Home / Fantasi / SURA, PANGERAN TERBUANG / 266. RENCANA POINT

Share

266. RENCANA POINT

Author: Lampard46
last update Huling Na-update: 2026-01-03 12:45:23

"Permaisuri...!" sapa He Sura menyadarkan Yu Lan, karena terlihat bengong dengan tubuhnya yang gemetar hebat, merasa merinding dan ketakutan.

Bagaimana tidak, monster yang ia hindari tiba - tiba muncul di hadapannya.

"Monster ini bernilai 100 poin! Aku tadi sudah membunuhnya sekali, dan aku pasti tidak akan mendapatkan poin jika membunuhnya lagi...!" ujar He Sura dengan tenang dan santai seolah - olah, sang Monster Dewa Palsu bukanlah sosok makhluk yang menakutkan di hadapannya, melainkan, hanya sebagai tambang poin yang akan berhasil ia kumpulkan.

"Kemari dan cobalah untuk membunuhnya, mungkin kita bisa mendapatkan 200 poin...!" serunya kembali memberikan pengarahan kepada Permaisuri Yu Lan.

Glek.....

Yu Lan menelan ludahnya, wajahnya yang tampak kacau dan babak belur, seketika terbangun dan tersadar dari komanya, melotot menatap sang Monster Dewa Palsu, dan berpikir bahwa apa yang ada di hadapannya sa

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   278. HADIAH MURAH HATI

    He Sura segera menarik dan menjadikan lima artefak gulungan komunikasi dewa menjadi miliknya, yang sebelumnya mengitari Jin Si sang Spritual Treasur.Ueek..... Terjatuh ke atas tanah.Otak dan tubuh Jin Si seketika kosong dan lidahnya keluar bagaikan anjing yang kehausan.DewaRuang dan Waktu - Wang Yin, bertingkah manja dan gelendotan kepada He Sura, seperti seorang gadis yang bertemu dengan pria pujaan hatinya."Gimana, aku tidak berpihak kepada mereka, kan...? Aku sudah pantas bukan ada di sisi mu...?" ujarnya dengan mode tubuh menggoda dan wajah imut untuk menggugah dan menarik minat He Sura.Hah....?Semua orang tertegun - terkejut keheranan, apakah ini masihlah seorang Dewa ruang dan Waktu - sang Lord Wang Yin, yang begitu dihargai dan dihormati oleh semua orang...?Bahkan sang Dewa Kaisar Agung memberikan pandangan dan penghargaan yang begitu tinggi kepadanya..Bag

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   277. TRANSMISI HUKUM SURGA

    "Kau.... Kau... Apa....?" sahut He Sura dengan nada mengejek menyeringai "Apa kau sedang lihat hantu pak tua bola...?""Bagaimana bisa kau masih hidup...?""Bah.... Apa segitu inginnya kah kau, aku ini mati....?""Sura.....!" Yu Lan langsung memberikan pelukan dari belakang, tanpa bisa ia kendalikan rasa senang dan kebahagiaan dihatinya.Boing...Kedua gundukan 36D kembar itu memantul menyentuh punggung He Sura."Ah.. Nona...!" He Sura terkejut karena tak bisa menghindari serangan pelukan erat dari Yu Lan, dan membuat ia berpikir apa pesonanya begitu besar sampai membuat wanita dingin dan kasar ini sebelumnya, jadi melembek dan malah begitu mengkhawatirkan kehidupan dan keselamatan dirinya.Padahal sebelumnya, sang Permaisuri Yu Lan sempat memberikan ancaman kepada He Sura untuk membunuhnya jika bertemu lagi dan berkata "berdoalah agar kita ditempatkan di alam yang

