Accueil / Fantasi / SURA, PANGERAN TERBUANG / 272. AMARAH DAN KEMURKAHAN

Share

272. AMARAH DAN KEMURKAHAN

Auteur: Lampard46
last update Dernière mise à jour: 2026-01-06 12:50:47

Melihat situasi yang tidak memungkinkan itu, membuatnya berpikir kalau pemuda ini tidak bisa ditangani dan dihadapi dengan cara penindasan, yang membuatnya mengubah metodenya untuk melakukan negosiasi.

Mengingat kalau ia telah kehilangan lebih dari 50 bawahannya yang berada di ranah dewa tingkat tinggi. Membuat sang Dewa Kaisar Jun Yang kehilangan arah dan niat bertarungnya saat ini, yang mana ia harus menyingkirkan egonya dan menyelamatkan bawahannya terlebih dahulu sebelum melanjutkan pertarungan yang sesungguhnya.

Sebab, bagaimanapun juga, sang Dewa Kaisar Jun Yang memang masih belum menggunakan kekuatan penuhnya dan masih belum berubah ke mode tempur yang sesungguhnya.

"Anak muda... Katakan apa yang kau inginkan....?" ujar sang Dewa Kaisar Yun Jang.

"Ho...! Kau mau tawar menawar pak anjing tua...?" sahut He Sura tersenyum mencibir.

"Jangan besar kepala anak muda, dan satu lagi, aku bukan anjing, aku

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   280. TINGKATAN TUBUH

    He Sura menatap dengan tajam dan matanya melotot dengan pandangan tajam tertuju ke atas, dimana tubuh klon Dewa Super miliknya terbentuk dan tercipta dengan begitu sempurna dan elegan, yang tidak kurang sedikitpun.SatuDuaTigaEmpatLimaEnamTujuhDelapanSembilanSepuluhHe Sura menghitung jumlah tubuh klon yang berhasil ia ciptakan dari seluruh bahan yang sebelumnya ia dapatkan dari hasil panen ternak para dewa dari wilayah selatan."Ha - ha - ha.... Jenius, kau memang jenius He Sura....!" pujinya kepada dirinya sendiri yang telah berhasil melakukan angan dan cita - citanya, karena tubuh yang ia ciptakan begitu sempurna.He Sura tidak lupa menyalin semua kemampuan dan kekuatan serta keahlian teknik tubuh surga tirani miliknya ke dalam lautan pengetahuan tubuh klonnya, agar tubuh klonnya itu juga bisa melakukan t

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   279. TUBUH KLON DEWA SUPER

    Pada beberapa daerah wilayah Domain Dewa Antares, semua dewa yang memantau kejadian yang ada di sana, sedikit bertanya - tanya dan merasa aneh.Apa yang terjadi...?Mereka semua bertanya - tanya dengan penasaran, kelanjutan dari tontonan seru dan pertikaian yang terjadi di sana.Apakah sang Dewa Kaisar Jun Yang yang terkenal begitu kuat, bengis dan tegas itu berhasil menuntaskan misinya, untuk menghindari kematian yang pernah di konfirmasi secara berulang oleh sang Dewa Ruang dan Waktu, atau malah terulang kembali.Pandangan ke dunia itu seolah - olah tidak bisa ditembus, hukum dari surga di dunia itu seketika kabur dan tak bisa ditelaah.Pandangan para dewa kaisar pun hilang dari jangkauan mereka, bahkan dari sang Dewa Kaisar Agung.Sedangkan kabar yang harusnya di dapatkan dari dunia alam spritual, juga tiba - tiba tertutup dan menghilang dari pandangan, tanpa ada yang sadar dan tahu apa ya

