau ... Arghh!" Dion kesal dia memilih untuk diam saja karena berbicara dengan istrinya maka Dion tidak akan pernah menang."Kamu marah? Kamu meragukan aku?" tanya Evalista.Dion hanya diam, memang benar kalau Evalista pernah bekerja di salah satu perusahaan di Amerika. Bahkan Evalista juga terkenal di Amerika karena sistem pekerjaannya yang selalu menguntungkan bagi perusahaan. Tapi itu beberapa tahun yang lalu sebelum Evalista bertemu dengan Dion, dan sekarang Evalista sudah jarang mengurus urusan perusahaan."Kalau ada masalah apa pun maka aku yang akan maju paling depan," geram Evalis

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   29

    Lukas mendapatkan kabar dari Saka kalau di rumahnya kedatangan Elin, sebenarnya saat mendengar kabar itu hati Lukas menjadi tidak tenang. Ingin rasanya Lukas pulang tapi pekerjaannya tidak bisa di tinggalkan begitu saja, apa lagi Lukas baru saja sampai di tempat itu.Lukas juga meminta Saka terus mengabarinya jaga-jaga karena takutnya Elin melakukan sesuatu pada Nayna."Kamu kenapa?" tanya Marvis yang melihat Lukas seperti ketakutan."Bibinya Nayna datang ke rumah," jawab Lukas.Marvis mengerutkan keningnya karena heran dengan ucapan Lukas yang begitu panik padahal harusnya Lukas senang karena kerabat jauh Nayna datang menjenguk Nayna, jadi Nayna ada teman di rumah dan Lukas tidak perlu cemas."Baguslah kalau Nona Nayna ada temannya," sahut Marvis.Lukas menatap sinis pada Marvis yang dengan entengnya mengatakan kalau Nayna ada temannya, "Masalahnya Bibinya itu sangat jahat, kamu tau?" "Apa?" potong Marvis tidak sabar mendengar cerita Lukas."Kamu memotong cerita aku!" kesal Lukas."

  • SUAMI TAK TERDUGA (Dari jalan ke pelaminan)   28

    Hari ini Lukas ada pekerjaan yang mendadak, bahkan Lukas harus bekerja ke luar kota karena harus mengantar Marvis. Awalnya Nayna menolak ditinggalkan karena Nayna belum bisa sendirian di rumah itu, tapi lama-lama akhirnya Nayna menginginkan karena Marvis yang memaksa."Aku hanya pergi satu Minggu saja, gak akan lama." Lukas memegang rambut Nayna seolah mereka adalah dua kekasih yang akan di pisahkan.Marvis menatap sinis ke arah Lukas dan Nayna yang terlihat seperti sepasang kekasih yang tidak akan bertemu lagi, Lukas menyadari tatapan sinis itu tapi dia tidak bisa memarahi Marvis karena Marvis adalah atasannya."Tapi bagaimana kalau ada orang jahat?" tanya Nayna."Gak akan ada orang jahat, Nay. Selama ini saja kamu sendirian tanpa aku, kamu baik-baik saja. Kenapa sekarang kamu takut?" Lukas tersenyum saat paham kalau Nayna sudah bergantung padanya.Nayna memikirkan ucapan Lukas dan benar saja kalau Nayna menjadi seorang penakut setelah bertemu dengan Lukas, padahal dahulu Nayna tingg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status