LOGINSeluruh alam bergetar, gunung dan daratan hancur terkikis akibat panasnya suhu yang terpancar dari bola api itu, bahkan belum sampai ke bawah.
Udara di dunia itu nyaris kosong, dan seluruh makhluk hidup yang ada di sana terbunuh seketika.
He Sura sendiri mengalami penekanan yang begitu luar biasa ketubuhnya yang membuat kulit bagian terluarnya terlihat mengkerut, membentuk gunung galunggung. Akibat aura tekanan yang begitu kuat luar biasa.
"Jadi ini kekuatan penuh dari Dewa Peringkat Super yang berada di ranah Dewa Kaisar....!" gumam He Sura di dalam hatinya, tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun, karena ia bisa merasakan kalau dantian suprame miliknya, perlahan terbangkitkan, dan dinding pembatas yang menghalangi jalannya untuk menembus teknik tubuh surga tirani naik ke tahap 2 (Dewa) miliknya seketika mengendur.
Hanya saja dia belum bisa memastikan, apakah tubuhnya bisa bertahan dengan kekuatan maha dahsyat
Plak.....He Sura menepuk pantat bibinya yang super cerewet itu dengan keras sembari menungganginya seperti menaiki kuda. Untuk memberinya pelajaran dan mengingatkan masa lampau yang sudah lama terjadi."Aku tidak menyangka bibiku yang cantik ini masih saja sama cerewetnya dengan dirimu yang 10 juta tahun yang lalu... Mungkin kau sudah lupa, atau kau sengaja menghapusnya, tapi aku akan membuatmu ingat kembali...!"He Sura mencengkram leher Dewa Ruang dan Waktu, dan menarik rambutnya seperti mengendalikan pedal kuda, sehingga rambutnya yang hitam dan tebal panjang itu terbuka dari sanggulnya yang ditusuk konde, tergerai.He Sura dengan cepat menarik semua kemampuan devine yang baru milik sang Dewa Ruang dan Waktu yang sama sekali belum ia miliki dan ketahui.Melihat perlakuan He Sura yang tak lazim seperti itu membuatnya kembali mengingat masa lalu yang begitu memalukan, yang sebelumnya pernah ia hapus d
"Bha - ha - ha....!" He Sura tertawa keras."Mengakui kejahatan yang bukan kita lakukan juga merupakan suatu kesalahan..! Apa kau tidak tahu akan hal itu bibik...?" sambungnya kembali menyengir."Bocah busuk ini, sedari tadi memanggilku bibik dan selalu tersenyum menyengir..! Apa dia pikir karena dia berhasil membunuh sang Dewa Kaisar Jun Yang saat lengah sudah merasa menjadi orang terkuat yang tak terkalahkan..? Sehingga membuatnya berani meremehkan dan merendahkanku sedari tadi..?" gumam Dewa Ruang dan Waktu - Wang Yin, merasa diremehkan."Hei bocah busuk, aku lihat kau mulai besar kepala, kalau aku mau, aku bisa saja membunuhmu sedari tadi, apa kau belum paham juga dengan situasimu saat ini...? Sejak aku menangkapmu, kau sudah tidak punya hak dan kesempatan untuk melakukan negosiasi denganku...!""Dan satu lagi... Aku bukan bibikmu, jadi aku tidak ingin dengar kau memanggilku dengan sebutan seperti itu..!"
