Accueil / Romansa / SUSAN... OOH SUSAN / Ciuman Yang Lucky Minta

Share

Ciuman Yang Lucky Minta

last update Dernière mise à jour: 2025-12-15 01:40:18

Benar saja, setelah pintu kamar Lucky kembali tertutup, Lucky dan Susan lantas menikmati sarapan mereka denga sangat tenang.

Lebih tepatnya lagi Lucky merasa aneh dengan apa yang dia rasakan sekarang. Bisa-bisanya dia justru menikmati sarapannya dengan curi-curi pandang, akan tetapi Susan sama sekali tidak menyadari itu, bahkan sampai mereka benar-benar menyelesaikan sarapan pun Susan tidak menyadari kejanggalan dari sikap Lucky tadi.

Lucky sudah siap dengan kemeja dan dasinya, hanya saja dia belum memakai jasnya karena harus menunggu Susan berganti pakaian dan wanita mini itu benar-benar tidak mengizinkan Lucky untuk masuk mengambil jasnya, padahal malam sebelumnya mereka melewati malam yang sangat mengesankan , meskipun semua itu terjadi tanpa mereka sadari, akan tetapi seharusnya dari kejadian itu tidak ada lagi sekat atau rasa malu diantara keduanya. Namun lagi-lagi itu tidak berlaku untuk Susan karena Susan tetap merasa harus menjaga privasi dirinya meskipun di sini jelas status
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (14)
goodnovel comment avatar
Lisa Anggraini
wkwkwk.. gadis polos mana ngerti lucky
goodnovel comment avatar
Disava Lasmawati Aminudin
besar juga ukuran sepatu luki
goodnovel comment avatar
𝙽𝚊𝚟𝚎𝚍
𝚢𝚊 𝚊𝚖𝚙𝚞𝚗 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚗𝚊𝚖𝚙𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚔𝚎 𝚊𝚙𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔 𝚔𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚂𝙳 𝚢𝚊. 𝚎𝚑 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚒𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚙𝚊𝚝𝚞 𝚕𝚞𝚌𝚔𝚢 𝚜𝚎𝚐𝚎𝚍𝚎 𝚒𝚝𝚞?
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • SUSAN... OOH SUSAN   Gairah Yang Tidak Terduga

    Kadang kala kita tidak tahu kapan rasa itu tiba-tiba melebur, menjelma menjadi lebih indah, dan lebih lembut, karena kadang alam bawa sadar kita tidak menyadari, jika kita sudah hanyut dalam buaian kalbu itu, dan hal yang sama juga sedang Lucky dan Susan rasakan."Menggempur...? Menggempur itu bagaimana ya maksudnya Ky?" kutip Susan dan Lucky menghentikan langkahnya. Otaknya mendadak konslet karena kepolosan Susan lagi, akan tetapi belum sempat dia mengatakan apapun untuk menjawab atau menjelaskan kalimat menggempur itu pada Susan saat tiba-tiba pandangan Susan justru terpaku pada etalase di belakang punggung Lucky."Ky...!" suaranya sangat lirih tapi syarat akan sebuah permohonan dan perlahan Lucky membalikkan badannya untuk melihat apa yang saat ini Susan lihat. "Bolehkah Susan punya yang ini satu!" Telunjuknya langsung menunjuk ke arah boneka Dora dengan ukuran besar, sama besarnya dengan tinggi badan Susan sendiri, dan Lucky kembali menghela nafas dengan sangat dalam kemudian men

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menggempur...!

    Rasa kesal Adelia masih begitu kuat. Pasalnya, ini adalah kali kesekian dia menggoda dosen tampan berkaca mata tipis itu, dan baru tadi rencananya akan nyaris berhasil, tapi pada akhirnya dia gagal lagi karena dering ponsel Lucky di saku celananya."Ooh sial. Kalian tahu, gua hampir aja berhasil menggoda pak Diego, tapi kalian tahu, dia malah mendorong gua," ujar Adelia penuh emosi. Dia sedang bercerita sama cewek-cewek gengnya."Emang kek mana reaksi pak Diego...? Apa dia ...!""Dia udah nyentuh dada gua, bahkan dia tadi juga meremasnya . Gua baru bersiap untuk menggoda bibirnya, tapi tiba-tiba ponsel dia berdering, dan dia malah mendorong gua. Asem gak sih!" jawab Adelia."Sumpah demi apa lu...?!" seru temannya dan Adelia langsung mengangguk."Iya. Lu gak liat sih bagaimana reaksi dia ketika dia melihat kencing kemeja gua yang terbuka, dia sampai kesulitan menelan salivanya karena ingin menyentuh buah dadaku yang segar dan montok. Bahkan beberapa kali gua lihat dia menelan ludah den

