Share

233. JANJI TUA

Penulis: Lampard46
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-17 12:27:03

Semua orang yang berada di depan mansion kediaman He Sura di Negeri Asia, mulai beradu mulut dan berperang kata, untuk siapa yang menjadi paling utama dan pertama, berada dan masuk sebagai pengunjung pertama, dari berbagai kalangan. Mereka masing - masing unjuk gigi, mengandalkan bawaan tangan yang mereka miliki untuk menangani permasalah yang dialami oleh sang Tuan seluruh negeri.

"Manusia biasa dan kultivator dari seluruh aliran telah memadati seluruh penjuru mansion..!" gumam Lin Boa mengintip dari sela - sela pintu, melihat ramainya pengunjung di di luar kediaman "Dia benar - benar di panggil Su Lele - Nyonya Bumi...!" lanjutnya bergumam, merasa kesal dan cemburu, karena tidak tahu dan merasa aneh, sejak kapan Masternya "He Sura" memiliki istri.

"Bajingan mana yang menyebarkan rumor itu...?!" ujarnya merasa kesal tidak terima dengan rumor yang beredar, padahal Masternya sendiri tidak pernah mengatakan untuk melakukan sayembara seca

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   270. KESOMBONGAN SETINGGI LANGIT

    He Sura menatap dengan lirik dan menghitung satu persatu orang - orang yang muncul di hadapannya begitu banyak dan memiliki kekuatan yang begitu besar, selain itu seluruh dewa yang datang menggunakan tubuh asli mereka.Seketika bibir He Sura berair, seperti seorang predator yang tengah menghitung dan melihat mangsa buruannya yang begitu lezat dan siap untuk dihantam.Panen... Panen..... Panen.....Gumam He Sura di dalam otak pikirannya dan tidak sabar ingin menuai hasil, untuk menyempurnakan tubuh fisik klon dewa super miliknya.He Sura melambaikan tangannya dengan ramah seakan mereka memiliki hubungan begitu dekat."Dasar manusia rendahan...! Beraninya kau bersikap lancang di depan tuan yang Mulia Dewa Kaisar..!" tegur bawahan sang Dewa Kaisar.Ribuan Pasukan berdiri di belakang sang Dewa Kaisar dan siap menjalankan perintah, menghancurkan gunung dan melewati lautan."Ho...! Bukan

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   269. KENALAN LAMA

    Permaisuri Yu Lan angkat bicara dengan suara bergetar lirih dan marah "He Sura....! Apa kau sudah gila...?" sahutnya dengan perasaan kecewa atas keputusan bodoh yang baru saja He Sura ambil."Kakak He... Apa yang kau lakukan....?" sahutnya merasa khawatir, kalau dirinya juga sebentar lagi akan mati terbunuh, karena kesombongan He Sura.Sebagian orang hanya bisa terdiam membisu dan berdiri khidmat, karena tidak tahu, langkah apa yang harus mereka ambil, dan kemana harus melarikan diri.Mereka semua tidak menyangka, kalau He Sura begitu arogan mengambil keputusan untuk pilihan kedua dan menentang sang Dewa Kaisar Jun Yang."Bha - ha - ha - ha...!" Jin Si sang Spritual Treasur tertawa ngakak terbahak - bahak "Kau memang sungguh luar biasa...! Aku salut dengan keberanianmu anak muda...!""Sungguh kebodohan dan kesombonganmu tidak terobati lagi...! Karena kau sudah memutuskan untuk mengambil pilihan kedua, m

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   268. PILIHAN YANG MENGEJUTKAN