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   276. VERIFIKASI

    Plak.....He Sura menepuk pantat bibinya yang super cerewet itu dengan keras sembari menungganginya seperti menaiki kuda. Untuk memberinya pelajaran dan mengingatkan masa lampau yang sudah lama terjadi."Aku tidak menyangka bibiku yang cantik ini masih saja sama cerewetnya dengan dirimu yang 10 juta tahun yang lalu... Mungkin kau sudah lupa, atau kau sengaja menghapusnya, tapi aku akan membuatmu ingat kembali...!"He Sura mencengkram leher Dewa Ruang dan Waktu, dan menarik rambutnya seperti mengendalikan pedal kuda, sehingga rambutnya yang hitam dan tebal panjang itu terbuka dari sanggulnya yang ditusuk konde, tergerai.He Sura dengan cepat menarik semua kemampuan devine yang baru milik sang Dewa Ruang dan Waktu yang sama sekali belum ia miliki dan ketahui.Melihat perlakuan He Sura yang tak lazim seperti itu membuatnya kembali mengingat masa lalu yang begitu memalukan, yang sebelumnya pernah ia hapus d

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   275. HADIAH PERTEMUAN

    "Bha - ha - ha....!" He Sura tertawa keras."Mengakui kejahatan yang bukan kita lakukan juga merupakan suatu kesalahan..! Apa kau tidak tahu akan hal itu bibik...?" sambungnya kembali menyengir."Bocah busuk ini, sedari tadi memanggilku bibik dan selalu tersenyum menyengir..! Apa dia pikir karena dia berhasil membunuh sang Dewa Kaisar Jun Yang saat lengah sudah merasa menjadi orang terkuat yang tak terkalahkan..? Sehingga membuatnya berani meremehkan dan merendahkanku sedari tadi..?" gumam Dewa Ruang dan Waktu - Wang Yin, merasa diremehkan."Hei bocah busuk, aku lihat kau mulai besar kepala, kalau aku mau, aku bisa saja membunuhmu sedari tadi, apa kau belum paham juga dengan situasimu saat ini...? Sejak aku menangkapmu, kau sudah tidak punya hak dan kesempatan untuk melakukan negosiasi denganku...!""Dan satu lagi... Aku bukan bibikmu, jadi aku tidak ingin dengar kau memanggilku dengan sebutan seperti itu..!"

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   274. KAMBING HITAM

    Ha - ha - ha.....Suara ngakak terdengar jelas di alam spritual, tampak Jin Si begitu bahagia, meskipun ia tidak tahu pasti akan kematian He Sura, tapi dari hilang dan kaburnya pemantauan mereka di layar udara sihir artefak pemantau dunia, ia bisa berasumsi kalau serangan mematikan itu berhasil menghancur leburkan dan membunuh pemuda berambut perak itu, dan beranggapan bahwa sang Kepala Keluarga dari Klan Dewa Naga, bahkan membayar mahal untuk menahan serangan mematikan itu, agar dapat menyelamatkan dirinya.Mendengar suara tawa yang menggelegar dari mulut sang Spritual Treasur yang menggema di seluruh alam spritual menambah dendam kebencian di hati semua orang khususnya sang Permaisuri Yu Lan.Akan tetapi, karena kurangnya kemampuan dan ketidak berdayaan mereka, sehingga membuat mereka hanya bisa meredam emosi dan menahan amarah untuk tidak membuat keributan yang akan berakibat fatal pada kehancuran dunia mereka berasal.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   273. SALAH SASARAN

    Seluruh alam bergetar, gunung dan daratan hancur terkikis akibat panasnya suhu yang terpancar dari bola api itu, bahkan belum sampai ke bawah.Udara di dunia itu nyaris kosong, dan seluruh makhluk hidup yang ada di sana terbunuh seketika.He Sura sendiri mengalami penekanan yang begitu luar biasa ketubuhnya yang membuat kulit bagian terluarnya terlihat mengkerut, membentuk gunung galunggung. Akibat aura tekanan yang begitu kuat luar biasa."Jadi ini kekuatan penuh dari Dewa Peringkat Super yang berada di ranah Dewa Kaisar....!" gumam He Sura di dalam hatinya, tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun, karena ia bisa merasakan kalau dantian suprame miliknya, perlahan terbangkitkan, dan dinding pembatas yang menghalangi jalannya untuk menembus teknik tubuh surga tirani naik ke tahap 2 (Dewa) miliknya seketika mengendur.Hanya saja dia belum bisa memastikan, apakah tubuhnya bisa bertahan dengan kekuatan maha dahsyat

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status