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menelanjangi

    Susan yang sedang panik tidak bisa berpikir aneh-aneh saat ini, dan iya... Pikirnya dia harus membuat petugas ke keamanan tadi berpikir jika mereka tidak ada di dalam sana, sementara Lucky, Lucky seperti menahan nafasnya sendiri agar tidak berhembus karena bisa jadi suara helaan nafasnya akan terdengar oleh petugas di luar pintu kamar mandi itu dan masalah akan segera menjemput mereka. "Kamar ini juga enggak. Hanya ada sepasang kali, dan sepertinya dia lagi BAB!" suara petugas itu terdengar berbisik dengan rekannya. "Yang ini juga kosong!" jawab petugas keamanan lainnya. "Kemana mereka. Cepet banget kaburnya!" balasnya lagi. "Sudahlah. Kita mending balik. Kita liat masalah apa yang dua orang tadi buat!" Langkah kaki kedua orang itu terdengar menjauh dari kamar mandi, itu dan kini tergantikan suara lain yang mungkin baru masuk ke kamar mandi itu. Namun Lucky dan Susan masih sama-sama diam, antisipasi jika kedua petugas keamanan itu masih belum sepenuhnya meninggalkan area kamar

  • SUSAN... OOH SUSAN   Terlalu Intim

    Kesabaran Susan benar-benar tidak lagi bisa bertahan. Pasalnya dia sudah menghabiskan tiga cart untuk permainan mesin capit itu saja, akan tetapi tak satupun boneka itu berhasil dia capit, padahal anak-anak di box sebelah terlihat begitu mudah melakukan permainan itu."Brengseeeek... Sepertinya kau ingin mempermainkan Susan kan!" ujar Susan seraya menendang gerobak mainan itu dan Lucky buru-buru menghentikannya sebelum ada yang melihat mereka."Susan. Jangan lakukan itu!" Lucky khawatir, dan kembali melirik ke kiri dan ke kanan akan tetapi Susan yang terlanjur emosi benar-benar tidak mengindahkan ucapan Lucky yang memintanya tenang, karena detik berikutnya Susan justru semakin menggoyangkan gerobak mainan itu seperti orang kesetanan bahkan Susan tampak ingin mendorong gerobak itu hingga terjatuh dan pecah dan mungkin setelah itu dia bisa mengambil boneka yang dia inginkan, akan tetapi detik berikutnya Lucky justru menarik tubuh Susan , menghentikan aksi gila Susan karena tiga orang pe

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menenangkan Susan

    Entah apa namanya ini, apakah Lucky sedang mendapatkan rezeki karena ditawari tubuh mahasiswinya yang begitu semok dan seksi mengalahkan keseksian Aura Kasih, ataukah ini adalah bagian dari ujian untuk Lucky."Saya benar-benar tidak keberatan jikapun Mr menginginkannya lebih, jadi... silahkan!" ujar Adelia seraya mencondongkan dadanya lebih dekat dengan dada Lucky, dan Lucky semakin kesulitan mengendalikan kerja otaknya, dan detik berikutnya Adelia justru menarik tangan Lucky untuk menyentuh buah dadanya. Namun bersamaan dengan itu, tiba-tiba dering ponsel Lucky seolah menyadarkan Lucky dari rasa terbuainya."Ooh my God. Apa yang kamu lakukan Adelia... Kamu jangan kurang ajar ya...!" ujar Lucky sinis."Tapi Mr... Tadikan Mr sendiri yang mulai menyentuh buah dadaku, dan saya hanya...!""Stop Adelia. Jangan konyol. Kita sedang di kampus!" potong Lucky. Dia lantas merogoh saku celananya untuk mengeluarkan benda pipih yang dari tadi bergetar dan berdering seperti menyadarkan Lucky dari se

  • SUSAN... OOH SUSAN   Lakukan Lebih Dari Itu.

    Kadang ada kata yang tak tersirat tiba-tiba memenuhi pikiran kita. Saat bibir mengatakan tidak, kadang logika mengatakan sebaliknya, dan iya... Hal itu yang saat ini Lucky rasakan pada Susan. Rasa ingin menyentuh Susan lebih, padahal sebelumnya Lucky juga mengatakan tidak ingin mengganggu study Susan.Lucky tidak menjawab, tapi sebelah tangannya kini justru membelai pinggang hingga punggung Susan, melepas pengait di belakang punggung Susan hingga benda berwarna merah muda itu lepas dari tubuh Susan dan Susan buru-buru menahan benda itu agar tidak jatuh."Lucky... Susan gak bis...!""Husst...!" Lucky hanya meletakkan satu ujung jarinya di depan bibir Susan, setelahnya Susan kembali diam, dan detik berikutnya Lucky justru menarik kain merah mudah itu dari tangan Susan. Melemparnya ke sofa belakangnya dan detik yang sama Susan justru terlihat menarik nafasnya."Please... Jangan lakukan itu Lucky. Susan ada kelas pagi hari ini!" ucap Susan dengan suara terbata ketika Lucky menarik pinggan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status