Ha - ha - ha.....Suara ngakak terdengar jelas di alam spritual, tampak Jin Si begitu bahagia, meskipun ia tidak tahu pasti akan kematian He Sura, tapi dari hilang dan kaburnya pemantauan mereka di layar udara sihir artefak pemantau dunia, ia bisa berasumsi kalau serangan mematikan itu berhasil menghancur leburkan dan membunuh pemuda berambut perak itu, dan beranggapan bahwa sang Kepala Keluarga dari Klan Dewa Naga, bahkan membayar mahal untuk menahan serangan mematikan itu, agar dapat menyelamatkan dirinya.Mendengar suara tawa yang menggelegar dari mulut sang Spritual Treasur yang menggema di seluruh alam spritual menambah dendam kebencian di hati semua orang khususnya sang Permaisuri Yu Lan.Akan tetapi, karena kurangnya kemampuan dan ketidak berdayaan mereka, sehingga membuat mereka hanya bisa meredam emosi dan menahan amarah untuk tidak membuat keributan yang akan berakibat fatal pada kehancuran dunia mereka berasal.
Seluruh alam bergetar, gunung dan daratan hancur terkikis akibat panasnya suhu yang terpancar dari bola api itu, bahkan belum sampai ke bawah.Udara di dunia itu nyaris kosong, dan seluruh makhluk hidup yang ada di sana terbunuh seketika.He Sura sendiri mengalami penekanan yang begitu luar biasa ketubuhnya yang membuat kulit bagian terluarnya terlihat mengkerut, membentuk gunung galunggung. Akibat aura tekanan yang begitu kuat luar biasa."Jadi ini kekuatan penuh dari Dewa Peringkat Super yang berada di ranah Dewa Kaisar....!" gumam He Sura di dalam hatinya, tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun, karena ia bisa merasakan kalau dantian suprame miliknya, perlahan terbangkitkan, dan dinding pembatas yang menghalangi jalannya untuk menembus teknik tubuh surga tirani naik ke tahap 2 (Dewa) miliknya seketika mengendur.Hanya saja dia belum bisa memastikan, apakah tubuhnya bisa bertahan dengan kekuatan maha dahsyat
Melihat situasi yang tidak memungkinkan itu, membuatnya berpikir kalau pemuda ini tidak bisa ditangani dan dihadapi dengan cara penindasan, yang membuatnya mengubah metodenya untuk melakukan negosiasi.Mengingat kalau ia telah kehilangan lebih dari 50 bawahannya yang berada di ranah dewa tingkat tinggi. Membuat sang Dewa Kaisar Jun Yang kehilangan arah dan niat bertarungnya saat ini, yang mana ia harus menyingkirkan egonya dan menyelamatkan bawahannya terlebih dahulu sebelum melanjutkan pertarungan yang sesungguhnya.Sebab, bagaimanapun juga, sang Dewa Kaisar Jun Yang memang masih belum menggunakan kekuatan penuhnya dan masih belum berubah ke mode tempur yang sesungguhnya."Anak muda... Katakan apa yang kau inginkan....?" ujar sang Dewa Kaisar Yun Jang."Ho...! Kau mau tawar menawar pak anjing tua...?" sahut He Sura tersenyum mencibir."Jangan besar kepala anak muda, dan satu lagi, aku bukan anjing, aku
Seketika kaki Yu Lan bergetar dan lemas, harapannya akan keselamatan He Sura, sudah berakhir, meski belum lama bertemu, ia bisa merasakan ada kedekatan di antara mereka yang menimbulkan perasaan khawatir.Walaupun diawali dengan pertengkaran, tapi Yu Lan sangat tahu dan bisa merasakan kalau He Sura, bukanlah orang jahat, yang hanya mengutamakan kesombongan dan nafsunya. "Kenapa orang baik dan jenius selalu ditargetkan untuk berumur pendek..!" gumamnya di dalam perasaan yang begitu terluka."Aku tahu, jika dipandang dari usia, aku bisa dikatakan sebagai nenek buyutnya...! Tapi setelah 10 juta tahun lebih hidup di dunia ini, saat aku bertemu dengan orang yang cocok denganku, malah berpisah dengan cara yang tragis...!" gumamnya dan berpikir untuk menyalahkan langit dan takdir yang begitu kejam.Bagaimana tidak, seumur hidupnya, dia sudah kehilangan orang - orang yang ia sayangi dan cinta







