Mag-log inBruk.....
Seketika tubuh sang pemimpin klan beast ambruk ke atas lantai tak berdaya, dan seluruh tubuhnya merasakan kesakitan yang amat teramat perih.
"Kenapa...." ucapnya tertatih - tatih sembari menahan kesakitan yang tak terungkapkan, dimana seluruh tubuhnya berlumuran darah, kemampuan teknis penyembuhan diri yang ia bangga - banggakan itu, tidak berjalan dengan sempurna, sehingga dia tidak bisa menyatukan dua jantungnya yang terpotong dan terpisah dari tubuhnya.
Dimana para makhluk ras monster memiliki empat jantung dan kedua jantung utama yang diatas adalah jantung kultivasi yang membuat tubuh mereka bisa menjadi semakin kuat menyerap energi dari benua yang memiliki energi alam yang melimpah untuk peningkatan kultivasi, adapun 2 jantung lainnya yang berada di bawah, bagian dada di atas perut, hanya berfungsi untuk pernapasan melanjutkan hidup, jika kedua jantung utama bagian atas terpotong, maka tubuh dari klan beast ha
"Aku Lin Jian, selama hidupku sama sekali tidak pernah bermimpi kalau suatu hari nanti aku bisa membunuh sang Monster Dewa Palsu..." ujarnya memberitahu kepada Xuan Ming dan Mo Huaxi dengan nada suara bangga dan bahagia."Yah... Kau benar.. Ini Semua berkat saudara He Sura...! Kalau bukan karena dia, selama sisa hidupku, aku juga tidak akan bisa melakukannya...!" sahut Mo Huaxi dengan bangga mengepalkan tangannya seperti seorang kesatria sejati yang baru saja mengalahkan musuh yang epik."Yah aku juga tidak pernah menyangka akan merasakan pengalaman terbaik seumur hidupku, pokoknya kali ini, adalah sejarah yang bisa aku ceritakan kepada dunia asalku, bahwa aku telah membunuh sang Monster Dewa Palsu...!" sahut Xuan Ming menyikapi perkataan kedua orang itu."He Sura kenapa kau melakukan ini...?" tanya Permaisuri Yu Lan, penasaran ingin tahu, atas tindakan tidak masuk akal yang dilakukan oleh rekan 1 aliansinya itu.
"Saudara He....! Aku punya 8 poin yang bisa saya berikan...!" ujar Mo Huaxi angkat bicara untuk bisa menyelamatkan nyawanya, sebab baginya keselamatan adalah hal yang utama."Aku punya 12 poin, ambil saja, asal kau tidak melakukan apa pun kepadaku....!" sahut Lin Jian, yang juga begitu peduli pada keselamatan nyawanya sendiri, sebab poin masih bisa dicari jika bisa menggantikan kematian sendiri.Melihat kedua orang itu bersedia memberikan poin - poin mereka untuk menggantikan nyawanya sendiri, membuat orang lain yang ada di sana, yang datang satu persatu terlihat kacau dan mulai berencana membuat keributan suara penolakan.Orang 1"Dasar kalian.. Kalau semua poin itu kalian berikan kepada orang lain, menurut aturan dari para dewa, kalian tidak boleh lagi ikut berkompetisi mulai sekarang..!"Orang 2"Apa bedanya bagi kita kalau He Sura tidak punya poin yang cukup...?"Satu per satu
"Permaisuri...!" sapa He Sura menyadarkan Yu Lan, karena terlihat bengong dengan tubuhnya yang gemetar hebat, merasa merinding dan ketakutan.Bagaimana tidak, monster yang ia hindari tiba - tiba muncul di hadapannya."Monster ini bernilai 100 poin! Aku tadi sudah membunuhnya sekali, dan aku pasti tidak akan mendapatkan poin jika membunuhnya lagi...!" ujar He Sura dengan tenang dan santai seolah - olah, sang Monster Dewa Palsu bukanlah sosok makhluk yang menakutkan di hadapannya, melainkan, hanya sebagai tambang poin yang akan berhasil ia kumpulkan."Kemari dan cobalah untuk membunuhnya, mungkin kita bisa mendapatkan 200 poin...!" serunya kembali memberikan pengarahan kepada Permaisuri Yu Lan.Glek.....Yu Lan menelan ludahnya, wajahnya yang tampak kacau dan babak belur, seketika terbangun dan tersadar dari komanya, melotot menatap sang Monster Dewa Palsu, dan berpikir bahwa apa yang ada di hadapannya sa
He Sura segera menarik aksesoris pelindung bahu milik Mu Qin, dan dnegan hati yang riang gembira dan ekspresi kekanak - kanakan, ia angkat bicara "Dimana lagi tempat yang ada monster elit seperti itu...? Ayo beritahu aku...!" guraunya menunjuk - nunjuk seolah - olah masih belum cukup untuk mendapatkan 100 poin sekaligus dan masih ingin membunuh yang lain untuk menambah poin lainnya.Dari balik tembok labirin, Mu Qin tampak begitu ketakutan untuk bertemu dengan He Sura "... Kamu menyikapinya dengan begitu santai... Tapi bagiku, monster ini sangat menyeramkan..!" serunya berteriak kepada He Sura, dan masih tidak ingin keluar dari persembunyiannya."Aku hanya tahu, kalau monster yang mengerikan seperti itu, hanya ada satu dalam setiap permainan. Jadi mari kita bersenang - senang karena sudah berakhir, oke...!" sambungnya memohon kepada He Sura, agar tidak mendesaknya untuk membawa dan menemukan monster seperti itu di sesi yang lain.
He Sura mengorek kupingnya disebabkan teriakan keras Mu Qin yang masuk berdengung di telinganya.Mata Mu Qin terbelalak dan seketika pinggiran kelopak matanya berubah warna menjadi kehitam - hitaman seperti orang yang sering begadang dan tidak tidur beberapa malam. Sembari melihat He Sura yang masih terlihat tenang dan Heavanly Dao yang masih berusaha memurnikan kekuatan hukum yang baru saja ia serap.Dalam rasa risau dan kekhawatirannya yang tinggi, ia berpikir kalau dirinya akan segera mati...! Maut sudah ada di depan mata, padahal sebelumnya ia telah membaca almanak saat keluar dari dunia asalnya mengikuti kompetisi, tapi ia tidak pernah menyangka dan mengira akan bertemu dengan monster dewa palsu yang mengerikan secepat ini..!Note :(terbitan tahunan berisi informasi kalender, data astronomi (seperti terbit dan terbenam matahari dan bulan), prakiraan cuaca, serta statistik dan informasi umum lainnya yang disu
"Hilang....?" Monster Dewa Palsu tampak begitu kebingungan, karena target kesenangannya yang sudah ada di depan matanya, lenyap begitu saja tanpa ia ketahui penyebab dan kemana perginya.Braaak......Tanah seketika hancur berlubang karena hentakan kakinya yang penuh dengan rasa amarah.Hilang...!Hilang...!!Teriaknya dengan sangat keras sembari menghempas - hempaskan telapak kakinya ke atas tanah, dan membuat tanah disekitar pijakannya berubah menjadi berlubang kawah.Hah.......Mulutnya mengeluarkan asap panas yang membara memburu kebencian dengan tatapan penus kekecewaan, sebab tidak bisa membalaskan dendam rekan - rekannya yang terbunuh dan mati sia - sia begitu saja.Bisik - bisik di balik batu dengan pelan, yang posisinya tidak jauh dari tempat Monster Dewa Palsu berdiri."Jangan bersuara...!""Berisik...! Kau pikir aku ingin melakukannya...!?