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   278. HADIAH MURAH HATI

    He Sura segera menarik dan menjadikan lima artefak gulungan komunikasi dewa menjadi miliknya, yang sebelumnya mengitari Jin Si sang Spritual Treasur.Ueek..... Terjatuh ke atas tanah.Otak dan tubuh Jin Si seketika kosong dan lidahnya keluar bagaikan anjing yang kehausan.DewaRuang dan Waktu - Wang Yin, bertingkah manja dan gelendotan kepada He Sura, seperti seorang gadis yang bertemu dengan pria pujaan hatinya."Gimana, aku tidak berpihak kepada mereka, kan...? Aku sudah pantas bukan ada di sisi mu...?" ujarnya dengan mode tubuh menggoda dan wajah imut untuk menggugah dan menarik minat He Sura.Hah....?Semua orang tertegun - terkejut keheranan, apakah ini masihlah seorang Dewa ruang dan Waktu - sang Lord Wang Yin, yang begitu dihargai dan dihormati oleh semua orang...?Bahkan sang Dewa Kaisar Agung memberikan pandangan dan penghargaan yang begitu tinggi kepadanya..Bag

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   277. TRANSMISI HUKUM SURGA

    "Kau.... Kau... Apa....?" sahut He Sura dengan nada mengejek menyeringai "Apa kau sedang lihat hantu pak tua bola...?""Bagaimana bisa kau masih hidup...?""Bah.... Apa segitu inginnya kah kau, aku ini mati....?""Sura.....!" Yu Lan langsung memberikan pelukan dari belakang, tanpa bisa ia kendalikan rasa senang dan kebahagiaan dihatinya.Boing...Kedua gundukan 36D kembar itu memantul menyentuh punggung He Sura."Ah.. Nona...!" He Sura terkejut karena tak bisa menghindari serangan pelukan erat dari Yu Lan, dan membuat ia berpikir apa pesonanya begitu besar sampai membuat wanita dingin dan kasar ini sebelumnya, jadi melembek dan malah begitu mengkhawatirkan kehidupan dan keselamatan dirinya.Padahal sebelumnya, sang Permaisuri Yu Lan sempat memberikan ancaman kepada He Sura untuk membunuhnya jika bertemu lagi dan berkata "berdoalah agar kita ditempatkan di alam yang

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   276. VERIFIKASI

    Plak.....He Sura menepuk pantat bibinya yang super cerewet itu dengan keras sembari menungganginya seperti menaiki kuda. Untuk memberinya pelajaran dan mengingatkan masa lampau yang sudah lama terjadi."Aku tidak menyangka bibiku yang cantik ini masih saja sama cerewetnya dengan dirimu yang 10 juta tahun yang lalu... Mungkin kau sudah lupa, atau kau sengaja menghapusnya, tapi aku akan membuatmu ingat kembali...!"He Sura mencengkram leher Dewa Ruang dan Waktu, dan menarik rambutnya seperti mengendalikan pedal kuda, sehingga rambutnya yang hitam dan tebal panjang itu terbuka dari sanggulnya yang ditusuk konde, tergerai.He Sura dengan cepat menarik semua kemampuan devine yang baru milik sang Dewa Ruang dan Waktu yang sama sekali belum ia miliki dan ketahui.Melihat perlakuan He Sura yang tak lazim seperti itu membuatnya kembali mengingat masa lalu yang begitu memalukan, yang sebelumnya pernah ia hapus d

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   275. HADIAH PERTEMUAN

    "Bha - ha - ha....!" He Sura tertawa keras."Mengakui kejahatan yang bukan kita lakukan juga merupakan suatu kesalahan..! Apa kau tidak tahu akan hal itu bibik...?" sambungnya kembali menyengir."Bocah busuk ini, sedari tadi memanggilku bibik dan selalu tersenyum menyengir..! Apa dia pikir karena dia berhasil membunuh sang Dewa Kaisar Jun Yang saat lengah sudah merasa menjadi orang terkuat yang tak terkalahkan..? Sehingga membuatnya berani meremehkan dan merendahkanku sedari tadi..?" gumam Dewa Ruang dan Waktu - Wang Yin, merasa diremehkan."Hei bocah busuk, aku lihat kau mulai besar kepala, kalau aku mau, aku bisa saja membunuhmu sedari tadi, apa kau belum paham juga dengan situasimu saat ini...? Sejak aku menangkapmu, kau sudah tidak punya hak dan kesempatan untuk melakukan negosiasi denganku...!""Dan satu lagi... Aku bukan bibikmu, jadi aku tidak ingin dengar kau memanggilku dengan sebutan seperti itu..!"

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status