    "Aku Lin Jian, selama hidupku sama sekali tidak pernah bermimpi kalau suatu hari nanti aku bisa membunuh sang Monster Dewa Palsu..." ujarnya memberitahu kepada Xuan Ming dan Mo Huaxi dengan nada suara bangga dan bahagia."Yah... Kau benar.. Ini Semua berkat saudara He Sura...! Kalau bukan karena dia, selama sisa hidupku, aku juga tidak akan bisa melakukannya...!" sahut Mo Huaxi dengan bangga mengepalkan tangannya seperti seorang kesatria sejati yang baru saja mengalahkan musuh yang epik."Yah aku juga tidak pernah menyangka akan merasakan pengalaman terbaik seumur hidupku, pokoknya kali ini, adalah sejarah yang bisa aku ceritakan kepada dunia asalku, bahwa aku telah membunuh sang Monster Dewa Palsu...!" sahut Xuan Ming menyikapi perkataan kedua orang itu."He Sura kenapa kau melakukan ini...?" tanya Permaisuri Yu Lan, penasaran ingin tahu, atas tindakan tidak masuk akal yang dilakukan oleh rekan 1 aliansinya itu.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   267. TUKAR POINT

    "Saudara He....! Aku punya 8 poin yang bisa saya berikan...!" ujar Mo Huaxi angkat bicara untuk bisa menyelamatkan nyawanya, sebab baginya keselamatan adalah hal yang utama."Aku punya 12 poin, ambil saja, asal kau tidak melakukan apa pun kepadaku....!" sahut Lin Jian, yang juga begitu peduli pada keselamatan nyawanya sendiri, sebab poin masih bisa dicari jika bisa menggantikan kematian sendiri.Melihat kedua orang itu bersedia memberikan poin - poin mereka untuk menggantikan nyawanya sendiri, membuat orang lain yang ada di sana, yang datang satu persatu terlihat kacau dan mulai berencana membuat keributan suara penolakan.Orang 1"Dasar kalian.. Kalau semua poin itu kalian berikan kepada orang lain, menurut aturan dari para dewa, kalian tidak boleh lagi ikut berkompetisi mulai sekarang..!"Orang 2"Apa bedanya bagi kita kalau He Sura tidak punya poin yang cukup...?"Satu per satu

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   266. RENCANA POINT

    "Permaisuri...!" sapa He Sura menyadarkan Yu Lan, karena terlihat bengong dengan tubuhnya yang gemetar hebat, merasa merinding dan ketakutan.Bagaimana tidak, monster yang ia hindari tiba - tiba muncul di hadapannya."Monster ini bernilai 100 poin! Aku tadi sudah membunuhnya sekali, dan aku pasti tidak akan mendapatkan poin jika membunuhnya lagi...!" ujar He Sura dengan tenang dan santai seolah - olah, sang Monster Dewa Palsu bukanlah sosok makhluk yang menakutkan di hadapannya, melainkan, hanya sebagai tambang poin yang akan berhasil ia kumpulkan."Kemari dan cobalah untuk membunuhnya, mungkin kita bisa mendapatkan 200 poin...!" serunya kembali memberikan pengarahan kepada Permaisuri Yu Lan.Glek.....Yu Lan menelan ludahnya, wajahnya yang tampak kacau dan babak belur, seketika terbangun dan tersadar dari komanya, melotot menatap sang Monster Dewa Palsu, dan berpikir bahwa apa yang ada di hadapannya sa

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   265. RENCANA BRILIANT

    He Sura segera menarik aksesoris pelindung bahu milik Mu Qin, dan dnegan hati yang riang gembira dan ekspresi kekanak - kanakan, ia angkat bicara "Dimana lagi tempat yang ada monster elit seperti itu...? Ayo beritahu aku...!" guraunya menunjuk - nunjuk seolah - olah masih belum cukup untuk mendapatkan 100 poin sekaligus dan masih ingin membunuh yang lain untuk menambah poin lainnya.Dari balik tembok labirin, Mu Qin tampak begitu ketakutan untuk bertemu dengan He Sura "... Kamu menyikapinya dengan begitu santai... Tapi bagiku, monster ini sangat menyeramkan..!" serunya berteriak kepada He Sura, dan masih tidak ingin keluar dari persembunyiannya."Aku hanya tahu, kalau monster yang mengerikan seperti itu, hanya ada satu dalam setiap permainan. Jadi mari kita bersenang - senang karena sudah berakhir, oke...!" sambungnya memohon kepada He Sura, agar tidak mendesaknya untuk membawa dan menemukan monster seperti itu di sesi yang lain.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status